Associate Professor

10 tahun yang lalu saya baru mulai menetapkan jalan profesi sebagai dosen/peneliti. Sebelumnya saya ga kepikir profesi ini, saya asyik di dunia IT profesional, dan fotografi. Tahun 2011 saya diajak mengajar di Institut Manajemen Telkom (IMT), yang pada tahun 2013 melebur menjadi Telkom University. Tahun 2013 juga saya baru resmi menjadi dosen tetap. Kemudian mengurus jabatan fungsional dosen, berturut turut asisten ahli pada 1 oktober 2013, lektor pada 1 juni 2017, dan terakhir lektor kepala pada 1 oktober 2021.

Lektor Kepala atau Associate Professor tentunya punya beban dan tanggung jawab yang besar. Tapi ya ini sepadan dengan jalan hidup yang ternyata sangat saya cintai, menjadi peneliti. Kebetulan lektor kepala pada dua mata kuliah favorit, yaitu  Big Data/Data Analitik dan Ekonomi Digital.

Alhamdulilah

Blockchain in Financial Services

Penggunaan teknologi Blockchain yang cukup masif akhir akhir ini membuat banyak orang bertanya kepada saya mengenai teknologi ini dan implementasinya. Walaupun teknologi ini memberikan banyak janji dan potensi untuk diaplikasikan dalam berbagai industri, namun salah satu industri yang berkembang sangat cepat adalah implementasi pada industri keuangan. Layanan keuangan berbasis teknologi Blockchain muncul dalam bentuk mata uang dan pembayaran (cryptocurrency), representasi aset (cryptoassets), maupun keseluruhan layanan keuangan terdesentralisasi yang disebut decentralized finance (DeFi). DeFi menawarkan keamanan, kecepatan, inklusivitas, open liquidity, dan juga transaparansi.

Saat sharing ke industri keuangan saya selalu membawakan pemetaan peran teknologi Blockchain di industri keuangan, yang dibuat oleh Don Tapscott dalam bukunya Blockchain Revolution. Don memetakan dengan baik fungsi Blockchain mulai dari authentication, move value, store value, lending, exchange value, funding dan investment, serta accounting.

Berikut ini peta yang saya tulis kembali, mulai dari fungsi, impact, serta stakeholdernya. Semoga bermanfaat

 Screen Shot 2021 10 28 at 08 05 33

Scopus 2 Tahun Terakhir

Dalam 2 tahun terakhir, sebenarnya publikasi yang saya lakukan tidak sebanyak yang saya harapkan. Pandemi ternyata membuat fokus menulis menjadi berkurang cepat. 

tanggal yang sama selang waktu 2 tahun
dokumen bertambah 16
sitasi bertambah 117
h-index scopus bertambah 3

posisi akhir menjadi 61 dokumen scopus, h-index 9, dan sitasi total menjadi 226

terus berkontribusi, terus berkembang di riset

#researcherlife
#scopus

Scopus20192021psd

Publikasi Pengukuran Kepribadian Manusia di Jurnal Q2

Paper saya berjudul “New Approach of Measuring Human Personality Traits using Social Media Data” akhir accepted dan published di Jurnal Information dari MDPI (Scopus Q2). Butuh perjuangan dua tahun supaya paper ini bisa diterima. Mulai dari problem penulisan bahasa inggris yang ga bagus, storytelling yang ga menggugah selera, sampai beberapa kali salah jalur masuk antara tema jurnal psikologi atau jurnal ICT. Kebanyakan ditolak karena ga masuk kriteria/scope jurnal yang dituju.

Awalnya pede banget publikasi ini membawa kebaruan, setelah dapat masukan sana sini dari para reviewer dirubah lagi pelan pelan, sampai akhirnya berubah total menjadi lebih akomodatif dan ga terlalu provokatif di kedua domain. ya demikianlah resiko membuat paper yang multidisiplin.

Akhirnya diterima juga. menyelamati diri sendiri serta senang dengan perjuangan dan pengalaman yang didapat. walopun pertanyaannya kok lama banget sih mempublikasi satu paper aja? . ya berarti emang bener belum jagoan. ya khannn…

yang penting ngotot, pantang mundur.

Screen Shot 2021 10 09 at 21 33 19

Jurnalnya dapat diakses di link berikut ini:

https://www.mdpi.com/1303514

Friendship Network

5 years ago, I created my first friendship (ego) network from LinkedIn; since then, I haven’t had a chance to make a similar network from other platforms. Friendship networks allow me to see my existence in the virtual world, social life, reputation, circle, interest, and most importantly, behavior.

This time, I created my IG (ego) network. It consists of my reciprocal relations on IG ( i follow you, and you follow me). From reciprocal connections with 800 IG accounts, the network expands quickly to around 90000 accounts. A huge dataset and laborious task to filtered since we don’t have API access to IG. Thanks to my colleagues @apriandito, who provided me with the data, and @dianrdn, who gave the visualization idea.

242694570 10159281610535202 1496117956343141225 n

Different color means different group. Node with the same color means they belong to the same group. Some names show up on each group means they are my bridges to the respective group. If your name is not there, you are less influential as my bridge ( it doesn’t mean that you are less meaningful to me). If you believe you are in my network, you can guess where you are and our group name (what is the label of our group).

Honorary Members Asosiasi Blockchain Indonesia

Suatu hari saya dikontak oleh CEO dan Tim Asosiasi Blockchain Indonesia (A-B-I) atas rekomendasi pak Budi Rahardjo untuk menjadi Honorary Members. Sebelum saya bergabung, sudah ada 4 Honorary member mewakili institusi masing masing, yaitu BCA, Binus, id-cert, dan CCCP-UI. Saya sendiri akan mewakili Telkom University, menjadi anggota ke 5.  Salah satu tugas Honorary Member adalah melakukan edukasi dan literasi mengenai teknologi blockchain dan aplikasinya. Komposisi  A-B-I terdiri dari industri dan partner yang bergerak di bidang blockchain. Kalau saya perhatikan paling banyak memang dari industri keuangan.

Saya menjadi Honorary Member terhitung mulai 13 September 2021.

Semoga bisa membawa kemajuan adopsi teknologi blockchain, terutama untuk civitas academica Telkom University.

ABI SAFARI

Honorary Members A-B-I

Screen Shot 2021 09 19 at 18 50 37

Member A-B-I

Screen Shot 2021 09 19 at 18 50 42

Partner A-B-I

Jadwal Ngajar Full (Semester Ganjil 2021/2022)

Tanggal 20 September 2021 nanti perkuliahan semester ganjil akan dimulai. Jadwal ngajar saya udah keluar. Ternyata jadwal ngajar S1 dan S2 saya penuh banget. Ngajar mata kuliah Big Data Analitik (untuk S1 reguler, S1 Internasional, S2, S2 jarak jauh), Artificial Inteligence untuk Bisnis, Ekonomi Digital, Platform Strategy (S2), Pola Pikir Bisnis Digital (S2). Wah banyak banget sks nya, tapi untungnya masih mode kuliah online. Kalo offline pasti pontang panting abis waktu di jalan…

Eh belum lagi jadwal riset dan diskusi lainnya, sudah kebayang kesibukan saya semester depan 

Daftar mata kuliahnya

Screen Shot 2021 09 07 at 22 57 07

dan ini daftar SKSnya

Screen Shot 2021 09 07 at 22 39 14

50K for my 50th Birthday

Bulan ini saya akan memasuki usia baru, sebuah milestone yang saya rayakan dengan berlari 50K.
Menikmati setiap km yang saya tempuh ekivalen dengan bertambahnya 1 tahun umur.

km 13, inget pertama kali sudah ngekost
km 17, inget jaman demen trek trekan motor
km 19, inget pindah ke bandung untuk kuliah
km 23, inget nembak anak orang buat dipacarin
km 25, inget jadi orang kantoran di jakarta
km 29, inget nikah
km 30, inget merantau ke negeri orang + punya anak pertama
km 35, inget lahiran si bungsu + fokus dengan profesi fotografer
km 40, inget pindah profesi jadi dosen.
km 46, masih seger ingetan pas jadi doktor
km 50, inget kalo waktu larinya udah beres

Alhamdulilah dikasih nikmat sehat dan umur sampai usia sekarang. 

241120948 10159241517665202 8776472014107681573 n

Pengalaman Ajaib dengan Bank BNI Berulang

Di awal tahun ini saya pernah posting blog tentang tertipu scammer BNI . Nah kali ini pengalaman ajaib dengan BNI berulang kembali. Ceritanya sehabis tertipu waktu itu, saya ga mau punya kartu ATM BNI lagi, selain merasa tidak memerlukan, juga untuk mengurangi resiko tidak praktis lainnya seperti: secara berkala harus ganti pin, keamanan kartu ATM kalau hilang, dan beberapa kerepotan lainnya. Saya merasa cukup menggunakan mobile apps untuk transfer transfer dan bayar tagihan. Sampai suatu hari muncul masalah baru, ketika hendak melakukan transaksi transfer antar bank melalui mobile apps BNI, tiba tiba muncul pesan berikut.

240861971 10159235086920202 6765058541731270515 n

Pesan bahwa saya tidak bisa melakukan transfer karena saya tidak mengaktifkan kartu ATM BNI. Suatu pesan yang aneh, justru karena ga punya kartu ATM, maka saya melakukan transaksi transfer antar bank pake mobile apps. 

Kemudian saya cari website BNI untuk menghubungi CS. Tertulis bahwa kontak resmi medsos di Twitter adalah @BNI dan @BNICustomerCare. Saya ga pilih BNI Call Center 1500 046, karena emang saya ga mau nelpon. Maunya komplain dalam bentuk tulisan dan attachment aja di medsos (dalam hal ini Twitter)

Screen Shot 2021 08 31 at 12 41 34

 

Beberapa detik setelah komplainan dipost, kejadian lalu berulang kembali, akun akun scammers langsung nyamber postingan saya tersebut, dalam kurun waktu kurang dari 1 menit, sudah ada 6 akun scammer dengan kontak WA berbeda beda berebut untuk minta saya kontak WA mereka. 

240712941 10159235086965202 181447364909739060 n

kesen karena banyak scammer di Twitter, lalu saya beralih ke IG. Melalui story yang mention akunIG BNI @BNI46 barulah dari DM saya dapat penjelasan, bahwa semua transaksi antar bank lewat mobile apps harus punya kartu ATM.

Screen Shot 2021 08 31 at 13 04 07

Dari penjelasan diatas, sepertinya hal ini merupakan peraturan perbankan umum. Saya merasa ada yang aneh dengan aturan ini, ga paham alasannya. ATM atau mobile apps khan hanya media transaksi, kalo kita pake salah satu saja toh sudah cukup, gak perlu harus punya dua duanya. Lagian menambah biaya administrasi.

Akhirnya karena tabungan BNI saya ga bisa untuk transfer antar bank, dan tidak mudah ditarik uangnya, maka sepertinya tabungan ini hanya akan digunakan untuk bayar tagihan tagihan saja. Saya ngerasa rugi punya rekening di BNI, tapi yang pasti BNI akan lebih rugi lagi, karena banyak nasabah yang “terpaksa” nyimpen di BNI tapi ga pernah menggunakan BNI sebagai layanan yang nyaman dan bersahabat. 

Demikian ngomel siang siang, makasih sudah membaca. 😀 

Certified Blockchain Technology Consultant & Certified Big Data Analyst

Sertifikasi merupakan pengenalan (recognize) akan kemampuan seseorang akan suatu keahlian. Setelah mendapatkan sertifikasi internasional Big Data Analyst dari TuVRheinland 2 tahun lalu, akhirnya saya juga memperoleh sertifikasi Blockchain Technology Consultant dari lembaga yang sama. Sebenernya sertifikasi ini sudah saya peroleh sejak 2020, namun karena sesuatu dan lain hal berkaitan pandemi, akhirnya baru saya terima sekarang.

Gimana dengan anda, apakah sudah mempunyai sertifikasi sesuai dengan keahlian anda ?

Screen Shot 2021 08 28 at 07 53 07

Screen Shot 2021 08 28 at 08 09 37