Web3 + Social Network + Metaverse + Crypto Space

Bagi generasi saya, internet saat ini (Internet generasi 2 / Web2) bekerja mirip dengan struktur di banyak organisasi saat ini, yaitu berbasis hirarki. Hirarki atau organisasi terpusat  (centralized) merupakan warisan revolusi industri mesin uap, dimana struktur ini berjalan sangat efektif untuk mengontrol kinerja dan arah organisasi dari jaman dulu sampai sekarang. Namun saat ini di tengah revolusi teknologi informasi dan komunikasi, kita mengalami demokratisasi dalam banyak hal. Kebebasan berpendapat, kemudahan berinteraksi, dan juga kemudahan membuat inovasi, termasuk new value creation (biasanya untuk membuat ide bisnis baru). Generasi Z dan seterusnya yang lahir saat Web2 sudah matang, merasa bahwa menyamakan struktur digital dengan struktur dunia nyata malah membuat banyak potensi yang hilang atau singkatnya struktur dunia digital harus memperbaiki kekurangan yang ada di dunia nyata. Desentralisasi otoritas merupakan kunci supaya interaksi digital bisa mencapai potensi maksimum. Internet yang mendukung desentralisasi disebut sebagai decentralized web atau Web3. Web3 diperkirakan menjadi kunci disrupsi sosial ekonomi masa depan.

Internet saat ini dikuasi oleh platform raksasa seperti Facebook, Google, Twitter, e-commerce, dan lain lainnya. Peran platform ini adalah sebagai penghubung/perantara antar shareholder: penjual dan pembeli, pencari dan pemberi kerja, pengguna medsos dan pengiklan, antar pencari jodoh, dan lain sebagainya. Otoritas terpusat dalam bentuk platform mengumpulkan data pengguna dalam skala besar untuk kemudian digunakan sebagai pendukung proses “matching” yang didukung oleh algoritma rekomendasi (recommender system). Model bisnis seperti ini banyak kita jumpai di sekitar kita.

Web3 memungkinkan pengguna terhubung secara peer-to-peer (P2P) tanpa memerlukan perantara. Dibutuhkan infrastuktur dan teknologi yang memungkinkan hubungan P2P tersebut terjadi, yang ternyata dipenuhi oleh teknologi Blockchain. Decentralized Apps (DApps), Decentralized Finance (DeFi) adalah contoh implementasi dari Web3. Web3 memungkinkan masyarakat digital untuk berpartisipasi lebih aktif, lebih demokratis, lebih efisien, lebih murah, tidak bias, lebih punya kontrol terhadap data pribadi dibandingkan dengan Web2. Manfaatnyapun sangat besar seperti inklusi keuangan, mengurangi digital gap, kesempatan berinovasi, memperoleh pendidikan murah, dan lain lainnya.

Kalo kita lihat bagaimana kekuatan suara publik di media sosial (social network) saat ini, bayangkan potensi yang diperoleh jika social network tersebut berjalan diatas Web3, tentu akan semakin luar biasa perannya dalam revolusi sosial, ekonomi, politik, dan berbagai bidang lainnya untuk menjadi pengawas otoritas seperti negara, perusahaan, dan entitas lainnya. Social network berbasis blockchain dengan dilengkapi dengan sistem reputasi yang sulit direkayasa membuat suara publik menjadi lebih bermakna dibandingkan dengan sistem pada Web2 saat ini, yang dipenuhi dengan akun bot, berita hoax, dan berbagai rekayasa lainnya. 

Saat metaverse digulirkan oleh Facebook, banyak orang mengeryitkan dahi, belum memahami apa untungnya dan bagaimana arah masa depan dari media sosial yang kita kenal saat ini. Metaverse memungkinkan kita semakin intens terhubung, mengaburkan batas virtual dan dunia nyata. Saat sebagian besar aktivitas sosial ekonomi berjalan diatas ruang virtual, maka semakin banyak nilai ekonomi yang bisa kita buat dan dapatkan. Pengalaman berinteraksi virtual menjadi kunci masa depan social network.  Dunia tanpa batas, P2P, jejaring sosial manusia dalam skala global memerlukan mekanisme untuk bertukar nilai (mata uang maupun aset), maka disini peran aset kripto (cryptoasset) atau mata uang kripto (cryptocurrency) sangat penting. Metaverse dan teknologi bBockchain membentuk entitas yang kita sebut sebagai ruang kripto (crypto space).

Sedikit sintesa saya, bagaimana pendapat anda ?. .. silahkan tulis di komentar …

Metaverse

sumber gambar : https://economictimes.indiatimes.com/

Associate Professor

10 tahun yang lalu saya baru mulai menetapkan jalan profesi sebagai dosen/peneliti. Sebelumnya saya ga kepikir profesi ini, saya asyik di dunia IT profesional, dan fotografi. Tahun 2011 saya diajak mengajar di Institut Manajemen Telkom (IMT), yang pada tahun 2013 melebur menjadi Telkom University. Tahun 2013 juga saya baru resmi menjadi dosen tetap. Kemudian mengurus jabatan fungsional dosen, berturut turut asisten ahli pada 1 oktober 2013, lektor pada 1 juni 2017, dan terakhir lektor kepala pada 1 oktober 2021.

Lektor Kepala atau Associate Professor tentunya punya beban dan tanggung jawab yang besar. Tapi ya ini sepadan dengan jalan hidup yang ternyata sangat saya cintai, menjadi peneliti. Kebetulan lektor kepala pada dua mata kuliah favorit, yaitu  Big Data/Data Analitik dan Ekonomi Digital.

Alhamdulilah

Blockchain in Financial Services

Penggunaan teknologi Blockchain yang cukup masif akhir akhir ini membuat banyak orang bertanya kepada saya mengenai teknologi ini dan implementasinya. Walaupun teknologi ini memberikan banyak janji dan potensi untuk diaplikasikan dalam berbagai industri, namun salah satu industri yang berkembang sangat cepat adalah implementasi pada industri keuangan. Layanan keuangan berbasis teknologi Blockchain muncul dalam bentuk mata uang dan pembayaran (cryptocurrency), representasi aset (cryptoassets), maupun keseluruhan layanan keuangan terdesentralisasi yang disebut decentralized finance (DeFi). DeFi menawarkan keamanan, kecepatan, inklusivitas, open liquidity, dan juga transaparansi.

Saat sharing ke industri keuangan saya selalu membawakan pemetaan peran teknologi Blockchain di industri keuangan, yang dibuat oleh Don Tapscott dalam bukunya Blockchain Revolution. Don memetakan dengan baik fungsi Blockchain mulai dari authentication, move value, store value, lending, exchange value, funding dan investment, serta accounting.

Berikut ini peta yang saya tulis kembali, mulai dari fungsi, impact, serta stakeholdernya. Semoga bermanfaat

 Screen Shot 2021 10 28 at 08 05 33

Scopus 2 Tahun Terakhir

Dalam 2 tahun terakhir, sebenarnya publikasi yang saya lakukan tidak sebanyak yang saya harapkan. Pandemi ternyata membuat fokus menulis menjadi berkurang cepat. 

tanggal yang sama selang waktu 2 tahun
dokumen bertambah 16
sitasi bertambah 117
h-index scopus bertambah 3

posisi akhir menjadi 61 dokumen scopus, h-index 9, dan sitasi total menjadi 226

terus berkontribusi, terus berkembang di riset

#researcherlife
#scopus

Scopus20192021psd

Publikasi Pengukuran Kepribadian Manusia di Jurnal Q2

Paper saya berjudul “New Approach of Measuring Human Personality Traits using Social Media Data” akhir accepted dan published di Jurnal Information dari MDPI (Scopus Q2). Butuh perjuangan dua tahun supaya paper ini bisa diterima. Mulai dari problem penulisan bahasa inggris yang ga bagus, storytelling yang ga menggugah selera, sampai beberapa kali salah jalur masuk antara tema jurnal psikologi atau jurnal ICT. Kebanyakan ditolak karena ga masuk kriteria/scope jurnal yang dituju.

Awalnya pede banget publikasi ini membawa kebaruan, setelah dapat masukan sana sini dari para reviewer dirubah lagi pelan pelan, sampai akhirnya berubah total menjadi lebih akomodatif dan ga terlalu provokatif di kedua domain. ya demikianlah resiko membuat paper yang multidisiplin.

Akhirnya diterima juga. menyelamati diri sendiri serta senang dengan perjuangan dan pengalaman yang didapat. walopun pertanyaannya kok lama banget sih mempublikasi satu paper aja? . ya berarti emang bener belum jagoan. ya khannn…

yang penting ngotot, pantang mundur.

Screen Shot 2021 10 09 at 21 33 19

Jurnalnya dapat diakses di link berikut ini:

https://www.mdpi.com/1303514

Honorary Members Asosiasi Blockchain Indonesia

Suatu hari saya dikontak oleh CEO dan Tim Asosiasi Blockchain Indonesia (A-B-I) atas rekomendasi pak Budi Rahardjo untuk menjadi Honorary Members. Sebelum saya bergabung, sudah ada 4 Honorary member mewakili institusi masing masing, yaitu BCA, Binus, id-cert, dan CCCP-UI. Saya sendiri akan mewakili Telkom University, menjadi anggota ke 5.  Salah satu tugas Honorary Member adalah melakukan edukasi dan literasi mengenai teknologi blockchain dan aplikasinya. Komposisi  A-B-I terdiri dari industri dan partner yang bergerak di bidang blockchain. Kalau saya perhatikan paling banyak memang dari industri keuangan.

Saya menjadi Honorary Member terhitung mulai 13 September 2021.

Semoga bisa membawa kemajuan adopsi teknologi blockchain, terutama untuk civitas academica Telkom University.

ABI SAFARI

Honorary Members A-B-I

Screen Shot 2021 09 19 at 18 50 37

Member A-B-I

Screen Shot 2021 09 19 at 18 50 42

Partner A-B-I

Jadwal Ngajar Full (Semester Ganjil 2021/2022)

Tanggal 20 September 2021 nanti perkuliahan semester ganjil akan dimulai. Jadwal ngajar saya udah keluar. Ternyata jadwal ngajar S1 dan S2 saya penuh banget. Ngajar mata kuliah Big Data Analitik (untuk S1 reguler, S1 Internasional, S2, S2 jarak jauh), Artificial Inteligence untuk Bisnis, Ekonomi Digital, Platform Strategy (S2), Pola Pikir Bisnis Digital (S2). Wah banyak banget sks nya, tapi untungnya masih mode kuliah online. Kalo offline pasti pontang panting abis waktu di jalan…

Eh belum lagi jadwal riset dan diskusi lainnya, sudah kebayang kesibukan saya semester depan 

Daftar mata kuliahnya

Screen Shot 2021 09 07 at 22 57 07

dan ini daftar SKSnya

Screen Shot 2021 09 07 at 22 39 14

Certified Blockchain Technology Consultant & Certified Big Data Analyst

Sertifikasi merupakan pengenalan (recognize) akan kemampuan seseorang akan suatu keahlian. Setelah mendapatkan sertifikasi internasional Big Data Analyst dari TuVRheinland 2 tahun lalu, akhirnya saya juga memperoleh sertifikasi Blockchain Technology Consultant dari lembaga yang sama. Sebenernya sertifikasi ini sudah saya peroleh sejak 2020, namun karena sesuatu dan lain hal berkaitan pandemi, akhirnya baru saya terima sekarang.

Gimana dengan anda, apakah sudah mempunyai sertifikasi sesuai dengan keahlian anda ?

Screen Shot 2021 08 28 at 07 53 07

Screen Shot 2021 08 28 at 08 09 37

Taksonomi SNA

Social Network Analysis (SNA) atau dalam lingkup keilmuan lebih besarnya disebut Network Science terdiri dari banyak keilmuan yang menggabungkan ilmu dasar seperti teori graf, statistik, simulasi, dan visualisasi data. Saat menyusun disertasi,  saya pernah menggambarkan taksonomi SNA, namun tidak tuntas waktu itu. Kali ini saya gambar Taksonomi SNA versi final (awal 2021). Semoga taksonomi ini bermanfaat buat rekan rekan yang ingin mengetahui betapa luasnya lingkup keilmuan SNA.

Keterangan: saya hanya mengeksplorasi atau pernah melakukan atau menggunakan area lingkaran yang berwarna abu. Lingkaran yang berwarna putih belum pernah saya eksplorasi. Jadi sebenarnya masih banyak area SNA yang belum saya pelajari.  

Taxonomy SNA

Menyimpan Publikasi di arXiv

arXiv adalah tempat penyimpanan publikasi riset yang bersifat terbuka. Biasanya sebelum versi publikasi final, peneliti meletakkan draft atau versi awal papernya ke arXiv. Motivasinya sih umumnya karena ingin mengklaim riset yang dilakukan, atau juga karena juga ingin memberikan kesempatan kepada publik untuk mempelajari paper tersebut. Seperti kita ketahui, kebanyakan setelah dipublikasi maka untuk memperoleh atau membaca paper paper itu maka kita harus membayar ke jurnal atau penerbit.

Hal ini membuat arXiv jadi tempat yang populer untuk mencari publikasi publikasi yang bersifat gratis. Kekurangannya arXiv adalah tidak semua peneliti rajin mengupdate papernya, sehingga bisa jadi paper yang di arXiv adalah versi yang belum sempurna. Namun ini bisa diakali dengan kita memperhatikan kebiasaan peneliti peneliti yang rajin dan selalu update versi publikasinya di arXiv. 

Pada saat awal karir menjadi peneliti dulu, saya tidak tahu strategi publikasi paper yang baik, sehingga beberapa diantara paper ini masuk ke konferensi atau jurnal yang tidak terindeks Scopus, makanya saat ini sulit dicari keberadaannya di online. Saya memutuskan mengupload paper paper tersebut ke arXiv. Supaya nanti bisa bermanfaat buat mahasiswa dan periset lainnya

Berikut link arXiv saya. Selamat melipir, nanti listnya akan saya update terus.

https://arxiv.org/a/0000-0001-5106-7561.html

 

Screen Shot 2021 02 17 at 16 45 22