Konferensi Digital Diplomacy Kementrian Luar Negeri

Kementrian Luar Negeri Indonesia atau Ministry of Foreign Affair (MFA) dalam rangka menghadapi era disrupsi Industry 4.0 mengadakan acara Regional Conference on Digital Diplomacy 2019 (RCDD 2019). Acara RCDD 2019 ini diadakan pada tanggal 10-11 September 2019 dengan tema “Digital Diplomacy: Challenges and Opportunities”.  Konferensi ini menjadi wadah bagi para pakar di bidang diplomasi digital, yang berasal dari lembaga think tank, kementrian, lembaga terkait, dan akademisi untuk saling bertukar pikiran. Terdapat 16 negara peserta yang diwakili oleh pejabat setingkat menteri yaitu: Australia, Brunei Darussalam, Kamboja, Republik Rakyat Tiongkok, India, Indonesia, Jepang, Republik Korea, Laos, Malaysia, Myanmar, Selandia Baru, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam.

Acara dibuka oleh Menteri luar negeri RI, ibu Retno Marsudi, kemudian dilanjutkan dengan sesi l, yaitu debat terbuka dari 16 perwakilan negara sahabat, dengan tema “Upaya Mengatasi Tantangan dan Memanfaatkan Kesempatan pada Diplomasi Digital”. Sesi 2, dilanjutkan diskusi panel dengan tema “Peran Diplomasi Digital dalam Situasi Krisis”. Sesi 3 adalah diskusi panel dengan tema “Pemanfaatan Teknologi Digital untuk Mencapai Tujuan Diplomasi dalam Pembangunan Ekonomi”. Selain acara diskusi panel, di RCDD 2019 itu juga terdapat eksibisi dari pelaku bisnis di Indonesia, terutama bisnis startup / unicorn.

Saya menjadi salah satu pembicara diskusi panel sesi 2, bersama dengan duta besar jepang untuk Indonesia, Mr. Ishii, yang merupakan salah satu selebgram saat ini. Mdm Xiuping, mantan duta besar Cina untuk ASEAN, Mr. Buttigieg, mewakili DFAT Australia, Ibu Rahimah dari Facebook Indonesia, dan Moderator Mdm. Usher dari Pulse Lab Jakarta. Pembicara lain berbicara mengenai pengalaman dalam menghadapi krisis, sedangkan saya sebagai satu satunya wakil dari akademisi, membawakan metode untuk mengukur, memprediksi, dan menanggulangi berita palsu pada saat krisis.

Screen Shot 2019 10 24 at 19 49 52

Digital Diplomacy merupakan hal yang sangat baru buat saya, bukan bidang yang biasa saya tekuni selama melakukan penelitian, namun karena faktor kemampuan melakukan proses Data Analytics yang membuat saya bisa bercerita banyak mengenai Digital Diplomacy dari sudut interpretasi data yang ada selama ini. Saya sangat menikmati pengalaman baru ini, berbicara dan berdiskusi tentang hal yang baru, bertemu orang orang baru, dan memperluas kekayaan pengetahuan saya. Terima kasih Kemenlu yang sudah mengundang saya dalam acara keren ini. 

69856100 10157261586170202 563582357290876928 n  169850761 10157261586430202 3819122556401614848 n70877445 10157261587085202 3165662364854910976 n70371606 10157261586895202 8660251049245802496 n70365181 10157261586545202 6109052570049708032 n69909919 10157261586690202 2985428571993931776 n69758070 10157261586790202 5067592849822842880 n70791592 10157261587150202 6795083165049290752 n

 

 

 

 

Pelaksaan dan Testimoni Sertifikasi Internasional Big Data Analyst

Pada saat entry blog ini ditulis, program Sertifikasi Big Data Analyst sudah berjalan sebanyak 4 batch. Sebelumnya, saya pernah menuliskan entry blog mengenai peluncuran program sertifikasi tersebut disini , sekaligus pelaksanaan batch 1 pada tanggal 15 Juni 2019. Program ini akan berlangsung tiap bulan. Beberapa peserta sertifikasi berasal dari akademisi, industri, dan pemerintahan sudah banyak yang menjadi alumni dari program sertifikasi ini. Tercatat dari akademisi adalah dosen dan mahasiswa dari ITB, UGM, Unpad, Unair, dan TelU sendiri. Dari industri atau bisnis tercatat dari Telkom, Telkomsel, BNI, Bank Mandiri, INKA, Indonesia Power, Kalla Group, dan lain lain  Sedangkan dari pemerintahan tercatat dari Kemenkeu, Kemenperin, dan BPPT.

Berikut foto foto dari tiap batch dan testimoni dapat dilihat dibawah ini:

Batch 2

69466594 10157215482625202 2710598090078814208 n69445601 10157215482535202 6173340890371719168 n68891814 10157215482805202 1561411643651391488 n69002006 10157215482420202 5234280899947790336 n69252036 10157215482460202 3910887122545934336 n

Batch 3

70437113 10157268711345202 3414205477960024064 n70244067 10157268711435202 7022539745372667904 n

Batch 4

71790100 10157344959355202 4502942218201333760 n

Testimoni peserta sampai Batch 2

70091189 10157250079970202 915671982236762112 n70841106 10157250080100202 2959649422369095680 n

Cerita Bali Marathon 2019

Salah satu gelaran marathon yang paling terkenal di Indonesia adalah Maybank Bali Marathon (MBM), selain gelaran marathon lainnya seperti Pocari Sweat Bandung Marathon (PSBM), Borobudur Marathon (BorMar), dan juga Jakarta Marathon (JakMar). MBM 2019 diadakan pada hari minggu tanggal 8 september 2019. Saya dan Intan emang sudah lama pengen ngerasain suasana lari di MBM yang kondang itu. Kami bersama dengan temen temen Intan di angkatan 93 menyewa villa di daerah pantai Sanur. Saya dan Intan berangkat dari Bandung, hari jumat tanggal 6 september, dan terpaksa harus ke bandara Kertajati untuk naik pesawat ke Bali. Berangkat jam 02:00 dini hari, untuk mengejar pesawat jam 06:00 pagi, akhirnya kami berdua tiba di Bali jumat pagi sekitar pukul 10:00 pagi, kami merupakan orang  pertama check in ke villa yang disewa.

Begitu checkin ya leyeh leyeh enjoy villa. Sebelum leyeh leyeh kami koordinasi pemilihan kamar via WA (karena yang lain akan nyampe jumat malem dan sabtu pagi). Kami terdiri dari 7 orang dan ada 3 kamar, yang berpasangan hanya saya dan Intan saja. Villa yang kami sewa keren banget, namanya Ellora Villas. Saya sampai ketiduran karena keasyikan leyeh leyeh di kursi males di depan kolam renang. Hari jumat itu kami bersantai saja seharian, paling keluar untuk cari makan. Hari sabtu keesokan harinya, dengan personil yang sudah lengkap, kami pergi ke tempat pengambilan race pack (RPC) yang lokasinya lumayan jauh dari villa kami, yaitu  di Taman Bhagawan, Nusa Dua. Oh ya tidak lupa sebelum pergi sabtu pagi tersebut, kami sempat melakukan tappering run sejauh 5km di sepanjang pantai Sanur. Di lokasi RPC, lokasi sangat ramai, banyak booth sponsor, tempat nongkrong dan juga DJ yang memainkan musik musik asoy untuk joget… mulai deh beberapa dari kami ga bisa nahan untuk ikutan joget. Hari sabtu ini diakhiri dengan hunting ice cream gelato di Seminyak dan melihat matahari terbenam, terus sesegera mungkin kembali ke villa untuk tidur lebih awal.

70009162 10157250814840202 5594367298732294144 n69543703 10157253068710202 5346526644708311040 o69914896 10157253069340202 421911692801212416 o69547583 10157253069565202 1956364827462991872 o69975444 10157253068975202 187647129752174592 o

Hari H, kami berangkat jam 03:00 pagi menuju lokasi start MBM 2019 di Bali Safari Marine Park. Tidak terduga mendekati lokasi, jalanan macet sekali, sehingga kami tertahan, sampai menjelang start kelas HM pukul 05:00 WITA. Pukul 04:45 kami terpaksa turun dari mobil dan berlari sepanjang kurang lebih 3km an untuk menuju garis start. Seperti diduga maka kami telat start sekitar lebih kurang 5 menit. Tapi yah lari diteruskan saja mengejar barisan depan kita yang sudah start duluan.

Melihat banyak sekali atraksi di sepanjang rute lari, maka saya dan Intan berlari dengan speed santai. Kami melihat penari, masyarakat desa, termasuk anak anak sekolah yang menyambut kami di sepanjang jalur rute berlari. Banyaknya atraksi tersebut, membuat kami sedikit sedikit berhenti untuk ambil foto foto. Suasana yang sangat keren, sayang kalau tidak di foto foto. Alhasil kami menyelesaikan HM ini dalam waktu 3 jam, atau 30 menit lebih lambat dari durasi saya biasa berlari jarak HM. 

70206760 10157255673505202 1325570746000343040 n70281552 10157255673620202 7993368311804985344 n70262147 10157255675120202 3837201130312433664 n71082500 10157255674745202 3071077628694757376 n70365180 10157255675740202 7945350521601130496 n69763600 10157255673795202 8411882754194538496 n69716389 10157255675040202 3555145937879826432 n69660926 10157255674455202 2528477595394113536 n69536053 10157255674015202 6423874072278466560 n

 

Kami puas mengikuti MBM2019, atmosfer lombanya sangat menyenangkan, semoga kami bisa kembali di MBM2020. Foto menjelang garis finish.

 

70684900 10157266471290202 1001271762777800704 n70449717 10157266471350202 4090922848695091200 o69876966 10157266471420202 4005207494879084544 o

Dan ini berpose dengan medali, sesudah finish. 

69614843 10157255675385202 577281245675782144 n69877987 10157255674150202 7376448636860760064 n

 

 

 

Cerita ITB Ultra Marathon 2019

Senin 14 oktober 2019, kaki masih pegel pegel, badan masih lemes, ngantuknya masih di ubun ubun, rasanya pengen segera pulang kantor hari ini. Kemeriahan ITB Ultra Marathon 2019 11-13 oktober baru saja berakhir kemarin. Sepanjang 2 hari itu pula saya kecapean, kurang tidur, kebanyakan lari, tapi bahagia dan excited berlebihan gara gara bertemu dan berlari bersama temen temen seangkatan, temen alumni jurusan, dan juga temen sekantor.  Acara ITB UM ini adalah acara tahunan yang paling ditunggu tunggu alumni dan civitas academica ITB. Pada saat saya kuliah di tahun 90an, yang paling ditunggu tunggu saat itu adalah Pasar Seni ITB yang diadakan oleh rekan rekan FSRD. Acara ini berlangsung berlangsung 5 tahun sekali, jadi wajar kalo pada kangen. Nah ini ITB UM yang dilakukan setiap tahun malah gak kalah ngangeninnya. ITB UM merupakan ajang untuk bersilaturahmi, bekerja sama, berkompetisi, berkontribusi (lewat sumbangan), jadi sangat sayang untuk dilewatkan. Sebagai info ITB UM 2019 ini menempuh jarak 200km, meningkat dari tahun sebelumnya sejauh 160km.

Di ITB UM 2018 saya bergabung dengan 2 tim (angkatan dan alumni jurusan). Tahun ini saya lebih gila lagi, bergabung dengan 3 tim Relay 18 (R18), yaitu tim angkatan  (#90leRun), tim alumni jurusan (#GaneshaNumb3rs), dan tim kantor (#TeluRunners). Kenapa diborong begini, ini lebih karena saya orangnya ga bisa nolak diajak tim sana dan tim sini, alhasil saya harus buat strategi pemilihan etape sebaik mungkin sehingga bisa lari di tim 3 R18 tanpa merasa capek, atau cemas karena sudah waktunya lari di tim yang lain, padahal lari di tim yang ini belum selesai. Akhirnya setelah nego dengan Capt. masing masing tim, saya berhasil mendapatkan rute yang sangat optimal (thanks para Capt.). ITB UM 2019 saya berlari di etapa 1 / start bersama tim #90leRun, etape 9 bersama tim #GaneshaNumb3rs, dan terakhir etape 18 / finish bersama tim #TeluRunners.

Jumat tanggal 11 oktober setelah jumatan kami (Saya, Intan, dan Sopir) berangkat dari Bandung. Kami tidak mau pengalaman tahun 2018 terulang, yaitu dimana kami terjebak macet, ditambah mobil salah plat nomer genap,  sehingga mepet sampai ke tempat start di BNI Sudirman. Sebagai info Intan juga lari di leg 1 ini, sebagai runner1 dari #GaneshaNumb3rs bersama dengan Ones, temen satu tim saya juga di #90leRun. Kami sampai di tempat start jam 17:30 sore, padahal start baru akan dilakukan pada pukul 22:00. Gak apa apa, daripada datang mepet, lebih baik nyante dulu ngobrol haha hihi sana sini dengan pelari pelari lain, sambil foto foto dan makan makan. Sebagai pelari pertama di tim 90Brave #90leRun saya diharuskan mengambil gelang RFID untuk dibawa lari dan diteruskan ke pelari relay sesudah saya di WS1. Berikut beberapa foto sebelum start.

72790543 10157345474725202 3848734290028265472 n72625107 10157347058815202 6902618378658119680 n72146638 10157347058430202 2909835691590418432 n

Pukul 22:00 tepat start dimulai, saya langsung meluncur bareng dua pelari #GaneshaNumb3rs Intan dan Ones, perlahan kita mulai start dari belakang barisan dengan speed pelan. Emang kita janjian untuk berlari pace santai, eh tiba tiba entah mengapa kok kedua pelari numb3rs ini makin cepat aja, jadi saya mengimbangi speed mereka berdua, sambil nyusulin pelari pelari lain didepan. Kita menyusuri jalan Sudirman terus mengarah ke Thamrin. 1km pertama pace 8:03 menit/km, kemudian semakin cepat, sehingga mencapai pace 6:45 menit/km di km3, dan seterusnya berkisar di pace 6an. Saya lihat pelari numb3rs ini dikawal dua pemotor yang selalu mengikuti mereka, sedangkan pengawal #90leRun tidak kelihatan atau sedang mengawal pelari #90rjes (#90leRun ladies). Memang strategi numb3rs adalah dua pelari selalu bersama, tidak perduli pacenya. Jadi yang cepat ngikutin yang lambat, atau yang lambat harus mempercepat. Sedangkan tim #90leRun pelari dipersilahkan lari sesuai pace senyamannya, asal finish tidak melebihi COT (cut off time). Karena sudah ada pengawalan di pelari numb3rs, maka saya berlari lebih kencang lagi meninggalkan mereka berdua menuju finish di WS1. Berikut foto lari sepanjang etape 1 dan foto serah terima gelang RFID ke pelari 90Brave selanjutnya, Iskandar.

IMG 0552 edit kecil1570827667396IMG 0452 edited1570864586759OG1A5145 kecilIMG 0589 edited kecil

Beres fiinish di WS1 dan menyerahkan gelang ke pelari selanjutnya, Saya dan Intan langsung meninggalkan lokasi menuju ke Puncak. Malam itu kami berencana menginap di Palace Hotel Cipanas, tempat yang sama kami menginap di UM 2018 lalu. Hotel ini lokasinya 10km dari tempat saya start di leg 9 (Melrimba Garden) keesokan harinya. Jadi ceritanya saya salah perhitungan, saya mengira akan start di hotel Sanggabuana seperti tahun lalu, ternyata saya salah baca leg, jadinya hotel Sanggabuana tersebut adalah tempat saya finish, sedangkan startnya di Melrimba Garden. Perjalanan dini hari menuju puncak ternyata lebih macet dari tahun lalu, dan kami tiba di hotel pukul 03:00 dini hari.

Tanggal 12 oktober pukul 08:00 pagi kami sudah meluncur meninggalkan hotel menuju start leg 9 di WS 8 di Melrimba Garden. Kami sarapan di lokasi, sambil nyante nungguin pelari numb3rs leg 8 sampai. Saat itu, pelari numb3rs yang sedang berlari adalah pelari leg 5 yang berarti masih berlari di sekitaran kota Bogor. Dari Bogor menuju Melrimba Garden, elevasinya luar biasa, minimal 1000 meter, sehingga pelari akan memakan waktu lama untuk sampai ke WS8. Lokasi WS8 ini suasana sangat nyaman, seperti saat start, kami bertemu dengan banyak pelari lainnya, chit chat dan foto foto, termasuk bertemu dengan dua tim saya lainnya. Satu persatu pelaripun sudah mulai berlari, termasuk temen temen #90leRun dari total 7 pelari, tinggal 1 pelari yang belum berangkat, demikian juga pelari #TelURunners sudah berangkat bahkan lebih dulu dibanding tim #90leRun. Saya dan Adi, partner lari saya di numb3rs, harap harap cemas, kapan nih pelari numb3rs bakal sampai di WS8. Setelah berjam jam menunggu akhirnya kami berdua bisa start juga pada pukul 14:45. Berikut foto foto di WS8 Melrimba Garden, dan serah terima gelang RFID.

 

73513753 10157348084060202 6947670326440361984 n72684693 10157348083315202 5364764415876923392 n72743080 10157348083440202 3863874917330059264 n73022053 10157348083520202 952797726788026368 n

Berlari dari WS8 menuju WS9, pikiran saya tertuju kepada tim #TelURunners yang sudah start sejak jam 11:00 siang, saya sudah tertinggal 4 jam, saya khawatir kalo nanti giliran nanti lari di leg 18 tim ini, sayanya masih belum siap (atau masih capek). Oleh karena itu saya abaikan saran tim numb3rs untuk selalu lari berdua, pasangan saya Adi, pacenya sekitar 9 atau 10, jadi terlalu jauh bedanya dengan pace saya. Kebetulan saya tinggalkan HP ke Intan dengan tujuan nanti bisa motoin saya berlari. Namun Intan (dan mobil) ternyata ga bisa keluar dari lokasi Melrimba karena jalur  Puncak ditutup 1 arah. Saya berlari sendiri meninggalkan Adi, tanpa HP, sehingga lokasi live saya tidak terdeteksi. Pikiran saya hanya tertuju gimana finish ke WS9 secepat mungkin. Dan ini ternyata cukup membuat tim numb3rs kebingungan nyariin posisi saya. Saya akhirnya sampai di WS9 dalam jangka waktu 1 jam. phiuhh … akhirnya finish juga. Biasanya mobil menunggu pelari finish, ini saya malah kebalikan, saya finish lebih dulu dari mobil (Intan). Setelah beres di WS9, kamipun meluncur langsung menuju ke Kota Baru Parahyangan, karena disini Intan akan berlari di leg16, sementara saya bersiap untuk leg18. Oh ya ditengah perjalanan menuju Bandung, hujan cukup deras turun di Cianjur, saya langsung ngebayangin rekan rekan saya yang berlari dibawah guyuran hujan deras.

72309323 10157348083725202 9221042124470878208 n73053372 10157348083905202 6560948898423111680 n

Sampai Kota Baru Parahyangan, kami sempatkan pulang dulu ke rumah. Pak sopir sudah kami ijinkan pulang untuk istirahat. jam 22:00 pelari leg 16 dan 17 #TelURunners, Osa, Citra dan bu Ola udah siap di Mesjid Al Irsyad. Saya nyamper mereka bentar foto foto. Sekitar jam 01:00 dinihari bebarengan dengan pelari 17 menuju WS18, maka sayapun berangkat menuju WS18 di Cimahi. Saya start berlari dari WS17 ini jam 02:00 dini hari menuju tempat finish di Kampus ITB Ganesha. Di leg terakhir ini saya ditemani Capt. tim #TelURunners, pak Kemas. Untung saya ditemani, karena kalau tidak, saya benar benar berlari sendirian dini hari. Kami akhirnya finish pukul 03:05 dinihari tanggal 13 Oktober 2019. Pada saat saya lari di leg ini, Intan juga sedang lari di leg 16, jadi saya ga bisa nemanin dia dan dia juga ga bisa nemanin saya. Setelah finish saya dijemput Sandra, anak sulung saya, karena ga ada sopir lagi yang bisa jemput. Kami kembali lagi sampai di rumah pas adzan subuh. Berikut foto fotonya dan video saat saya masuk garis finish:

72205624 10157351480100202 924011872422723584 n 72383919 10157351480165202 287821984891404288 n 72386455 10157351481080202 1899830765651230720 n72422037 10157351480320202 6380920263264960512 n73277488 10157386347620202 3488729280874020864 o

 

di rumah saya ketiduran, padahal sudah ada janjian jam 06:30 pagi untuk melakukan Victory Run bersama tim tim saya di kampus ITB. Dengan sedikit memaksakan maka jam 07:00 pagi kami (Saya dan Intan) kembali ke kampus ITB. Saya lihat catatan finish tim tim saya #TelURunners finish pukul 03:05, #90Brave finish pukul 03:50, sedangkan tim numb3rs baru berangkat menuju finish pukul 06:00 pagi. Di kampus ITB kami merayakan pesta kebersamaan selama 3 hari terakhir, berfoto, berreuni, bersenda gurau, dan tidak lupa berharap kemeriahan tahun ini akan berulang lagi tahun depan. Semoga semakin banyak rekan rekan alumni yang terlibat dalam pesta ini.Secara khusus UM 2019 sangat seru, tidak kalah serunya dibanding UM tahun sebelumnya. Semoga kita masih bisa berkumpul bersama di ITB UM tahun depan. Berikut beberapa foto penutup saat kumpul bersama masing masing tim saya di Kampus ITB hari minggu pagi :

72646683 10157351610860202 5590101932350898176 n72209013 10157351610930202 6273182842595835904 n72187805 10157351481350202 9193230480357457920 n72642792 10157351611855202 1110971287716495360 n72442377 10157351610975202 8954637655425941504 n72162529 10157351611145202 6954659664160096256 n72759239 10157351611210202 3986114578541969408 n 71913274 10157351611370202 8062189647985377280 n

Big Bad Wolf

Big Bad Wolf adalah pameran (dan jualan) buku buku yang diambil dari sisa stok distributor internasional. Untuk pertama kalinya tanggal 6-16 september 2019 Big Bad Wolf diadakan di Bandung, tepatnya di Mason Pine, Kota Baru Parahyangan yang kebetulan lokasinya dekat rumah. Acara ini termasuk sukses dilaksanakan. Antusiasme pengunjung untuk menghadiri acara ini sangat membludak, padahal pameran sudah dibuka selama 24 jam pada periode tanggal tersebut. Saya datang sampai 3 kali, pertama belanja 12 buku, kedua belanja 8 buku, dan ketiga belanja 10 buku. Sepertinya acara seperti ini harus sering dilaksanakan, terlihat minat baca anak anak cukup besar, atau mungkin karena sulit mencari buku buku berkualitas di toko buku mainstream?. Oh ya harga buku buku yang dijual termasuk terjangkau. Berikut ini adalah buku buku yang saya (dan keluarga) beli. 

WhatsApp Image 2019 09 15 at 6 09 48 PM

Lab. SCBD goes to ICOICT 2019 Kualalumpur

Tahun 2019, tim Lab. SCBD kembali berpartisipasi di konferensi internasional ICOICT. Konferensi ICOICT ke 7 ini, kamu mempresentasikan 7 paper hasil penelitian. The 7th ICOICT dilaksanakan di hotel Federal di area Bukit Bintang, Kualalumpur pada tanggal 24-26 juli 2019. Momen istimewa karena baru pertama kali saya membawa rombongan tim sedemikian besar (9 orang) ke luar negeri. Berikut foto foto kami, fotonya tambah keren karena kami bawa kaos seragam tertulis SCBD :). See you on the next conference.

67315621 10157142953745202 31066817006927872 n67455588 10157138645505202 5770099506305564672 n67354480 10157138645570202 6551990258068619264 n67246502 10157138645680202 365182218567417856 n

Gimana Rasanya Menembus Jarak Full Marathon ?

Salah satu ultimate goal pelari amatir atau pelari hore macam saya adalah mampukan kita menembus jarak sakral yaitu jarak marathon (42,195km). Ada pelari yang mampu mencapainya kurang dari 1 tahun, atau 2 tahun, atau lebih sejak awal melakukan hobi lari muncul, dan bahkan ada juga yang tidak berani mencoba menembus jarak tersebut. Pertama kali saya lari adalah pada event ITB Ultra Marathon Oktober 2017 sebagai pelari hore kelas family 5km saja, jadi total saya berlari masih dibawah 2 tahun. Setelah mengikuti 5 kali race jarak Half Marathon (21,1km) akhirnya saya memberanikan naik kelas menuju jarak Marahon (atau sering disebut sebagai Full Marathon (FM)). Event yang saya dan intan pilih adalah event yang dilakukan di kota sendiri yaitu Bandung Pocari Sweat Run 2019 pada tanggal 28 juli 2019.

Persiapan khusus menjelang race marathon sendiri tidak ada, bahkan sehari sebelum marathon saya baru selesai mengikuti kegiatan konferensi di Malaysia, jadi kalo diliat persiapannya sih sebenernya tidak terlalu istimewa. Beberapa bulan yang lalu saya dan Intan sebenarnya sudah mencoba berlari jarak marathon pada salah satu sesi long run di weekend. Waktu itu kita mampu menempuh jarak marathon dengan susah payah, karena energi sudah habis pada saat melewati jarak 30km. Maka untuk persiapan kali ini, saya usahakan carbo loading sebanyak mungkin mulai beberapa hari sebelum pelaksanaan race.

Dan akhirnya kami berhasil menaklukkan jarak Marathon, kami sebagai pelari Virgin FM ini berhasil menyesaikan waktu 5 jam lebih (saya) dan intan selama 6 jam lebih. Tidak terlalu jelek untuk pelari pemula. Rata rata pace saya masih dikisaran 7,51 menit per km. Pada sesi latihan jarak marathon sebelumnya saya mendapatkan 8,02 menit per km. Ini merupakan pencapaian yang bagus karena saya bisa mempertahankan pace sepanjang jarak tersebut sakral pace 7. Saat race sendiri saya bilang ke Intan kalau saya akan memulai lebih cepat, makanya saya terpisah meninggalkan Intan, untung Intan lari santai ditemani temannya. Saya berlari konstan dengan pace 7 sampai kira kira di km 6, setelah itu saya menjadi lebih cepat ke pace 6 di km 8 sampai km 17, dan setelahnya saya turun menjadi pace 7 lagi sampai kira kira di km 25, nah selanjutnya saya melorot ke pace 8, bahkan beberapa kali menembus pace 9 karena kecapean.

Ada postingan saya di IG, pengalaman di km 35: 

“Km 35, menjelang pukul 10 pagi di jalan cihampelas bawah sebelum belokan ke wastukencana. Matahari sudah tinggi dan kemacetan jalan makin menjadi. Panas, capek, haus udah campur aduk rasanya membuat semangat lari semakin turun. Tiba tiba ngeliat kumpulan supporter di pinggir jalan lengkap dengan semprotan, gayung, dan air dingin untuk mengguyur para pelari.

Beberapa pelari enggan disiram air, mungkin takut earphone atau HPnya jadi rusak. Ga pake pikir panjang saya langsung minta diguyur air untuk mendinginkan kepala dan badan. Sayang fotonya hanya ada pas selesai diguyur air, tapi saya sertakan foto foto pelari lain yang kena guyur. Thanks to @ourstori.es yang mengcapture kemeriahan di spot ini. Foto foto yang keren.

Abis diguyur berasa air asin disekitar mulut, baru nyadar keringet campur air dingin… nikmat juga, nambah semangat menuju garis finish #pelaribandung #ceritaFM #virginFM #psbm2019 #gabolehmales #ayolari#marilari “

Tapi yang terpenting adalah NOW, I’m Officially Marathoner .. 

 

67467872 10157150303240202 1026184093513023488 n67298131 10157155536235202 5819104219864498176 n
67364935 10157159355150202 6182250774257467392 n67404501 10157150303540202 4248780914210897920 n67610469 10157150303570202 4716912790193831936 n67621602 10157155536070202 8330858393723994112 n67321536 10157155536185202 3763816271120957440 n68260769 10157155536035202 6710500196540743680 n67769093 10157159355085202 8479190483770277888 n67751074 10157150303415202 1392895883078533120 n67676137 10157150303085202 9036980368992894976 n67740890 10157155536315202 8126780888055808000 n67838016 2395596050530720 2177686240277561344 n68288006 1224076557779958 1601840316837527552 o

Belajar Machine Learning di SEAMLS 2019

 

Tulisan ini bener bener late blog entry, karena baru sekarang sempat menulis mengenai acara SEAMLS 2019, setelah hampir satu bulan acara berlangsung. South East Machine Learning School (SEAMLS) adalah acara yang digagas oleh anak anak muda dan dilaksanakan pada tanggal 8-12 juli 2019 di Fasilkom Universitas Indonesia. Organizernya ada 4 anak muda yang merupakan peneliti Google DeepMind, PhD Student, dan juga penyelanggara lokal dari Fasilkom UI. Tentang organizer acara ini bisa dilihat dihalaman berikut. SEAMLS adalah acara pembelajaran tentang Machine Learning yang luar biasa, menampilkan penelitian terkini (state-of-the art) yang membagikan ilmunya selama 5 hari penuh. Daftar acara dan pembicara dapat dilihat di link berikut (sekaligus beberapa slide dari pembicara).

Acara ini menampilkan presentasi teoritis (fondasi Math/Stat), diskusi panel beberapa topik, dan juga aspek praktis how to code machine learning, dengan menggunakan python Google Collab. Beberapa pemateri yang menarik perhatian saya adalah Prof Wee Sun Lee mengenai Machine Learning dan Cheng Soon Ong mengenai Math of Machine Learning. Untuk mengikuti acara ini ternyata tidak mudah lho, peserta diseleksi dari sekitar 1200 pelamar, yang diterima hanya 200 calon peserta. Saya sangat merasa beruntung mendapatkan kesempatan untuk mengikuti acara ini.

Beberapa bisnis lokal juga ikut hadir mensponsori acara ini, kalau tidak salah ada GDP labs, Bukalapak, tokopedia, traveloka, airy, kumparan, dan lain lainnya. Peserta juga diminta untuk menampilkan poster penelitian mereka pada sesi presentasi poster yang dilangsungkan selama 2 hari. Overall acara ini selain sangat berkesan karena penyelanggaran yang rapih, makanannya enak enak, pembicara yang sangat bermutu, goodie  stuff yang banyak, kesempatan jejaring dengan peneliti peneliti bidang machine learning. Semoga tahun depan bisa berkesempatan ikutan lagi.

Note: sebagai bocoran perkembangan machine learning kedepannya hampir lebih dari 90 persen di dominasi oleh deep learning (deep neural network).

tambahan dari status yang saya tulis di facebook, sesaat setelah selesai mengikuti pelatihan ini:

seminggu penuh belajar machine learning (ML) di southeast asia machine learning school (SEAMLS2019). pembicara para ilmuwan ML dari akademisi, author, dan industri (termasuk dari Google (Deepmind, Brain)) . Google mendominasi implementasi ML/AI untuk NLP, computer vision, deep learning, dll, jadi peserta banyak belajar dari pengalaman mereka melakukan riset dan juga implementasi.

pembelajaran ini membutuhkan pemahaman matematik yang cukup dalam untuk mengambarkan proses learning, yang saya inget konsep turunan, operasi matriks, stokastik, aljabar, distribusi, inferensi, dll. untung masih inget, walaupun banyak lupanya 😅😅😅.

beruntung banget bisa ikutan sekolah ini, jadi berasa cetek banget ilmu yang dipunyai sekarang. deep learning dan variansinya akan makin berkembang pesat ke depannya. tidak akan berhenti sampai komputer bisa seperti bayi baru lahir, tidak dikasih data apa apa tapi lama lama bayi itu tumbuh menjadi anak yang pintar dan paham akan lingkungan sekitarnya.

#machinelearning #artificialintelligence #researcherlife

66477382 10157110349680202 1780610505103114240 n

66077562 10157098731665202 949929942764748800 n

64922753 10157110350155202 416552780501614592 n66215946 10157101985090202 20256938373677056 n67162636 10157110350385202 466684660982743040 n67118954 10157110350265202 577572792350801920 n66835967 10157110350020202 3900726935025614848 n66698503 10157110349735202 3956817094787465216 n66586803 10157110349855202 7172957419998281728 n66577271 10157110350090202 2342169743819014144 n66495536 10157110349800202 1390150204975480832 n66443353 10157110349955202 1039893148085518336 n

Sertifikasi Internasional Big Data Analyst (Launching + Batch 1)

Setelah merintis lebih kurang setahun akhirnya saya dan tim Research Center Digital Business Ecosystem (RC DBE) berhasil menyelenggarakan Sertifikasi Internasional Big Data Analyst bekerja sama dengan TUV Rheinland. Proses paling lama pembentukan program ini adalah membuat materi yang memenuhi standard internasional mengenai keilmuan Big data Analyst. Output dari sertifikasi personal ini adalah individu yang mempunyai kemampuan untuk melakukan proses predictive analytics, membuat model predictive berdasarkan data terstruktur dan tidak terstruktur, mempunyai pemahaman dan mampu melakukan proses machine learning, kemampuan melakukan text analytics, analisa jejaring sosial, framework komputasi big data, computational modelling, serta artificial neural network dan deep learning.

Tanpa diduga respon pasar sangat bagus. Batch 1 dilaksanakan tanggal 15-19 Juli langsung fully booked, demikian juga untuk batch 2 yang akan dilaksanakan nanti bulan agustus, jadi pendaftar saat ini hanya bisa mendapatkan tempat di batch 3 dan seterusnya.

Launching acara sertifikasi ini dilakukan pada tanggal 15 Juli pagi, dihadiri rektor Universitas Telkom dan Direktur dari TUV Rheindland Indonesia. Berikut ini adalah foto fotonya

66635283 10157117950460202 1548982467858268160 o66980030 10157117950505202 7201925355207131136 o67163142 10157117950580202 2825727561781215232 o

Rangkaian acara sertifikasi berlangsung selama 4 hari (26 jam) penyampaian teori dan praktek mulai dari materi introduction, statistik, data mining, machine learning, SNA, text analytics, computation model, deep learning, dan big data computation. Berikut ini adalah suasana kelas pelatihan sertifikasi.

66687830 10157117950715202 5393105672407613440 oWhatsApp Image 2019 07 19 at 10 12 13 PMWhatsApp Image 2019 07 19 at 10 12 14 PM

Pada hari ke 5 dilaksanakan ujian sertifikasi secara online. Berikut ini suasana ujian dan wrap up perpisahan diakhir acara disertai foto bersama

WhatsApp Image 2019 07 19 at 10 15 57 PMWhatsApp Image 2019 07 19 at 10 15 57 PM 1WhatsApp Image 2019 07 19 at 10 15 57 PM 2

Tertulis di kaos peserta, “Big Data is not about Data” . Sampai jumpa di batch 2.

beberapa testimoni peserta

WhatsApp Image 2019 07 19 at 10 19 22 PMWhatsApp Image 2019 07 19 at 10 19 23 PMWhatsApp Image 2019 07 19 at 10 19 25 PMWhatsApp Image 2019 07 19 at 10 19 25 PM 1WhatsApp Image 2019 07 19 at 10 19 26 PMWhatsApp Image 2019 07 19 at 10 19 26 PM 1WhatsApp Image 2019 07 19 at 10 19 27 PM

 

 

 

 

 

 

 

 

BNI UI Half Marathon 2019

BNI-UI Half Marathon 2019 adalah ajang lari yang diadakan di area kampus Universitas Indonesia, Depok. Tahun 2019 ini adalah kali pertama saya ikutan lomba ini, saya ambil race Half Marathon (HM). Acara diadakan tanggal 7 Juli 2019, kebetulan saya juga pas ada acara workshop summer school machine learning seminggu kedepannya (tanggal 8-12 juli) di kampus UI Depok, jadi saya mulai nginep dari tanggal 6 juni untuk mengikuti lomba lari ini dan sekaligus summer school.

Track lari di UI sangat nyaman, kenyamanan pertama adalah jalur yang rindang dan steril dari kendaraan, sehingga pelari bisa fokus berlari tanpa terlalu kuatir akan keselamatan. Peserta lari cukup banyak, mungkin sekitar 5000 an peserta. Kelas HM start pukul 5:30 pagi. Saya lari bareng dengan Intan (istri) dan mas awal (temen lari di bandung). Awalnya saya masih bareng Intan, dan mas awal sudah jauh di depan. Menjelang km 10 saya sudah jauh di depan Intan, walaupun di akhir lomba saya melambat, sehingga finish bareng juga. Saya finish 2 jam 40 menit, belum bisa mengalahkan rekor saya sebelumnya di 2 jam 30 menit.

Overall race ini sangat bagus penyelenggaraannya, dan tempatnyapun sangat nyaman. Apakah saya akan berlari lagi di race ini tahun depan? , sepertinya tidak sih, saya ingin mencoba race race lain yang belum pernah saya coba.

66091954 10157096209325202 7831100684970754048 n65921788 10157096209400202 2044572503556227072 n66142596 10157096209545202 6065275342791114752 n65835723 10157096209435202 3962472827981922304 n66183860 10157096209725202 749205423575269376 n66471864 10157096209780202 8982892737732804608 n