Riset Smart Farming dengan LIPI

Salah satu kerja sama antara Research Center Digital Business Ecosystem (RC DBE) Telkom University dan UPT Balai Pengembangan Instrumentasi (BPI) LIPI adalah pengembangan riset Smart Farming dan Smart Aquaculture. Kedua teknologi ini diinisaisi dan dikembangkan oleh tim BPI LIPI. Smart Farming adalah metode pertanian dengan memanfaatkan teknologi untuk otomatisasi proses pertanian seperti penyiraman air, pengaturan suhu, kelembaban dan lain lain. Lokasi demo implementasi teknologi Smart Farming ada di desa Pamalayan, Kab Garut, di Kaki Gunung Cikuray. Di lokasi ini, teknologi tersebut diimplementasikan ke area kebun strawberry (greenhouse and non greenhouse). Di lokasi ini juga terintegrasi dengan peternakan ayam dan sapi. Beberapa teknologi yang diimplementasikan seperti energi surya, angin, pemanfaatan kotoran sapi untuk penghangat kandang ayam, selain implementasi teknologi sensor (IoT / Internet of Things) untuk penyiraman tanaman, penyesuaian suhu, kelembaban, pemberian nutrisi secara otomatis. Sedangkan Smart Aquaculture adalah teknologi nano bubble pada kolam untuk meningkatkan kadar oksigen pada air, teknologi ini bisa meningkatkan jumlah dan kualitas ikan / udang di tambak. Smart Aquaculture baru akan dikembangkan demo lokasinya pada tahun 2019.

Saya dan tim RC DBE diundang untuk melihat lokasi Smart Farming. Tujuan utama acara sebetulnya adalah penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara RC DBE dan BPI LIPI. Acara dilangsungkan di kantor desa Pamalayan, dan kemudian dilanjutkan makan siang dan peninjauan lokasi Smart Farming yang tidak jauh dari kantor desa tersebut. Dengan melihat demo pemanfaatan teknologi, tim RC DBE sudah bisa mempunyai ide ide baru untuk penelitan lebih lanjut, kemungkinan sampai kearah komersialisasinya dan juga implikasi sosial ekonomi dari teknologi ini. Oh ya sebagai bonus kami dipersilahkan memetik strawberry dan jeruk garut sesukanya, Berikut foto foto dari acara tersebut. 

48422192 10156624529530202 4971924824126390272 n

49080563 10156624530135202 2437147293393092608 n48421992 10156624529625202 3923695415102275584 n48420788 10156624529980202 5112148763242135552 n48390280 10156624530025202 2827470815992217600 n49344967 10156624529555202 5397898349103808512 n49323233 10156624529720202 5558226793908928512 n

48894141 10156624529775202 8951364838806781952 n48416521 10156624530105202 3387924757759393792 n49067549 10156624530205202 6410933533384114176 n

 

 

 

 

 

 

Penyimpanan Publikasi di Academia

Sudah sejak beberapa tahun yang lalu, Academia.edu merupakan pilihan saya untuk menyimpan hasil karya / publikasi ilmiah saya dan rekan rekan lab. Pemilihan Academia karena platform ini cukup sederhana dan mudah diakses oleh rekan rekan yang tidak mempunyai latar belakang akademis. Academia sendiri bukan merupakan tempat penyimpanan ideal, bahkan menurut saya tidak ada tempat penyimpanan publikasi yang benar benar sesuai dengank einginan saya.  Beberapa tempat lainnya dimana saya ikutan daftar adalah adalah Researchgate, Arxiv.org, dan Mendeley. Menurut saya ketiganya tidak sesederhana Academia sebagai  tempat “hanya” untuk penyimpanan. Kalau ada masukan yang lain mohon dikasih tahu ya.

Sudah sejak beberapa lama juga Academia menyediakan layanan berbayar.  Saya selalu berusaha untuk tidak berbayar, karena kebutuhan saya yang sederhana untuk penyimpanan saja. Namun berhubung jumlah publikasi sudah mencapai angka 50an lebih, maka mau tidak mau saya mulai melirik layanan berbayar Academia, terutama layanan web nya. Akhirnya saya pun berlangganan, sambil melihat lihat apakah layanan ini bisa membantu atau memberikan, Nanti kita lihat selama setahun kedepan. Anyway alamat web academia saya adalah:

https://andryalamsyah.academia.edu/

Tampilannya cukup simpel tapi cukup bagus ya .. 

Screen Shot 2018 11 25 at 19 09 00  2Screen Shot 2018 11 25 at 19 09 12  2Screen Shot 2018 11 25 at 19 09 22  2

Dinamika Topologi Jejaring Perbankan (Studi Kasus PilPres 2014)

Entryblog ini menceritakan isi publikasi yang saya dan mahasiswa saya (Dian) yang berjudul The Dynamic of Banking Network Topology, case study : Indonesian Presidential Election Event. Tulisan ini dipublikasikan pada International Workshop on Big Data and Information Security (IWBIS 2018) yang diselenggarakan oleh Fasilkom Universitas Indonesia. Publikasi ini terindeks scopus dan bisa diunduh di link berikut ini (IEEE). Entryblog ini juga dibuat karena secara resmi sekarang papernya sudah dipublikasikan. Oh ya paper ini meraih penghargaan best presenter. Congrats kepada Dian yang berhasil mempresentasikan dengan baik.

Transaksi perbankan atau transaksi antar bank, membentuk jejaring transaksi yang bisa mengindikasikan kesehatan perekonomian suatu negara. Semakin banyak / aktif jejaring transaksi tersebut menunjukkan geliat perekonomian yang baik. Perilaku bank dapat dilihat dari alur transaksi yang dilakukannya, terutama menghadapi faktor faktor eksternal ekonomi yang sering berpengaruh besar, terutama faktor politik. Krisis ekonomi 2008 menunjukkan kegagalan Lehman Brothers dalam menahan laju penyebaran isu / impact dalam waktu cepat adalah penyebab kebangkrutan perusahaan tersebut. Hal tersebut menunjukkan juga bahwa pasar keuangan mempunyai sifat saling terhubung dalam jejaring yang besar. Hal ini menjadi alasan / dasar mengapa pendekatan secara jaringan lebih penting daripada pendekatan individual terhadap satu bank tertentu.

Peristiwa politik seperti pesta demokrasi pilpres mempengaruhi stabilitas ekonomi (termasuk sektor keuangan). Sentimen masyarakat bisa menjadi motor apakah mereka akan melakukan transaksi perbankan sebagai representasi aktivitas ekonomi atau mereka menunggu peristwa politik selesai berlangsung terlebih dahulu, sehingga menunda aktivitas ekonominya untuk beberapa saat. Saat ini hubungan antara peristiwa politik dan perubahan topologi jaringan perbankan belum pernah diteliti secara mendetail.

Penelitian ini memberikan gambaran (insight) dari suatu event driven dynamic network topology, atau perubahan topologi jejaring perbankan yang dipicu oleh suatu event, dalam hal ini adalah event pilpres Indonesia tahun 2014. Data yang kami gunakan adalah data transaksi perbankan Indonesia dalam durasi sebulan antara tanggal 25 juni – 25 juli 2014. Pilpres sendiri diadakan pada tanggal 8 juli 2014. Data ini digunakan untuk kepentingan riset dan tidak boleh dipublikasikan. Untuk menjaga kerahasiaan data, maka kami melakukan proses anonymasi data. Satu hal yang kami jaga dari data asli adalah bentuk distribusinya oleh karena itu aplikasi Frechet Distance digunakan agar supaya menjaga distribusi data asli dan data hasil anonimasi (masking) tetap pada jarak yang konsisten sama pada semua titik pengukuran.

Hasil properti jaringan berupa nodes (bank), edges (hubungan transaksi antar bank), averege degree (rata rata transaksi), dan density (kepadatan jaringan) bisa dilihat pada gambar dibawah ini.

Screen Shot 2018 11 22 at 19 43 57  2Screen Shot 2018 11 22 at 19 44 09  2Screen Shot 2018 11 22 at 19 44 18  2Screen Shot 2018 11 22 at 19 44 56  2

perilaku 3 bank utama (dalam bentuk rata rata transaksinya) diperlihatkan pada gambar 6, sedangkan fluktuasi tersebsar dari 3 bank selama 10 hari pengamatan menjelang pilpres 2014 diperlihartkan pada gambar 7.

Screen Shot 2018 11 22 at 19 45 15  2

Analisa dan Kesimpulan

Kepadatan jaringan transaksi bank yang rendah menunjukkan tingginya resiko perpecahan jaringan karena ketidakmampuan jejaring mentolerasi kegagalan suatu bank untuk melakukan transaksi. Akibat lain adalah reduksi alternatif jalur yang memungkinkan bank yang mempunyai kemampuan lemah mendapatkan bantuan dari bank yang lebih kuat. Saat saat akhir kampanye dimana kepadatan jaringan rendah adalah waktu dimana resiko perpecahan jaringan sangat besar. Saat akhir masa perhitungan (recapitulation) adalah saat dimana jejaring sedang dalam kondisi kuat. Secara umum kepadatan jejaring transaksi antar bank relatif stabil diatas nilai / garis median.

Berdasarkan hasil pengukuran topologi jaringan, kita asumsikan bahwa partai yang sedang berkampanye melakukan usaha promosi besar besaran beberapa hari menjelang akhir kampanye dengan melibatkan uang   dalam jumlah yang banyak. Hal ini bisa ditunjukkan dengan peningkatan nilai transaksi dan kepadatan jaringan. Pada hari terakhir kampanye, atmosfer kampanye sudah berkurang, (juga nilai transaksi dan kepadatan jaringan). Masyarakat mempunyai kekhawatiran psikologis mengenai kemungkinan kegagalan pilpres yang bisa berakibat resiko kegagalan aktivitas ekonomi, dan faktor keamanan lainnya, hal ini  digambarkan dengan penurunan nilai transaksi serta berkurangnya lalu lintas transaksi. Temuan ini bisa menjadi pengetahuan untuk mendukung otoritas dalam melakukan tindakan yang sesuai.

Temuan dari penelitian ini adalah:

1. bank lebih aktif bertransaksi sampai 3 hari menjelang akhir kampanye, dan kemudian sangat berkurang menjelang akhir kampanye.

2. bank aktif bertransaksi dalam jumlah besar sampai 3 hari menjelang akhir kampanye

3. aktivitas transaksi antar bank relatif stabil dan hanya berkurang pada saat akhir kampanye.

National Data Days 2018

Tanggal 19 November 2018 dilaksanakan acara National Data Days 2018 di Telkom University. Acara ini merupakan rangkaian beberapa acara meliputi seminar, workshop, kompetisi, dan eksibisi. Namun pada tahun 2018 ini acara eksibisi ditiadakan. NDD 2018 merupakan acara NDD ketiga yang dilakukan sejak pertama kali tahun 2016 bernama Data Science Days (DSD). Info tentang acara 2016 disini, sedang NDD 2017 ada disini . Acara tahun ini diadakan oleh HMBTI, FEB, RC DBE dan yang paling penting adalah Lab. SCBD yang setiap tahun secara rutin menyumbangkan konten untuk workshop. Tahun ini Lab. SCBD mengirimkan 4 peneliti untuk menyampaikan materi workshop.  

Acara dibuka oleh ibu wakil rektor bidang riset dan kemahasiswaan, dilanjutkan oleh acara seminar yang diisi oleh dua pembicara dari LIPI, yaitu Dr. Didi (Big Data Security) dan Dr. Hilman (Machine Learning). Pada saat yang bersamaan secara parallel berlangsung penjurian final kompetisi dengan peserta antara lain IPB, ITS, UI, UGM, UNISSULA, Poltek Statistika, dan TelU sendiri. Setelah makan siang acara dilanjutkan oleh workshop oleh Samuel Chan (algorit.ma) yang kemudian diteruskan oleh workshop oleh peneliti peneliti lab scbd. Acara ditutup dengan pengumuman pemenang kompetisi.

berikut foto fotonya

46488405 10156540978545202 7438683722297114624 n

IMG 20181119 102448 498

IMG 20181119 123122 815

IMG 20181119 134932

IMG 20181119 145723

IMG 20181119 145812

IMG 20181119 145917

IMG 20181119 145955

IMG 20181119 150027

IMG 20181119 181532 558

IMG 20181112 193918 457

 

 

Pertama Kali ke Mabes POLRI

Kalau baca berita berita baik tentang politik maupun hiburan tentang artis, sering sekali menyinggung atau menyebutkan Mabes Polri. Bayangan saya selama ini Mabes Polri itu adalah tempat yang tidak mungkin saya datangi. Lah iya, saya belum bisa membayangkan ada urusan apa saya sampai harus ke kantor tersebut. Kecuali memang saya aktif di dunia jurnalistik, hukum, atau memang menjadi terdakwa (audzubilah) . Eh ndilalah, ternyata Pak Hendro (salah satu senior di ITB dan Telkom University) yang kenal dengan salah satu perwira di Mabes Polri. Beliau ngajak saya untuk presentasi (menjadi narasumber) tentang Big Data, terutama di Divisi Humas Polri. Hal ini menarik bagi saya, karena melihat perkembangan teknologi dan kejahatan cyber yang marak, termasuk hoax, maka personil Polri pun butuh upgrade pengetahuan tentang Big Data, Social Media Analytics, dan Security.  

Berangkat nyubuh naik kereta dari Bandung, kami berdua sampai agak telat di kantor Divisi Humas Polri Jl. Trunojoyo, acara sudah dibuka oleh Kadivhumas Irjen Pol Setyo Wasisto, saat kami datang beliau tengah memberikan sambutannya. Saya langsung duduk di depan bersebelahan dengan narasumber satu lagi selain saya yaitu Dr. Pratama Persadha. Saya menjadi pembicara kedua sesudah beliau. Selanjutnya acara berlangsung seru karena diskusi dan tanya jawab berlangsung ramai antara narasumber dan peserta. Peserta adalah para perwira dan PNS di lingkungan divhumas Polri. 

Dari acara ini saya jadi mengerti tingkat pemahaman aparatur polri mengenai teknologi, khususnya Big Data masih belum merata. Perlu pendampingan atau pelatihan sehingga mampu menggunakan alat dan metodologi untuk melakukan aktivitas Social Media Analytics. Dari sisi awareness Polri sangat sadar bahwa kemampuan memahami dan ekstrasi informasi di media sosial secara cepat dan akurat merupakan hal yang krusial dalam mendukung tugas mereka sehari hari. Semoga nanti saya nanti bisa terus berkontribusi memberikan pendampingan dalam proses pembelajaran tersebut.

44807320 10156478866885202 7485191711237341184 n44683146 10156478866735202 4138724181137162240 n44772662 10156478866800202 635368728439029760 n44625081 10156478867020202 2980176664509546496 n44557869 10156478866965202 3705593196240175104 n

 

Osaka in a Few Days

Pada setiap peringatan hari sumpah pemuda 28 Oktober, ForMind (Forum Peneliti Muda Indonesia) mengadakan kegiatan konferensi tahunan. Tahun lalu saya ikutan di Sorong – RajaAmpat. Sedangkan tahun ini acara diadakan di Osaka. Acaranya dinamakan JIISC (Japan – Indonesia International Scientific Conference), yang merupakan kerjasama ForMind dengan I4 (Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional), Universitas Indonesia, dan PPI Jepang. Acaranya cukup padat, Saya dan Intan berangkat tanggal 26 Oktober pagi dan kembali tanggal 29 Oktober malam.  Kami (bersama rekan ForMinder lainnya :  Rino dan Anna) menyewa rumah melalui layanan AirBnb, harga cukup terjangkau dan cantik rumahnya. Rumah yang kami sewa adalah model rumah tradisional lengkap dengan tempat tidur model Tatami, rumah tersebut dominan yang berbahan kayu seperti rumah tradisional jepang pada umumnya.

Walaupun Osaka kota besar dan ramah terhadap orang asing, secara umum saya cukup kesulitan juga nyasar sana sini melihat beberapa petunjuk jalan tanpa huruf latin. Ada pengalaman pada saat kami naik taksi menuju kampus Universitas Osaka, malah nyasar ke arah berlawanan, karena sopir tidak paham bahasa inggris dan juga tidak paham menggunakan google maps (udah sepuh). Alhasil meteran taksi mencapai 8000Yen, tapi untung sopirnya baik, karena merasa itu adalah kesalahan dia, jadi kami cukup membayar 4000Yen. Pengalaman lain karena “buta huruf” adalah saat kami tiba di Osaka menjelang tengah malam, tidak bisa membaca tulisan kanji, kamipun kesulitan mencari kartu telpon (data) lokal untuk sekedar cek lokasi via google maps, sehingga terpaksa roaming data sejenak. 

Tidak banyak tempat yang kami eksplorasi karena keterbatasan waktu, namun kami sempat ke kuil di kyoto yang fotogenik (Fushimi Inari Taisha), kuil di Osaka, Dotonbori (downtown osaka), tempat perbelanjaan shinsaibashi, dan yang terpenting kami juga sempatkan tradisi kalau pergi ke tempat baru yaitu lari. Kami sempat lari malam di Dotonbori. Beberapa eks mahasiswa Intan juga menawarkan mengantarkan kami keliling keliling sambil hunting ramen halal yang enaknya kebangeten.

Untuk acara konferensinya sendiri pada tanggal 28 oktober dibagi menjadi 3 chapter yaitu life science, engineering science, dan social science. Mayoritas peserta mempresentasikan posternya, hanya sedikit yang terpilih untuk mempresentasikan dalam bentuk presentasi oral. Saya termasuk yang terpilih untuk presentasi oral di chapter social science. Alhamdulilah saya dapat penghargaan best presenter. Overall di acara ini, selain belajar keilmuan, berkenalan, dan juga membuat perut kenyang banget, bayangkan saja sesudah acara dinner yang diadakan panitia dengan makanan yang super lezat, dilanjutkan dengan dinner lanjutan yang diadakan oleh KBRI. Jadi rasanya lega juga kami berhasil melaksanakan lari karena kalo ga pasti berat badan meningkat secara signifikan hehe. 

Demikian laporan ringkas perjalanan ke Osaka, suatu hari saya ingin kembali eksplorasi Jepang untuk waktu yang lebih panjang.

Foto fotonya : 

 

IMG 20181028 113028IMG 20181029 110648

IMG 20181028 144951

IMG 20181028 160601

IMG 20181027 101926IMG 20181027 095328

 

IMG 20181028 194103 003

 

 

Seminar Blockchain Cardano

Sejak saya diberikan kepercayaan di lembaga Research Center, saya berpikir bahwa selain bidang Big Data & Data Analytics yang saya dan tim (labscbd.com) kuasai, ada satu bidang keilmuan lain yang menurut saya punya prospek cerah dimasa depan. Bidang tersebut adalah bidang Blockchain. Secara desain Blockchain menjaga integritas data dengan cara menyebarkan catatan tentang data ke semua node di dalam jaringan (desentralisasi). Banyak aplikasi dunia nyata dimana redundansi data membuat kekacauan, contohnya adalah catatan kepemilikan tanah, dimana satu petak tanah bisa dipunyai oleh beberapa orang, hal ini disebabkan karena pada saat dokumen tanah dibuat, tidak ada referensi yang baik mengenai siapa yang sudah memiliki tanah itu sebenarnya. Banyak aplikasi lain blockchain diantaranya adalah untuk keperluan voting, cryptocurrency, smart contracts.

Read More »

ITB Ultra Marathon 2018 (H-7)

ITB Ultra Marathon adalah acara tahunan lari marathon yang digagas oleh ITB dalam rangka HUT ke 100 ITB yang jatuh pada tahun 2020. Tahun ini adalah tahun ke 2 penyelenggaraan ITB Ultra Marathon (UM). Rute lari UM adalah dari Jakarta ke Bandung melalui puncak dan menempuh jarak total sepanjang 170K. Sponsor acara ini adalah BNI makanya dinamakan #BNIITBUltraMarathon. Acara UM akan berlangsung tanggal 12-13 Oktober 2018, sedangkan tanggal 14 oktobernya adalah fun run 5K dari alun alun kota Bandung ke kampus ITB.

Tahun lalu UM sukses besar, acara ini berhasil mengairahkan silaturahmi dan kebersamaan antar alumni ITB. Banyak program program sosial dan kepedulian lainnya lahir dari inisiasi atau follow up setelah acara UM. UM menjadi ajang para alumni untuk saling berkomunikasi dan bekerja sama dalam mempersiapkan timnya masing masing. Oleh karenanya tahun ini UM diselenggarakan lagi, dan pesertanyapun semakin membludak. Tim UM pun beragam, ada yang tim berdasarkan angkatan, jurusan, himpunan, UKM, dan ada yang campuran juga. UM yang dilombakan adalah kategori solo run dan duo run, sedangkan relay 4, 8, 16, semuanya adalah fun run. Kegairahan dan gaung acara ini membuat UM ITB cukup iconic dikalangan alumni ITB

Read More »

#FinTechNite Big Data is a Game Changer

Financial Technology (FinTech) merupakan area bisnis yang sangat menggoda rasa ingin tahu banyak praktisi maupun akademisi. Bidang ini berpeluang besar untuk berkembang secara eksponensial. Belum adanya regulasi dari pemerintah dan keniscayaan bahwa TIK menjadi dasar untuk melakukan aktivitas finansial, membuat FInTech menjadi pilihan yang penting, terutama untuk generasi milenial yang selalu ingin kepraktisan dalam segala hal. Urusan perbankan, seperti antri di teller, atau menunggu di customer service untuk membuka rekening sudah bukan jamannya lagi. Demikian juga aktivitas investasi, peminjaman, dan lain sebagainya.

Tanggal 27.09.2018 (tanggal pas saya ulang tahun), saya diundang ke acara #FinTechNite yang diadakan oleh UnionSpace (suatu coworking space) dan BizNet gio (bisnis cloud computing dari Biznet). Tema acara ini adalah “Big Data is a Game Changer”. Seperti biasa, saya diundang dalam kapasitas sebagai narasumber tidak jauh dari tema Big Data dan Data Analytics. Narasumber lainnya adalah Mas Hendra, seorang data scientist dari Bukalapak, dan Mbak Maria dari Tiket.com. Peserta yang hadir kebanyakan anak anak muda yang antusias belajar tentang FinTech dan Big Data. Suasana tempat FintechSpace dari UnionSpace juga cukup cozy untuk sharing dan berdiskusi secara Informal. Oh ya di acara ini sekaligus jadi ajang reunian saya dengan mantan mahasiswa alumni Lab. Social Computing dan Big Data (SCBD) yang kebanyakan bekerja di Jakarta, juga temen kuliah, dan beberapa temen kantor lama. 

Hari itu saya pulang balik Bandung-Jakarta-Bandung, sesuatu hal yang jarang saya lakukan. Berangkat dari Bandung pukul 2 siang, sampai Jakarta jam 5 sore, jam 7 acaranya, dan jam 10 malem saya sudah balik ke stasiun Gambir untuk naik kereta jam 11 malam. Kenapa saya harus maksa balik malem itu juga, ini karena besok pagi saya harus menjadi moderator acara kuliah umumnya Pak Gubernur Jawa Barat, Kang Emil yang berbicara tentang Smart City, di acara Bandung ICT Expo. Postingan tentang acara ini nanti disambung di entry blog terpisah. 

43024841 10156434772655202 4924678457293537280 n

43045085 10156434772735202 254210747653947392 n

43178788 10156434772805202 7888599834523860992 n

43131563 10156434772875202 2853261669402935296 o

43112855 10156434773020202 4352718091981946880 o

43066082 10156434773365202 8702337944880414720 o

43053698 10156434773110202 2948205138411520000 o

42961468 10156434773470202 6010670172266823680 o

42982614 10156434772950202 1915122627341451264 o

43016006 10156434773220202 8437799183859056640 o

 

 

Open Publication Customer Experience Based on Big Data

Hello,

my open and free publication entitled “A Core of E-Commerce Customer Experience Based on Conversational Data Using Network Text Methodology” can be downloaded at this link:

http://www.craig.csufresno.edu/ijb/Volumes/Volume%2023/V233-6.pdf

I hope it benefits everyone looking for the reference in big data based customer experience or related business and marketing fields. enjoy

Screen Shot 2018 09 12 at 22 02 04