Exciting New Semester

jumat kemarin rapat dosen di kampus. udah ada plot ngajar semester genap 22/23. saya akan ngajar total 18.5 sks (S1 dan S2). ini terhitung dosen dengan beban ngajar yang banyak. saya lihat rata rata di 12-14 sks. mata kuliah yang akan saya ajar adalah :

-Teknologi Blockchain dan Ekonomi Token (8 sks, matkul baru S1)
-Ekonomi Digital (6 sks, S1)
-Big Data dan Data Analitik (4.5 sks, S2)

sks banyak tapi komposisi matkul seperti diatas, tentunya bikin saya ga keberatan, malah senang dan excited. khusus matkul blockchain ini adalah matkul baru, saya ikutan merintis kelahirannya sejak 1-2 tahun yang lalu. akhirnya kuliah ini jadi diresmikan dan benar benar akan dilaksanakan, membuat saya sangat menunggu nunggu kuliah semester depan.

Lagi lagi Polemik Publikasi di Indonesia. MDPI Frontiers Hindawi

beberapa saat yang lalu, saya denger kasak kusuk melalui temen temen dosen kalo publikasi mdpi, frontiers, dan hindawi dicurigai predator. saya langsung kesel, karena ga ada info dan argumen apa apa tapi tiba tiba mau dilabelin begitu.

saya ada 5 paper di jurnal jurnal mdpi Q1 dan Q2, 2 paper saya juga pernah ditolak di mdpi. untuk frontiers saya pernah kirim 2 paper dan semuanya ditolak. jadi ga masuk logika kalo dua publisher itu dianggap predator.

saat milih jurnal kriteria saya ada 3; kualitas, biaya, dan kecepatan review/publikasi. mdpi dibandingkan elsevier, emerald, springer, taylor francis unggul dalam hal kecepatan, dan dengan biaya yang relatif sama atau bahkan lebih murah (tergantung jurnalnya), makanya dari pengalaman bagus ini, saya prefer publikasi di mdpi dibanding publisher yang lebih terkenal lainnya. sekaligus mendukung jurnal alternatif, biar jurnal jurnal besar ga memonopoli.

suatu hari tiba tiba di wa grup peneliti kampus berseliweran foto ppt dari rapat internal BRIN yang menguatkan kasak kusuk diatas. wah keselnya makin menjadi. saya post di twitter biar menjadi bahan diskursus, apakah rekan rekan peneliti banyak sepemikiran dengan saya?. di twitter ini emang banyak akademisinya. ternyata responnya luar biasa banyak

semoga tidak jadi di ketok palu keputusannya. karena toh banyak yang keberatan dengan label publisher yang layak dihindari.

https://twitter.com/andrybrew/status/1618581984024096768?s=61&t=-HygRH1YmdW0jSKaM_SU8g

Central Bank Digital Currency

Berhubung lagi santer dengan rencana penerbitan mata uang digital (digital rupiah) oleh bank sentral (bank indonesia/BI), maka saat ini BI sedang fokus untuk untuk melakukan riset tentang Central Bank Digital Currency (CBDC). BI mau tidak mau harus bergerak untuk menerbitkan ke mata uang resmi digital. Beberapa motivasinya karena penggunaan uang cash yang menurun di masyarakat dan juga penerbitan uang (token) dari sektor swasta. Di era ekonomi digital saat ini, jika uang beredar didominasi oleh uang dari sektor swasta, maka bank sentral akan sulit/tidak punya alat untuk implementasi kebijakan moneternya. Belajar dari teknologi blockchain, maka uang digital bisa dibuat lebih resilience, programmable, dan lebih secure.

Berikut slide presentasi saya tentang CBDC: Best Practice dan Technical Considerations

 

 

Topik Token Economy and Decentralized World di SCBTII 2022

SCBTII atau Sustainable Collaboration in Business Technology Information and Innovation adalah merupakan konferensi yang diadakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Telkom bekerja sama dengan beberapa universitas partner lainnya. Setelah tahun lalu di SCBTII 2021 saya berperan menjadi moderator, maka di SCBTII 2022 ini saya menjadi salah satu invited speaker.

Topik yang saya bawakan adalah topik yang sedang senang saya geluti yaitu “Token Economy and Decentralized World”. Topik ini saya rasa cocok dengan tema SCBTII tahun ini yaitu “Recover Together, Recover Stronger : Opportunities and Challenge Toward Sustainable Digital Economy”.

Ada 4 invited speaker lainnya dari beberapa negara seperti Australia, Malaysia, Uni Emirate Arab, dan Jepang

Blockchain Industry Policy Brief Grant Accepted

Suatu saat saya diinfokan bahwa salah satu pelaku industri kripto besar di Indonesia, Tokocrypto memberikan grant untuk riset tentang industri kripto di Indonesia. Ini bahasan sangat menarik dan kesempatan bagus. Akhirnya saya ajak dua rekan dosen FEB untuk membuat proposal.

Mas Sunu dan Bu Helni saya ajak di tim ini. Mas Sunu team leader, Bu Helni berkontribusi dengan keahlian beliau bidang regulasi teknologi, dan saya di pengetahuan bisnis kripto. Akhirnya jadilah proposal tim kita berjudul “Policy Brief to Blockchain Based Industry in Indonesia”. Rencananya output riset ini akan kami publikasikan ke jurnal Internet Policy.

Dan proposal riset kita diterima untuk didanai

congrats team

Hibah Kedaireka (Accepted)

Kedaireka merupakan akronim dari Kerja Sama Dunia Usaha dan Kreasi Reka. Kedaireka juga dapat diartikan sebagai Kedaulatan Indonesia dalam Reka Cipta. Kementerian (Kemendikbud) ingin membangun suatu platform kerja sama antar perguruan tinggi dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri serta pihak-pihak terkait.

Singkatnya skema hibah ini adalah pencocokan dana (matching funds) dari industri dan pemerintah (melalui perguruan tinggi) untuk keuntungan dua pihak. Produk/solusi yang berkualitas untuk Industri, yang merupakan hasil pengembangan akademisi atau talent dari kampus.

Tahun ini tim mengirimkan proposal topik penelusuran kualitas industri kopi dengan menggunakan teknologi blockchain. Bekerja sama dengan Kopi Ketjil, sebuah perusahaan yang memproduksi kopi untuk dieksport. Kopi Ketjil memroses kopi mulai dari petani, pemrosesan kopi, sampai siap dikirimkan

Setelah melalui seleksi cukup ketat, akhirnya proposal kami lolos untuk didanai. yey..

lets work

TOKENOMICS : A New Science

 

ilmu baru TOKENOMICS:
economics – psychology – engineering

inovasi yang muncul dengan pola pikir melibatkan masyarakat (crowd) dalam penciptaan nilai entitas (korporasi maupun proyek). value creation difasilitasi secara peer to peer, dengan fokus utama kontrol ada pada user.

desain TOKENOMICS: bagaimana desain perilaku crowd yang diinginkan (governance), bagaimana mekanisme reward, bagaimana mendesain token supaya tidak inflasi (tetap scarce), dll

#blockchain

sumber :

https://www.node.capital/blog-posts/part-1-tokenomics-the-engine-the-fuel-and-the-generator

https://dcxlearn.com/economics/tokenomics-a-guide-to-utility-business-and-value-2/

 

Tokenomics

Pengajar Data Analytics dan Teknologi Blockchain di Bank Sentral

Saya agak lupa tepatnya, mungkin sejak 2017 atau 2018 saya mulai jadi pengajar program pelatihan di Bank Indonesia Institute (BINS). Dulu diawali dengan program pengenalan Big Data, Data Science, Machine Learning dan AI, kemudian berkembang ke Teknologi Blockchain berkaitan dengan Ekonomi dan kebijakan Bank Sentral. Selain itu juga beberapa kali terlibat di berbagai penelitian baik sebagai peneliti maupun sebagai mentor, sependek yang saya ingat untuk beberapa topik seperti Digital Payment, Stablecoin, dan juga Social Media Analytics.

Seterusnya sempat terlibat dalam pembuatan kurikulum Central Bank 4.0 untuk materi Big Data. Menjadi dosen pengajar dan penilai untuk program sekolah pimpinan muda/madya/utama BI untuk topik “CryptoAsset, Metaverse, dan DeFi”.

Saat ini yang saya rutin aktif terlibat adalah program sertifikasi Big Data for Central Bank Policy (materi di gambar bawah) dan program pembelajaran Bank Indonesia (materi di gambar atas)

287972106 10159756551210202 2641777887086491657 n

Ke Padang

Ini adalah kali pertama saya ke Padang, diajakin senior waktu kuliah S1. Sekarang beliau adalah dekan Fakultas Teknologi Informasi Universitas Andalas (FTI Unand). Acara lustrum ke 2 FTI ini diisi dengan kuliah pakar tentang AI, nah saya jadi narasumbernya. Ini juga jadi pertama kali menjadi narasumber luring, setelah sekian lama acara acara serupa dilakukan secara daring. Posternya acaranya berikut ini. Moderator acara adalah rekan satu residensi saat kuliah S3 dulu.

284369898 10159721699290202 6642115644337607056 n284263566 10159721699330202 6164455523571276488 n

 

Selama di Unand sempet meetup dengan dosen matematika Unand (temen jaman susah di himatika), dan juga beberapa dosen FEB Unand yang ngajak riset bareng. Dan juga ternyata beberapa bimbingan alumni lab kampus (@labscbdtelu) juga berdomisili disana. Lengkap deh 2 hari yang full banget bertemu teman lama dan baru.

284178471 10159721699320202 8830749269905350886 n283110677 10159721699295202 7433956117523415016 n284351921 10159721699325202 8906429723878681603 n

Soal kuliner, padang memang luar biasa dahsyat, walaupun hanya baru mencoba sarapan sate, teh talua. dinner seafood (dengan bumbu macem macem super sedap). cemilan es duren di pondok.
sempet mampir masjid raya, pantai air manis (malin kundang), dan jembatan siti nurbaya.

282799170 10159721699300202 7805861622505731489 n284431450 10159721699305202 419984823914000450 n284270698 10159721699315202 932071039802239977 n

Kayaknya liburan selanjutnya harus kembali ke  Padang (dan sekitar Sumbar), dijamin berat badan langsung naik 2kg 😀

Menelaah Nilai Ekonomi Metaverse

Tanggal 1 Maret 2022 kemarin, tulisan saya berdua dengan Mas Ibrahim Kholilul Rohman (Dosen FEB – Universitas Indonesia) dipublikasikan di koran Kontan. Saya sangat senang karena sudah lama sekali tidak menulis publikasi di media massa. Kali ini beruntung mas Ibra bisa membimbing dan juga menyempurnakan ide yang saya utarakan dengan bahasa yang lebih concise dan lebih mudah dipahami. Oh ya tentu saja mas Ibra juga sangat paham dengan domain ekonomi digital.

tulisan tersebut bisa dilihat di link berikut

https://insight.kontan.co.id/news/menelaah-nilai-ekonomi-metaverse

Menelaah Nilai Ekonomi Metaverse

Screenshot 20220301 145539