Bicara Big Data untuk Aktuaris

Aktuaria adalah ilmu pengelolaan resiko kejadian. Beberapa layanan atau produk membutuhkan keilmuan aktuaria untuk bisa memperkirakan resiko investasi di masa depan, salah satunya pada resiko keuangan dengan contoh implementasinya ada pada industri asuransi. Produk produk asuransi diracik oleh tanggan dingin seorang aktuaris supaya tetap memberikan keuntungan bagi penyedia layanan. Di Indonesia profesi aktuaris tergabung ke dalam asosiasi Perkumpulan Aktuaris Indonesia (PAI). Aktuaris merupakan profesi penting tapi jarang orang tau, seorang aktuaris harus teruji minimal skill matematika nya. Tidak heran profesi ini kekurangan talenta, padahal pemain industri asuransi sangat banyak. Di perguruan tinggi di Indonesua, jurusan aktuaria adalah bagian atau minimal pecahan dari jurusan matematika. Terdapat juga jenjang sertifikasi seorang aktuaris.

Pada tanggal 1 Agustus 2018, PAI mengadakan event Joint Regional Seminar dengan tema peluang dan tantangan aktuaris untuk survive di dunia digital. Salah satu bahasan terpenting tentu saja mengenai fenomena Big Data, Machine Learning, IoT, Blockchain, Cloud Computing dan beberapa bahasan spesifik mengenai asuransi lainnya. Pembicara yang diundang semuanya berasal dari luar negeri, kecuali saya yang mewakili pembicara dalam negeri. Materi yang saya bawakan sendiri berjudul “Uncovers Data Analytics Potential to Accelerate Business Activities through Concept and Case Study”. oh ya daftar lengkap materi saya dan pembicara lain, serta susunan acaranya bisa dilihat di link pdf ini.  Salah satu kejutan yang saya temui di acara ini adalah banyaknya alumni matematika ITB yang hadir karena memang profesi mereka adalah aktuaris. Sekalian mengisi acara sekalian bernostalgia dengan teman teman alumni

berikut foto fotonya 

38292941 10156284526425202 6619170212367302656 n

38195046 10156284526625202 874390762337337344 n

38137255 10156285113775202 6848069558104752128 o

38139462 10156284526440202 6964612215781457920 n

38122090 10156284526420202 641210515321782272 n

38160548 10156284528570202 6778514924978044928 n

38124918 10156284526635202 3422421179166621696 n

38139487 10156284526445202 5810211236675059712 n

 

 

Virgin HM di Pocari Sweat Run 2018

HM adalah Half Marathon, atau jarak berlari sepanjang 21,1km. Sebagai salah seorang penggemar lari, setiap milestone jarak yang ditempuh merupakan hal yang akan selalu dikenang. Bagaimana perjuangan berlari mengalahkan hambatan jarak. Milestone pertama adalah jarak 5km atau disebut sebagai 5K. Pada umumnya lomba lari yang diadakan kategori 5K ini biasanya paling rame, dan diisi umumnya para pemula. Setelah 5K, maka milestone berikutnya adalah 10K, saya beberapa kali mengikuti lomba lari di kategori ini, sehingga saya merasa sudah seharusnya naik kelas menjadi HM. Sesudah HM adalah FM (Full Marathon) dengan jarak 42,195km. Jarak yang melebihi FM, biasanya dinamakan dengan Ultra Marathon.

Sebagai acara untuk memecahkan virgin HM, saya pilih Pocari Sweat Run 2018, tanggal 22 juli 2018. Alasan pemilihan acara ini adalah karena timingnya pas aja. Sebelum acara ini, saya sudah mengikuti lomba 10K di Persib Run dan Wanadri Trail Run. Sementara untuk latihan rutin mingguan, lari jarak 10K sudah sering saya lakukan, sehingga keingginan naik kelas pun muncul. 

Saya dan istri mendaftar HM. Banyak rekan rekan kami yang mendaftar event ini, karena ini event yang lumayan terkenal, bahkan konon tiketnya pun habis hanya dalam waktu 2 hari saja. Beberapa hari menjelang lomba karena kesibukan kantor dan lain sebagainya, saya bahkan belum sempat latihan. Sepanjang latihan lari yang pernah dilakukan, saya hanya pernah mencapai jarak HM selama dua kali, itupun sudah lama sekali. Tapi saya santai saja, memang saya berencana untuk lari dengan pace santai, ini lebih karena sadar kemampuan diri juga. 

Pada hari lomba, kami sampai di tempat start di depan gedung sate. Kami sampai pukul 5 kurang 10 pagi, tidak lama kemudian pukul 5 pas peserta FM sudah berangkat start. Giliran HM start pukul 5.10. Area start penuh banget, sampai bergerak pun susah. Katanya peserta HM ini sebanyak 2500 orang. wah pantas saja sampai berdesak desakan begini. 10km pertama jalur yang diambil adalah dari gedung sate menuju jembatan pasopati menuju jalan pasteur kemudian kembali lagi menuju mesjid pusdai. Jarak 10km selanjutnya lebih banyak melewati jalan jalan kecil dan rindang disekitar jalan riau, sebelum akhirnya finish lagi di depan gedung sate.

Selama lomba saya merasa kuat saja, mungkin karena pace yang saya ambil tidak terlalu cepat. Banyaknya tersedia pos minum pocari / mineral water memberikan energi tambahan pada saat kita sudah kehabisan tenaga. Saya berlari konstan sampai km 15. Setelahnya kecepatan mulai menurun, rasanya kaki berat sekali, namun bukan karena sakit. Pace saya yang awalnya sekitar 7, kemudian turun menjadi 8 atau 9. Sementara istri sudah tertinggal jauh dibelakang sejak km 8.

Akhirnya pas km 19 kaki udah ga bisa kompromi, jadi saya berhenti saja, sambil menunggu istri, karena pengen juga finish bareng (dan dapet fotonya). Saya menunggu cukup lama, sekitar 15-20 menit baru ketemu dengan istri saya dan kemudian berlari bersama menuju finish. Istri saya yang tidak berhenti sejak awal sudah mulai kelelahan, sedangkan saya sudah merasa segar, sehingga yang terjadi adalah saya sedikit menyeret istri menuju finish, biar difotonya bagus …hihihihi..

Akhirnya kami finish bersama. HM dalam waktu 2 jam 45 menit. lumayan lah untuk pemula. dan saya bahagia berhasil melewati satu milestone yaitu kategori lomba HM. 

Sampai jumpa di next HM atau bahkan FM

berikut ini foto fotonya

IMG 9240

IMG 9241

IMG 9252

IMG 3575

IMG 5036

IMG 9180

IMG 9181

Menjadi Narasumber Berdua Dengan Istri

Baru pertama kali mengisi acara workshop menjadi narasumber berdua, berduet dengan istri. Rasanya seru juga, sekalian jalan jalan bareng. Jadi ceritanya istri mendapatkan undangan untuk sharing di workshop penulisan karya ilmiah untuk jurnal nasional dan internasional dari Politeknik Negeri Pontianak (Polnep). Yang mengundang adalah jurusan Teknik Elektro. Berhubung keilmuan istri tidak langsung berhubungan dengan elektro, maka dia menawarkan ke panitia untuk didampingi saya sebagai lulusan Teknik Elektro (dan Informatika), biar nanti kalo ada pembahasan materi penelitian spesifik di area tersebut, narasumber bisa memberikan feedback langsung.

Acara workshop berjalan ramai dan seru, banyak pertanyaan dari peserta yang semuanya adalah dosen dosen Polnep. Setelah sesi presentasi dan tanya jawab mengenai teknis dan tips penulisan publikasi, acara dilanjutkan dengan sesi pembahasan / pemberian masukan ke publikasi yang sedang dibuat oleh para dosen. Disini acara berjalan seru, dengan diskusi yang cukup dalam. Semoga ilmu yang kami share bisa bermanfaat buat para peserta.

Oh ya, kebetulan kita berdua belum pernah berkunjung ke kota Pontianak sebelumnya, alhasil kita bukan hanya pergi berdua saja, tapi  langsung bawa sekalian si sulung dan si bungsu. Jadi Kita sekeluarga berempat pergi ke Pontianak. Setelah acara workshop, kita menginap dua hari (selama weekend) untuk menjadi turis di Pontianak. Kesan saya terhadap Pontianak adalah kota kuliner yang luar biasa. Pulang ke Bandung, berat badan tambah 2kg

Berikut foto foto acara workshop (bukan acara jalan jalannya). 

36745661 10156220991090202 5496537186499035136 n

36786390 10156220990750202 5429958020815650816 o

36677969 10156220990990202 4002202379276517376 n

36684843 10156220990395202 1481557966711685120 n

36826267 10156220990570202 6329781831428210688 n

36675033 10156220990775202 3316560783759900672 n

Fenomena Big Data di Berbagai Sektor (Tulisan Koran PR)

Setelah terbit tulisan pertama saya (bersama bu Lia) mengenai Big Data di koran Pikiran Rakyat, kali ini terbit lagi tulisan kami berdua di koran Pikiran Rakyat tanggal 2 Juli 2018. Ide dari tulisan kali ini adalah mengenai implementasi / fenomena Big Data dalam berbagai sektor kehidupan. Tidak tanggung tanggung tulisan dibagi menjadi 5 artikel yang terdiri dari: 1. Pengenalan fenomena Big Data. 2. Big Data pada sektor pemerintahan. 3. Big data untuk akademisi. 4. Big Data untuk bisnis. 5. Big Data untuk kehidupan sosial masyarakat.

Semoga tulisan kami bermanfaat dan mencerahkan rekan rekan yang sedang memahami / mempelajari Big Data.

Berikut cuplikan beberapa artikel tulisan kali ini.

36521298 10156211065935202 4165800217611862016 n

36604941 10156211065940202 4676668873615867904 n

36457855 10156211065910202 4103679945241264128 n

36499878 10156211065920202 814148846669004800 n

36448091 10156211066040202 2485560933552750592 n

36544839 10156211066070202 9026254680308580352 n

 

Mudik Lebaran 2018

Musim mudik lebaran 2018 ini diramaikan dengan berfungsinya tol tol fungsional sepanjang jalur mudik pulau jawa. Tol fungsional adalah tol sementara melewati jalur jalur yang nantinya akan digunakan sebagai jalur tol jawa. Beberapa ruas seperti Batang-Semarang, Salatiga-Solo, Nganjuk-Jombang masih berupa jalan jalan temporer (beton, aspal kasar, dll). Bahkan jembatang Kalikuto di Jawa Tengah yang menghubungkan tol fungsional tesebut baru selesai dibuat 2 hari menjelang lebaran. Saya dan keluarga tahun ini mudik jalur Bandung-Malang jadi bisa sedikit sharing / review mengenai jalur jalur yang kami lewati tersebut.

Kami berangkat dari Bandung tanggal 11 Juni 2018 pagi hari setelah sahur atau H-5 lebaran. Perjalanan menuju kota Malang menggunakan jalur selatan dengan rencana menginap semalam di sekitaran pantai Gunung Kidul (sebelah timur kota Jogja). Kami sengaja  tidak melakukan reservasi tempat menginap, karena tidak bisa memperkirakan dengan pasti jam berapa sampai di lokasi. Perjalanan dilakukan menusuri Nagrek, Tasikmalaya, menuju Kebumen, sebelum masuk kota Kebumen kami berbelok ke selatan, mengambil jalur pantai selatan jawa yang sangat indah dan sepi menuju Wates (Jogja). Dari Wates kami teruskan ke arah pantai Gunung Kidul. Kami sampai di pantai menjelang maghrib, sehingga agak kesulitan mencari penginapan yang sesuai dengan harapan (harapan kami penginapan yang menghadap ke pantai). Saat mencari kami sampai ke pantai Sundak, dan menemukan penginapan murah Omah Sundak. Biaya semalam adalah 350 ribu / kamar untuk 4 orang. Karena keburu capek dan harga yang masuk akal, kami tidak menawar lagi. Jadilah kami mengambil penginapan tersebut. Saya sendiri langsung tertidur pulas sehabis seharian nyupir … 

Bangun pagi hari kami dikagetkan pemandangan indah ke arah pantai dari tempat kami menginap. Lihat fotonya berikut, indah khan ?. 

35058177 10156162078570202 5272774617352634368 n

Pemandangan Pantai Sundak dari Balkon Kamar

Dilihat dari harga yang dibayarkan, maka penginapan tersebut sangatlah murah. Kami habiskan pagi itu bermain di pantai sampai tidak terasa sudah pukul 11 siang.  Setelah check out perjalanan kami teruskan ke arah kota Solo untuk mencoba tol Solo – Surabaya. Jalan tol yang kami lalui sangat memperlancar perjalanan kami, sayangnya saat mencapai Nganjuk, kami diminta keluar dari jalan tol fungsional tersebut. Ditengah keheranan kami baca sekilas pemberitahuan kalau tol fungsional dibuka dari jam 6 pagi sampai 5 sore, wah tahu gitu tadi berangkat dari pantainya ga usah siang siang. Berhubung sudah keluar tol, maka perjalanan Nganjuk-Malang via Jombang terasa lama, karena selain kepadatan jalan, simpang lampu merah, dan juga kondisi aspal yang banyak keriting.

Tidak mau mengulangi kesalahan saat arus mudik, perjalanan arus balik Malang-Bandung, kami rencanakan sebaik mungkin. Kami berangkat setelah subuh dari malang menuju Surabaya pada tanggal 19 Juni.  Rencananya kami akan terus berada di jalan tol (biasa dan fungsional) mulai dari Surabaya sampai Bandung. Di Jawa Timur dari Surabaya menuju Jombang, jalan tol resmi dan sangat bagus (nama resminya Jalan Tol Salatiga-Kertosono). Jalan tol ini termasuk baru, beberapa rest area masih dibangun ala kadarnya, namun toilet, mushola, mini market, warung, bahkan sampai ATM pun tersedia. Di jalan tol ini kami bisa melaju 130-140 kpj dengan santainya. Setelah Jombang, kami melewati jalan tol fungsional yang berbentuk jalan darurat terbuat dari beton cor, dan beberapa jalan tanah. Di ruas ini mobil hanya bisa melaju 40-60 kpj. Ruas ini berhenti di Nganjuk dan berganti jalan tol biasa, sehingga kami bisa memacu mobil kembali diatas kecepatan 100 kpj.

Tol biasa rute dari Nganjuk hanya sampai kota Solo, selebihnya kami harus keluar jalan tol untuk menuju Salatiga.  Akibatnya dengan menggunakan jalan raya biasa, jarak sekitar 40 km kami tempuh dalam waktu cukup lama (2.5 jam). Sesampai di Salatiga kami kembali memasuki jalan tol biasa menuju tol lingkar Semarang. Selanjutnya dari Semarang – Batang kami melewati kembali tol fungsional dengan berbagai macam jenis jalan, tapi overall kami masih bisa berjalan rata rata sekitar 80 kpj. Perjalanan dilanjutkan menuju tol Pejagan, tol PaliKanci, tol Cipali, dan akhirnya tol Purbaleunyi sampai ke kota Bandung. Sepanjang tol PaliKanci sampai tol Cipali diberlakukan kebijaksanaan contra flow, sehingga arus balik berjalan sangat lancar. 

Total perjalanan Malang – Bandung tahun ini adalah 15 jam, ini merupakan rekor tersendiri karena pada mudik mudik sebelumnya kami biasanya membutuhkan waktu 24 jam lebih. Bravo manajemen transportasi mudik tahun ini  !! Perjalanan jadi lebih lancar dan lebih tidak capek …

 

35817921 10156181204445202 7116037605698830336 n

Sunset di tol Palimanan

Posisi Manajerial

Posisi manajerial atau struktural manajerial pada suatu organisasi adalah posisi inti (pemimpin / nahkoda) pada bidangnya masing masing untuk mendukung keberlangsungan operasional organisasi. Demikian juga pada organisasi pendidikan (kampus). Posisi manajerial tentunya bertolak belakang dengan posisi dosen biasa. Walaupun pengisi posisi tersebut biasanya diambil dari dosen biasa juga. Namun ada perbedaan signifikan adalah, dosen biasa hanya cukup memikirkan beban kerja pribadi, apakah aktivitasnya sudah memenuhi syarat minimal pada pengajaran, riset, dan pengabdian masyarakat. Tidak jarang beberapa dosen pandai mengatur waktu sehingga, mereka bisa berkarya lebih seperti mempunyai waktu untuk membuat riset lebih banyak, menulis buku, proyek pengabdian masyarakat dan lain sebagainya. Namun semua itu masih terpusat pada target pribadi. Bahkan mungkin malah banyak juga yang tidak tahu (tidak memperoleh informasi) mengenai kondisi strategis kampus, day to day atau month to month operation, karena aktivitas berpusat pada masing masing individu dosen. 

Jabatan manajerial membuat kita berpikir lebih luas (makro), membuat kebijaksanaan, menjalankan pelaksanaan kegiatan, melakukan pengawasan, dan evaluasi kegiatan berkerja sama dengan organ fungsi lain di kampus. Tujuannya adalah untuk pengembangan kampus dan “sustainibility”nya. Saya sendiri bukan orang yang belajar khusus mengenai organisasi, tapi rasanya saya bisa memperkirakan bagaimana caranya mendukung tujuan (visi dan misi) kampus. 

Tulisan ini berkaitan dengan kabar terbaru “agak mengejutkan” yang saya terima beberapa hari yang lalu, yaitu promosi untuk mengisi salah satu jabatan manajerial di kampus. Menjadi bagian dari manajemen bukan merupakan pekerjaan mudah. Akan terjadi perubahan paradigma, dari yang terbiasa prioritas kerja dosen biasa, sekarang saya harus berpikir lebih luas. Tugas saya di research center, yang artinya lebih banyak fokus kepada “enhance” aktivitas riset dalam bentuk kolaborasi, hibah, kemudian juga aplikasinya ke dalam dunia nyata. Salah satu output nyatanya adalah Non Tuition Fee. Cukup berat, tapi rasanya tidak perlu kuatir, karena potensi dosen di kampus cukup besar untuk mendukung hal hal diatas, tinggal dikondisikan saja.

Tapi sepertinya nanti saya tidak akan bisa sering sering untuk update blog seperti sebelumnya, but lets see ..

 

IMG 5653

Quora: Aplikasi Tanya Jawab Bahasa Indonesia

Penyedia layanan tanya jawab secara crowdsourcing sudah sejak lama ada. Quora adalah salah satunya. Aplikasi Tanya Jawab Crowdsourcing, tidak berbeda jauh dengan aplikasi penulisan katalog pengetahuan melalui crowdsourcing seperti Wikipedia. Crowdsourcing adalah mekanisme dimana netizen dengan cara demokratis bekerja sama secara peer untuk menghasilkan konten yang bagus. Mekanisme bisa berupa voting, dimana konten atau jawaban dengan voting terbanyak merupakan konten atau jawaban yang paling baik. Dengan mekanisme tersebut, maka konten atau jawaban melalui proses crowdsourcing akan konvergen menuju jawaban terbaik. 

Di Quora terdapat banyak sekali pertanyaan pertanyaan yang akhirnya juga bisa memperluas pengetahuan. Kita selain berpartisipasi memberikan jawaban, juga bisa bertanya mengenai segala hal, mulai hal hal yang ringan, sampai hal hal yang bersifat akademis atau filosofis yang lebih serius. Fitur yang menarik dari Quora terakhir ini adalah tersedianya layanan dalam bahasa Indonesia, sehingga hal ini sangat bagus untuk membantu mencerdaskan netizen Indonesia. Silahkan ditengok

Oh ya sebelum bisa mengakses Quora bahasa Indonesia, kita harus mendaftar dulu, mungkin ini masih sementara, selanjutnya rasanya kita akan otomatis bisa akses langsung fitur bahsa Indonesianya. Berikut contoh Quora bahasa Indonesia di Iphone. Selamat mencoba

 

IMG 5525

Membiasakan Review Tempat Makan

Saya dan keluarga punya hobi cukup boros yaitu makan di luar, ini lebih karena saya dan istri sama sama sibuk dengan aktivitas sehari hari, sehingga tidak selalu punya waktu untuk masak. Solusi praktisnya adalah cari tempat makan diluar (makan di restoran). Di kota Bandung sendiri banyak sekali bertebaran tempat makan dalam berbagai ukuran, mulai cafe kecil sampe restoran besar, menu dan temanya pun bermacam macam, ada yang menjual kualitas masakan, dan ada juga yang hanya menjual suasana.

Kalo dilihat lihat sepertinya banyak juga profil keluarga seperti saya, yaitu suka makan di luar, namun hal yang menganggu adalah sulit mencari informasi tempat makan yang diinginkan. Beberapa ingin mencari tempat makan khas negara / daerah tertentu, beberapa ingin restoran khusus menu tertentu, beberapa hanya ingin tempat nongkrong (hanya mencari suasana, dan tidak perduli rasa), beberapa mencari tempat makan dengan harga terjangkau. Mencari informasi / review tempat makan bukan hal yang mudah, selama ini mencari ide tempat makan  tujuan biasanya diperoleh dari instagram, berupa promosi tempat dengan foto foto bagus, namun kurang berisi review tempat makan tersebut.

Saya hanya baru menemukan satu aplikasi untuk review tempat makan, yang rasanya perlu saya bagi, sehingga rekan rekan semua bisa menuliskan pengalaman / review mengenai suatu tempat makan. Aplikasinya bernama QRAVED. Aplikasi ini tersedia pada versi mobile untuk IOS dan Android. Saya rasa dengan banyaknya review yang dituliskan, maka kita bisa saling bertukar pengalaman mengenai rasa makanan, pelayanan, suasana, dan harga tempat makan tertentu. Saya membiasakan diri melakukan review tempat makan. By the way, saya tidak berafiliasi dengan aplikasi tersebut. Silahkan dicoba, kalau ada aplikasi / website review tempat makan lainnya, mohon diinfokan.

edit tanggal 9 juni 2018, saya baru tahu kalo kita juga bisa memberikan review lokasi di google, termasuk lokasi tempat makan. jadi bisa menambah pengetahuan baru 

 

 

IMG 5495

Diwawancara Radio PRFM tentang Big Data dan Politik

Salah satu rekan di Labtek Indie menanyakan ke saya: apakah saya bersedia mengisi acara talk show di Radio PRFM News mengenai pilkada. Kebetulan beberapa riset Big Data yang terakhir saya lakukan di lab. SCBD adalah mengenai kondisi politik di Indonesia menjelang tahun pemilu 2019. Tanpa pikir panjang saya langsung iyakan saja. Menurut saya ini adalah peluang untuk memperkenalkan metode Social Computing (kuantifikasi perilaku sosial) atau Computational Social Science sebagai alternatif atau pelengkap metode survei dan perhitungan cepat (quick count) sebagai metode legacy yang umum dilakukan pada pelaksanaan pemilihan umum (daerah) di Indonesia. Sebagai informasi Radio PRFM News adalah salah satu radio di Bandung yang konsisten memunculkan isu isu sosial masyarakat sebagai bahan kajian acara. Labtek Indie sendiri mempunyai program peningkatan awareness dan edukasi ke masyarakat luas, jadi kesediaan diwawancara mengisi talk show adalah untuk diseminasi pengetahuan dan membantu awareness masyarakat akan program riset Labtek Indie.  

Di beberapa negara maju eksploitasi data media sosial sudah wajar dilakukan dengan tujuan untuk menjalankan proses microtargeting, yaitu profiling demografi pemilih sampai sedetail mungkin, contohnya hobi, afiliasi partai politik, pekerjaan, lingkaran teman dekat dan lain sebagainya. Seperti pada umumnya aktivitas bisnis, terutama aktivitas marketing, microtargeting mengelompokkan pasar agar organisasi bisnis bisa menawarkan produk / program iklan dengan lebih akurat ke sasaran pasar. Ingat kasus Cambridge Analytica dan Facebook, sebagai salah satu contoh usaha microtargeting untuk kepentingan politik.

Diskusi dengan kang Basith sebagai pembawa acara berjalan seru, beliau menanyakan mengenai beberapa hal, antara lain: 1. Bagaimana memanfaatkan data media sosial untuk kepentingan politik dan bisnis, 2. Perbandingan metode survei (termasuk perhitungan cepat) dengan metode Big Data, 3. Pembahasan perubahan pola interaksi manusia karena kemajuan teknologi, 4. Apakah kemajuan teknologi berpengaruh besar terhadap proses politik di Indonesia, 5. Opini mengenai random sampling yang dilakukan lembaga riset Charta Politika yang menggunakan sampel “hanya” sebesar 2000 orang, 6. Cara pengumpulan data dan penjelasan singkat mengenai metode Big Data yang saya usulkan.

Pendengar siaran radio juga diajak untuk berdiskusi melalui telepon, twitter, dan sms. Pertanyaan paling menarik menurut saya adalah mengenai akurasi metoda quick count (perhitungan cepat) dengan menggunakan jumlah sampel terbatas dibandingkan dengan metoda usulan saya. Pertanyaan ini bukan pertanyaan yang bisa dijawab secara sederhana mana yang lebih unggul, karena banyak faktor yang berpengaruh pada metode Big Data, diantaranya yang paling penting adalah kualitas data. Namun hasil metode Big Data ini bisa menjadi pelengkap / verifikasi dari metode legacy dan juga tentunya metode Big Data lebih cepat dan lebih murah, seiring kemajuan teknologi.  Tantangan dalam berdiskusi dengan khalayak umum seperti di radio, adalah saya harus bisa menjelaskan dengan bahasa awam agar supaya mudah dipahami. Semoga kemarin pada pendengar radio tidak kesulitan memahami ide yang saya sampaikan.

Berikut foto fotonya:

 

33156243 10156113101665202 8816779869628137472 n

33135315 10156113102140202 5984036100811784192 n33098191 10156113102000202 9154226117110923264 n33089695 10156113101815202 6617659208512831488 n33076828 10156113102205202 5004784768504561664 n

Konferensi Big Data Indonesia dan IWBIS 2018

Konferensi Big Data Indonesia (KBI) adalah salah satu kegiatan besar komunitas idBigData yang dilaksanakan rutin setahun sekali. KBI 2018 tahun ini dilaksanakan pada tanggal 12 dan 13 Mei 2018 di Balai Kartini Jakarta. Dalam kegiatan ini komunitas idBigData bekerja sama dengan Fasilkom Universitas Indonesia, sehingga pelaksanaannya dijadikan satu dengan gelaran akademis International Workshop on Big Data and Information Security (IWBIS 2018). Acara ini didukung oleh Bekraf, sehingga untuk pertama kalinya acara keren ini berlangsung gratis, sebagai akibatnya pendaftaran peserta jadi membludak dan banyak juga yang ga kebagian tiket untuk mengikuti acara. Wajarlah acara bagus dan digratiskan maka pada berlomba lomba untuk datang ke acara :).

Saya mengikuti acara KBI 2018 mewakili FEB Telkom University dan Asosiasi Ilmuwan Data Indonesia (AIDI). Banyak topik menarik yang dibawakan pada gelaran kali ini, dalam bentuk seminar dan pelatihan kilat (crash course) dari akademisi, industri, maupun pemerintahan. Daftar topik dan pembicara ada disini. Pada kesempatan yang sama, satu paper saya bersama mahasiswa (Dian) juga diterima untuk dipublikasikan pada gelaran IWBIS 2018. Paper tersebut berjudul “The Dynamic of Banking Network Topology – Case Study : Indonesia Presidential Election Event”. Alhamdulilah Dian yang mempresentasikan paper tersebut menyabet penghargaan Best Presenter

Rencananya KBI 2019 akan diadakan di ITS Surabaya, jadi sampai bertemu di Surabaya tahun depan ya .

IMG 4090

mewakili AIDI (Asosiasi Ilmuwan Data Indonesia)

IMG 4008

IMG 4017IMG 4100

IMG 4099

IMG 4043

Presentasi Dian di IWBIS

3B00C3AA 9E72 4914 82B1 10A2DF04250B

31632025 10156097913275202 4184739807911477248 n