Big Data Jalur Pelari

Sebagai seorang yang tertarik dengan data dan menyukai lari, maka sering sekali muncul pertanyaan di kepala saya, jalur lari mana yang populer di lingkungan sekitar kita. Sebagai contoh di kota Bandung (dan kota kota lainnya juga), kita bisa mengamati daerah atau jalur mana yang menjadi favorit para pelari. Strava sebagai jejaring sosial para atlit profesional dan hobbyist tentunya mempunyai big data perilaku penggunanya, makanya dengan mudah dapat dibuat global heatmap, yang menunjukkan daerah yang sering dilewati para atlit tersebut. Ada tersedia jalur lari, jalur bersepeda, dan juga jalur berenang.

Saya hanya tertarik pada jalur pelari, yang ada di  daerah kota Bandung, dan area lingkungan tempat saya tinggal (KBP di Bandung Barat). Berikut  heatmap  dari Kota Bandung dan sekitarnya. Terlihat para pelari lebih suka lari di tengah kota Bandung, di Bandung Utara, dan di area KBP

Screen Shot 2020 08 06 at 13 03 17

Lebih mendetail gambar level jalan raya di area tengah kota Bandung

Screen Shot 2020 08 06 at 13 03 49

Dan yang terakhir adalah jalur di area dalam kompleks perumahan Kota Baru Parahyangan (KBP), daerah tempat saya lari sehari hari

Screen Shot 2020 08 06 at 13 04 12

Cukup mengasyikkan bukan, tahu daerah daerah populer untuk berlari. Kalo misalnya kita ingin pergi ke suatu kota dimana kita gak tahu enaknya lari di daerah mana, mungkin bisa dicoba info seperti diatas. Boleh juga dicoba untuk kategori bersepeda, dan berenang, tergantung hobi masing masing.

Narasumber Webinar Selama Pandemi

Kalo pada kondisi normal, saya biasa diundang menjadi narasumber seminar atau konferensi, tentu akan memikirkan / menjadwalkan agenda acara sedetail mungkin, sampai dengan perencanaan perjalanan, agar tidak menganggu jadwal ngantor dan juga jadwal persiapan pembuatan materi untuk disampaikan. Di era pandemi ini, saya jadi memproleh banyak sekali tawaran untuk mengisi webinar, mentang mentang gak perlu pake perjalanan jauh, maka dalam beberapa kesempatan webinar, bisa terlaksana seminggu sampai 3-4 kali. Work From Home malah tidak mengurangi aktivitas, malah semakin menjadi jadi kegiatan sharng dan webinar, tentu rekan rekan semua merasakan hal yang sama. 

Beberapa aktivitas dimana saya jadi narasumber dan kegiatan berkaitan dengan webinar adalah sebagai berikut

1. ini bicara paket lengkap fenomena dan teknologi kekinian society 5.0, big data, Ai, dan Blockchain. Kegiatan diselenggarakan oleh MM FEB UGMAndrybrew 1592887648

2. diskusi data science / data social media untuk memprediksi kepribadian manusia, kegiatan diselenggarakan oleh Fakultas Psikologi UI

Andrybrew 1591348971

3. short online course diselenggarakan oleh FEB Telkom University, dengan materi Pengenalan Blockchain

Andrybrew 1590664639

4. bareng dengan istri menjadi narasumber mengenai state-of-the-art penelitian dan potensi aplikasi blockchain

Andrybrew 1594122469

5. narasumber webinar dan workshop data science in economics, yang diselenggarakan oleh ASCEE

Andrybrew 1594092292

6. narasumber untuk satu data indonesia (Bappenas) berdiskusi mengenai blockchain technology dan data analytics

Andrybrew 1594191347 1

7. narasumber big data : research methodology for social science untuk IAPA

Andrybrew 1594017761 1

8. ngabuburit bincang blockchain

Andrybrew 1587457018

9. narasumber talenta digital di industri 4.0

Andrybrew 1588220798

10. wawancara di IG live tentang blockchain

Andrybrew 1592206703

11. moderator webinar big data dan data analytics, diselenggarakan oleh MM FEB Telkom University

Andrybrew 1592219235

12. narasumber Big Data capacity building, Bank Indonesia

0

13. host dan moderator acara meetup masyarakat AI Indonesia

Photo 2020 07 20 22 31 18

14. Big Data for Central Bank Policy, Bank Indonesia

94149281 10157968955955202 1987904258376204288 o

Satu Abad ITB

ITB baru saja berulang tahun ke 100 pada tanggal 3 juli 2020. Saya menghabiskan hampir 12 tahun hidup saya menimba ilmu di ITB. Antara tahun 1990-1996 menjadi mahasiswa S1 jurusan Matematika (FMIPA), sedangkan antara 2012 sampai dengan awal tahun 2018 saya adalah mahasiswa doktoral STEI (Sekolah Teknik Elektro dan Informatika). Banyak sekali pengalaman hidup, intelejensia, sosial, dan spiritual tertempa selama saya menjadi anggota civitas academica ITB.

Kini sesudah saya mengarungi dunia saya sendiri, saya ingin mengucapkan terima kasih atas pengalaman yang diberikan. Selamat ulang tahun seabad ITB, semoga sumbangsihmu semakin besar untuk negeri ini. 

Saya sempatkan mampir ke ITB weekend ini dan berpose diantara dua pilar fakultas / sekolah saya, yaitu FMIPA dan STEI

Photo 2020 07 06 09 06 19

Photo 2020 07 06 09 06 25

Photo 2020 07 06 09 06 28

Photo 2020 07 06 09 06 33

 

 

Isu Rasialisme pada Kerusuhan di US

Kerusuhan yang terjadi di Amerika (Riot in USA) beberapa hari terakhir ini diduga karena isu rasial. Setelah ngubek ngubek percakapan di Twitter memang terbukti isu rasial merupakan isu dominan yang melatari demo di kota kota besar di US. Gerakan Black Lives Matter yang muncul sejak beberapa tahun belakangan menjadi semakin intense karena kejadian terbunuhnya George Floyd oleh polisi kulit putih di Mineapolis.  

50 tahun yang lalu US masih implementasi hukum segregasi, ini sudah menjadi budaya yang mengakar di masyarakatnya, tidak akan mudah dihilangkan begitu saja. Seperti di Indonesia, jaman diponegoro masyarakat kita sudah terkenal murah senyum, sampai sekarangpun (sudah ratusan tahun), kita tetap murah senyum. Ini menunjukkan bahwa 50 tahun itu masih terhitung sebentar untuk merubah budaya.

Anyway hasil discourse network analysis, diperoleh kata kata dominan berikut. Terdapat juga tweet dari Trump, namun tidak terlalu dominan, walaupun tweet Trump malah tidak “wise”, alias tidak membuat demo menjadi semakin reda. Bersyukur di Indonesia, kita tidak begitu. Warna ungu dan warna hijau merupakan kumpulan kata kata dominan. yang kata kata tidak dominan tidak saya tunjukkan. 

Screen Shot 2020 05 30 at 13 37 18

Menjadi Penguji Sidang Disertasi S3

Kalo dipikir pikir waktu kuliah S1 dulu, saya ga kepikir bakal nerusin kuliah sampai S3, tapi ternyata semesta mendukung saya untuk kuliah S3 di kampus paling keren di Indonesia, di bidang keilmuan yang sulit dan bergengsi. Setelah berhasil lulus S3 di tahun 2018, kejutan lain muncul, saya diminta kolega dosen di kampus telkom untuk menjadi penguji (luar) beliau untuk sidang terbuka / sidang promosi di prodi Doktoral (S3) Statistika, IPB Bogor. Jenjang S3 Statistika, bukanlah maen maen, ini bidang ilmu. yang membuat saya harus belajar belajar lagi.

Memang persyaratan saya dipilih jadi penguji adalah karena bidang saya saat ini komputasi Big Data, dan rekam jejak S1 di matematika ITB, sehingga dianggap layak untuk menguji bidang keilmuan statistika (dalam konteks aplikasi statistika tentunya). Sidang ini awalnya akan dilaksanakan pada tanggal 20 maret 2020, tapi berhubung ada pandemi corona, akhirnya sidang dimundurkan menjadi 28 april secara online via zoom. Pengalaman pertama nyidang disertasi plus pengalaman pertama nyidang online pula.

Pengalaman pertama deg degan tapi mengasyikkan, semoga terus diberikan tantangan tantangan selanjutnya sebagai akademisi. 

94999929 10157997963755202 4167632923106738176 n

94879114 10157997963385202 1520931151684829184 n95261886 10157997963415202 1983906584421466112 n

95333517 10157997963465202 9116361522220630016 n94573129 10157997963795202 7072930861489848320 n

Mampir ke Gudangnya Data (Badan Pusat Statistik)

Sebagai orang data, maka salah satu cita cita utama adalah maen dan berdiskusi dengan lembaga pusat data, nah kalo di indonesia, lembaga resmi pemerintah itu namanya Badan Pusat Statistik (BPS). Seminggu sebelum pandemic covid19, yaitu tanggal 10 Maret 2020, saya diundang mas Tio (Setia Pramana, PhD) untuk sharing “Social Media Analytics” ke BPS.

Seharian saya berbagi mengenai fenomena, teori, dan praktek mencari pola pada data data yang berasal dari media sosial. BPS sangat memperhatikan implementasi Big Data dalam metodologi mereka, makanya mas Tio diangkat untuk meleverage keilmuan tersebut, dengan salah satu caranya mengundang beberapa narasumber untuk sharing, salah satunya saya. Pengalaman dan diskusi yang menyenangkan, thanks mas Tio.

89139982 10157811393410202 6172514156411879424 o

89656799 10157811393655202 5449853344417841152 o

89358227 10157811393840202 206713657810223104 o

89354542 10157811393550202 8832448202381721600 o

89273276 10157811394105202 1901241842796593152 o

89731603 10157811394265202 4041091942342197248 o

Project otak atik Discourse Network Analysis (DNA) Skala Besar pada Berita Global Coronavirus

DNA digunakan untuk mencari maksud/tujuan, agenda, motivasi, selain juga aktor advokasi, dan koalisi /persekongkolan (bisa yang tertulis pada dokumen, bisa dari debat verbal, dan bisa juga dari pidato). DNA merupakan kombinasi studi kualitatif analisa konten dan studi kuantitatif analisa struktur jejaring sosial (SNA) / aktor. Analisa kualitatif dokumen skala besar sangat sulit dilakukan, maka dari itu dimulai dari analisa kuantitatif dulu untuk menyaring/mereduksi dokumen menjadi topik topik penting menggunakan analisa jejaring teks.

Sumber data : https://blog.aylien.com/free-coronavirus-news-dataset/

Jumlah berita : 550.000 berita bahasa inggris

Durasi : 1 november 2019 – 5 april 2020

Topik / tema : berita yang berkaitan dengan coronavirus

Sumber : 400 media internasional

Ukuran file : 7.6 GB

Dari sumber berita diatas diperoleh jejaring teks sebesar 270.616 kata dan 14.277.297 hubungan antar kata tersebut, wow sangat besar jaringannya. Sepertinya butuh HPC atau pake kekuatan komputer cloud. Berhubung lagi WFH, sehingga ga bisa ke lab kampus, yah udah dikerjain perhitungannya di rumah pake modifan koding setengah inget setengah lupa pas disertasi dulu (python dan neo4J).

Topik 1 (kata dominan china-pandemic-public) : menceritakan bagaimana pandemic diawali di china, kemudian muncul anjuran social-distancing, karena ada isu dengan emergency-healthcare yang overload. yang menarik dari topik ini ada pola dibelakang yang tidak terlihat jelas (non-obvious), yaitu trump-political-law dan necessary-measures-serious-risk menunjukkan berita pernyataan trump menanggapi munculnya pandemic saat itu.

Topik 2 (kata dominan market-global-economy-business ) : isu ekonomi dominan pada topik ini sebagai akibat dari lockdown yang terjadi hampir diseluruh negara di dunia. ada dua klaster berdekatan america-shares-domestic dan investment-interest-expect menunjukan harapan iklim investasi di USA (growing) meskipun ada ancaman pandemic. selain itu terdapat klaster berita negatif, dengan kata decline-reduce aktivitas ekonomi yang berakibat unemployment, sayang kata tersebut tidak mencapai Top50 di topik ini.

Topik 3 (kata dominan coronavirus-medical-health-infected-quarantine) : isu kesehatan dominan pada topik ini, termasuk berita kematian, dan upaya untuk mereduksi penyebarannya government-flight-suspended dan school-hospital-isolation. berita banyak memunculkan kondisi kesehatan pada beberapa kota/negara di dunia, seperti wuhan-london-italy-australia.

Topik 4 (kata dominan provided-mask-food-important) : fokus pada anjuran untuk pencegahan penyebaran virus dan menjaga daya tahan tubuh muncul dari kata kata distance-touch-directly, check-physical-app, keeping-healthy-sense-clean, dan wearing-protective-cover. Akhirnya ketemu 4 topik atau agenda utama yang dominan dari ratusan ribu berita diatas.

Analisa aktornya belum dilakukan, monggo yang berminat silahkan barengan ngulik dataset diatas. kalo dapat cerita menarik, kita jadikan publikasi ilmiah. cara analisanya aktornya bebas, barangkali ada yang mempunyai ide ide brilian untuk data skala besar tersebut, tapi jangan minta saya untuk ngajarin lho ya, biar ketemu cara yang berbeda (bahkan lebih baik mungkin).

Modularity0blacklogoModularity1blacklogoModularity2blacklogoModularity3blacklogo

NgeHost acara Masyarakat Artificial Intelligence Indonesia

Masyarakat Artificial Inteligence Indonesia atau Indonesian Artificial Intelligence Society (IAIS) merupakan komunitas AI yang sudah saya ikuti sejak 1 tahun terakhir. Untuk chapter Bandung sudah pernah diadakan acara virtual meetup, waktu itu hostnya di ITB, dengan menampilkan peneliti peneliti AI dari ITB. Setelah ITB, Telu didaulat untuk menjadi host virtual meetup tersebut. Saya dan bu Ade (Fak. Informatika) mulai menyiapkan acara termasuk mencari narasumber. Akhirnya kita ketemu 3 narasumber dan acara disepakati dilakukan tanggal 15 Mei 2020.

Setelah ngeHost acara ini, saya baru sadar bahwa Telu beruntung cukup banyak mempunyai peneliti peneliti canggih bidang AI. AI merupakan keilmuan masa depan, jadi sangat penting bagi Telu untuk membekali mahasiswanya dengan keilmuan keilmuan terkini.

Oh ya ternyata saya cukup enjoy menjadi seorang host (moderator dan time keeper), biasanya saya jadi narasumber , kali ini saya bertindak dalam sudut pandang payung, melihat tema secara global tapi tidak boleh keteteran dengan isu isu teknis yang dilemparkan oleh pemateri. Tidak mudah karena topik topik pemateri membutuhkan pengetahuan yang cukup untuk bisa memahaminya. Rekaman acara tersebut bisa dilihat di video berikut , seilahkan disimak pemaparan AI bidang audio video recognition, deep learning, dan AI pada bidang kesehatan.

3fc1dba4 fd2e 4887 b8aa 9e5a8b7c609f

91e8378d fbf3 4098 8cfa 95c0705cb6d4

481173b9 28cd 49fb 84e1 3ccb332d3493

Anak Motor Sejak Dulu

Barusan lihat foto foto jadul pada saat akhir SMA sampai dengan masa kuliah, banyak sekali nemu foto saya naik motor. Jadi sebenernya memang saya anak motor sejak jaman dulu. Kalo ngikutin blog ini dari dulu, mungkin bisa dicek sekitar tahun 2015-2017 saya rajin sekali posting aktivitas touring, bahkan sempat sampai ke bromo, ciletuh, dan lampung .Rentang tahun 2015-2017 ini adalah saat saya aktif di komunitas motor nmax.

Banyak juga aktivitas dengan motor yang tidak terdokumentasi / terliput untuk foto maupun untuk blog. Saat SMA saya naik vespa, kemudian pindah ke Bandung untuk kuliah ganti motor Yamaha Alfa, biar lebih murah ngerawatnya daripada vespa. Sempet saat akhir kuliah saya ganti dengan Honda Tiger. Saat awal awal pulang ke Indonesia abis merantau di eropa, saya beberapa kali membeli motor Kymco. Sayang tidak semua dokumentasinya lengkap terfoto. Setelah aktif touring dengan Nmax versi 1, saya coba pake motor klasik kawasaki W175, nah pas pake motor ini saya malah jarang naik motor / touring. Saat ini saya ganti kawasaki tersebut kembali ke Nmax versi 2 (versi 2020).

Photo6167871550624213316

motor terakhir sedang saya pake nyari takjil, bulan puasa 2020

Photo6167871550624213308

Yamaha Alfa, foto tahun 1990, didepan kost daerah titimplik dalam, belakang pasar titiran

Photo6167871550624213315

masih dengan Yamaha Alfa, tahun 1991, abis ospek jurusan matematika (masa semai)

Photo6167871550624213314

ini lebih awal lagi, tahun 1989 saat pertama kali berkunjung ke bandung, ngider keliling pake motor GL 100 punya om

Rekomendasi Buku Blockchain : Blockchain Revolution

Akhir akhir ini saya rajin membaca, berdiskusi, meneliti keilmuan terkait Blockchain bersama beberapa rekan peneliti dalam satu tim diskusi riset Blockchain. Hal ini berkaitan dengan program RC DBE yang akan mengadakan sertifikasi dan pelatihan Blockchain Technology Consultant. Blockchain adalah keilmuan yang sangat luas, melewati batas disiplin keilmuan tradisional. Beberapa domain berkaitan dengan bisnis, pemerintahan, IoT (smart city), kemasyarakatan, lingkungan, dan lain lain, tercakup dalam bidang yang dapat mengalami disrupsi / revolusi dengan adanya teknologi ini.

Banyak buku dan course yang menawarkan pengetahuan tentang Blockchain, namun satu buku yang menurut saya sangat bagus, sebagai pengetahuan awal tentang bagaimana implementasi dan use case dari teknologi Blockchain, bagaimana teknologi ini bisa membawa perubahan fundamental dan revolusioner terhadap sistem otoritas pusat yang ada di dunia saat ini. Sebelum masuk ke pengetahuan teknis implementasi dan pengembangan teknologi Blockchain, sebaiknya buku ini dibaca dulu Bukunya adalah Blockchain Revolution : How The Technology Behind Bitcoin is Changing Money, Business, and The World. Saya rekomendasikan Buku karya duo ayah anak Don dan Alex Tapscott Ini.

81EmFfHo9CL

Kekerenan buku ini bisa dilihat pada daftar isi berikut :

PART I: Say You Want a Revolution

CHAPTER 1: The Trust Protocol
In Search of the Trust Protocol
How This Worldwide Ledger Works
A Rational Exuberance for the Blockchain
Achieving Trust in the Digital Age
Return of the Internet
Your Personal Avatar and the Black Box of Identity
A Plan for Prosperity
Promise and Peril of the New Platform

CHAPTER 2: Bootstrapping the Future: Seven Design Principles of the Blockchain Economy
The Seven Design Principles
1. Networked Integrity
2. Distributed Power
3. Value as Incentive
4. Security
5. Privacy
6. Rights Preserved
7. Inclusion
Designing the Future

PART II: Transformations

CHAPTER 3: Reinventing Financial Services
A New Look for the World’s Second-Oldest Profession
The Golden Eight: How the Financial Services Sector Will Change
From Stock Exchanges to Block Exchanges
Dr. Faust’s Blockchain Bargain
The Bank App: Who Will Win in Retail Banking
Google Translate for Business: New Frameworks for Accounting and Corporate Governance
Reputation: You Are Your Credit Score
The Blockchain IPO
The Market for Prediction Markets
Road Map for the Golden Eight

CHAPTER 4: Re-architecting the Firm: The Core and the Edges
Building ConsenSys
Changing the Boundaries of the Firm
Determining Corporate Boundaries

CHAPTER 5: New Business Models: Making It Rain on the Blockchain
bAirbnb Versus Airbnb
Global Computing: The Rise of Distributed Applications
The DApp Kings: Distributed Business Entities
Autonomous Agents
Distributed Autonomous Enterprises
The Big Seven: Open Networked Enterprise Business Models
Hacking Your Future: Business Model Innovation

CHAPTER 6: The Ledger of Things: Animating the Physical World
Power to the People
The Evolution of Computing: From Mainframes to Smart Pills
The Internet of Things Needs a Ledger of Things
The Twelve Disruptions: Animating Things
The Economic Payoff
The Future: From Uber to SUber
Hacking Your Future for a World of Smart Things

CHAPTER 7: Solving the Prosperity Paradox: Economic Inclusion and Entrepreneurship
A Pig Is Not a Piggy Bank
The New Prosperity Paradox
Road Map to Prosperity
Remittances: The Story of Analie Domingo
Blockchain Humanitarian Aid
Safe as Houses? The Road to Asset Ownership
Implementation Challenges and Leadership Opportunities

CHAPTER 8: Rebuilding Government and Democracy
Something Is Rotten in the State
High-Performance Government Services and Operations
Empowering People to Serve Selves and Others
The Second Era of Democracy
Blockchain Voting
Alternative Models of Politics and Justice
Engaging Citizens to Solve Big Problems
Wielding Tools of Twenty-first-Century Democracy

CHAPTER 9: Freeing Culture on the Blockchain: Music to Our Ears
Fair Trade Music: From Streaming Music to Metering Rights
Artlery for Art Lovers: Connecting Artists and Patrons
Privacy, Free Speech, and Free Press on the Blockchain
Getting the Word Out: The Critical Role of Education
Culture on the Blockchain and You

PART III: Promise and Peril

CHAPTER 10: Overcoming Showstoppers: Ten Implementation Challenges
1. The Technology Is Not Ready for Prime Time
2. The Energy Consumed Is Unsustainable
3. Governments Will Stifle or Twist It
4. Powerful Incumbents of the Old Paradigm Will Usurp It
5. The Incentives Are Inadequate for Distributed Mass Collaboration
6. The Blockchain Is a Job Killer
7. Governing the Protocols Is Like Herding Cats
8. Distributed Autonomous Agents Will Form Skynet
9. Big Brother Is (Still) Watching You
10. Criminals Will Use It
Reasons Blockchain Will Fail or Implementation Challenges?

CHAPTER 11: Leadership for the Next Era
Who Will Lead a Revolution?
The Blockchain Ecosystem: You Can’t Tell the Players Without a Roster
A Cautionary Tale of Blockchain Regulation
The Senator Who Would Change the World
Central Banks in a Decentralized Economy
Regulation Versus Governance
A New Framework for Blockchain Governance
A New Agenda for the Next Digital Age
The Trust Protocol and You