Mudik Lebaran 2018

Musim mudik lebaran 2018 ini diramaikan dengan berfungsinya tol tol fungsional sepanjang jalur mudik pulau jawa. Tol fungsional adalah tol sementara melewati jalur jalur yang nantinya akan digunakan sebagai jalur tol jawa. Beberapa ruas seperti Batang-Semarang, Salatiga-Solo, Nganjuk-Jombang masih berupa jalan jalan temporer (beton, aspal kasar, dll). Bahkan jembatang Kalikuto di Jawa Tengah yang menghubungkan tol fungsional tesebut baru selesai dibuat 2 hari menjelang lebaran. Saya dan keluarga tahun ini mudik jalur Bandung-Malang jadi bisa sedikit sharing / review mengenai jalur jalur yang kami lewati tersebut.

Kami berangkat dari Bandung tanggal 11 Juni 2018 pagi hari setelah sahur atau H-5 lebaran. Perjalanan menuju kota Malang menggunakan jalur selatan dengan rencana menginap semalam di sekitaran pantai Gunung Kidul (sebelah timur kota Jogja). Kami sengaja  tidak melakukan reservasi tempat menginap, karena tidak bisa memperkirakan dengan pasti jam berapa sampai di lokasi. Perjalanan dilakukan menusuri Nagrek, Tasikmalaya, menuju Kebumen, sebelum masuk kota Kebumen kami berbelok ke selatan, mengambil jalur pantai selatan jawa yang sangat indah dan sepi menuju Wates (Jogja). Dari Wates kami teruskan ke arah pantai Gunung Kidul. Kami sampai di pantai menjelang maghrib, sehingga agak kesulitan mencari penginapan yang sesuai dengan harapan (harapan kami penginapan yang menghadap ke pantai). Saat mencari kami sampai ke pantai Sundak, dan menemukan penginapan murah Omah Sundak. Biaya semalam adalah 350 ribu / kamar untuk 4 orang. Karena keburu capek dan harga yang masuk akal, kami tidak menawar lagi. Jadilah kami mengambil penginapan tersebut. Saya sendiri langsung tertidur pulas sehabis seharian nyupir … 

Bangun pagi hari kami dikagetkan pemandangan indah ke arah pantai dari tempat kami menginap. Lihat fotonya berikut, indah khan ?. 

35058177 10156162078570202 5272774617352634368 n

Pemandangan Pantai Sundak dari Balkon Kamar

Dilihat dari harga yang dibayarkan, maka penginapan tersebut sangatlah murah. Kami habiskan pagi itu bermain di pantai sampai tidak terasa sudah pukul 11 siang.  Setelah check out perjalanan kami teruskan ke arah kota Solo untuk mencoba tol Solo – Surabaya. Jalan tol yang kami lalui sangat memperlancar perjalanan kami, sayangnya saat mencapai Nganjuk, kami diminta keluar dari jalan tol fungsional tersebut. Ditengah keheranan kami baca sekilas pemberitahuan kalau tol fungsional dibuka dari jam 6 pagi sampai 5 sore, wah tahu gitu tadi berangkat dari pantainya ga usah siang siang. Berhubung sudah keluar tol, maka perjalanan Nganjuk-Malang via Jombang terasa lama, karena selain kepadatan jalan, simpang lampu merah, dan juga kondisi aspal yang banyak keriting.

Tidak mau mengulangi kesalahan saat arus mudik, perjalanan arus balik Malang-Bandung, kami rencanakan sebaik mungkin. Kami berangkat setelah subuh dari malang menuju Surabaya pada tanggal 19 Juni.  Rencananya kami akan terus berada di jalan tol (biasa dan fungsional) mulai dari Surabaya sampai Bandung. Di Jawa Timur dari Surabaya menuju Jombang, jalan tol resmi dan sangat bagus (nama resminya Jalan Tol Salatiga-Kertosono). Jalan tol ini termasuk baru, beberapa rest area masih dibangun ala kadarnya, namun toilet, mushola, mini market, warung, bahkan sampai ATM pun tersedia. Di jalan tol ini kami bisa melaju 130-140 kpj dengan santainya. Setelah Jombang, kami melewati jalan tol fungsional yang berbentuk jalan darurat terbuat dari beton cor, dan beberapa jalan tanah. Di ruas ini mobil hanya bisa melaju 40-60 kpj. Ruas ini berhenti di Nganjuk dan berganti jalan tol biasa, sehingga kami bisa memacu mobil kembali diatas kecepatan 100 kpj.

Tol biasa rute dari Nganjuk hanya sampai kota Solo, selebihnya kami harus keluar jalan tol untuk menuju Salatiga.  Akibatnya dengan menggunakan jalan raya biasa, jarak sekitar 40 km kami tempuh dalam waktu cukup lama (2.5 jam). Sesampai di Salatiga kami kembali memasuki jalan tol biasa menuju tol lingkar Semarang. Selanjutnya dari Semarang – Batang kami melewati kembali tol fungsional dengan berbagai macam jenis jalan, tapi overall kami masih bisa berjalan rata rata sekitar 80 kpj. Perjalanan dilanjutkan menuju tol Pejagan, tol PaliKanci, tol Cipali, dan akhirnya tol Purbaleunyi sampai ke kota Bandung. Sepanjang tol PaliKanci sampai tol Cipali diberlakukan kebijaksanaan contra flow, sehingga arus balik berjalan sangat lancar. 

Total perjalanan Malang – Bandung tahun ini adalah 15 jam, ini merupakan rekor tersendiri karena pada mudik mudik sebelumnya kami biasanya membutuhkan waktu 24 jam lebih. Bravo manajemen transportasi mudik tahun ini  !! Perjalanan jadi lebih lancar dan lebih tidak capek …

 

35817921 10156181204445202 7116037605698830336 n

Sunset di tol Palimanan

2 thoughts on “Mudik Lebaran 2018

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s