2019 Indonesian Actuarial Conference

Seiring dengan perkembangan implementasi Data Science dalam berbagai bidang industri, maka banyak industri dan profesi yang berpacu untuk memperkaya kemampuan sumber daya manusianya akan kemampuan atas keilmuan ini, salah satunya di industri asuransi ada persatuan profesi Persatuan Aktuaris Indonesia (PAI).  Setelah tahun lalu mengundang saya sebagai narasumber di acara PAI Regional Seminar dan awal tahun 2019 ini di workshop Claim Data Behavior Analysis , kali ini mereka kembali mengundang saya sebagai narasumber dalam acara 2019 3rd Indonesian Actuarial Conference, pada tanggal 18 Oktober 2019. Dalam kesempatan ini saya membawakan topik yang berbeda dari sebelumnya yang lebih banyak bicara teknis, kali ini materi saya lebih bersifat global yaitu tema “Business, Technology, and Market Changes in Industry 4.0”.

Seperti yang saya tulis di post sebelumnya, Aktuaris adalah profesi yang unik, mereka adalah orang orang yang mempunyai kemampuan matematis, terutama simulasi dan permodelan resiko yang sangat kuat. Tentu saja jika dihadapkan dengan pekerjaan yang membutuhkan kemampuan analitik yang kuat, seperti Data Scientist, maka tidak akan menjadi masalah besar bagi mereka. Sayangnya, banyak aktuaris yang belum terbiasa / belum paham dengan data analytics, machine learningm bahkan konsep artificial intelligence. Karena saya membawakan materi yang bersifat global, saya lebih banyak memberikan gambaran umum / vision, dan future impact untuk industri asuransi secara umum. Oh ya tidak lupa dalam acara ini saya bertemu dengan rekan rekan alumni MA tentunya.

72899499 10157368493640202 8330319920789192704 o74356886 10157368493700202 2431510909026304000 o75231763 10157368494115202 3114329770431610880 o73524615 10157368493575202 4486420715964203008 o74595538 10157368493910202 8256100132840275968 o

73013117 10157368493820202 7775946982698254336 o

Bicara Komputasi Psikologi di UI

Tantangan atau provokasi atau racun yang sering saya lontarkan ke rekan rekan di keilmuan sosial adalah bagaimana mereka bisa mengeser kebiasaan melakukan risetnya dengan menggunakan data yang tersedia melimpah di internet. Computational Propaganda adalah salah satu contoh proyek akademis yang menggunakan data jejaring sosial atau jejak digital untuk kepentingan politis / propaganda. Kampanye, manipulasi, penyebaran informasi pada media sosial bisa diukur dengan mudah. Kunci utama proses yang murah, cepat, dan eksperimen secara real time membuat metodologi komputasi ini lebih disukai daripada metode legacy yang sudah well established. Namun secara hasil belum tentu metode berdasarkan komputasi ini akan lebih akurat. Namun yang jelas bisa mendukung hasil yang cepat dan lebih murah.

Psikologi adalah salah satu bidang yang saya minati, bahkan salah satu hibah yang saya peroleh dari kemenristekditi di tahun 2019-2020 ini adalah mengenai pengukuran kepribadian manusia berdasarkan jejak postingan yang ditinggalkan di media sosial. Riset ini membutuhkan pemetaan kata kata bahasa Indonesia tidak baku ke dalam 5 sifat dasar manusia berdasarkan Big Five Personality . Dalam melakukan verifikasi kata kata tersebut dan membuat model ontologinya, saya dibantu oleh dosen Psikologi Universitas Indonesia, Dr. Fivi Nurwianti. Sedikit banyak saya menjerumuskan beliau ke penelitian Computational Cognition / Psychology  hihihi. Setelah setahun melakukan riset (hasil riset akan saya publish di entry blog lain), maka gantian saya diundang Dr. Fivi untuk mengisi kuliah kapita selekta magister psikologi UI.

Setelah mengalami penundaan jadwal beberapa kali, karena susah nyocokin waktu, akhirnya tanggal 11 november saya berangkat ke kampus UI Depok. Materi yang saya bawakan di kelas S2 tersebut adalah “Social Computing : Understanding Human Behavior”. Saya bicara mengenai dasar dasar pengukuran perilaku manusia menggunakan data online, dan juga bicara mengenai riset yang saya dan Dr. Fivi lakukan. Di kelas siang itu saya rasa lumayan banyak mahasiswa yang merasa terprovokasi, terbukti beberapa dari mereka weekend itu melanjutkan ikut acara Social Media Analytics yang diadakan di kampus Telkom University untuk melanjutkan implementasi racun yang sudah ditanamkan ke level selanjutnya yaitu, bagaimana mengambil data di media sosial dan bagaimana melakukan analisanya.

Semoga tetap terprovokasi dan teracuni dengan pendekatan komputasi ini.

76602197 10157439888855202 4781043734324183040 o75371714 10157439888050202 8584565590822223872 o75481895 10157439888550202 4022248859957723136 o75316054 10157439887980202 4016431515733852160 o75422293 10157439888125202 3083520024397217792 o

World Bank Event – Artificial Intelligence

World Bank mempunyai kegiatan rutin berupa sharing knowledge yang dinamakan INSPIRE, dengan mengundang pakar pakar untuk berbagi dan berdiskusi mengenai isu isu kekinian berkenaan tugas utama terkait dengan visi Sustainable Development Goals (SDG) di Indonesia dari pandangan berbagai aspek yang berbeda. Pada tanggal 30 September 2019, saya diundang sebagai salah satu narasumber acara INSPIRE yang topik besarnya adalah : Artificial Intelligence (AI) Promises and Pitfalls for Development. Saya diminta membawakan sudut pandang akademik dengan topik khusus tentang : AI – Disruptions on Society. 

Moderator dan narasumber yang dihadirkan pada acara ini sangat kompeten di bidangnya. Bahkan beberapa sudah saya kagumi karena prestasi / nama besarnya. Moderator acara ini adalah bu Vivi (staf ahli bappenas). Narasumbernya antara lain adalah bu Shinta Bubu, mbak Maesy Angelina (PulseLab), mas Meidy Fitranto (CEO Nodeflux). Bu Shinta dari Bubu.com saya sudah kenal namanya dari dulu, tapi belum pernah bertemu, dan ketemu pertama kali dalam satu panggung di acara ini, bu Shinta membicarakan tentang kondisi market dan talent bidang AI di Indonesia berdasarkan pengalaman beliau membimbing (inkubasi) startup sekaligus sebagai investor.

Saya sangat terkesan dengan Nodeflux, salah satu perusahaan perintis implementasi AI di Indonesia, oleh karenanya ketemu langsung dengan CEO nya mas Meidy merupakan hal yang luar biasa, mas Meidy menceritakan bagaimana Nodeflux membantu pengembangan AI di Indonesia, baik di industri dan pemerintahan. Meskipun hanya sempat mengobrol sebentar diatas panggung, saya senang karena bisa membuka peluang inisiasi riset bersama antara Nodeflux dan kampus Telkom.

Pulselab diwakili oleh salah satu peneliti handalnya yaitu Mbak Maesy, beliau menceritakan bagaimana UN PulseLab melaksanakan program program kemasyarakatan dengan pendekatan AI. Sangat banyak pekerjaan PulseLab yang kelihatannya tidak langsung berhubungan dengan teknologi, namun terbantu dengan implementasi AI tersebut. Oh ya, salah satu pengunjung acara ini adalah bapak selebritis teknologi, pak Onno Purbo, saya belum pernah berkenalan dengan beliau, namun pernah menghadiri salah satu talks beliau. saya sangat mengagumi ide ide cemerlang beliau. Kehadiran beliau membuat acara diskusi semakin menarik, dan dapat bonus kenalan langsung.

Sungguh hari itu mendapatkan pengalaman dan pembelajaran yang menyenangkan.

71690022 10157336695970202 8732475996684419072 o71105386 10157314248220202 6768724495487205376 o72781737 10157336696450202 5753818281718841344 o71676262 10157336696365202 666373281305067520 o72941183 10157336696225202 5615088076394070016 o72347788 10157336696295202 3373519519052988416 o71911503 10157336696575202 2411331211344478208 o

Melawan Korupsi dengan Big Data – KPK Goes to Campus

Pada suatu hari di awal Oktober 2019, saya dikontak oleh mbak Ajeng dari OpenLibrary (Perpustakaan Pusat Tel-U), beliau meminta saya untuk menjadi pengisi pada acara kolaborasi dengan KPK terkait penggunaan Big Data untuk pemberantasan dan pencegahan korupsi. Walaupun secara intensif belum pernah melakukan riset tentang hal ini, namun salah satu penelitian awal saya menggunakan metoda network analysis untuk deteksi financial fraud (penelitian tahun 2013). Berbekal pengetahuan tersebut, saya menyanggupi permintaan mbak Ajeng, sambil berpikir bahwa ini sekaligus merupakan kesempatan untuk memperdalam pengetahuan tentang aplikasi Big Data di bidang pencegahan korupsi. Acaranya dijadwalkan dilaksanakan pada tanggal 29 Oktober 2019. 

Saya baru tahu kalau KPK sedang rajin melakukan kampanye peningkatan kepedulian publik mengenai bahaya korupsi. Edukasi atau awareness ini terutama juga menyasar lingkungan kampus, yang notabene merupakan tempat menempa calon pemimpin masa depan bangsa. Jadi edukasi terus menerus mengenai bahaya korupsi harus semakin digaungkan melalui beberapa kegiatan. OpenLibrary Tel-U sudah menyiapkan satu area yang disebut sebagai KPK Corner untuk menjadi tempat pembelajaran mengenai fenomena korupsi. Pada tanggal 29 Oktober 2019 tersebut, selain menghadirkan acara seminar juga sekaligus diikuti acara launching KPK Corner di Telkom University.

Beberapa waktu kemudian saya juga baru tahu kalo salah satu pembicara tamu adalah mas Ismail Fahmi, yang sangat terkenal dengan analisa jejaring sosial mengenai politik. Wah ini kesempatan pertama kali saya sepanggung dengan beliau, setelah sekian lama hanya berhubungan via FB aja. Mas Ismail Fahmi, banyak menggunakan metode SNA (Selain metode lainnya seperti sentiment analysis) dalam melakukan analisa analisanya. Ini mirip sekali dengan keilmuan yang saya pelajari, makanya kami banyak berkomunikasi via FB. Oh ya beliau juga satu grup di WA grup AIDI. Saya ditugasi oleh panitia untuk membawakan materi pencegahan dan pemberantasan korupsi berdasarkan sudut pandang akademik. Total ada 4 pembicara yang hadir, yaitu dari pimpinan KPK, mas Ismail Fahmi dari Drone Emprit, saya, dan mas Paku Utama dari Wikratama Utama.

Berikut foto foto pada acara tersebut: 

74602079 10157401241770202 6444551805778001920 o74320245 10157401241910202 6182365192186232832 o74156707 10157401241960202 4970359755223597056 o74353444 10157401242310202 2314780093127327744 o75580244 10157401242405202 4745439868484583424 o

foto foto saya di panggung

75233936 10157401241710202 6496295377031921664 o

bersama mas Ismail Fahmi di KPK Corner 

74346784 10157401242185202 5696960280588713984 o

dapet bingkisan buku Membaca Indonesia dari mas Ismail Fahmi

74342707 10157401242245202 8925105885500407808 o

seluruh permbicara dan moderator 

74211381 10157401242015202 2853311027167100928 o73226352 10157382859135202 2434633195631673344 o

poster acara

 

Konferensi Digital Diplomacy Kementrian Luar Negeri

Kementrian Luar Negeri Indonesia atau Ministry of Foreign Affair (MFA) dalam rangka menghadapi era disrupsi Industry 4.0 mengadakan acara Regional Conference on Digital Diplomacy 2019 (RCDD 2019). Acara RCDD 2019 ini diadakan pada tanggal 10-11 September 2019 dengan tema “Digital Diplomacy: Challenges and Opportunities”.  Konferensi ini menjadi wadah bagi para pakar di bidang diplomasi digital, yang berasal dari lembaga think tank, kementrian, lembaga terkait, dan akademisi untuk saling bertukar pikiran. Terdapat 16 negara peserta yang diwakili oleh pejabat setingkat menteri yaitu: Australia, Brunei Darussalam, Kamboja, Republik Rakyat Tiongkok, India, Indonesia, Jepang, Republik Korea, Laos, Malaysia, Myanmar, Selandia Baru, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam.

Acara dibuka oleh Menteri luar negeri RI, ibu Retno Marsudi, kemudian dilanjutkan dengan sesi l, yaitu debat terbuka dari 16 perwakilan negara sahabat, dengan tema “Upaya Mengatasi Tantangan dan Memanfaatkan Kesempatan pada Diplomasi Digital”. Sesi 2, dilanjutkan diskusi panel dengan tema “Peran Diplomasi Digital dalam Situasi Krisis”. Sesi 3 adalah diskusi panel dengan tema “Pemanfaatan Teknologi Digital untuk Mencapai Tujuan Diplomasi dalam Pembangunan Ekonomi”. Selain acara diskusi panel, di RCDD 2019 itu juga terdapat eksibisi dari pelaku bisnis di Indonesia, terutama bisnis startup / unicorn.

Saya menjadi salah satu pembicara diskusi panel sesi 2, bersama dengan duta besar jepang untuk Indonesia, Mr. Ishii, yang merupakan salah satu selebgram saat ini. Mdm Xiuping, mantan duta besar Cina untuk ASEAN, Mr. Buttigieg, mewakili DFAT Australia, Ibu Rahimah dari Facebook Indonesia, dan Moderator Mdm. Usher dari Pulse Lab Jakarta. Pembicara lain berbicara mengenai pengalaman dalam menghadapi krisis, sedangkan saya sebagai satu satunya wakil dari akademisi, membawakan metode untuk mengukur, memprediksi, dan menanggulangi berita palsu pada saat krisis.

Screen Shot 2019 10 24 at 19 49 52

Digital Diplomacy merupakan hal yang sangat baru buat saya, bukan bidang yang biasa saya tekuni selama melakukan penelitian, namun karena faktor kemampuan melakukan proses Data Analytics yang membuat saya bisa bercerita banyak mengenai Digital Diplomacy dari sudut interpretasi data yang ada selama ini. Saya sangat menikmati pengalaman baru ini, berbicara dan berdiskusi tentang hal yang baru, bertemu orang orang baru, dan memperluas kekayaan pengetahuan saya. Terima kasih Kemenlu yang sudah mengundang saya dalam acara keren ini.

69856100 10157261586170202 563582357290876928 n 169850761 10157261586430202 3819122556401614848 n70877445 10157261587085202 3165662364854910976 n70371606 10157261586895202 8660251049245802496 n70365181 10157261586545202 6109052570049708032 n69909919 10157261586690202 2985428571993931776 n69758070 10157261586790202 5067592849822842880 n70791592 10157261587150202 6795083165049290752 n

Pelaksaan dan Testimoni Sertifikasi Internasional Big Data Analyst

Pada saat entry blog ini ditulis, program Sertifikasi Big Data Analyst sudah berjalan sebanyak 4 batch. Sebelumnya, saya pernah menuliskan entry blog mengenai peluncuran program sertifikasi tersebut disini , sekaligus pelaksanaan batch 1 pada tanggal 15 Juni 2019. Program ini akan berlangsung tiap bulan. Beberapa peserta sertifikasi berasal dari akademisi, industri, dan pemerintahan sudah banyak yang menjadi alumni dari program sertifikasi ini. Tercatat dari akademisi adalah dosen dan mahasiswa dari ITB, UGM, Unpad, Unair, dan TelU sendiri. Dari industri atau bisnis tercatat dari Telkom, Telkomsel, BNI, Bank Mandiri, INKA, Indonesia Power, Kalla Group, dan lain lain  Sedangkan dari pemerintahan tercatat dari Kemenkeu, Kemenperin, dan BPPT.

Berikut foto foto dari tiap batch dan testimoni dapat dilihat dibawah ini:

Batch 2

69466594 10157215482625202 2710598090078814208 n69445601 10157215482535202 6173340890371719168 n68891814 10157215482805202 1561411643651391488 n69002006 10157215482420202 5234280899947790336 n69252036 10157215482460202 3910887122545934336 n

Batch 3

70437113 10157268711345202 3414205477960024064 n70244067 10157268711435202 7022539745372667904 n

Batch 4

71790100 10157344959355202 4502942218201333760 n

Testimoni peserta sampai Batch 2

70091189 10157250079970202 915671982236762112 n70841106 10157250080100202 2959649422369095680 n

Lab. SCBD goes to ICOICT 2019 Kualalumpur

Tahun 2019, tim Lab. SCBD kembali berpartisipasi di konferensi internasional ICOICT. Konferensi ICOICT ke 7 ini, kamu mempresentasikan 7 paper hasil penelitian. The 7th ICOICT dilaksanakan di hotel Federal di area Bukit Bintang, Kualalumpur pada tanggal 24-26 juli 2019. Momen istimewa karena baru pertama kali saya membawa rombongan tim sedemikian besar (9 orang) ke luar negeri. Berikut foto foto kami, fotonya tambah keren karena kami bawa kaos seragam tertulis SCBD :). See you on the next conference.

67315621 10157142953745202 31066817006927872 n67455588 10157138645505202 5770099506305564672 n67354480 10157138645570202 6551990258068619264 n67246502 10157138645680202 365182218567417856 n

Belajar Machine Learning di SEAMLS 2019

 

Tulisan ini bener bener late blog entry, karena baru sekarang sempat menulis mengenai acara SEAMLS 2019, setelah hampir satu bulan acara berlangsung. South East Machine Learning School (SEAMLS) adalah acara yang digagas oleh anak anak muda dan dilaksanakan pada tanggal 8-12 juli 2019 di Fasilkom Universitas Indonesia. Organizernya ada 4 anak muda yang merupakan peneliti Google DeepMind, PhD Student, dan juga penyelanggara lokal dari Fasilkom UI. Tentang organizer acara ini bisa dilihat dihalaman berikut. SEAMLS adalah acara pembelajaran tentang Machine Learning yang luar biasa, menampilkan penelitian terkini (state-of-the art) yang membagikan ilmunya selama 5 hari penuh. Daftar acara dan pembicara dapat dilihat di link berikut (sekaligus beberapa slide dari pembicara).

Acara ini menampilkan presentasi teoritis (fondasi Math/Stat), diskusi panel beberapa topik, dan juga aspek praktis how to code machine learning, dengan menggunakan python Google Collab. Beberapa pemateri yang menarik perhatian saya adalah Prof Wee Sun Lee mengenai Machine Learning dan Cheng Soon Ong mengenai Math of Machine Learning. Untuk mengikuti acara ini ternyata tidak mudah lho, peserta diseleksi dari sekitar 1200 pelamar, yang diterima hanya 200 calon peserta. Saya sangat merasa beruntung mendapatkan kesempatan untuk mengikuti acara ini.

Beberapa bisnis lokal juga ikut hadir mensponsori acara ini, kalau tidak salah ada GDP labs, Bukalapak, tokopedia, traveloka, airy, kumparan, dan lain lainnya. Peserta juga diminta untuk menampilkan poster penelitian mereka pada sesi presentasi poster yang dilangsungkan selama 2 hari. Overall acara ini selain sangat berkesan karena penyelanggaran yang rapih, makanannya enak enak, pembicara yang sangat bermutu, goodie  stuff yang banyak, kesempatan jejaring dengan peneliti peneliti bidang machine learning. Semoga tahun depan bisa berkesempatan ikutan lagi.

Note: sebagai bocoran perkembangan machine learning kedepannya hampir lebih dari 90 persen di dominasi oleh deep learning (deep neural network).

tambahan dari status yang saya tulis di facebook, sesaat setelah selesai mengikuti pelatihan ini:

seminggu penuh belajar machine learning (ML) di southeast asia machine learning school (SEAMLS2019). pembicara para ilmuwan ML dari akademisi, author, dan industri (termasuk dari Google (Deepmind, Brain)) . Google mendominasi implementasi ML/AI untuk NLP, computer vision, deep learning, dll, jadi peserta banyak belajar dari pengalaman mereka melakukan riset dan juga implementasi.

pembelajaran ini membutuhkan pemahaman matematik yang cukup dalam untuk mengambarkan proses learning, yang saya inget konsep turunan, operasi matriks, stokastik, aljabar, distribusi, inferensi, dll. untung masih inget, walaupun banyak lupanya 😅😅😅.

beruntung banget bisa ikutan sekolah ini, jadi berasa cetek banget ilmu yang dipunyai sekarang. deep learning dan variansinya akan makin berkembang pesat ke depannya. tidak akan berhenti sampai komputer bisa seperti bayi baru lahir, tidak dikasih data apa apa tapi lama lama bayi itu tumbuh menjadi anak yang pintar dan paham akan lingkungan sekitarnya.

#machinelearning #artificialintelligence #researcherlife

66477382 10157110349680202 1780610505103114240 n

66077562 10157098731665202 949929942764748800 n

64922753 10157110350155202 416552780501614592 n66215946 10157101985090202 20256938373677056 n67162636 10157110350385202 466684660982743040 n67118954 10157110350265202 577572792350801920 n66835967 10157110350020202 3900726935025614848 n66698503 10157110349735202 3956817094787465216 n66586803 10157110349855202 7172957419998281728 n66577271 10157110350090202 2342169743819014144 n66495536 10157110349800202 1390150204975480832 n66443353 10157110349955202 1039893148085518336 n

Sertifikasi Internasional Big Data Analyst (Launching + Batch 1)

Setelah merintis lebih kurang setahun akhirnya saya dan tim Research Center Digital Business Ecosystem (RC DBE) berhasil menyelenggarakan Sertifikasi Internasional Big Data Analyst bekerja sama dengan TUV Rheinland. Proses paling lama pembentukan program ini adalah membuat materi yang memenuhi standard internasional mengenai keilmuan Big data Analyst. Output dari sertifikasi personal ini adalah individu yang mempunyai kemampuan untuk melakukan proses predictive analytics, membuat model predictive berdasarkan data terstruktur dan tidak terstruktur, mempunyai pemahaman dan mampu melakukan proses machine learning, kemampuan melakukan text analytics, analisa jejaring sosial, framework komputasi big data, computational modelling, serta artificial neural network dan deep learning.

Tanpa diduga respon pasar sangat bagus. Batch 1 dilaksanakan tanggal 15-19 Juli langsung fully booked, demikian juga untuk batch 2 yang akan dilaksanakan nanti bulan agustus, jadi pendaftar saat ini hanya bisa mendapatkan tempat di batch 3 dan seterusnya.

Launching acara sertifikasi ini dilakukan pada tanggal 15 Juli pagi, dihadiri rektor Universitas Telkom dan Direktur dari TUV Rheindland Indonesia. Berikut ini adalah foto fotonya

66635283 10157117950460202 1548982467858268160 o66980030 10157117950505202 7201925355207131136 o67163142 10157117950580202 2825727561781215232 o

Rangkaian acara sertifikasi berlangsung selama 4 hari (26 jam) penyampaian teori dan praktek mulai dari materi introduction, statistik, data mining, machine learning, SNA, text analytics, computation model, deep learning, dan big data computation. Berikut ini adalah suasana kelas pelatihan sertifikasi.

66687830 10157117950715202 5393105672407613440 oWhatsApp Image 2019 07 19 at 10 12 13 PMWhatsApp Image 2019 07 19 at 10 12 14 PM

Pada hari ke 5 dilaksanakan ujian sertifikasi secara online. Berikut ini suasana ujian dan wrap up perpisahan diakhir acara disertai foto bersama

WhatsApp Image 2019 07 19 at 10 15 57 PMWhatsApp Image 2019 07 19 at 10 15 57 PM 1WhatsApp Image 2019 07 19 at 10 15 57 PM 2

Tertulis di kaos peserta, “Big Data is not about Data” . Sampai jumpa di batch 2.

beberapa testimoni peserta

WhatsApp Image 2019 07 19 at 10 19 22 PMWhatsApp Image 2019 07 19 at 10 19 23 PMWhatsApp Image 2019 07 19 at 10 19 25 PMWhatsApp Image 2019 07 19 at 10 19 25 PM 1WhatsApp Image 2019 07 19 at 10 19 26 PMWhatsApp Image 2019 07 19 at 10 19 26 PM 1WhatsApp Image 2019 07 19 at 10 19 27 PM

 

 

 

 

 

 

 

 

Workshop Data Engineering untuk Auditor Kementrian Keuangan

Departemen Keuangan akhir akhir ini meningkatkan fokus dalam membekali sumber daya manusianya dengan pengetahuan mengenai Data Science. Beberapa pekerjaan harian dari kemenkeu seperti Auditor pajak bekerja dengan data dengan skala besar dan struktur data yang kompleks. Auditor dari berbagai inspektorat jendral dalam lingkungan kemenkeu, sering mengalami kesulitan dalam ekstrasi informasi dari data untuk mendukung pekerjaan mereka, dikarenakan belum mempunyai bekal pengetahuan yang cukup untuk melakukan proses analitik.  Saya dan tim RC DBE diminta untuk memberikan workshop yang terdiri dari 3 rangkaian kegiatan, yaitu data engineering (persiapan dan transformasi data), machine learning berbasis data terstruktur, dan capstone project.  Workshop ini diadakan dalam waktu 5 hari (22-26 April 2019). Dalam capstone project, para peserta diminta menyelesaikan masalah keseharian mereka menggunakan data yang ada dan berdasarkan storytelling yang sesuai dengan permintaan kemenkeu. Berikut ini adalah foto foto kegiatan tersebut

 

58917015 10156908069325202 8568533805051150336 o

58461017 10156908069370202 1867644237785333760 o58543927 10156908069630202 2895275533413646336 o58719879 10156908069805202 5674843153224433664 o58380912 10156908069740202 8737763969009188864 o