Akhirnya Lolos SBMPTN 2020 ke FTI ITB

Pandemi covid 19 membuat sekolah si sulung terhenti sejak maret 2020 kemarin, seperti semua sekolah lainnya. Kalo dipikir kasian juga masa masa terakhir SMA nya cut short , tiba tiba aja sudah lulus SMA. Si sulung ini sekolah di SMA 2, salah satu sekolah negeri favorit di Bandung,  dimana persaingan untuk merebut ranking di kelas cukup berat. Akibatnya dia tidak mendapatkan jatah jalur raport (SNMPTN), kalau tidak salah dia ranking 20an di kelas, jadi sangat jauh untuk menembus seleksi raport. Meskipun agak sedih, ternyata ini justru membawa berkah tersendiri, Temen temennya yang lolos SNMPTN ternyata tidak bisa bebas memilih jurusan yang diinginkan. Sekolah memberikan acuan dan strategi supaya murid murid tersebut keterima di PTN, walaupun di jurusan yang tidak begitu populer.

Si sulung ini sangat bertekad masuk ke jurusan Teknik Industri (tidak mau jurusan lainnya), dengan incaran utamanya adalah FTI ITB. Saya dan istri jadi ngerasa ngeri ngeri sedap, karena FTI ITB termasuk target yang sangat tinggi untuk ditembus. Sebenarnya dia sudah saya daftarkan ke Telkom University, dan sudah di terima di jurusan Teknik Industri sejak akhir 2019. Saya sudah lega, paling tidak cadangan sudah ditangan, walaupun nantinya dia akan berusaha untuk masuk jalur SBMPTN ke ITB melalui ujian tulis (UTBK).  

Karena pandemi covid 19 tidak kunjung selesai, maka banyak terjadi perubahan jadwal, dan juga sampai perubahan jenis tes yang akan diujikan saat UTBK. Si sulung sendiri mendapatkan perubahan jadwal dan tempat, tadinya ujian di ITB, terus berpindah ke SMA 5. Dia memantapkan pilihan pertama adalah FTI ITB, dan pilihan kedua adalah TI Universitas Brawijaya. Kebetulan di Malang ada orang tua saya, jadi kalo dia keterima, bisa tinggal dengan kakek neneknya. Pandemi membawa berkah juga, karena berbulan bulan tidak kemana mana, maka si sulung sangat serius mempersiapkan diri menghadapi UTBK.

Setelah selesai UTBK (tanggal 11 juli), kami menunggu sebulan lebih, sampai diumumkan hasil UTBK pada tanggal 14 Agustus 2020, jam 15:00 sore. Saya dan istri sudah sangat deg degan menunggu hasil tersebut. Tapi semuanya sudah kami rencanakan dengan baik, termasuk backup plan jika tidak diterima di SBMPTN. Tepat pukul 15:00, si sulung tidak berani membuka situs pengumuman, jadinya saya dan istri yang buka barengan di laptop kami. 

Terpampang tulisan, selamat, anda diterima di FTI ITB 

Saya dan istri langsung berpelukan, sementara si sulung masih di kamarnya di lantai atas tanpa tahu hasilnya seperti apa. Kami berdua berlari ke kamarnya. Dan langsung memeluk dengan suka cita. We are the #proudparent.

Saya jadi ingat memory 30 tahun yang lalu, saat diterima di kampus gadjah, saya di Malang, dan hasil UMPTN waktu itu di print di koran, yang melihat hasil UMPTN saya adalah orang tua saya, karena saya ga berani lihat sendiri 😀

Screenshot dari halaman SBMPTN dan nilai yang diperoleh (rata rata 631)

Alhamdulilah 

117824291 10158339769850202 8231967697812149285 o

WhatsApp Image 2020 08 15 at 10 57 33 PM

Literasi Big Data untuk Anak dari Anak Bertanya

Anak Bertanya asuhan Prof Hendra Gunawan selalu konsisten memberikan pencerahan kepada anak anak untuk menjawab sifat keingintahuan mereka yang sangat besar.  Anak Bertanya menghadirkan para ahli di bidangnya masing masing untuk menjawab pertanyaan pertanyaan tersebut. Saya sudah beberapa kali ikut kegiatan, baik sebagai peserta, maupun sebagai pengisi acara (narasumber). Yang ingin saya share disini adalah sharing yang terakhir saya lakukan  mengenai topik “BIG DATA” untuk anak anak.

Berikut tautan videonya, semoga pencerahan yang saya sampaikan, bahasanya bisa mudah dimengerti ya. Mohon diberikan masukan.

HAKI Pertama

Intellectual Property atau dikenal dalam bahasa indonesia “Hak Atas Kekayaan Intelektual” adalah suatu hak yang muncul dari hasil olah pikir yang menghasilkan produk atau proses yang bermanfaat untuk umat manusia. Biasa para peneliti, inovator, dan orang orang di bidang R&D dari suatu organisasi yang mengajukan HAKI ke suatu badan di negara tersebut. Pengakuan HAKI sangat penting, jika nanti timbul suatu perselisihan atau klaim akibat dari nilai ekonomis yang dihasilkan dari produk yang di HAKI kan.

Dosen atau peneliti seperti saya seharusnya bisa membuat banyak HAKI atas hasil penelitan / penemuan yang dihasilkannya. Sayangnya selama ini saya tidak terlalu memahami HAKI dan aturannya, akibatnya setelah hampir 10 tahun ngedosen, saya belum pernah mengajukan HAKI. Padahal salah satu poin performansi dosen itu adalah menghasilkan HAKI.

Untungnya saya mendapatkan hibah dari RISTEKDIKTI selama 2 tahun (2019-2020), dimana salah satu luaran yang harus dihasilkan dari hibah tersebut adalah HAKI. Dengan dibantu oleh Klinik HAKI kampus Telkom University, akhirnya brojol juga HAKI saya pertama atas produk “Personality Measurement Platform”, yaitu suatu platform yang mendeteksi kepribadian manusia berdasarkan teks hasil postingan di media sosial. Teks tersebut harus berbahasa Indonesia. Platform ini mampu mendeteksi bahasa informal (slank dan gaul) dan kemudian memetakan ke kualitas karakter orang yang posting teks tersebut.

Oh ya hibah riset yang menghasilkan HAKI ini berjudul “Model Ontologi Pemetaan Kepribadian Manusia dari Jejak Digital Teks Bahasa Indonesia”

 

Screen Shot 2020 07 20 at 14 16 36

Big Data Jalur Pelari

Sebagai seorang yang tertarik dengan data dan menyukai lari, maka sering sekali muncul pertanyaan di kepala saya, jalur lari mana yang populer di lingkungan sekitar kita. Sebagai contoh di kota Bandung (dan kota kota lainnya juga), kita bisa mengamati daerah atau jalur mana yang menjadi favorit para pelari. Strava sebagai jejaring sosial para atlit profesional dan hobbyist tentunya mempunyai big data perilaku penggunanya, makanya dengan mudah dapat dibuat global heatmap, yang menunjukkan daerah yang sering dilewati para atlit tersebut. Ada tersedia jalur lari, jalur bersepeda, dan juga jalur berenang.

Saya hanya tertarik pada jalur pelari, yang ada di  daerah kota Bandung, dan area lingkungan tempat saya tinggal (KBP di Bandung Barat). Berikut  heatmap  dari Kota Bandung dan sekitarnya. Terlihat para pelari lebih suka lari di tengah kota Bandung, di Bandung Utara, dan di area KBP

Screen Shot 2020 08 06 at 13 03 17

Lebih mendetail gambar level jalan raya di area tengah kota Bandung

Screen Shot 2020 08 06 at 13 03 49

Dan yang terakhir adalah jalur di area dalam kompleks perumahan Kota Baru Parahyangan (KBP), daerah tempat saya lari sehari hari

Screen Shot 2020 08 06 at 13 04 12

Cukup mengasyikkan bukan, tahu daerah daerah populer untuk berlari. Kalo misalnya kita ingin pergi ke suatu kota dimana kita gak tahu enaknya lari di daerah mana, mungkin bisa dicoba info seperti diatas. Boleh juga dicoba untuk kategori bersepeda, dan berenang, tergantung hobi masing masing.

Narasumber Webinar Selama Pandemi

Kalo pada kondisi normal, saya biasa diundang menjadi narasumber seminar atau konferensi, tentu akan memikirkan / menjadwalkan agenda acara sedetail mungkin, sampai dengan perencanaan perjalanan, agar tidak menganggu jadwal ngantor dan juga jadwal persiapan pembuatan materi untuk disampaikan. Di era pandemi ini, saya jadi memproleh banyak sekali tawaran untuk mengisi webinar, mentang mentang gak perlu pake perjalanan jauh, maka dalam beberapa kesempatan webinar, bisa terlaksana seminggu sampai 3-4 kali. Work From Home malah tidak mengurangi aktivitas, malah semakin menjadi jadi kegiatan sharng dan webinar, tentu rekan rekan semua merasakan hal yang sama. 

Beberapa aktivitas dimana saya jadi narasumber dan kegiatan berkaitan dengan webinar adalah sebagai berikut

1. ini bicara paket lengkap fenomena dan teknologi kekinian society 5.0, big data, Ai, dan Blockchain. Kegiatan diselenggarakan oleh MM FEB UGMAndrybrew 1592887648

2. diskusi data science / data social media untuk memprediksi kepribadian manusia, kegiatan diselenggarakan oleh Fakultas Psikologi UI

Andrybrew 1591348971

3. short online course diselenggarakan oleh FEB Telkom University, dengan materi Pengenalan Blockchain

Andrybrew 1590664639

4. bareng dengan istri menjadi narasumber mengenai state-of-the-art penelitian dan potensi aplikasi blockchain

Andrybrew 1594122469

5. narasumber webinar dan workshop data science in economics, yang diselenggarakan oleh ASCEE

Andrybrew 1594092292

6. narasumber untuk satu data indonesia (Bappenas) berdiskusi mengenai blockchain technology dan data analytics

Andrybrew 1594191347 1

7. narasumber big data : research methodology for social science untuk IAPA

Andrybrew 1594017761 1

8. ngabuburit bincang blockchain

Andrybrew 1587457018

9. narasumber talenta digital di industri 4.0

Andrybrew 1588220798

10. wawancara di IG live tentang blockchain

Andrybrew 1592206703

11. moderator webinar big data dan data analytics, diselenggarakan oleh MM FEB Telkom University

Andrybrew 1592219235

12. narasumber Big Data capacity building, Bank Indonesia

0

13. host dan moderator acara meetup masyarakat AI Indonesia

Photo 2020 07 20 22 31 18

14. Big Data for Central Bank Policy, Bank Indonesia

94149281 10157968955955202 1987904258376204288 o

Satu Abad ITB

ITB baru saja berulang tahun ke 100 pada tanggal 3 juli 2020. Saya menghabiskan hampir 12 tahun hidup saya menimba ilmu di ITB. Antara tahun 1990-1996 menjadi mahasiswa S1 jurusan Matematika (FMIPA), sedangkan antara 2012 sampai dengan awal tahun 2018 saya adalah mahasiswa doktoral STEI (Sekolah Teknik Elektro dan Informatika). Banyak sekali pengalaman hidup, intelejensia, sosial, dan spiritual tertempa selama saya menjadi anggota civitas academica ITB.

Kini sesudah saya mengarungi dunia saya sendiri, saya ingin mengucapkan terima kasih atas pengalaman yang diberikan. Selamat ulang tahun seabad ITB, semoga sumbangsihmu semakin besar untuk negeri ini. 

Saya sempatkan mampir ke ITB weekend ini dan berpose diantara dua pilar fakultas / sekolah saya, yaitu FMIPA dan STEI

Photo 2020 07 06 09 06 19

Photo 2020 07 06 09 06 25

Photo 2020 07 06 09 06 28

Photo 2020 07 06 09 06 33

 

 

Isu Rasialisme pada Kerusuhan di US

Kerusuhan yang terjadi di Amerika (Riot in USA) beberapa hari terakhir ini diduga karena isu rasial. Setelah ngubek ngubek percakapan di Twitter memang terbukti isu rasial merupakan isu dominan yang melatari demo di kota kota besar di US. Gerakan Black Lives Matter yang muncul sejak beberapa tahun belakangan menjadi semakin intense karena kejadian terbunuhnya George Floyd oleh polisi kulit putih di Mineapolis.  

50 tahun yang lalu US masih implementasi hukum segregasi, ini sudah menjadi budaya yang mengakar di masyarakatnya, tidak akan mudah dihilangkan begitu saja. Seperti di Indonesia, jaman diponegoro masyarakat kita sudah terkenal murah senyum, sampai sekarangpun (sudah ratusan tahun), kita tetap murah senyum. Ini menunjukkan bahwa 50 tahun itu masih terhitung sebentar untuk merubah budaya.

Anyway hasil discourse network analysis, diperoleh kata kata dominan berikut. Terdapat juga tweet dari Trump, namun tidak terlalu dominan, walaupun tweet Trump malah tidak “wise”, alias tidak membuat demo menjadi semakin reda. Bersyukur di Indonesia, kita tidak begitu. Warna ungu dan warna hijau merupakan kumpulan kata kata dominan. yang kata kata tidak dominan tidak saya tunjukkan. 

Screen Shot 2020 05 30 at 13 37 18

Menjadi Penguji Sidang Disertasi S3

Kalo dipikir pikir waktu kuliah S1 dulu, saya ga kepikir bakal nerusin kuliah sampai S3, tapi ternyata semesta mendukung saya untuk kuliah S3 di kampus paling keren di Indonesia, di bidang keilmuan yang sulit dan bergengsi. Setelah berhasil lulus S3 di tahun 2018, kejutan lain muncul, saya diminta kolega dosen di kampus telkom untuk menjadi penguji (luar) beliau untuk sidang terbuka / sidang promosi di prodi Doktoral (S3) Statistika, IPB Bogor. Jenjang S3 Statistika, bukanlah maen maen, ini bidang ilmu. yang membuat saya harus belajar belajar lagi.

Memang persyaratan saya dipilih jadi penguji adalah karena bidang saya saat ini komputasi Big Data, dan rekam jejak S1 di matematika ITB, sehingga dianggap layak untuk menguji bidang keilmuan statistika (dalam konteks aplikasi statistika tentunya). Sidang ini awalnya akan dilaksanakan pada tanggal 20 maret 2020, tapi berhubung ada pandemi corona, akhirnya sidang dimundurkan menjadi 28 april secara online via zoom. Pengalaman pertama nyidang disertasi plus pengalaman pertama nyidang online pula.

Pengalaman pertama deg degan tapi mengasyikkan, semoga terus diberikan tantangan tantangan selanjutnya sebagai akademisi. 

94999929 10157997963755202 4167632923106738176 n

94879114 10157997963385202 1520931151684829184 n95261886 10157997963415202 1983906584421466112 n

95333517 10157997963465202 9116361522220630016 n94573129 10157997963795202 7072930861489848320 n

Mampir ke Gudangnya Data (Badan Pusat Statistik)

Sebagai orang data, maka salah satu cita cita utama adalah maen dan berdiskusi dengan lembaga pusat data, nah kalo di indonesia, lembaga resmi pemerintah itu namanya Badan Pusat Statistik (BPS). Seminggu sebelum pandemic covid19, yaitu tanggal 10 Maret 2020, saya diundang mas Tio (Setia Pramana, PhD) untuk sharing “Social Media Analytics” ke BPS.

Seharian saya berbagi mengenai fenomena, teori, dan praktek mencari pola pada data data yang berasal dari media sosial. BPS sangat memperhatikan implementasi Big Data dalam metodologi mereka, makanya mas Tio diangkat untuk meleverage keilmuan tersebut, dengan salah satu caranya mengundang beberapa narasumber untuk sharing, salah satunya saya. Pengalaman dan diskusi yang menyenangkan, thanks mas Tio.

89139982 10157811393410202 6172514156411879424 o

89656799 10157811393655202 5449853344417841152 o

89358227 10157811393840202 206713657810223104 o

89354542 10157811393550202 8832448202381721600 o

89273276 10157811394105202 1901241842796593152 o

89731603 10157811394265202 4041091942342197248 o

Project otak atik Discourse Network Analysis (DNA) Skala Besar pada Berita Global Coronavirus

DNA digunakan untuk mencari maksud/tujuan, agenda, motivasi, selain juga aktor advokasi, dan koalisi /persekongkolan (bisa yang tertulis pada dokumen, bisa dari debat verbal, dan bisa juga dari pidato). DNA merupakan kombinasi studi kualitatif analisa konten dan studi kuantitatif analisa struktur jejaring sosial (SNA) / aktor. Analisa kualitatif dokumen skala besar sangat sulit dilakukan, maka dari itu dimulai dari analisa kuantitatif dulu untuk menyaring/mereduksi dokumen menjadi topik topik penting menggunakan analisa jejaring teks.

Sumber data : https://blog.aylien.com/free-coronavirus-news-dataset/

Jumlah berita : 550.000 berita bahasa inggris

Durasi : 1 november 2019 – 5 april 2020

Topik / tema : berita yang berkaitan dengan coronavirus

Sumber : 400 media internasional

Ukuran file : 7.6 GB

Dari sumber berita diatas diperoleh jejaring teks sebesar 270.616 kata dan 14.277.297 hubungan antar kata tersebut, wow sangat besar jaringannya. Sepertinya butuh HPC atau pake kekuatan komputer cloud. Berhubung lagi WFH, sehingga ga bisa ke lab kampus, yah udah dikerjain perhitungannya di rumah pake modifan koding setengah inget setengah lupa pas disertasi dulu (python dan neo4J).

Topik 1 (kata dominan china-pandemic-public) : menceritakan bagaimana pandemic diawali di china, kemudian muncul anjuran social-distancing, karena ada isu dengan emergency-healthcare yang overload. yang menarik dari topik ini ada pola dibelakang yang tidak terlihat jelas (non-obvious), yaitu trump-political-law dan necessary-measures-serious-risk menunjukkan berita pernyataan trump menanggapi munculnya pandemic saat itu.

Topik 2 (kata dominan market-global-economy-business ) : isu ekonomi dominan pada topik ini sebagai akibat dari lockdown yang terjadi hampir diseluruh negara di dunia. ada dua klaster berdekatan america-shares-domestic dan investment-interest-expect menunjukan harapan iklim investasi di USA (growing) meskipun ada ancaman pandemic. selain itu terdapat klaster berita negatif, dengan kata decline-reduce aktivitas ekonomi yang berakibat unemployment, sayang kata tersebut tidak mencapai Top50 di topik ini.

Topik 3 (kata dominan coronavirus-medical-health-infected-quarantine) : isu kesehatan dominan pada topik ini, termasuk berita kematian, dan upaya untuk mereduksi penyebarannya government-flight-suspended dan school-hospital-isolation. berita banyak memunculkan kondisi kesehatan pada beberapa kota/negara di dunia, seperti wuhan-london-italy-australia.

Topik 4 (kata dominan provided-mask-food-important) : fokus pada anjuran untuk pencegahan penyebaran virus dan menjaga daya tahan tubuh muncul dari kata kata distance-touch-directly, check-physical-app, keeping-healthy-sense-clean, dan wearing-protective-cover. Akhirnya ketemu 4 topik atau agenda utama yang dominan dari ratusan ribu berita diatas.

Analisa aktornya belum dilakukan, monggo yang berminat silahkan barengan ngulik dataset diatas. kalo dapat cerita menarik, kita jadikan publikasi ilmiah. cara analisanya aktornya bebas, barangkali ada yang mempunyai ide ide brilian untuk data skala besar tersebut, tapi jangan minta saya untuk ngajarin lho ya, biar ketemu cara yang berbeda (bahkan lebih baik mungkin).

Modularity0blacklogoModularity1blacklogoModularity2blacklogoModularity3blacklogo