Penipuan di Depan Mata Akun Twitter BNI

Saya jadi korban penipuan, tidak menyangka saya yang cukup hati hati ini dan cukup aware dengan berbagai modus penipuan, ternyata bisa juga ketipu. Ceritanya diawali pada saat pin ATM BNI saya terblokir. BNI memang bukan merupakan akun utama perbankan saya, karena saya pernah kecewa dengan pelayanannya di masa lampau. Saya terpaksa memakai BNI karena transferan sertifikasi dosen masuknya ke sana.  Saya kemudian telpon call center untuk membuka blokiran kartu ATM tersebut. Entah kenapa nomer KTP saya tidak sesuai dengan catatan di BNI, jadi saya diharuskan ketemu CS di kantor BNI.

Mengantri di CS sangatlah menyebalkan, segala urusan nasabah yang rumit dan ringan, semuanya harus ketemu CS. Reset pin ATM sebenernya masalah ringan, tapi ngantrinya sama aja dengan masalah nasabah yang berat. Saya ke kantor BNI sampai berulang 3 kali di 3 hari yang berbeda, karena setiap kali datang selalu antriannya sudah mengular. Kesal dengan kondisi antrian tersebut yang bisa menghabiskan waktu yang seharusnya untuk kegiatan lain.

Saya kemudian menyindir di Twitter dengan memention BNI. eh ga lama kemudian saya disambut oleh jawaban CS BNI. seperti ini jawabannya.

 Photo 2021 03 12 22 14 33

Membaca jawaban diatas saya sangat senang, karena BNI sangat responsif menjawab tweet saya, sehingga saya langsung kontak WA diatas.

Saat itu saya tidak tahu yang menjawab diatas adalah akun penipu. Akun resmi BNI sendiri baru menjawab 4 jam kemudian, sengat terbuka lebar ruang buat penipu untuk mencari korban. Saat ini tweet yang saya screenshot diatas sudah dihapus oleh penipu. Kalo diperhatikan baik baik akun diatas jelas akun penipu, namun saat itu, saya tidak melihat jelas nama akunnya di layar HP, dan ini saya bayar mahal.

Singkat kata si penipu membantu saya mereset pin, walaupun saya tidak bisa konfirmasi karena saya tidak sedang di dekat ATM.

Saya akui saya lengah, dan ini sangat manusiawi, saya ceroboh memberikan OTP, akibatnya tabungan saya dibobol abis (alhamdulilah tidak terlalu banyak, karena memang bukan tabungan utama). Saya sadar tertipu, karena CS BNI palsu ini mulai menanya nanya tabungan saya yang lain. tapi ya saya sudah terlanjur tertipu .

Akhirnya saya laporlah ke BNI lewat twitter dan lewat call center.

Lewat call center, BNI tidak bisa ngapa ngapain karena uang saya yang diambil penipu bukan dilarikan secara transfer ke akun bank, tapi di TRX ke DANA ,saya ga tau mekanisme DANA seperti apa, menurut BNI ini adalah mekanisme belanja jadi tidak bisa digagalkan. intinya saya harus rela uang saya hilang, tanpa ucapan penyesalan apapun dari pihak call center tersebut. oke lah fine …

Yang lebih ajaib saat komplain BNI lewat twitter nih. saya komplain dong.  Kenapa ada akun penipu merajalela di Twitter, BNI tidak bisa melakukan apapun. Atau paling tidak kecepatan jawaban BNI harus balapan dong dengan kecepatan penipu menjawab. 

Komplainan saya dijawab dua kali oleh penipu dong. edun ini penipuan secara sistematis (banyak akun, pake bot, banyak nomer telpon), bahkan berani memention akun @BNI nya. Di depan mata akun resmi lho ini,  berani sekali. Apa BNI tahu atau tutup mata dengan praktek ini .. wallahualam.

Screen Shot 2021 03 10 at 12 53 35

Saya nulis ini untuk pembelajaran. penipuan makin merajalela. saya yakin banyak sekali korbannya diluar sana.

Semoga tidak terjadi pada rekan rekan semua.

Salam. 

 

Taksonomi SNA

Social Network Analysis (SNA) atau dalam lingkup keilmuan lebih besarnya disebut Network Science terdiri dari banyak keilmuan yang menggabungkan ilmu dasar seperti teori graf, statistik, simulasi, dan visualisasi data. Saat menyusun disertasi,  saya pernah menggambarkan taksonomi SNA, namun tidak tuntas waktu itu. Kali ini saya gambar Taksonomi SNA versi final (awal 2021). Semoga taksonomi ini bermanfaat buat rekan rekan yang ingin mengetahui betapa luasnya lingkup keilmuan SNA.

Keterangan: saya hanya mengeksplorasi atau pernah melakukan atau menggunakan area lingkaran yang berwarna abu. Lingkaran yang berwarna putih belum pernah saya eksplorasi. Jadi sebenarnya masih banyak area SNA yang belum saya pelajari.  

Taxonomy SNA

Hecitc di Akhir Tahun

Menjelang akhir tahun kesibukan luar biasa menimpa saya, tapi bisa dibilang alhamdulilah masih dikasih kesibukan luar biasa ya. Beberapa riset dan project punya deadline di bulan desember 2020 ini, mungkin totalnya ada 10 parallel project/riset. Cukup wajar, mengingat tutup tahun anggaran semuanya ada di bulan desember. Jadi mohon maaf tidak bisa sering update blog seperti yang saya harapkan. Beberapa cerita penting yang rencananya saya tulis pun masih manteng di local draft :p .. okay semoga nanti ada waktu luang untuk menuliskannya sesudah badai deadline berlalu

tetap sehat semuanya ya..

7a0791d7fd1b468aa33ec9ea01d34eca

Akhirnya Lolos SBMPTN 2020 ke FTI ITB

Pandemi covid 19 membuat sekolah si sulung terhenti sejak maret 2020 kemarin, seperti semua sekolah lainnya. Kalo dipikir kasian juga masa masa terakhir SMA nya cut short , tiba tiba aja sudah lulus SMA. Si sulung ini sekolah di SMA 2, salah satu sekolah negeri favorit di Bandung,  dimana persaingan untuk merebut ranking di kelas cukup berat. Akibatnya dia tidak mendapatkan jatah jalur raport (SNMPTN), kalau tidak salah dia ranking 20an di kelas, jadi sangat jauh untuk menembus seleksi raport. Meskipun agak sedih, ternyata ini justru membawa berkah tersendiri, Temen temennya yang lolos SNMPTN ternyata tidak bisa bebas memilih jurusan yang diinginkan. Sekolah memberikan acuan dan strategi supaya murid murid tersebut keterima di PTN, walaupun di jurusan yang tidak begitu populer.

Si sulung ini sangat bertekad masuk ke jurusan Teknik Industri (tidak mau jurusan lainnya), dengan incaran utamanya adalah FTI ITB. Saya dan istri jadi ngerasa ngeri ngeri sedap, karena FTI ITB termasuk target yang sangat tinggi untuk ditembus. Sebenarnya dia sudah saya daftarkan ke Telkom University, dan sudah di terima di jurusan Teknik Industri sejak akhir 2019. Saya sudah lega, paling tidak cadangan sudah ditangan, walaupun nantinya dia akan berusaha untuk masuk jalur SBMPTN ke ITB melalui ujian tulis (UTBK).  

Karena pandemi covid 19 tidak kunjung selesai, maka banyak terjadi perubahan jadwal, dan juga sampai perubahan jenis tes yang akan diujikan saat UTBK. Si sulung sendiri mendapatkan perubahan jadwal dan tempat, tadinya ujian di ITB, terus berpindah ke SMA 5. Dia memantapkan pilihan pertama adalah FTI ITB, dan pilihan kedua adalah TI Universitas Brawijaya. Kebetulan di Malang ada orang tua saya, jadi kalo dia keterima, bisa tinggal dengan kakek neneknya. Pandemi membawa berkah juga, karena berbulan bulan tidak kemana mana, maka si sulung sangat serius mempersiapkan diri menghadapi UTBK.

Setelah selesai UTBK (tanggal 11 juli), kami menunggu sebulan lebih, sampai diumumkan hasil UTBK pada tanggal 14 Agustus 2020, jam 15:00 sore. Saya dan istri sudah sangat deg degan menunggu hasil tersebut. Tapi semuanya sudah kami rencanakan dengan baik, termasuk backup plan jika tidak diterima di SBMPTN. Tepat pukul 15:00, si sulung tidak berani membuka situs pengumuman, jadinya saya dan istri yang buka barengan di laptop kami. 

Terpampang tulisan, selamat, anda diterima di FTI ITB 

Saya dan istri langsung berpelukan, sementara si sulung masih di kamarnya di lantai atas tanpa tahu hasilnya seperti apa. Kami berdua berlari ke kamarnya. Dan langsung memeluk dengan suka cita. We are the #proudparent.

Saya jadi ingat memory 30 tahun yang lalu, saat diterima di kampus gadjah, saya di Malang, dan hasil UMPTN waktu itu di print di koran, yang melihat hasil UMPTN saya adalah orang tua saya, karena saya ga berani lihat sendiri 😀

Screenshot dari halaman SBMPTN dan nilai yang diperoleh (rata rata 631)

Alhamdulilah 

117824291 10158339769850202 8231967697812149285 o

WhatsApp Image 2020 08 15 at 10 57 33 PM

Isu Rasialisme pada Kerusuhan di US

Kerusuhan yang terjadi di Amerika (Riot in USA) beberapa hari terakhir ini diduga karena isu rasial. Setelah ngubek ngubek percakapan di Twitter memang terbukti isu rasial merupakan isu dominan yang melatari demo di kota kota besar di US. Gerakan Black Lives Matter yang muncul sejak beberapa tahun belakangan menjadi semakin intense karena kejadian terbunuhnya George Floyd oleh polisi kulit putih di Mineapolis.  

50 tahun yang lalu US masih implementasi hukum segregasi, ini sudah menjadi budaya yang mengakar di masyarakatnya, tidak akan mudah dihilangkan begitu saja. Seperti di Indonesia, jaman diponegoro masyarakat kita sudah terkenal murah senyum, sampai sekarangpun (sudah ratusan tahun), kita tetap murah senyum. Ini menunjukkan bahwa 50 tahun itu masih terhitung sebentar untuk merubah budaya.

Anyway hasil discourse network analysis, diperoleh kata kata dominan berikut. Terdapat juga tweet dari Trump, namun tidak terlalu dominan, walaupun tweet Trump malah tidak “wise”, alias tidak membuat demo menjadi semakin reda. Bersyukur di Indonesia, kita tidak begitu. Warna ungu dan warna hijau merupakan kumpulan kata kata dominan. yang kata kata tidak dominan tidak saya tunjukkan. 

Screen Shot 2020 05 30 at 13 37 18

2019 Indonesian Actuarial Conference

Seiring dengan perkembangan implementasi Data Science dalam berbagai bidang industri, maka banyak industri dan profesi yang berpacu untuk memperkaya kemampuan sumber daya manusianya akan kemampuan atas keilmuan ini, salah satunya di industri asuransi ada persatuan profesi Persatuan Aktuaris Indonesia (PAI).  Setelah tahun lalu mengundang saya sebagai narasumber di acara PAI Regional Seminar dan awal tahun 2019 ini di workshop Claim Data Behavior Analysis , kali ini mereka kembali mengundang saya sebagai narasumber dalam acara 2019 3rd Indonesian Actuarial Conference, pada tanggal 18 Oktober 2019. Dalam kesempatan ini saya membawakan topik yang berbeda dari sebelumnya yang lebih banyak bicara teknis, kali ini materi saya lebih bersifat global yaitu tema “Business, Technology, and Market Changes in Industry 4.0”.

Seperti yang saya tulis di post sebelumnya, Aktuaris adalah profesi yang unik, mereka adalah orang orang yang mempunyai kemampuan matematis, terutama simulasi dan permodelan resiko yang sangat kuat. Tentu saja jika dihadapkan dengan pekerjaan yang membutuhkan kemampuan analitik yang kuat, seperti Data Scientist, maka tidak akan menjadi masalah besar bagi mereka. Sayangnya, banyak aktuaris yang belum terbiasa / belum paham dengan data analytics, machine learningm bahkan konsep artificial intelligence. Karena saya membawakan materi yang bersifat global, saya lebih banyak memberikan gambaran umum / vision, dan future impact untuk industri asuransi secara umum. Oh ya tidak lupa dalam acara ini saya bertemu dengan rekan rekan alumni MA tentunya.

72899499 10157368493640202 8330319920789192704 o74356886 10157368493700202 2431510909026304000 o75231763 10157368494115202 3114329770431610880 o73524615 10157368493575202 4486420715964203008 o74595538 10157368493910202 8256100132840275968 o

73013117 10157368493820202 7775946982698254336 o

Borobudur Marathon 2019

Dari banyak event lari marathon di Indonesia, hanya sedikit yang bereputasi istimewa, salah satunya adalah Borobudur Marathon (BorMar), yang diadakan pada tanggal 17 november 2019. Saya dan Intan tentu tidak melewatkan kesempatan lari ini, padahal untuk mengikuti event ini peserta tidak cukup hanya bayar langsung bisa ikutan. BorMar adalah sedikit dari event lari Indonesia yang mengimplementasikan sistem ballot, seperti event event marathon terkenal di dunia. Jadi begitu kita daftar belum tentu kita mendapatkan kesempatan untuk lari, harus diundi dulu. Saya adalah salah satu pendaftar yang tidak beruntung karena tidak mendapatkan ballot, sedangkan Intan mendapatkan ballot lari untuk jarak 10K. Karena tidak kebagian ballot tersebut, maka saya berpikir ya sudah saya usah ikutan lari, tapi saya berencana tetap datang saat race day untuk menemani Intan, paling ga, saya ikutan motretin sambil menikmati keramaian acara.

1 bulan sebelum hari H, tiba tiba dari salah satu grup WA lari yang saya ikuti, muncul info kalau ada yang mau jual bib BorMar kelas 21K, tanpa pikir panjang saya langsung mengontak yang bersangkutan dan membelinya. Padahal ini bib untuk cewek, tapi ya sudah yang penting saya bisa ikutan lari, walaupun pake nama cewek :P. Semakin mendekati hari H, ternyata Intan mendapatkan tawaran dari temannya untuk membeli bib 21K. Kebetulan kita ingin berlari bareng sebagai #couplerunner di 21K, jadi Intan beli bib temennya (yang kebetulan nama cowok), jadi kami masing masing pake bib nama yang sesuai, Intan pake nama yang cewek, dan saya pake nama yang cowok untuk kelas 21K, walaupun bukan nama kami sebenarnya. Asyik, akhirnya jadi lari bareng walopun awalnya pesimis untuk bisa ikutan lari di BorMar 2019 ini.

Kembali ke bib Intan yang 10K, ternyata ada teman yang ingin pengen beli, luar biasa volume permintaan dan jual beli bib saat mendekati hari H ini. Untungnya yang membeli bib Intan tersebut berbaik hati juga untuk mengambil race pack kita di hari sabtu tanggal 16 November, karena hari sabtu itu pesawat kita dari bandung mengalami delay, jadi sampai penginapan di sekitaran borobudur sudah jam 9 malam. phew, untung race packnya sudah diambilkan.

Race day, kami bangun jam 3:30 pagi, jam 4 pagi kami sudah otw menuju garis start di pelataran Candi Borobudur.  Jaraknya sekitar 2km dari penginapan kami. Lumayan kami pemanasan lari lari kecil menuju garis start. Kami tidak mau pengalaman hadir start terlambat seperti di Bali Marathon 2019 terulang kembali, jadi berangkat lebih awal. Seperti yang bisa diduga, karena ini adalah salah satu race yang istimewa, maka pesertanya juga membludak.

Jalur 21K yang kami lalui cukup lumayan menantang, walaupun awalnya banyak jalur turunan, namun di tengah dan akhir malah justru banyak tanjakan. Sepanjang jalurpun kami banyak disuguhi atraksi tarian tradisional, modern, dan juga nyanyian / paduan suara dari penduduk desa yang dilewati jalur lari. Anak anak kecil TK/SD, remaja SMP/SMA, sampai orang dewasa  semuanya terlibat meramaikan acara dari pinggir jalan raya. Mirip sekali keramaiannya dengan Bali Marathon, walaupun suguhan atraksinya berbeda. Dihadapkan dengan banyaknya atraksi yang keren gini, maka kami tentu saja tidak bisa lari cepet, kami dikit dikit foto foto, lagian rugi juga kalo lari cepet cepet tanpa menikmati suguhan yang ditawarkan. Alhasil catatan waktu kami jauh dari ideal, lebih parah dari Bali Marathon yaitu 3 jam lebih sedikit untuk jarak 21K. 

Catatan penting di BorMar adalah panasnya luar biasa, rasanya malah lebih panas dari Bali Marathon. Sampai garis finish Intan sampai tiduran di rumput saking telernya. tapi overall event lari yang ambiancenya luar biasa. tidak lupa kami jepret jepret dulu di candi brorobudur sesudah lari. Saya rekomendasikan yang hobi lari, untuk sekali sekali mencoba ikutan race ini.

76913774 10157457815375202 4974496955485913088 n79379385 10157512194210202 4302873162560831488 o79527047 10157512194295202 8717584309982068736 o78153643 10157484808625202 7792174494423973888 o75572106 10157457816555202 4955757506367324160 n75412241 10157457815610202 8160160351678103552 n74566480 10157457816205202 3549892230804144128 n76769624 10157457815960202 4181492370254069760 n75348977 10157457817890202 2977547165271851008 n74701595 10157457818520202 83718516145913856 n77079443 10157457816735202 2576138864657694720 n 

 

Bicara Komputasi Psikologi di UI

Tantangan atau provokasi atau racun yang sering saya lontarkan ke rekan rekan di keilmuan sosial adalah bagaimana mereka bisa mengeser kebiasaan melakukan risetnya dengan menggunakan data yang tersedia melimpah di internet. Computational Propaganda adalah salah satu contoh proyek akademis yang menggunakan data jejaring sosial atau jejak digital untuk kepentingan politis / propaganda. Kampanye, manipulasi, penyebaran informasi pada media sosial bisa diukur dengan mudah. Kunci utama proses yang murah, cepat, dan eksperimen secara real time membuat metodologi komputasi ini lebih disukai daripada metode legacy yang sudah well established. Namun secara hasil belum tentu metode berdasarkan komputasi ini akan lebih akurat. Namun yang jelas bisa mendukung hasil yang cepat dan lebih murah.

Psikologi adalah salah satu bidang yang saya minati, bahkan salah satu hibah yang saya peroleh dari kemenristekditi di tahun 2019-2020 ini adalah mengenai pengukuran kepribadian manusia berdasarkan jejak postingan yang ditinggalkan di media sosial. Riset ini membutuhkan pemetaan kata kata bahasa Indonesia tidak baku ke dalam 5 sifat dasar manusia berdasarkan Big Five Personality . Dalam melakukan verifikasi kata kata tersebut dan membuat model ontologinya, saya dibantu oleh dosen Psikologi Universitas Indonesia, Dr. Fivi Nurwianti. Sedikit banyak saya menjerumuskan beliau ke penelitian Computational Cognition / Psychology  hihihi. Setelah setahun melakukan riset (hasil riset akan saya publish di entry blog lain), maka gantian saya diundang Dr. Fivi untuk mengisi kuliah kapita selekta magister psikologi UI.

Setelah mengalami penundaan jadwal beberapa kali, karena susah nyocokin waktu, akhirnya tanggal 11 november saya berangkat ke kampus UI Depok. Materi yang saya bawakan di kelas S2 tersebut adalah “Social Computing : Understanding Human Behavior”. Saya bicara mengenai dasar dasar pengukuran perilaku manusia menggunakan data online, dan juga bicara mengenai riset yang saya dan Dr. Fivi lakukan. Di kelas siang itu saya rasa lumayan banyak mahasiswa yang merasa terprovokasi, terbukti beberapa dari mereka weekend itu melanjutkan ikut acara Social Media Analytics yang diadakan di kampus Telkom University untuk melanjutkan implementasi racun yang sudah ditanamkan ke level selanjutnya yaitu, bagaimana mengambil data di media sosial dan bagaimana melakukan analisanya.

Semoga tetap terprovokasi dan teracuni dengan pendekatan komputasi ini.

76602197 10157439888855202 4781043734324183040 o75371714 10157439888050202 8584565590822223872 o75481895 10157439888550202 4022248859957723136 o75316054 10157439887980202 4016431515733852160 o75422293 10157439888125202 3083520024397217792 o

World Bank Event – Artificial Intelligence

World Bank mempunyai kegiatan rutin berupa sharing knowledge yang dinamakan INSPIRE, dengan mengundang pakar pakar untuk berbagi dan berdiskusi mengenai isu isu kekinian berkenaan tugas utama terkait dengan visi Sustainable Development Goals (SDG) di Indonesia dari pandangan berbagai aspek yang berbeda. Pada tanggal 30 September 2019, saya diundang sebagai salah satu narasumber acara INSPIRE yang topik besarnya adalah : Artificial Intelligence (AI) Promises and Pitfalls for Development. Saya diminta membawakan sudut pandang akademik dengan topik khusus tentang : AI – Disruptions on Society. 

Moderator dan narasumber yang dihadirkan pada acara ini sangat kompeten di bidangnya. Bahkan beberapa sudah saya kagumi karena prestasi / nama besarnya. Moderator acara ini adalah bu Vivi (staf ahli bappenas). Narasumbernya antara lain adalah bu Shinta Bubu, mbak Maesy Angelina (PulseLab), mas Meidy Fitranto (CEO Nodeflux). Bu Shinta dari Bubu.com saya sudah kenal namanya dari dulu, tapi belum pernah bertemu, dan ketemu pertama kali dalam satu panggung di acara ini, bu Shinta membicarakan tentang kondisi market dan talent bidang AI di Indonesia berdasarkan pengalaman beliau membimbing (inkubasi) startup sekaligus sebagai investor.

Saya sangat terkesan dengan Nodeflux, salah satu perusahaan perintis implementasi AI di Indonesia, oleh karenanya ketemu langsung dengan CEO nya mas Meidy merupakan hal yang luar biasa, mas Meidy menceritakan bagaimana Nodeflux membantu pengembangan AI di Indonesia, baik di industri dan pemerintahan. Meskipun hanya sempat mengobrol sebentar diatas panggung, saya senang karena bisa membuka peluang inisiasi riset bersama antara Nodeflux dan kampus Telkom.

Pulselab diwakili oleh salah satu peneliti handalnya yaitu Mbak Maesy, beliau menceritakan bagaimana UN PulseLab melaksanakan program program kemasyarakatan dengan pendekatan AI. Sangat banyak pekerjaan PulseLab yang kelihatannya tidak langsung berhubungan dengan teknologi, namun terbantu dengan implementasi AI tersebut. Oh ya, salah satu pengunjung acara ini adalah bapak selebritis teknologi, pak Onno Purbo, saya belum pernah berkenalan dengan beliau, namun pernah menghadiri salah satu talks beliau. saya sangat mengagumi ide ide cemerlang beliau. Kehadiran beliau membuat acara diskusi semakin menarik, dan dapat bonus kenalan langsung.

Sungguh hari itu mendapatkan pengalaman dan pembelajaran yang menyenangkan.

71690022 10157336695970202 8732475996684419072 o71105386 10157314248220202 6768724495487205376 o72781737 10157336696450202 5753818281718841344 o71676262 10157336696365202 666373281305067520 o72941183 10157336696225202 5615088076394070016 o72347788 10157336696295202 3373519519052988416 o71911503 10157336696575202 2411331211344478208 o

Melawan Korupsi dengan Big Data – KPK Goes to Campus

Pada suatu hari di awal Oktober 2019, saya dikontak oleh mbak Ajeng dari OpenLibrary (Perpustakaan Pusat Tel-U), beliau meminta saya untuk menjadi pengisi pada acara kolaborasi dengan KPK terkait penggunaan Big Data untuk pemberantasan dan pencegahan korupsi. Walaupun secara intensif belum pernah melakukan riset tentang hal ini, namun salah satu penelitian awal saya menggunakan metoda network analysis untuk deteksi financial fraud (penelitian tahun 2013). Berbekal pengetahuan tersebut, saya menyanggupi permintaan mbak Ajeng, sambil berpikir bahwa ini sekaligus merupakan kesempatan untuk memperdalam pengetahuan tentang aplikasi Big Data di bidang pencegahan korupsi. Acaranya dijadwalkan dilaksanakan pada tanggal 29 Oktober 2019. 

Saya baru tahu kalau KPK sedang rajin melakukan kampanye peningkatan kepedulian publik mengenai bahaya korupsi. Edukasi atau awareness ini terutama juga menyasar lingkungan kampus, yang notabene merupakan tempat menempa calon pemimpin masa depan bangsa. Jadi edukasi terus menerus mengenai bahaya korupsi harus semakin digaungkan melalui beberapa kegiatan. OpenLibrary Tel-U sudah menyiapkan satu area yang disebut sebagai KPK Corner untuk menjadi tempat pembelajaran mengenai fenomena korupsi. Pada tanggal 29 Oktober 2019 tersebut, selain menghadirkan acara seminar juga sekaligus diikuti acara launching KPK Corner di Telkom University.

Beberapa waktu kemudian saya juga baru tahu kalo salah satu pembicara tamu adalah mas Ismail Fahmi, yang sangat terkenal dengan analisa jejaring sosial mengenai politik. Wah ini kesempatan pertama kali saya sepanggung dengan beliau, setelah sekian lama hanya berhubungan via FB aja. Mas Ismail Fahmi, banyak menggunakan metode SNA (Selain metode lainnya seperti sentiment analysis) dalam melakukan analisa analisanya. Ini mirip sekali dengan keilmuan yang saya pelajari, makanya kami banyak berkomunikasi via FB. Oh ya beliau juga satu grup di WA grup AIDI. Saya ditugasi oleh panitia untuk membawakan materi pencegahan dan pemberantasan korupsi berdasarkan sudut pandang akademik. Total ada 4 pembicara yang hadir, yaitu dari pimpinan KPK, mas Ismail Fahmi dari Drone Emprit, saya, dan mas Paku Utama dari Wikratama Utama.

Berikut foto foto pada acara tersebut: 

74602079 10157401241770202 6444551805778001920 o74320245 10157401241910202 6182365192186232832 o74156707 10157401241960202 4970359755223597056 o74353444 10157401242310202 2314780093127327744 o75580244 10157401242405202 4745439868484583424 o

foto foto saya di panggung

75233936 10157401241710202 6496295377031921664 o

bersama mas Ismail Fahmi di KPK Corner 

74346784 10157401242185202 5696960280588713984 o

dapet bingkisan buku Membaca Indonesia dari mas Ismail Fahmi

74342707 10157401242245202 8925105885500407808 o

seluruh permbicara dan moderator 

74211381 10157401242015202 2853311027167100928 o73226352 10157382859135202 2434633195631673344 o

poster acara