ITB Ultra Marathon 2018 (H-7)

ITB Ultra Marathon adalah acara tahunan lari marathon yang digagas oleh ITB dalam rangka HUT ke 100 ITB yang jatuh pada tahun 2020. Tahun ini adalah tahun ke 2 penyellengaraan ITB Ultra Marathon (UM). Rute lari UM adalah dari Jakarta ke Bandung melalui puncak dan menempuh jarak total sepanjang 170K. Sponsor aacara ini adalah BNI makanya dinamakan #BNIITBUltraMarathon. Acara UM akan berlangsung tanggal 12-13 Oktober 2018, sedangkan tanggal 14 oktobernya adalah fun run 5K dari alun alun kota Bandung ke kampus ITB. 

Tahun lalu UM sukses besar, acara ini berhasil mengairahkan silaturahmi dan kebersamaan antar alumni ITB. Banyak program program sosial dan kepedulian lainnya lahir dari inisiasi atau follow up setelah acara UM. UM menjadi ajang para alumni untuk saling berkomunikasi dan bekerja sama dalam mempersiapkan timnya masing masing. Oleh karenanya tahun ini UM diselenggarakan lagi, dan pesertanyapun semakin membludak. Tim UM pun beragam, ada yang tim berdasarkan angkatan, jurusan, himpunan, UKM, dan ada yang campuran juga. UM yang dilombakan adalah kategori solo run dan duo run, sedangkan relay 4, 8, 16, semuanya adalah fun run. Kegairahan dan gaung acara ini membuat UM ITB cukup iconic dikalangan alumni ITB

Tahun lalu UM merupakan acara pertama kali saya ikut lari, waktu itu ikutan fun run 5K saja. Setelah setahun berkecimpung dalam dunia lari, maka tahun ini saya pun bergabung ke kategori relay 16. Gak tanggung tanggung, saya langsung join ke dua tim, yaitu tim angkatan 90 ITB (#90leRun) dan tim jurusan Matematika ITB (#GaneshaNumb3rs atau #GadjahBilangan). Tim #90leRun tahun ini baru pertama kali mengirimkan tim, terdiri dari 3 tim relay 16, 1 team relay 8, dan 1 team single run. Demikian juga tim jurusan Matematika juga baru mengirimkan tim tahun ini, terdiri dari 2 tim relay 16. 

Saya akan berlari di etape 1 untuk tim Matematika, sejauh 12,04K, dan di etape 10 untuk tim angkatan 90 dengan jarak sejauh 16,14K, jadi total saya akan berlari sejauh 28,18K. Oh ya Intan juga akan berlari di dua tim relay 16 juga, yaitu sebagai pelari etape ke 2 di angkatan 93 sejauh 9,30K dan sebagai pelari etape 16 (terakhir) di tim Matematika, dengan jarak sejauh 9,32K. Jadi Intan akan berlari sejauh total 18,62K. 

Saat blog ini ditulis adalah H-7 menjelang pelaksanaan UM, sudah terlihat usaha usaha rekan rekan setim dan juga saya untuk rutin meningkatkan fitness dan endurance lari untuk menghadapi UM ITB. Doakan kami bisa menaklukkan tantangan tersebut, dengan tetap fun, dan selamat.

IMG 20180923 WA0056

Tim relay 16 #90leRun #90Fun saya adalah pelari ke 10, kalo diamati ada dua orang kondang di tim saya .. tebak deh ..

IMG 20180923 WA0057

Tim relay 16 #90leRun #90Strong

IMG 20180923 WA0053

Tim relay 16 #90leRun #90Brave

IMG 20180923 WA0055

Tim Relay 8 #90leRun #90Active

IMG 20180923 WA0054

Tim lari solo 170K #90leRun #90Mad

IMG 20180930 WA0007

Tim Relay 16 #GaneshaNumb3rs squad 1.0, saya pelari ke 1, dan Intan pelari terakhir (ke 16)

IMG 20180930 WA0006

Tim Relay 16 #GaneshaNumb3rs squad 2.0

Screen Shot 2018 10 04 at 15 25 25  2

Lokasi Water Station (WS) dan jarak antar WS

IMG 20181002 WA0004

selain berlari kami juga mempunyai sosial untuk mengumpulkan dana untuk beasiswa.

#FinTechNite Big Data is a Game Changer

Financial Technology (FinTech) merupakan area bisnis yang sangat menggoda rasa ingin tahu banyak praktisi maupun akademisi. Bidang ini berpeluang besar untuk berkembang secara eksponensial. Belum adanya regulasi dari pemerintah dan keniscayaan bahwa TIK menjadi dasar untuk melakukan aktivitas finansial, membuat FInTech menjadi pilihan yang penting, terutama untuk generasi milenial yang selalu ingin kepraktisan dalam segala hal. Urusan perbankan, seperti antri di teller, atau menunggu di customer service untuk membuka rekening sudah bukan jamannya lagi. Demikian juga aktivitas investasi, peminjaman, dan lain sebagainya.

Tanggal 27.09.2018 (tanggal pas saya ulang tahun), saya diundang ke acara #FinTechNite yang diadakan oleh UnionSpace (suatu coworking space) dan BizNet gio (bisnis cloud computing dari Biznet). Tema acara ini adalah “Big Data is a Game Changer”. Seperti biasa, saya diundang dalam kapasitas sebagai narasumber tidak jauh dari tema Big Data dan Data Analytics. Narasumber lainnya adalah Mas Hendra, seorang data scientist dari Bukalapak, dan Mbak Maria dari Tiket.com. Peserta yang hadir kebanyakan anak anak muda yang antusias belajar tentang FinTech dan Big Data. Suasana tempat FintechSpace dari UnionSpace juga cukup cozy untuk sharing dan berdiskusi secara Informal. Oh ya di acara ini sekaligus jadi ajang reunian saya dengan mantan mahasiswa alumni Lab. Social Computing dan Big Data (SCBD) yang kebanyakan bekerja di Jakarta, juga temen kuliah, dan beberapa temen kantor lama. 

Hari itu saya pulang balik Bandung-Jakarta-Bandung, sesuatu hal yang jarang saya lakukan. Berangkat dari Bandung pukul 2 siang, sampai Jakarta jam 5 sore, jam 7 acaranya, dan jam 10 malem saya sudah balik ke stasiun Gambir untuk naik kereta jam 11 malam. Kenapa saya harus maksa balik malem itu juga, ini karena besok pagi saya harus menjadi moderator acara kuliah umumnya Pak Gubernur Jawa Barat, Kang Emil yang berbicara tentang Smart City, di acara Bandung ICT Expo. Postingan tentang acara ini nanti disambung di entry blog terpisah. 

43024841 10156434772655202 4924678457293537280 n

43045085 10156434772735202 254210747653947392 n

43178788 10156434772805202 7888599834523860992 n

43131563 10156434772875202 2853261669402935296 o

43112855 10156434773020202 4352718091981946880 o

43066082 10156434773365202 8702337944880414720 o

43053698 10156434773110202 2948205138411520000 o

42961468 10156434773470202 6010670172266823680 o

42982614 10156434772950202 1915122627341451264 o

43016006 10156434773220202 8437799183859056640 o

 

 

Tidak Perlu Pamer Dukungan ke Capres

Menjelang pilpres tahun depan timeline medsos saya sudah dipenuhi dengan dukungan teman teman ke salah satu pasangan capres. Saya sedikit banyak paham, dukungan di timeline itu mungkin sama saja maksudnya dengan saya pamer foto foto saya liburan. Namun jika ditelaah lebih jauh, kita ini hanya punya pasangan 2 capres, kalo ga pilih nomer 01 ya pilih nomer 02, demikian sebaliknya. Saya lihat temen temen saya mulai terpolarisasi tajam, ini juga alasan saya males pasang status soal pilpres, ga masang aja udah panas, apa saya mau ikut ikutan manas manasin?

Satu hal yang saya pelajari, jarang sekali temen temen medsos yang pintar belum punya pilihan calon. Jadi mengurangi juga manfaat posting di medsos, yaitu siapa tahu bisa menarik orang yang belum punya pilihan mendukung pilihan yang diberikan.

Memang saya beberapa kali sempat tergoda posting tentang pilpres, tapi kemudian mikir lagi gimana perasaan temen saya yang pilihannya lain, sehingga akhirnya saya ga jadi posting. Menurut saya posting dukungan kurang gitu bermanfaat dalam kondisi masyarakat kita yang gampang panas begini. Sebaiknya sih kita cari info netral sendiri sendiri aja, menetapkan pilihan, tanpa perlu pamer …. itu kalo saya lho .. 😛 ..

 

sumber gambar : google

Pelatihan Social Media Analytics

Saat ini banyak organisasi termasuk bisnis dan pemerintahan yang penasaran dengan proses analitik pada data di media sosial. Pada umumnya mereka sudah mengerti manfaat pengumpulan data pada media sosial yang umumnya berupa data tidak terstruktur atau istilah awamnya Big Data. Mencari pola pengetahuan pada data tidak terstruktur merupakan hal yang cukup kompleks dilakukan. Seringnya eksperimen dan penelitian pada domain permasalahan yang berbeda beda membuat lab. Social Computing dan Big Data mempunyai pengalaman yang mumpuni. Oleh karenanya pelatihan bagaimana menggunakan metode metode untuk memproses data data tidak terstruktur tersebut sangat diperlukan, sehingga muncullah pelatihan “Social Media Analytics” ini.

Pelatihan tanggal 19-20 september ini khusus dilakukan untuk karyawan direktorat jendral pajak pusat, khususnya pada bagian operasional IT. Dengan mengenal Social Media Analytics diharapkan mereka bisa implementasi ekstrasi pengetahuan di media sosial untuk operasional kerja sehari hari. Materi yang dibawakan adalah: 1. Social Media Analytics Workflow. 2. Modelling and Machine Learning. 3. Data Collection. 4. Network Data. 5. Social Network Analysis. 6. Text Network Analysis. 7. Sentiment Analysis. 8. Topic Modelling.

Berikut foto foto acara tersebut: 

IMG 20180919 094607

42247774 10156402308065202 3069643350136061952 n

IMG 20180919 085035

IMG 20180919 082808

IMG 20180919 131107

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Open Publication Customer Experience Based on Big Data

Hello,

my open and free publication entitled “A Core of E-Commerce Customer Experience Based on Conversational Data Using Network Text Methodology” can be downloaded at this link:

http://www.craig.csufresno.edu/ijb/Volumes/Volume%2023/V233-6.pdf

I hope it benefits everyone looking for the reference in big data based customer experience or related business and marketing fields. enjoy

Screen Shot 2018 09 12 at 22 02 04
 

Publikasi Scopus Bulan Agustus 2018

Bulan Agustus 2018 merupakan bulan yang sibuk bagi lab kami (Lab. Social Computing and Big Data). Pada bulan ini ada 4 paper dipresentasikan dalam dua konferensi internasional terindeks scopus (IEEE indexed) yang berbeda. Kedua konferensi tersebut adalah 4Th International Conference on Science and Technology (ICST) yang disellengarakan oleh UGM pada tanggal 7-8 Agustus dan The 2018 Internasional Symposium on Advanced Intelligent Informatics (SAIN-IJAIN) yang disellenggarakan oleh Universitas Ahmad Dahlan pada tanggal 29-30 Agustus. Kedua konferensi tersebut berlangsung di Jogja.

4 Paper yang dipublikasikan adalah puncak hasil penelitian selama satu tahun terakhir dari 4 anggota lab, yang juga merupakan mahasiswa Manajemen Bisnis Telekomunikasi dan Informatika (MBTI), Telkom University. Paper paper tersebut adalah:

1. A Comparative Study of Employee Churn Prediction Model (Nisrina Salma)

2. Analyzing Employee Voice using Real-Time Feedback (Dessy Monica)

3. Artifical Neural Network for Predicting Indonesian Economic Growth using Macroeconomics Indicators (Fahmi Permana)

4. Supporting Invertment Decision using Socio-Economics Issues Exploration and Stock Price Prediction (Tahta Arasyi)

Semoga paper paper diatas memberikan kontribusi yang signifikan kepada khasanah ilmu pengetahuan dan keperluan implementatif

 

Untitled 1

40325563 2149344498638405 8282158506878959616 n

38646917 10156299166475202 8366263484182167552 o

Bandos Kembali Tampil

Setelah hiatus hampir satu tahun lebih, Bandos (Band Dosen) FEB akhirnya tampil kembali. Kali ini di acara malam apresiasi rektor Telkom University tanggal 30 Agustus 2018. Setelah sekian lama absen, ternyata berasa kangen juga ngeband lagi. Saya, bu Irni, pak Brady, pak Yudi, dan pak Asep mulai berlatih untuk acara tersebut. Berhubungan kesibukan masing masing personil yang lumayan, maka mencari jadwal latihan yang cocok merupakan tantangan sendiri. Tapi akhirnya toh berhasil juga latihan beberapa kali dan akhirnya tambil. Menurut saya sih penampilan Bandos sangat bagus, malah rasanya lebih bagus dari pada saat latihan.

Karena tema acara adalah perpisahan, maka lagu yang kami bawakan adalah lagu lagu nostalgia yaitu Andaikan Kau Tahu (Koes Plus) dan Jogjakarta (Kla Project). Berikut video dan fotonya dengan menggunakan kamera hape :

https://www.instagram.com/p/BnKb9SfjE1d/

https://www.instagram.com/p/BnNdWERjD9o/

Menjadi Juri “Indonesia Best eMark Award 2018”

Sudah agak lama rupanya saya tidak update isi blog ini, masalah klasik kesibukan dan lain sebagainya berakibat sulitnya mencari waktu luang untuk ngeblog. Memang menulis itu tidak mudah, apalagi menulis blog yah, padahal post foto di instagram dan post status di twitter / facebook jalan terus lho. Baiklah, saya update aktivitas terakhir yang menurut saya sangat meningkatkan pengetahuan diri, terutama dalam hal pemahaman kemampuan perusahaan di Indonesia dalam implementasi TIK untuk mencapai tujuan bisnisnya. Saya diminta untuk menjadi juri dalam acara penghargaan Indonesia Best eMark Award 2018 yang diselenggarakan oleh majalah SWA dan Telkom University. Penghargaan ini sendiri sudah berlangsung sejak tahun 2015. Tapi baru tahun ke 4 ini (2018), saya bergabung menjadi juri.

Acara penghargaan ini diikuti oleh banyak perusahaan terkemuka di Indonesia, mulai dari sektor perbankan dan keuangan, BUMN, asuransi, kesehatan, otomotif, ekspedisi, startup teknologi, kuliner, dan lain lainnya. Hal utama yang dinilai adalah kemampuan perusahaan bertransformasi dengan memanfaatkan TIK. Terdapat 3 faktor utama yang dinilai yaitu Success Strategy, ICT Governance, dan Business Impact. Dalam penjurian ini kami para juri menilai sekitar 26 perusahaan.

Implementasi TIK untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas operasional perusahaan pun bermacam macam. Ada yang menggunakan solusi kompleks seperti implementasi sistem ERP, mengumpulkan data media sosial untuk mendengarkan suara publik, ada yang menggunakan solusi sensor murah, sampai solusi sederhana hanya menggunakan website atau media sosial untuk promosi. Tidak harus solusi yang lebih kompleks akan menjadi lebih baik, penilaian lebih didasarkan kepada apakah solusi TIK yang dilakukan mempunyai Business Impact yang bagus.

Buat saya pribadi keterlibatan dalam acara ini memberikan pengalaman yang sangat berharga , dalam satu kegiatan saya bisa melihat bagaimana pemahaman TIK di kalangan organisasi bisnis, bagaimana variasi strategi implementasi TIK pada berbagai bidang bisnis, bagaimana organisasi bisnis dan para eksekutifnya menjawab tantangan disrupsi ekonomi, dan juga Business Impact sebagai hadiah transformasi yang mereka lakukan.

 
IMG 20180828 075728
IMG 20180828 073546

Bicara Big Data untuk Aktuaris

Aktuaria adalah ilmu pengelolaan resiko kejadian. Beberapa layanan atau produk membutuhkan keilmuan aktuaria untuk bisa memperkirakan resiko investasi di masa depan, salah satunya pada resiko keuangan dengan contoh implementasinya ada pada industri asuransi. Produk produk asuransi diracik oleh tanggan dingin seorang aktuaris supaya tetap memberikan keuntungan bagi penyedia layanan. Di Indonesia profesi aktuaris tergabung ke dalam asosiasi Perkumpulan Aktuaris Indonesia (PAI). Aktuaris merupakan profesi penting tapi jarang orang tau, seorang aktuaris harus teruji minimal skill matematika nya. Tidak heran profesi ini kekurangan talenta, padahal pemain industri asuransi sangat banyak. Di perguruan tinggi di Indonesua, jurusan aktuaria adalah bagian atau minimal pecahan dari jurusan matematika. Terdapat juga jenjang sertifikasi seorang aktuaris.

Pada tanggal 1 Agustus 2018, PAI mengadakan event Joint Regional Seminar dengan tema peluang dan tantangan aktuaris untuk survive di dunia digital. Salah satu bahasan terpenting tentu saja mengenai fenomena Big Data, Machine Learning, IoT, Blockchain, Cloud Computing dan beberapa bahasan spesifik mengenai asuransi lainnya. Pembicara yang diundang semuanya berasal dari luar negeri, kecuali saya yang mewakili pembicara dalam negeri. Materi yang saya bawakan sendiri berjudul “Uncovers Data Analytics Potential to Accelerate Business Activities through Concept and Case Study”. oh ya daftar lengkap materi saya dan pembicara lain, serta susunan acaranya bisa dilihat di link pdf ini.  Salah satu kejutan yang saya temui di acara ini adalah banyaknya alumni matematika ITB yang hadir karena memang profesi mereka adalah aktuaris. Sekalian mengisi acara sekalian bernostalgia dengan teman teman alumni

berikut foto fotonya 

38292941 10156284526425202 6619170212367302656 n

38195046 10156284526625202 874390762337337344 n

38137255 10156285113775202 6848069558104752128 o

38139462 10156284526440202 6964612215781457920 n

38122090 10156284526420202 641210515321782272 n

38160548 10156284528570202 6778514924978044928 n

38124918 10156284526635202 3422421179166621696 n

38139487 10156284526445202 5810211236675059712 n

 

 

Virgin HM di Pocari Sweat Run 2018

HM adalah Half Marathon, atau jarak berlari sepanjang 21,1km. Sebagai salah seorang penggemar lari, setiap milestone jarak yang ditempuh merupakan hal yang akan selalu dikenang. Bagaimana perjuangan berlari mengalahkan hambatan jarak. Milestone pertama adalah jarak 5km atau disebut sebagai 5K. Pada umumnya lomba lari yang diadakan kategori 5K ini biasanya paling rame, dan diisi umumnya para pemula. Setelah 5K, maka milestone berikutnya adalah 10K, saya beberapa kali mengikuti lomba lari di kategori ini, sehingga saya merasa sudah seharusnya naik kelas menjadi HM. Sesudah HM adalah FM (Full Marathon) dengan jarak 42,195km. Jarak yang melebihi FM, biasanya dinamakan dengan Ultra Marathon.

Sebagai acara untuk memecahkan virgin HM, saya pilih Pocari Sweat Run 2018, tanggal 22 juli 2018. Alasan pemilihan acara ini adalah karena timingnya pas aja. Sebelum acara ini, saya sudah mengikuti lomba 10K di Persib Run dan Wanadri Trail Run. Sementara untuk latihan rutin mingguan, lari jarak 10K sudah sering saya lakukan, sehingga keingginan naik kelas pun muncul. 

Saya dan istri mendaftar HM. Banyak rekan rekan kami yang mendaftar event ini, karena ini event yang lumayan terkenal, bahkan konon tiketnya pun habis hanya dalam waktu 2 hari saja. Beberapa hari menjelang lomba karena kesibukan kantor dan lain sebagainya, saya bahkan belum sempat latihan. Sepanjang latihan lari yang pernah dilakukan, saya hanya pernah mencapai jarak HM selama dua kali, itupun sudah lama sekali. Tapi saya santai saja, memang saya berencana untuk lari dengan pace santai, ini lebih karena sadar kemampuan diri juga. 

Pada hari lomba, kami sampai di tempat start di depan gedung sate. Kami sampai pukul 5 kurang 10 pagi, tidak lama kemudian pukul 5 pas peserta FM sudah berangkat start. Giliran HM start pukul 5.10. Area start penuh banget, sampai bergerak pun susah. Katanya peserta HM ini sebanyak 2500 orang. wah pantas saja sampai berdesak desakan begini. 10km pertama jalur yang diambil adalah dari gedung sate menuju jembatan pasopati menuju jalan pasteur kemudian kembali lagi menuju mesjid pusdai. Jarak 10km selanjutnya lebih banyak melewati jalan jalan kecil dan rindang disekitar jalan riau, sebelum akhirnya finish lagi di depan gedung sate.

Selama lomba saya merasa kuat saja, mungkin karena pace yang saya ambil tidak terlalu cepat. Banyaknya tersedia pos minum pocari / mineral water memberikan energi tambahan pada saat kita sudah kehabisan tenaga. Saya berlari konstan sampai km 15. Setelahnya kecepatan mulai menurun, rasanya kaki berat sekali, namun bukan karena sakit. Pace saya yang awalnya sekitar 7, kemudian turun menjadi 8 atau 9. Sementara istri sudah tertinggal jauh dibelakang sejak km 8.

Akhirnya pas km 19 kaki udah ga bisa kompromi, jadi saya berhenti saja, sambil menunggu istri, karena pengen juga finish bareng (dan dapet fotonya). Saya menunggu cukup lama, sekitar 15-20 menit baru ketemu dengan istri saya dan kemudian berlari bersama menuju finish. Istri saya yang tidak berhenti sejak awal sudah mulai kelelahan, sedangkan saya sudah merasa segar, sehingga yang terjadi adalah saya sedikit menyeret istri menuju finish, biar difotonya bagus …hihihihi..

Akhirnya kami finish bersama. HM dalam waktu 2 jam 45 menit. lumayan lah untuk pemula. dan saya bahagia berhasil melewati satu milestone yaitu kategori lomba HM. 

Sampai jumpa di next HM atau bahkan FM

berikut ini foto fotonya

IMG 9240

IMG 9241

IMG 9252

IMG 3575

IMG 5036

IMG 9180

IMG 9181