Work From Home karena Pandemic Corona

Sebenarnya banyak entry blog yang mengantri untuk dituliskan, akan tetapi kejadian luar biasa seminggu terakhir ini lebih pantas untuk dituliskan duluan. Berkenaan dengan Pandemik Corona Virus sejak akhir tahun 2019 di Cina, maka sejak tanggal 16 Maret 2020 ada himbauan dari pemerintah untuk bekerja dari rumah dalam upaya mensukseskan gerakan Social Distance, yang dipercaya efektif mencegah penularan virus Corona yang lebih luas. Tanda tanda gerakan ini sudah mulai saya rasakan sejak beberapa minggu sebelumnya, diantaranya adalah penundaan / cancel beberapa kegiatan yang melibatkan kumpulan massa. Beberapa acara dimana saya akan menjadi pengisi materi sudah memberitahukan untuk tidak meneruskan acara. Beberapa event lari besarpun sudah mulai melakukan hal yang sama. Akan tetapi saya dan Intan masih agak nyantai, karena event lari Binloop Ultra pada tanggal 14-15 Maret masih belum ditunda, dan kami masih sempat ikut race disana. Rencananya setelah race ini saya akan mengisi acara di Bogor tanggal 16-17 Maret, tiba tiba saya diinfokan kalau acara tersebut juga di tunda / cancel, walhasil saya kembali ke Bandung lagi. Begitu tiba di Bandung, dapat kabar kalau sekolah anak anak juga diliburkan, padahal si Sulung lagi ujian sekolah SMA. Berarti ini adalah suatu kejadian yang luar biasa. 

Secara beruntun beberapa info tentang penundaan acara saya terima, termasuk acara menguji sidang disertasi di IPB. Sekarang hampir semua lembaga, dan sekolah melakukan aktivitas dari rumah, bahkan kelas kelas pun diubah menjadi kelas online. Saya dan Intan melakukan kuliah online. Si bungsu yang masih SMP pun melakukan kegiatan belajar dengan teman teman dan gurunya secara online. Si sulung yang harusnya cepet lega karena ujian beres, malah sekarang jadi tertunda ujiannya. yah kita ambil hikmahnya aja. 

Salah satu hikmah yang diambil setelah hampir seminggu work from home (WFH) saya jadi makin banyak waktu untuk berolahraga (makin rajin olahraga). Si sulung jadi makin banyak waktu luang untuk menyalurkan hobinya memasak (mungkin punya minat jadi chef), sedangkan si bungsu tetep sibuk sekolah online dan les tari jarak jauh. WFH keliatannya mudah dan nyaman, tapi ternyata malah merepotkan, karena kita harus merubah ritme kerja kita.jadi batasnya terlalu tipis, kapan kerja dan kapan beristirahat, belum lagi godaan cemilan. Semoga pandemik corona ini cepat berlalu, amin. 

 

Photo 2020 03 20 18 35 42

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.