ICOICT 2019 (Paper Accepted)

Dalam mendukung usaha meningkatkan publikasi Scopus seperti yang saya tulis dalam entry blog beberapa saat yang lalu , maka tim lab SCBD kembali mengirimkan publikasi ke event tahunan Konferensi ICOICT ke 7 tahun 2019 yang akan dilaksanakan di Kualalumpur , Malaysia.  Tahun ini adalah tahun ke 6 lab kami berpartisipasi, setelah tahun 2014, 2015, 2016, 2017, dan 2018. Tahun ini kami mengirimkan 8 paper, dan hasilnya alhamdulilah 7 paper diterima. Pengiriman dan penerimaan paper ICOICT tahun ini adalah terbanyak sepanjang sejarah partisipasi lab kami di ICOICT. Semoga diberikan kelancaran pelaksanaan acara konferensi publikasi dari lab kami. Berikut ini adalah daftar paper yang diterima di ICOICT 2019

 

Screen Shot 2019 05 16 at 17 34 51

Publikasi Scopus Mei 2019

Update terakhir daftar publikasi Scopus saya adalah pada bulan Agustus 2018 . Setelah update tersebut, sebagian publikasi konferensi sepanjang tahun 2018 sudah pada muncul dalam daftar Scopus. Total saat ini terdapat 34 publikasi Scopus yang bisa dilihat pada halaman ini. Dari 34 publikasi tersebut, disitasi sebanyak 74 kali oleh 56 publikasi Scopus lainnya. Nilai h-index, yaitu ukuran produktivitas dan manfaat publikasi kepada peneliti lainnya (dalam bentuk sitasi). Nilai h-index dilihat dari publikasi yang paling banyak disitasi dan jumlah sitasi yang diperoleh dari publikasi lainnya. Nilai h-index publikasi saya adalah 5, termasuk bagus untuk jumlah publikasi yang masih sedikit. 

Selanjutnya motivasi saya adalah meningkatkan jumlah publikasi dengan lebih sering memasukkan publikasi penelitian ke jurnal internasional bereputasi (Scopus Q4, Q3, Q2, bahkan Q1), sambil tetap menjaga ritme produktivitas publikasi di prosiding konferensi terindeks Scopus. Saat ini setahun, produktivitas saya rata rata adalah sekitar 10-15 publikasi pada prosiding terindeks Scopus. Doakan semoga makin rajin 😉

 

Screenshot 20190510 214545

R Academy

Bahasa R merupakan komponen penting dalam mendukung keahlian profesi Data Scientist dalam melakukan aktivitas Data Analytics. Untuk itu kami dari Research Center Digital Business Ecosystem (RC DBE) Telkom University, merasa perlu mengadakan pelatihan R. Kebetulan bahasa R merupakan bahasa yang kami pergunakan untuk mendukung kegiatan riset kami sehari hari di lab. Maka dari itu kami rumuskan gagasan untuk menggelar event R Academy. dalam gelaran batch pertama ini, R Academy terdiri dari dua pertemuan (dua topik). Topik pertama pada tanggal 13 April membahas Pengenalan Bahasa R, dan Topik kedua pada tanggal 27 April membahas topik Visualisasi Data menggunakan R. 

Berikut foto foto dari gelaran event R Academy

57113071 10156877630710202 7481840313896534016 n56536201 10156858601960202 2421766126447886336 n56513087 10156858601905202 1281678576826974208 n56825564 10156877631790202 7375295369422307328 n56968259 10156877634190202 2938855252306165760 n57101634 10156877631200202 1830059575978491904 n57155503 10156877630910202 4407912884206567424 n57199437 10156877631110202 1795653872870490112 n

Workshop Open Source Intelligence untuk Para Diplomat

Dalam mendukung fungsi menjadi wakil urusan pemerintah RI di luar negeri, Kemenlu perlu membekali para diplomatnya dengan ilmu pencarian informasi terkini. Mulai dari ekstraksi informasi, peringkasan, sampai dengan mencari hubungan antar data atau pola dari Big Data, Oleh karena itu Kemenlu mengadakan pelatihan untuk keahlian tersebut. Saya (dan tim RC DBE bekerja sama dengan TPCC) mengisi pelatihan tersebut pada tanggal 29-30 April 2019 di Pusdiklat Kemenlu di Jakarta. Materi pelatihannya adalah mengenai OSINT (Open Source Intelligence).

Definisi  OSINT menurut wikipedia

Open-source intelligence (OSINT) is data collected from publicly available sources to be used in an intelligence context. In the intelligence community, the term “open” refers to overt, publicly available sources (as opposed to covert or clandestine sources). It is not related to open-source software or collective intelligence.

OSINT under one name or another has been around for hundreds of years. With the advent of instant communications and rapid information transfer, a great deal of actionable and predictive intelligence can now be obtained from public, unclassified sources.

Melihat definisi diatas, maka materi yang kami berikan adalah pengolahan data tidak terstruktur menggunakan pendekatan analisa topologi / jaringan dan analisa konten. Untuk analisa jaringan kami gunakan metodologi SNA, sedangkan untuk analisa konten, kami gunakan metodology analisa sentimen, jaringan kata, dan pencarian topik. Materi ini disambut cukup baik oleh para peserta, walaupun bagi sebagian besar dari mereka materi ini baru pertama kali mereka dengar. Untuk itu mereka membutuhkan waktu lebih untuk berlatih sebelum terbiasa menggunakan metode metode tersebut.

Para peserta adalah para diplomat yang sedang berada di Indonesia, hasil chit chat dengan peserta saya baru tahu kalau penempatan mereka diputar tiap 3 tahun sekali. Ilustrasinya 3 tahun di negara A, kemudian 3 tahun di Indonesia, baru dilanjutkan lagi 3 tahun di negara B, dan seterusnya.
Berikut ini adalah foto foto event tersebut.

 

58701354 10156916913510202 2654951613323542528 n58961755 10156917831080202 3835078170927693824 n59286209 10156916913345202 6220184651265212416 n57420717 10156916914030202 8657118905690488832 n58543647 10156916913555202 9011473327021096960 n58599071 10156916913280202 7948282094478688256 n58673996 10156916913660202 4369038293396881408 n59295328 10156916913420202 8270174740669267968 n

Pilpres dan Fanatisme (Film Sexy Killers)

Pilpres tinggal beberapa hari lagi. Generasi saya (X, Y dan generasi lebih tua) sibuk sekali berantem membela jagoannya masing masing. Sementara saya ditunjukan satu video / film dokumenter yang dibuat oleh WatchDog, berjudul Sexy Killers. Saya peroleh video ini dari anak saya yang dia juga peroleh dari lingkungan pertemanannya di generasi milenial. Saya malu sekali dengan generasi anak saya, generasi saya sangat naif melihat masing masing paslon sebagai “orang suci” yang tidak tahunya mereka termasuk aktor aktor utama dalam bisnis penambangan batubara untuk keperluan PLTU. Batubara yang murah sudah banyak merusak lingkungan ekosistem di Indonesia. Inikah yang kita wariskan ke anak kita ? 

Simak film lengkapnya disini (1,5 jam)

Education 4.0

Banyak artikel dan riset yang menunjukkan teknologi menganggu / merubah secara revolusioner suatu proses, termasuk proses bisnis dan proses hubungan sosial. Industry 4.0 atau revolusi industri 4.0 menunjukkan bagaimana teknologi merubah secara drastis praktek bisnis dari industri. Di bidang lain juga kita kenal ada Health 4.0, dan juga Education 4.0 yang jadi bahasan di entry blog ini. 

Saya diundang menjadi narasumber pada acara seminar Education 4.0 yang dihadiri oleh kepala sekolah SD, SMP, SMA / SMK. Para kepala sekolah ini merupakan garis depan pendidikan dasar dan menengah generasi masa depan bangsa. Sebagai dosen, saya sering menghadapi mahasiswa yang tidak berkarakter, dalam konteks tidak tahu tujuan / maunya apa, tidak tahu passionnya, tidak terlibat dalam diskusi di kelas, tidak kritis, bahkan beberapa tidak jujur (fair). Nah, kalau kita runut ulang, perilaku perilaku tersebut muncul karena karakter tersebut kurang dipentingkan di pendidikan sekolah dasar dan menengah.

Education 4.0 adalah konsep yang menunjukkan bahwa dengan kemajuan teknologi, siswa sebagai pusat pembelajaran mempunyai kemampuan untuk mengakses materi pembelajaran, dan menerapkannya ke industri dalam bentuk magang, atau melakukan riset berkolaborasi dengan peneliti lain. Untuk itu diperlukan karakter yang kuat agar siswa mampu memanfaatkan teknologi yang ada.

Pada kepala sekolah tersebut, saya tekankan perlunya pendidikan holistik, yaitu pendidikan yang menitik beratkan kepada nilai siswa sebagai manusia. Siswa paham peran diri dalam ekosistemnya, memahami efek positif dan negatif dari setiap tindakan terhadap lingkungan, baik hubungan antar manusia maupun hubungan dengan lingkungan (menjaga kebersihan lingkungan, tidak membuang sampah  sembarangan, dll).

Walaupun bukan seorang ahli pendidikan, saya bercerita berdasarkan pengalaman mendidik anak yang pernah bersekolah dasar di sekolah holistik kemudian sekarang masuk ke SMA negeri dan pengalaman mengajar mahasiswa. Pengalaman praktis ini banyak bermanfaat untuk para kepala sekolah. Saya ceritakan anak saya sekarang di SMA Negeri mempunyai karakter yang lebih kuat dibanding teman temannya, karena mereka selama ini berkutat ke pendidikan akademis saja, sehingga nilainya bagus dan bisa masuk ke SMA Negeri favorit. Pendidikan karakter banyak diabaikan. Menurut saya ini adalah masalah terbesar bangsa kita. Hal ini sudah terpotret dari karakter mahasiswa dan juga nantinya karakter lulusan (generasi muda pada umumnya)

Saya juga bercerita pentingnya siswa mempunyai karakter yang kuat (kritis, jujur, logis, dan obyektif), karena di masa depan mereka akan bersaing dengan otomatisasi (tenaga robot), sehingga jika memiliki keunikan maka mereka akan dengan mudah akan tergantikan oleh robot (otomatisasi)

 

57097016 10156870491085202 1739220528041820160 o

berikut ini adalah materi presentasi saya

Mobil Cina Bernama Wuling Almaz

Berkomuter di kota besar seperti Bandung bukan merupakan hal yang nyaman dan efisien, apalagi jika kita tinggalnya di area Bandung coret. Kami sekeluarga berempat setiap hari mempunyai aktivitas di kota Bandung, sementara lokasi tinggal kami adalah sekitar 25-30 km di luar kota bandung, dimana jarak ini harus melewati jalan tol. Bisa dibayangkan bahwa kendaraan pribadi saat ini merupakan opsi terbaik dari semua pilihan yang ada, seperti naik bis, naik angkot, naik gojek, maupun naik grab. Apalagi lokasi sekolah anak anak, kantor saya, dan kantor istri berbeda semuanya. Kadang saya iri dengan rekan yang bisa bike to work ke kantor, jangankan naik sepeda, saya naik motor ke kantor (tidak melalui tol) itu membutuhkan waktu hampir 2 jam, jadi tidak efektif untuk mendukung pekerjaan. Kesimpulannya kebutuhan mobil bagi keluarga kami adalah keharusan.

Entry blog ini merupakan lanjutan dari entry blog otomotif saya di tahun 2014 tentang review Suzuki Splash 2014, dan tahun 2016 tentang review Kia Sportage 2013. Tahun ini Splash sudah berusia 5 tahun, dengan odometer mencapai 95rb km, sedangkan sedangkan Sportage sudah berumur 6 tahun, dengan odometer 82rb km. Kami merasa perlu melakukan penyegaran, karena dengan jarak tempuh yang tinggi, kaki kaki dan goncangan mobil berasa tidak senyaman dahulu. Yang utama perlu diremajakan adalah Splash, sedangkan Sportage masih cukup enak untuk mobil seusianya, mungkin 2-3 tahun lagi kami akan remajakan juga. 

Waktu itu pilihan pertama pengganti splash adalah Nissan Livina. Kami pilih Livina, karena terkenal empuk dan nyaman, walaupun tenaga pas pasan. Tapi kami tidak mau membeli mobil baru, karena rasanya sayang beli mobil baru, padahal Livina bekas lumayan banyak dengan harga yang relatif terjangkau. Saat hunting kami tidak tahu kalo Livina bakal keluar versi baru. Mencari Livina bekas yang bagus ternyata tidak mudah. Saya beberapa kali test drive, sering kali yang saya temukan bahwa pemilik Livina tidak merawat mobilnya di bengkel resmi dengan alasan beres mahal dan banyaknya bengkel alternatif di sekitar Bandung. Dari sini saya mulai ragu … tapi masih terus hunting Livina.

Suatu saat beberapa bulan kemudian (tepatnya akhir Januari 2019), masuk pesan WA dari sales Wuling (merk mobil cina), yang mengabarkan bakal ada SUV baru dari Wuling. Saya kenal sales ini karena saya pernah lihat pameran mobil MPV Wuling Cortez di suatu mall. Berbekal kepuasan saya akan mobil SUV semacam Sportage, maka saya bilang sales tersebut untuk mengabari jika sudah ada unit test drive Wuling SUV itu, yang ternyata bernama Almaz.

Saat tulisan ini dibuat pilihan SUV setara Sportage, dalam konteks value for money tidak ada yang cocok. Produk produk Honda (CRV dan HRV) saya coret, karena selain harganya mahal, dan berbekal pernah punya jazz dan freed, menurut saya Honda itu mahal dalam segala hal (servis, spare parts dll), dengan kata lain overprice. Produk Toyota (Fortuner dan Rush), sama sekali tidak meningkatkan gairah saya untuk beli mobil tersebut. Produk Chevrolet (Captiva dan Trax), saya agak suka, tapi ga rela untuk beli. Produk Mazda (CX5) saya suka banget, tapi harganya terlalu mahal, bahkan harga bekasnyapun masih luar biasa mahalnya.

Akhirnya hari yang ditunggu untuk testdrive Almaz pun datang. Saya sengaja ajak anak anak. Saya perhatikan ekspresi mereka. Tidak ada excitement saat test Livina atau beberapa mobil lainnya, tapi saat test Almaz langsung beda banget ekspresinya. Ya jelas beda karena Almaz pake head unit macam tablet ipad, terus ditambah panoramic roof, terus ditambah sound system infinity yang luar biasa jernih. Diluar itu space akomodasi Almaz  yang membuat saya langsung suka karena sangat lega, dan killer factornya adalah mesin Turbonya. Saya suka dengan tarikan mesin Turbo Almaz. Ini seperti kembaran Sportage saya tapi dengan mesin lebih kecil dan Turbo, jadi harusnya lebih irit, atau paling tidak menyamai Sportage, jadi saya tidak masalah dengan konsumsi BBM. Masih banyak sebenernya fitur fitur lain, tapi menurut saya yang lain lainnya itu nice to have lah. Killer factorsnya sudah saya sebutkan diatas.

Saya langsung pesen, padahal harga mobilnya belum ada …

Nunggu dua minggu setelah pemesanan baru harga resmi keluar, dan untungnya harganya masih terjangkau, jauh dibawah CRV, CX5, dan bahkan sama dengan mobil yang fiturnya dibawahnya (HRV, Trax). 

Sempet galau pemilihan warna, apakah pilih abu atau hitam, akhirnya saya pilih warna hitam, karena saya lihat warna item Almaz sangat keren, dan saya belum pernah punya mobil warna item. Akhirnya mobil dikirim awal Maret 2019.

Akang sales Wuling cerita kalau saya adalah pemakai Almaz nomer dua di Bandung. WOW, jadi inget dulu punya Yamaha NMax termasuk dalam pembeli pembeli awal juga.

Setelah seminggu dipake, kesan Almaz dibandingkan dengan Sportage ada 2, yaitu:  1). mesin biasa aja, 2). fitur luar biasa. Untuk nilai minusnya, mesin menurut saya biasa aja karena tenaganya ngepas untuk bermanuver di jalan tol dengan nyaman, serta adanya turbo lag namun dengan cerdik ditutupi oleh transmisi CVT yang halus. Kalau saya pake sportage dengan tenaga lebih besar  rasanya masih banyak tenaga tersimpan untuk bermanuver. FYI Sportage 166hp sedangkan Almaz hanya 140hp. Alangkah nikmatnya kalo misalkan tenaga Almaz ini dilebihkan sedikit, supaya juga sesuai dengan tampangnya yang macho. Selain itu transmisi manualnya tidak seresponsif di sportage. Untuk nilai plusnya menurut urutan prioritas saya adalah 1). panoramic roof, 2). head unit, 3). kelegaan kabin yang luar biasa, 4). sound sistem jempolan. 5). kamera 360.

Review pemakaian seminggu ini mungkin belum terlalu akurat, nanti saya akan update lagi kalo ada pengalaman pengalaman baru. Secara keseluruhan, menimbang nilai plus dan minusnya, menurut saya Almaz sangat sangat worth to have. Saat saya beli Almaz tidak ada mobil sekelasnya yang mempunyai value for money lebih baik dari Almaz. Ada sih merk DFSK, tapi kok ga minat ya .. Oh ya konsumsi BBM mungkin belum optimal, saat ini saya memperoleh nilai 1:10 – 1:13 … lumayan irit 🙂

 

IMG 20190312 194159

  

Kejar Target Membaca dibantu Kindle

Jadi ceritanya kesibukan yang ga ada abisnya di kantor membuat kesempatan membaca menjadi hampir tidak ada. Sering sudah diniatkan untuk membaca (dan tentunya sudah dapet/beli format digital bukunya), ternyata malah ga kesampean bacanya. Beberapa topik/buku ingin saya baca setelah baca review review mengenai buku terbaik jadi terbengkalai. Diantara topik/buku favorit yaitu tentang Artificial Intelligence, Human + Machine, Industry 4.0, Life, Blockchain / Cryptocurrency, dan masih banyak lagi. Sebelumnya saya pernah punya target membaca 2-3 jam sebelum tidur malam, dengan harapan tidur pukul 12 malam, tapi ternyata jam 9 juga udah tewas :P. 

Ceritanya terpaksa, biar bisa baca dimana aja akhirnya nitip beli kindle ke istri pas lagi ada konferensi di Jepang. Amazon kindle yang dipilih adalah paperwhite 8th gen, 32GB. Dengan sedikit usaha maka saya konvert koleksi buku pdf dan epub, menjadi format mobi supaya bisa dibaca di Kindle. Sebenernya 4 tahun yang lalu saya juga udah pernah pake kindle, namun waktu itu, kindle belum begitu nyaman buat baca format pdf, jadi ga dipake lama. Nah, ternyata Kindle versi baru ini cukup enak untuk membaca buku pdf.

Sekarang setelah punya kindle, mulai lagi kejer target membaca 2-3 jam tiap hari, anytime and anywhere … berkat buku digital di kindle. Dengan membaca, banyak penyegaran tentang ilmu, ide, filosofi, kreatifitas, dan lain sebagainya. Apalagi dalam sebagai dosen dan juga tukang ngamen (pembicara keliling), membaca itu perlu untuk jadi selingan dan bahkan bahan pada saat ngajar di kelas.

Selamat membaca

WhatsApp Image 2019 03 12 at 17 31 29WhatsApp Image 2019 03 12 at 17 31 29 1

Workshop Claim Data Behaviour Analysis untuk Aktuaris

Tanggal 12 dan 13 Februari 2019, saya diundang oleh Persatuan Aktuaris Indonesia untuk memberikan materi dalam workshop dengan tema “Claim Data Behavior Analysis”. Materi yang saya berikan adalah seputar Data Analytics dengan menggunakan R. Informasi acaranya bisa dilihat di link ini. Acara ini sangat menarik bagi saya pribadi karena saya belum begitu paham dengan pekerjaan profesi aktuaris ini, walaupun secara garis besar saya paham bahwa pekerjaan utamanya adalah perhitungan resiko berdasarkan profile pelanggan. Dari perhitungan profile resiko tersebut baru deh ditentukan premi asuransi yang harus dibayarkan pelanggan. Baik asuransi jiwa maupun asuransi kerugian lainnya. Namun data dan model apa yang digunakan, bagaimana konstruksi model dan informasi lain lainnya masih merupakan tanda tanya besar bagi saya. 

Aktuaris mempunyai pengetahuan yang mumpuni dalam bidang matematika dan statistik, namun masih perlu belajar mengenai prinsip kerja data analytics dan machine learning. Dengan latar belakang cukup mumpuni, oleh karenanya materi yang saya berikan bisa dicerna dengan mudah oleh para peserta. 

Saya sendiri masih belajar bagaimana membuat model resiko dan rekan rekan aktuaris membutuhkan pembelajaran metode metode baru untuk melengkapi model model yang mereka punyai. Nah klop khan, semoga kolaborasi risetnya lekas terwujud, amin

berikut ini foto foto dokumentasi kegiatan tersebut. 

 

51675113 10156739161625202 5371719136160251904 n52464375 10156739161680202 8982137214330732544 o51699188 10156739161860202 3065142572302204928 o51795584 10156739161930202 324344449746337792 o51833953 10156739161795202 3808156461217873920 o51982105 10156739162010202 315653076616740864 o52020673 10156739162110202 1696963440033136640 o52053758 10156739161740202 8232804530874482688 o52328353 10156739162405202 5456512334728003584 n52513939 10156739162170202 9189932916136738816 o

 

Wisdom is …

satu quote yang saya suka saat ini, terutama berkaitan dengan keriuhan suasana politik indonesia menjelang pilpres 2019.

wisdom is breadth. the essence of wisdom is not having a narrow view. its a broad framing. most human is narrow and noisy thinkers

semoga quote diatas bisa dimaknai oleh bangsa kita, semoga semuanya mencapai tingkat bijak yang wajar 🙂 ..