Borobudur Marathon 2019

Dari banyak event lari marathon di Indonesia, hanya sedikit yang bereputasi istimewa, salah satunya adalah Borobudur Marathon (BorMar), yang diadakan pada tanggal 17 november 2019. Saya dan Intan tentu tidak melewatkan kesempatan lari ini, padahal untuk mengikuti event ini peserta tidak cukup hanya bayar langsung bisa ikutan. BorMar adalah sedikit dari event lari Indonesia yang mengimplementasikan sistem ballot, seperti event event marathon terkenal di dunia. Jadi begitu kita daftar belum tentu kita mendapatkan kesempatan untuk lari, harus diundi dulu. Saya adalah salah satu pendaftar yang tidak beruntung karena tidak mendapatkan ballot, sedangkan Intan mendapatkan ballot lari untuk jarak 10K. Karena tidak kebagian ballot tersebut, maka saya berpikir ya sudah saya usah ikutan lari, tapi saya berencana tetap datang saat race day untuk menemani Intan, paling ga, saya ikutan motretin sambil menikmati keramaian acara.

1 bulan sebelum hari H, tiba tiba dari salah satu grup WA lari yang saya ikuti, muncul info kalau ada yang mau jual bib BorMar kelas 21K, tanpa pikir panjang saya langsung mengontak yang bersangkutan dan membelinya. Padahal ini bib untuk cewek, tapi ya sudah yang penting saya bisa ikutan lari, walaupun pake nama cewek :P. Semakin mendekati hari H, ternyata Intan mendapatkan tawaran dari temannya untuk membeli bib 21K. Kebetulan kita ingin berlari bareng sebagai #couplerunner di 21K, jadi Intan beli bib temennya (yang kebetulan nama cowok), jadi kami masing masing pake bib nama yang sesuai, Intan pake nama yang cewek, dan saya pake nama yang cowok untuk kelas 21K, walaupun bukan nama kami sebenarnya. Asyik, akhirnya jadi lari bareng walopun awalnya pesimis untuk bisa ikutan lari di BorMar 2019 ini.

Kembali ke bib Intan yang 10K, ternyata ada teman yang ingin pengen beli, luar biasa volume permintaan dan jual beli bib saat mendekati hari H ini. Untungnya yang membeli bib Intan tersebut berbaik hati juga untuk mengambil race pack kita di hari sabtu tanggal 16 November, karena hari sabtu itu pesawat kita dari bandung mengalami delay, jadi sampai penginapan di sekitaran borobudur sudah jam 9 malam. phew, untung race packnya sudah diambilkan.

Race day, kami bangun jam 3:30 pagi, jam 4 pagi kami sudah otw menuju garis start di pelataran Candi Borobudur.  Jaraknya sekitar 2km dari penginapan kami. Lumayan kami pemanasan lari lari kecil menuju garis start. Kami tidak mau pengalaman hadir start terlambat seperti di Bali Marathon 2019 terulang kembali, jadi berangkat lebih awal. Seperti yang bisa diduga, karena ini adalah salah satu race yang istimewa, maka pesertanya juga membludak.

Jalur 21K yang kami lalui cukup lumayan menantang, walaupun awalnya banyak jalur turunan, namun di tengah dan akhir malah justru banyak tanjakan. Sepanjang jalurpun kami banyak disuguhi atraksi tarian tradisional, modern, dan juga nyanyian / paduan suara dari penduduk desa yang dilewati jalur lari. Anak anak kecil TK/SD, remaja SMP/SMA, sampai orang dewasa  semuanya terlibat meramaikan acara dari pinggir jalan raya. Mirip sekali keramaiannya dengan Bali Marathon, walaupun suguhan atraksinya berbeda. Dihadapkan dengan banyaknya atraksi yang keren gini, maka kami tentu saja tidak bisa lari cepet, kami dikit dikit foto foto, lagian rugi juga kalo lari cepet cepet tanpa menikmati suguhan yang ditawarkan. Alhasil catatan waktu kami jauh dari ideal, lebih parah dari Bali Marathon yaitu 3 jam lebih sedikit untuk jarak 21K. 

Catatan penting di BorMar adalah panasnya luar biasa, rasanya malah lebih panas dari Bali Marathon. Sampai garis finish Intan sampai tiduran di rumput saking telernya. tapi overall event lari yang ambiancenya luar biasa. tidak lupa kami jepret jepret dulu di candi brorobudur sesudah lari. Saya rekomendasikan yang hobi lari, untuk sekali sekali mencoba ikutan race ini.

76913774 10157457815375202 4974496955485913088 n79379385 10157512194210202 4302873162560831488 o79527047 10157512194295202 8717584309982068736 o78153643 10157484808625202 7792174494423973888 o75572106 10157457816555202 4955757506367324160 n75412241 10157457815610202 8160160351678103552 n74566480 10157457816205202 3549892230804144128 n76769624 10157457815960202 4181492370254069760 n75348977 10157457817890202 2977547165271851008 n74701595 10157457818520202 83718516145913856 n77079443 10157457816735202 2576138864657694720 n 

 

Bicara Komputasi Psikologi di UI

Tantangan atau provokasi atau racun yang sering saya lontarkan ke rekan rekan di keilmuan sosial adalah bagaimana mereka bisa mengeser kebiasaan melakukan risetnya dengan menggunakan data yang tersedia melimpah di internet. Computational Propaganda adalah salah satu contoh proyek akademis yang menggunakan data jejaring sosial atau jejak digital untuk kepentingan politis / propaganda. Kampanye, manipulasi, penyebaran informasi pada media sosial bisa diukur dengan mudah. Kunci utama proses yang murah, cepat, dan eksperimen secara real time membuat metodologi komputasi ini lebih disukai daripada metode legacy yang sudah well established. Namun secara hasil belum tentu metode berdasarkan komputasi ini akan lebih akurat. Namun yang jelas bisa mendukung hasil yang cepat dan lebih murah.

Psikologi adalah salah satu bidang yang saya minati, bahkan salah satu hibah yang saya peroleh dari kemenristekditi di tahun 2019-2020 ini adalah mengenai pengukuran kepribadian manusia berdasarkan jejak postingan yang ditinggalkan di media sosial. Riset ini membutuhkan pemetaan kata kata bahasa Indonesia tidak baku ke dalam 5 sifat dasar manusia berdasarkan Big Five Personality . Dalam melakukan verifikasi kata kata tersebut dan membuat model ontologinya, saya dibantu oleh dosen Psikologi Universitas Indonesia, Dr. Fivi Nurwianti. Sedikit banyak saya menjerumuskan beliau ke penelitian Computational Cognition / Psychology  hihihi. Setelah setahun melakukan riset (hasil riset akan saya publish di entry blog lain), maka gantian saya diundang Dr. Fivi untuk mengisi kuliah kapita selekta magister psikologi UI.

Setelah mengalami penundaan jadwal beberapa kali, karena susah nyocokin waktu, akhirnya tanggal 11 november saya berangkat ke kampus UI Depok. Materi yang saya bawakan di kelas S2 tersebut adalah “Social Computing : Understanding Human Behavior”. Saya bicara mengenai dasar dasar pengukuran perilaku manusia menggunakan data online, dan juga bicara mengenai riset yang saya dan Dr. Fivi lakukan. Di kelas siang itu saya rasa lumayan banyak mahasiswa yang merasa terprovokasi, terbukti beberapa dari mereka weekend itu melanjutkan ikut acara Social Media Analytics yang diadakan di kampus Telkom University untuk melanjutkan implementasi racun yang sudah ditanamkan ke level selanjutnya yaitu, bagaimana mengambil data di media sosial dan bagaimana melakukan analisanya.

Semoga tetap terprovokasi dan teracuni dengan pendekatan komputasi ini.

76602197 10157439888855202 4781043734324183040 o75371714 10157439888050202 8584565590822223872 o75481895 10157439888550202 4022248859957723136 o75316054 10157439887980202 4016431515733852160 o75422293 10157439888125202 3083520024397217792 o

World Bank Event – Artificial Intelligence

World Bank mempunyai kegiatan rutin berupa sharing knowledge yang dinamakan INSPIRE, dengan mengundang pakar pakar untuk berbagi dan berdiskusi mengenai isu isu kekinian berkenaan tugas utama terkait dengan visi Sustainable Development Goals (SDG) di Indonesia dari pandangan berbagai aspek yang berbeda. Pada tanggal 30 September 2019, saya diundang sebagai salah satu narasumber acara INSPIRE yang topik besarnya adalah : Artificial Intelligence (AI) Promises and Pitfalls for Development. Saya diminta membawakan sudut pandang akademik dengan topik khusus tentang : AI – Disruptions on Society. 

Moderator dan narasumber yang dihadirkan pada acara ini sangat kompeten di bidangnya. Bahkan beberapa sudah saya kagumi karena prestasi / nama besarnya. Moderator acara ini adalah bu Vivi (staf ahli bappenas). Narasumbernya antara lain adalah bu Shinta Bubu, mbak Maesy Angelina (PulseLab), mas Meidy Fitranto (CEO Nodeflux). Bu Shinta dari Bubu.com saya sudah kenal namanya dari dulu, tapi belum pernah bertemu, dan ketemu pertama kali dalam satu panggung di acara ini, bu Shinta membicarakan tentang kondisi market dan talent bidang AI di Indonesia berdasarkan pengalaman beliau membimbing (inkubasi) startup sekaligus sebagai investor.

Saya sangat terkesan dengan Nodeflux, salah satu perusahaan perintis implementasi AI di Indonesia, oleh karenanya ketemu langsung dengan CEO nya mas Meidy merupakan hal yang luar biasa, mas Meidy menceritakan bagaimana Nodeflux membantu pengembangan AI di Indonesia, baik di industri dan pemerintahan. Meskipun hanya sempat mengobrol sebentar diatas panggung, saya senang karena bisa membuka peluang inisiasi riset bersama antara Nodeflux dan kampus Telkom.

Pulselab diwakili oleh salah satu peneliti handalnya yaitu Mbak Maesy, beliau menceritakan bagaimana UN PulseLab melaksanakan program program kemasyarakatan dengan pendekatan AI. Sangat banyak pekerjaan PulseLab yang kelihatannya tidak langsung berhubungan dengan teknologi, namun terbantu dengan implementasi AI tersebut. Oh ya, salah satu pengunjung acara ini adalah bapak selebritis teknologi, pak Onno Purbo, saya belum pernah berkenalan dengan beliau, namun pernah menghadiri salah satu talks beliau. saya sangat mengagumi ide ide cemerlang beliau. Kehadiran beliau membuat acara diskusi semakin menarik, dan dapat bonus kenalan langsung.

Sungguh hari itu mendapatkan pengalaman dan pembelajaran yang menyenangkan.

71690022 10157336695970202 8732475996684419072 o71105386 10157314248220202 6768724495487205376 o72781737 10157336696450202 5753818281718841344 o71676262 10157336696365202 666373281305067520 o72941183 10157336696225202 5615088076394070016 o72347788 10157336696295202 3373519519052988416 o71911503 10157336696575202 2411331211344478208 o

Melawan Korupsi dengan Big Data – KPK Goes to Campus

Pada suatu hari di awal Oktober 2019, saya dikontak oleh mbak Ajeng dari OpenLibrary (Perpustakaan Pusat Tel-U), beliau meminta saya untuk menjadi pengisi pada acara kolaborasi dengan KPK terkait penggunaan Big Data untuk pemberantasan dan pencegahan korupsi. Walaupun secara intensif belum pernah melakukan riset tentang hal ini, namun salah satu penelitian awal saya menggunakan metoda network analysis untuk deteksi financial fraud (penelitian tahun 2013). Berbekal pengetahuan tersebut, saya menyanggupi permintaan mbak Ajeng, sambil berpikir bahwa ini sekaligus merupakan kesempatan untuk memperdalam pengetahuan tentang aplikasi Big Data di bidang pencegahan korupsi. Acaranya dijadwalkan dilaksanakan pada tanggal 29 Oktober 2019. 

Saya baru tahu kalau KPK sedang rajin melakukan kampanye peningkatan kepedulian publik mengenai bahaya korupsi. Edukasi atau awareness ini terutama juga menyasar lingkungan kampus, yang notabene merupakan tempat menempa calon pemimpin masa depan bangsa. Jadi edukasi terus menerus mengenai bahaya korupsi harus semakin digaungkan melalui beberapa kegiatan. OpenLibrary Tel-U sudah menyiapkan satu area yang disebut sebagai KPK Corner untuk menjadi tempat pembelajaran mengenai fenomena korupsi. Pada tanggal 29 Oktober 2019 tersebut, selain menghadirkan acara seminar juga sekaligus diikuti acara launching KPK Corner di Telkom University.

Beberapa waktu kemudian saya juga baru tahu kalo salah satu pembicara tamu adalah mas Ismail Fahmi, yang sangat terkenal dengan analisa jejaring sosial mengenai politik. Wah ini kesempatan pertama kali saya sepanggung dengan beliau, setelah sekian lama hanya berhubungan via FB aja. Mas Ismail Fahmi, banyak menggunakan metode SNA (Selain metode lainnya seperti sentiment analysis) dalam melakukan analisa analisanya. Ini mirip sekali dengan keilmuan yang saya pelajari, makanya kami banyak berkomunikasi via FB. Oh ya beliau juga satu grup di WA grup AIDI. Saya ditugasi oleh panitia untuk membawakan materi pencegahan dan pemberantasan korupsi berdasarkan sudut pandang akademik. Total ada 4 pembicara yang hadir, yaitu dari pimpinan KPK, mas Ismail Fahmi dari Drone Emprit, saya, dan mas Paku Utama dari Wikratama Utama.

Berikut foto foto pada acara tersebut: 

74602079 10157401241770202 6444551805778001920 o74320245 10157401241910202 6182365192186232832 o74156707 10157401241960202 4970359755223597056 o74353444 10157401242310202 2314780093127327744 o75580244 10157401242405202 4745439868484583424 o

foto foto saya di panggung

75233936 10157401241710202 6496295377031921664 o

bersama mas Ismail Fahmi di KPK Corner 

74346784 10157401242185202 5696960280588713984 o

dapet bingkisan buku Membaca Indonesia dari mas Ismail Fahmi

74342707 10157401242245202 8925105885500407808 o

seluruh permbicara dan moderator 

74211381 10157401242015202 2853311027167100928 o73226352 10157382859135202 2434633195631673344 o

poster acara

 

Konferensi Digital Diplomacy Kementrian Luar Negeri

Kementrian Luar Negeri Indonesia atau Ministry of Foreign Affair (MFA) dalam rangka menghadapi era disrupsi Industry 4.0 mengadakan acara Regional Conference on Digital Diplomacy 2019 (RCDD 2019). Acara RCDD 2019 ini diadakan pada tanggal 10-11 September 2019 dengan tema “Digital Diplomacy: Challenges and Opportunities”.  Konferensi ini menjadi wadah bagi para pakar di bidang diplomasi digital, yang berasal dari lembaga think tank, kementrian, lembaga terkait, dan akademisi untuk saling bertukar pikiran. Terdapat 16 negara peserta yang diwakili oleh pejabat setingkat menteri yaitu: Australia, Brunei Darussalam, Kamboja, Republik Rakyat Tiongkok, India, Indonesia, Jepang, Republik Korea, Laos, Malaysia, Myanmar, Selandia Baru, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam.

Acara dibuka oleh Menteri luar negeri RI, ibu Retno Marsudi, kemudian dilanjutkan dengan sesi l, yaitu debat terbuka dari 16 perwakilan negara sahabat, dengan tema “Upaya Mengatasi Tantangan dan Memanfaatkan Kesempatan pada Diplomasi Digital”. Sesi 2, dilanjutkan diskusi panel dengan tema “Peran Diplomasi Digital dalam Situasi Krisis”. Sesi 3 adalah diskusi panel dengan tema “Pemanfaatan Teknologi Digital untuk Mencapai Tujuan Diplomasi dalam Pembangunan Ekonomi”. Selain acara diskusi panel, di RCDD 2019 itu juga terdapat eksibisi dari pelaku bisnis di Indonesia, terutama bisnis startup / unicorn.

Saya menjadi salah satu pembicara diskusi panel sesi 2, bersama dengan duta besar jepang untuk Indonesia, Mr. Ishii, yang merupakan salah satu selebgram saat ini. Mdm Xiuping, mantan duta besar Cina untuk ASEAN, Mr. Buttigieg, mewakili DFAT Australia, Ibu Rahimah dari Facebook Indonesia, dan Moderator Mdm. Usher dari Pulse Lab Jakarta. Pembicara lain berbicara mengenai pengalaman dalam menghadapi krisis, sedangkan saya sebagai satu satunya wakil dari akademisi, membawakan metode untuk mengukur, memprediksi, dan menanggulangi berita palsu pada saat krisis.

Screen Shot 2019 10 24 at 19 49 52

Digital Diplomacy merupakan hal yang sangat baru buat saya, bukan bidang yang biasa saya tekuni selama melakukan penelitian, namun karena faktor kemampuan melakukan proses Data Analytics yang membuat saya bisa bercerita banyak mengenai Digital Diplomacy dari sudut interpretasi data yang ada selama ini. Saya sangat menikmati pengalaman baru ini, berbicara dan berdiskusi tentang hal yang baru, bertemu orang orang baru, dan memperluas kekayaan pengetahuan saya. Terima kasih Kemenlu yang sudah mengundang saya dalam acara keren ini.

69856100 10157261586170202 563582357290876928 n 169850761 10157261586430202 3819122556401614848 n70877445 10157261587085202 3165662364854910976 n70371606 10157261586895202 8660251049245802496 n70365181 10157261586545202 6109052570049708032 n69909919 10157261586690202 2985428571993931776 n69758070 10157261586790202 5067592849822842880 n70791592 10157261587150202 6795083165049290752 n

Pelaksaan dan Testimoni Sertifikasi Internasional Big Data Analyst

Pada saat entry blog ini ditulis, program Sertifikasi Big Data Analyst sudah berjalan sebanyak 4 batch. Sebelumnya, saya pernah menuliskan entry blog mengenai peluncuran program sertifikasi tersebut disini , sekaligus pelaksanaan batch 1 pada tanggal 15 Juni 2019. Program ini akan berlangsung tiap bulan. Beberapa peserta sertifikasi berasal dari akademisi, industri, dan pemerintahan sudah banyak yang menjadi alumni dari program sertifikasi ini. Tercatat dari akademisi adalah dosen dan mahasiswa dari ITB, UGM, Unpad, Unair, dan TelU sendiri. Dari industri atau bisnis tercatat dari Telkom, Telkomsel, BNI, Bank Mandiri, INKA, Indonesia Power, Kalla Group, dan lain lain  Sedangkan dari pemerintahan tercatat dari Kemenkeu, Kemenperin, dan BPPT.

Berikut foto foto dari tiap batch dan testimoni dapat dilihat dibawah ini:

Batch 2

69466594 10157215482625202 2710598090078814208 n69445601 10157215482535202 6173340890371719168 n68891814 10157215482805202 1561411643651391488 n69002006 10157215482420202 5234280899947790336 n69252036 10157215482460202 3910887122545934336 n

Batch 3

70437113 10157268711345202 3414205477960024064 n70244067 10157268711435202 7022539745372667904 n

Batch 4

71790100 10157344959355202 4502942218201333760 n

Testimoni peserta sampai Batch 2

70091189 10157250079970202 915671982236762112 n70841106 10157250080100202 2959649422369095680 n

Cerita Bali Marathon 2019

Salah satu gelaran marathon yang paling terkenal di Indonesia adalah Maybank Bali Marathon (MBM), selain gelaran marathon lainnya seperti Pocari Sweat Bandung Marathon (PSBM), Borobudur Marathon (BorMar), dan juga Jakarta Marathon (JakMar). MBM 2019 diadakan pada hari minggu tanggal 8 september 2019. Saya dan Intan emang sudah lama pengen ngerasain suasana lari di MBM yang kondang itu. Kami bersama dengan temen temen Intan di angkatan 93 menyewa villa di daerah pantai Sanur. Saya dan Intan berangkat dari Bandung, hari jumat tanggal 6 september, dan terpaksa harus ke bandara Kertajati untuk naik pesawat ke Bali. Berangkat jam 02:00 dini hari, untuk mengejar pesawat jam 06:00 pagi, akhirnya kami berdua tiba di Bali jumat pagi sekitar pukul 10:00 pagi, kami merupakan orang  pertama check in ke villa yang disewa.

Begitu checkin ya leyeh leyeh enjoy villa. Sebelum leyeh leyeh kami koordinasi pemilihan kamar via WA (karena yang lain akan nyampe jumat malem dan sabtu pagi). Kami terdiri dari 7 orang dan ada 3 kamar, yang berpasangan hanya saya dan Intan saja. Villa yang kami sewa keren banget, namanya Ellora Villas. Saya sampai ketiduran karena keasyikan leyeh leyeh di kursi males di depan kolam renang. Hari jumat itu kami bersantai saja seharian, paling keluar untuk cari makan. Hari sabtu keesokan harinya, dengan personil yang sudah lengkap, kami pergi ke tempat pengambilan race pack (RPC) yang lokasinya lumayan jauh dari villa kami, yaitu  di Taman Bhagawan, Nusa Dua. Oh ya tidak lupa sebelum pergi sabtu pagi tersebut, kami sempat melakukan tappering run sejauh 5km di sepanjang pantai Sanur. Di lokasi RPC, lokasi sangat ramai, banyak booth sponsor, tempat nongkrong dan juga DJ yang memainkan musik musik asoy untuk joget… mulai deh beberapa dari kami ga bisa nahan untuk ikutan joget. Hari sabtu ini diakhiri dengan hunting ice cream gelato di Seminyak dan melihat matahari terbenam, terus sesegera mungkin kembali ke villa untuk tidur lebih awal.

70009162 10157250814840202 5594367298732294144 n69543703 10157253068710202 5346526644708311040 o69914896 10157253069340202 421911692801212416 o69547583 10157253069565202 1956364827462991872 o69975444 10157253068975202 187647129752174592 o

Hari H, kami berangkat jam 03:00 pagi menuju lokasi start MBM 2019 di Bali Safari Marine Park. Tidak terduga mendekati lokasi, jalanan macet sekali, sehingga kami tertahan, sampai menjelang start kelas HM pukul 05:00 WITA. Pukul 04:45 kami terpaksa turun dari mobil dan berlari sepanjang kurang lebih 3km an untuk menuju garis start. Seperti diduga maka kami telat start sekitar lebih kurang 5 menit. Tapi yah lari diteruskan saja mengejar barisan depan kita yang sudah start duluan.

Melihat banyak sekali atraksi di sepanjang rute lari, maka saya dan Intan berlari dengan speed santai. Kami melihat penari, masyarakat desa, termasuk anak anak sekolah yang menyambut kami di sepanjang jalur rute berlari. Banyaknya atraksi tersebut, membuat kami sedikit sedikit berhenti untuk ambil foto foto. Suasana yang sangat keren, sayang kalau tidak di foto foto. Alhasil kami menyelesaikan HM ini dalam waktu 3 jam, atau 30 menit lebih lambat dari durasi saya biasa berlari jarak HM.

70206760 10157255673505202 1325570746000343040 n70281552 10157255673620202 7993368311804985344 n70262147 10157255675120202 3837201130312433664 n71082500 10157255674745202 3071077628694757376 n70365180 10157255675740202 7945350521601130496 n69763600 10157255673795202 8411882754194538496 n69716389 10157255675040202 3555145937879826432 n69660926 10157255674455202 2528477595394113536 n69536053 10157255674015202 6423874072278466560 n

Kami puas mengikuti MBM2019, atmosfer lombanya sangat menyenangkan, semoga kami bisa kembali di MBM2020. Foto menjelang garis finish.

70684900 10157266471290202 1001271762777800704 n70449717 10157266471350202 4090922848695091200 o69876966 10157266471420202 4005207494879084544 o

Dan ini berpose dengan medali, sesudah finish.

69614843 10157255675385202 577281245675782144 n69877987 10157255674150202 7376448636860760064 n

Cerita ITB Ultra Marathon 2019

Senin 14 oktober 2019, kaki masih pegel pegel, badan masih lemes, ngantuknya masih di ubun ubun, rasanya pengen segera pulang kantor hari ini. Kemeriahan ITB Ultra Marathon 2019 11-13 oktober baru saja berakhir kemarin. Sepanjang 2 hari itu pula saya kecapean, kurang tidur, kebanyakan lari, tapi bahagia dan excited berlebihan gara gara bertemu dan berlari bersama temen temen seangkatan, temen alumni jurusan, dan juga temen sekantor.  Acara ITB UM ini adalah acara tahunan yang paling ditunggu tunggu alumni dan civitas academica ITB. Pada saat saya kuliah di tahun 90an, yang paling ditunggu tunggu saat itu adalah Pasar Seni ITB yang diadakan oleh rekan rekan FSRD. Acara ini berlangsung berlangsung 5 tahun sekali, jadi wajar kalo pada kangen. Nah ini ITB UM yang dilakukan setiap tahun malah gak kalah ngangeninnya. ITB UM merupakan ajang untuk bersilaturahmi, bekerja sama, berkompetisi, berkontribusi (lewat sumbangan), jadi sangat sayang untuk dilewatkan. Sebagai info ITB UM 2019 ini menempuh jarak 200km, meningkat dari tahun sebelumnya sejauh 160km.

Di ITB UM 2018 saya bergabung dengan 2 tim (angkatan dan alumni jurusan). Tahun ini saya lebih gila lagi, bergabung dengan 3 tim Relay 18 (R18), yaitu tim angkatan  (#90leRun), tim alumni jurusan (#GaneshaNumb3rs), dan tim kantor (#TeluRunners). Kenapa diborong begini, ini lebih karena saya orangnya ga bisa nolak diajak tim sana dan tim sini, alhasil saya harus buat strategi pemilihan etape sebaik mungkin sehingga bisa lari di tim 3 R18 tanpa merasa capek, atau cemas karena sudah waktunya lari di tim yang lain, padahal lari di tim yang ini belum selesai. Akhirnya setelah nego dengan Capt. masing masing tim, saya berhasil mendapatkan rute yang sangat optimal (thanks para Capt.). ITB UM 2019 saya berlari di etapa 1 / start bersama tim #90leRun, etape 9 bersama tim #GaneshaNumb3rs, dan terakhir etape 18 / finish bersama tim #TeluRunners.

Jumat tanggal 11 oktober setelah jumatan kami (Saya, Intan, dan Sopir) berangkat dari Bandung. Kami tidak mau pengalaman tahun 2018 terulang, yaitu dimana kami terjebak macet, ditambah mobil salah plat nomer genap,  sehingga mepet sampai ke tempat start di BNI Sudirman. Sebagai info Intan juga lari di leg 1 ini, sebagai runner1 dari #GaneshaNumb3rs bersama dengan Ones, temen satu tim saya juga di #90leRun. Kami sampai di tempat start jam 17:30 sore, padahal start baru akan dilakukan pada pukul 22:00. Gak apa apa, daripada datang mepet, lebih baik nyante dulu ngobrol haha hihi sana sini dengan pelari pelari lain, sambil foto foto dan makan makan. Sebagai pelari pertama di tim 90Brave #90leRun saya diharuskan mengambil gelang RFID untuk dibawa lari dan diteruskan ke pelari relay sesudah saya di WS1. Berikut beberapa foto sebelum start.

72790543 10157345474725202 3848734290028265472 n72625107 10157347058815202 6902618378658119680 n72146638 10157347058430202 2909835691590418432 n

Pukul 22:00 tepat start dimulai, saya langsung meluncur bareng dua pelari #GaneshaNumb3rs Intan dan Ones, perlahan kita mulai start dari belakang barisan dengan speed pelan. Emang kita janjian untuk berlari pace santai, eh tiba tiba entah mengapa kok kedua pelari numb3rs ini makin cepat aja, jadi saya mengimbangi speed mereka berdua, sambil nyusulin pelari pelari lain didepan. Kita menyusuri jalan Sudirman terus mengarah ke Thamrin. 1km pertama pace 8:03 menit/km, kemudian semakin cepat, sehingga mencapai pace 6:45 menit/km di km3, dan seterusnya berkisar di pace 6an. Saya lihat pelari numb3rs ini dikawal dua pemotor yang selalu mengikuti mereka, sedangkan pengawal #90leRun tidak kelihatan atau sedang mengawal pelari #90rjes (#90leRun ladies). Memang strategi numb3rs adalah dua pelari selalu bersama, tidak perduli pacenya. Jadi yang cepat ngikutin yang lambat, atau yang lambat harus mempercepat. Sedangkan tim #90leRun pelari dipersilahkan lari sesuai pace senyamannya, asal finish tidak melebihi COT (cut off time). Karena sudah ada pengawalan di pelari numb3rs, maka saya berlari lebih kencang lagi meninggalkan mereka berdua menuju finish di WS1. Berikut foto lari sepanjang etape 1 dan foto serah terima gelang RFID ke pelari 90Brave selanjutnya, Iskandar.

IMG 0552 edit kecil1570827667396IMG 0452 edited1570864586759OG1A5145 kecilIMG 0589 edited kecil

Beres fiinish di WS1 dan menyerahkan gelang ke pelari selanjutnya, Saya dan Intan langsung meninggalkan lokasi menuju ke Puncak. Malam itu kami berencana menginap di Palace Hotel Cipanas, tempat yang sama kami menginap di UM 2018 lalu. Hotel ini lokasinya 10km dari tempat saya start di leg 9 (Melrimba Garden) keesokan harinya. Jadi ceritanya saya salah perhitungan, saya mengira akan start di hotel Sanggabuana seperti tahun lalu, ternyata saya salah baca leg, jadinya hotel Sanggabuana tersebut adalah tempat saya finish, sedangkan startnya di Melrimba Garden. Perjalanan dini hari menuju puncak ternyata lebih macet dari tahun lalu, dan kami tiba di hotel pukul 03:00 dini hari.

Tanggal 12 oktober pukul 08:00 pagi kami sudah meluncur meninggalkan hotel menuju start leg 9 di WS 8 di Melrimba Garden. Kami sarapan di lokasi, sambil nyante nungguin pelari numb3rs leg 8 sampai. Saat itu, pelari numb3rs yang sedang berlari adalah pelari leg 5 yang berarti masih berlari di sekitaran kota Bogor. Dari Bogor menuju Melrimba Garden, elevasinya luar biasa, minimal 1000 meter, sehingga pelari akan memakan waktu lama untuk sampai ke WS8. Lokasi WS8 ini suasana sangat nyaman, seperti saat start, kami bertemu dengan banyak pelari lainnya, chit chat dan foto foto, termasuk bertemu dengan dua tim saya lainnya. Satu persatu pelaripun sudah mulai berlari, termasuk temen temen #90leRun dari total 7 pelari, tinggal 1 pelari yang belum berangkat, demikian juga pelari #TelURunners sudah berangkat bahkan lebih dulu dibanding tim #90leRun. Saya dan Adi, partner lari saya di numb3rs, harap harap cemas, kapan nih pelari numb3rs bakal sampai di WS8. Setelah berjam jam menunggu akhirnya kami berdua bisa start juga pada pukul 14:45. Berikut foto foto di WS8 Melrimba Garden, dan serah terima gelang RFID.

 

73513753 10157348084060202 6947670326440361984 n72684693 10157348083315202 5364764415876923392 n72743080 10157348083440202 3863874917330059264 n73022053 10157348083520202 952797726788026368 n

Berlari dari WS8 menuju WS9, pikiran saya tertuju kepada tim #TelURunners yang sudah start sejak jam 11:00 siang, saya sudah tertinggal 4 jam, saya khawatir kalo nanti giliran nanti lari di leg 18 tim ini, sayanya masih belum siap (atau masih capek). Oleh karena itu saya abaikan saran tim numb3rs untuk selalu lari berdua, pasangan saya Adi, pacenya sekitar 9 atau 10, jadi terlalu jauh bedanya dengan pace saya. Kebetulan saya tinggalkan HP ke Intan dengan tujuan nanti bisa motoin saya berlari. Namun Intan (dan mobil) ternyata ga bisa keluar dari lokasi Melrimba karena jalur  Puncak ditutup 1 arah. Saya berlari sendiri meninggalkan Adi, tanpa HP, sehingga lokasi live saya tidak terdeteksi. Pikiran saya hanya tertuju gimana finish ke WS9 secepat mungkin. Dan ini ternyata cukup membuat tim numb3rs kebingungan nyariin posisi saya. Saya akhirnya sampai di WS9 dalam jangka waktu 1 jam. phiuhh … akhirnya finish juga. Biasanya mobil menunggu pelari finish, ini saya malah kebalikan, saya finish lebih dulu dari mobil (Intan). Setelah beres di WS9, kamipun meluncur langsung menuju ke Kota Baru Parahyangan, karena disini Intan akan berlari di leg16, sementara saya bersiap untuk leg18. Oh ya ditengah perjalanan menuju Bandung, hujan cukup deras turun di Cianjur, saya langsung ngebayangin rekan rekan saya yang berlari dibawah guyuran hujan deras.

72309323 10157348083725202 9221042124470878208 n73053372 10157348083905202 6560948898423111680 n

Sampai Kota Baru Parahyangan, kami sempatkan pulang dulu ke rumah. Pak sopir sudah kami ijinkan pulang untuk istirahat. jam 22:00 pelari leg 16 dan 17 #TelURunners, Osa, Citra dan bu Ola udah siap di Mesjid Al Irsyad. Saya nyamper mereka bentar foto foto. Sekitar jam 01:00 dinihari bebarengan dengan pelari 17 menuju WS18, maka sayapun berangkat menuju WS18 di Cimahi. Saya start berlari dari WS17 ini jam 02:00 dini hari menuju tempat finish di Kampus ITB Ganesha. Di leg terakhir ini saya ditemani Capt. tim #TelURunners, pak Kemas. Untung saya ditemani, karena kalau tidak, saya benar benar berlari sendirian dini hari. Kami akhirnya finish pukul 03:05 dinihari tanggal 13 Oktober 2019. Pada saat saya lari di leg ini, Intan juga sedang lari di leg 16, jadi saya ga bisa nemanin dia dan dia juga ga bisa nemanin saya. Setelah finish saya dijemput Sandra, anak sulung saya, karena ga ada sopir lagi yang bisa jemput. Kami kembali lagi sampai di rumah pas adzan subuh. Berikut foto fotonya dan video saat saya masuk garis finish:

72205624 10157351480100202 924011872422723584 n 72383919 10157351480165202 287821984891404288 n 72386455 10157351481080202 1899830765651230720 n72422037 10157351480320202 6380920263264960512 n73277488 10157386347620202 3488729280874020864 o

 

di rumah saya ketiduran, padahal sudah ada janjian jam 06:30 pagi untuk melakukan Victory Run bersama tim tim saya di kampus ITB. Dengan sedikit memaksakan maka jam 07:00 pagi kami (Saya dan Intan) kembali ke kampus ITB. Saya lihat catatan finish tim tim saya #TelURunners finish pukul 03:05, #90Brave finish pukul 03:50, sedangkan tim numb3rs baru berangkat menuju finish pukul 06:00 pagi. Di kampus ITB kami merayakan pesta kebersamaan selama 3 hari terakhir, berfoto, berreuni, bersenda gurau, dan tidak lupa berharap kemeriahan tahun ini akan berulang lagi tahun depan. Semoga semakin banyak rekan rekan alumni yang terlibat dalam pesta ini.Secara khusus UM 2019 sangat seru, tidak kalah serunya dibanding UM tahun sebelumnya. Semoga kita masih bisa berkumpul bersama di ITB UM tahun depan. Berikut beberapa foto penutup saat kumpul bersama masing masing tim saya di Kampus ITB hari minggu pagi :

72646683 10157351610860202 5590101932350898176 n72209013 10157351610930202 6273182842595835904 n72187805 10157351481350202 9193230480357457920 n72642792 10157351611855202 1110971287716495360 n72442377 10157351610975202 8954637655425941504 n72162529 10157351611145202 6954659664160096256 n72759239 10157351611210202 3986114578541969408 n 71913274 10157351611370202 8062189647985377280 n

Big Bad Wolf

Big Bad Wolf adalah pameran (dan jualan) buku buku yang diambil dari sisa stok distributor internasional. Untuk pertama kalinya tanggal 6-16 september 2019 Big Bad Wolf diadakan di Bandung, tepatnya di Mason Pine, Kota Baru Parahyangan yang kebetulan lokasinya dekat rumah. Acara ini termasuk sukses dilaksanakan. Antusiasme pengunjung untuk menghadiri acara ini sangat membludak, padahal pameran sudah dibuka selama 24 jam pada periode tanggal tersebut. Saya datang sampai 3 kali, pertama belanja 12 buku, kedua belanja 8 buku, dan ketiga belanja 10 buku. Sepertinya acara seperti ini harus sering dilaksanakan, terlihat minat baca anak anak cukup besar, atau mungkin karena sulit mencari buku buku berkualitas di toko buku mainstream?. Oh ya harga buku buku yang dijual termasuk terjangkau. Berikut ini adalah buku buku yang saya (dan keluarga) beli. 

WhatsApp Image 2019 09 15 at 6 09 48 PM

Lab. SCBD goes to ICOICT 2019 Kualalumpur

Tahun 2019, tim Lab. SCBD kembali berpartisipasi di konferensi internasional ICOICT. Konferensi ICOICT ke 7 ini, kamu mempresentasikan 7 paper hasil penelitian. The 7th ICOICT dilaksanakan di hotel Federal di area Bukit Bintang, Kualalumpur pada tanggal 24-26 juli 2019. Momen istimewa karena baru pertama kali saya membawa rombongan tim sedemikian besar (9 orang) ke luar negeri. Berikut foto foto kami, fotonya tambah keren karena kami bawa kaos seragam tertulis SCBD :). See you on the next conference.

67315621 10157142953745202 31066817006927872 n67455588 10157138645505202 5770099506305564672 n67354480 10157138645570202 6551990258068619264 n67246502 10157138645680202 365182218567417856 n