Mobil Cina Bernama Wuling Almaz

Berkomuter di kota besar seperti Bandung bukan merupakan hal yang nyaman dan efisien, apalagi jika kita tinggalnya di area Bandung coret. Kami sekeluarga berempat setiap hari mempunyai aktivitas di kota Bandung, sementara lokasi tinggal kami adalah sekitar 25-30 km di luar kota bandung, dimana jarak ini harus melewati jalan tol. Bisa dibayangkan bahwa kendaraan pribadi saat ini merupakan opsi terbaik dari semua pilihan yang ada, seperti naik bis, naik angkot, naik gojek, maupun naik grab. Apalagi lokasi sekolah anak anak, kantor saya, dan kantor istri berbeda semuanya. Kadang saya iri dengan rekan yang bisa bike to work ke kantor, jangankan naik sepeda, saya naik motor ke kantor (tidak melalui tol) itu membutuhkan waktu hampir 2 jam, jadi tidak efektif untuk mendukung pekerjaan. Kesimpulannya kebutuhan mobil bagi keluarga kami adalah keharusan.

Entry blog ini merupakan lanjutan dari entry blog otomotif saya di tahun 2014 tentang review Suzuki Splash 2014, dan tahun 2016 tentang review Kia Sportage 2013. Tahun ini Splash sudah berusia 5 tahun, dengan odometer mencapai 95rb km, sedangkan sedangkan Sportage sudah berumur 6 tahun, dengan odometer 82rb km. Kami merasa perlu melakukan penyegaran, karena dengan jarak tempuh yang tinggi, kaki kaki dan goncangan mobil berasa tidak senyaman dahulu. Yang utama perlu diremajakan adalah Splash, sedangkan Sportage masih cukup enak untuk mobil seusianya, mungkin 2-3 tahun lagi kami akan remajakan juga. 

Waktu itu pilihan pertama pengganti splash adalah Nissan Livina. Kami pilih Livina, karena terkenal empuk dan nyaman, walaupun tenaga pas pasan. Tapi kami tidak mau membeli mobil baru, karena rasanya sayang beli mobil baru, padahal Livina bekas lumayan banyak dengan harga yang relatif terjangkau. Saat hunting kami tidak tahu kalo Livina bakal keluar versi baru. Mencari Livina bekas yang bagus ternyata tidak mudah. Saya beberapa kali test drive, sering kali yang saya temukan bahwa pemilik Livina tidak merawat mobilnya di bengkel resmi dengan alasan beres mahal dan banyaknya bengkel alternatif di sekitar Bandung. Dari sini saya mulai ragu … tapi masih terus hunting Livina.

Suatu saat beberapa bulan kemudian (tepatnya akhir Januari 2019), masuk pesan WA dari sales Wuling (merk mobil cina), yang mengabarkan bakal ada SUV baru dari Wuling. Saya kenal sales ini karena saya pernah lihat pameran mobil MPV Wuling Cortez di suatu mall. Berbekal kepuasan saya akan mobil SUV semacam Sportage, maka saya bilang sales tersebut untuk mengabari jika sudah ada unit test drive Wuling SUV itu, yang ternyata bernama Almaz.

Saat tulisan ini dibuat pilihan SUV setara Sportage, dalam konteks value for money tidak ada yang cocok. Produk produk Honda (CRV dan HRV) saya coret, karena selain harganya mahal, dan berbekal pernah punya jazz dan freed, menurut saya Honda itu mahal dalam segala hal (servis, spare parts dll), dengan kata lain overprice. Produk Toyota (Fortuner dan Rush), sama sekali tidak meningkatkan gairah saya untuk beli mobil tersebut. Produk Chevrolet (Captiva dan Trax), saya agak suka, tapi ga rela untuk beli. Produk Mazda (CX5) saya suka banget, tapi harganya terlalu mahal, bahkan harga bekasnyapun masih luar biasa mahalnya.

Akhirnya hari yang ditunggu untuk testdrive Almaz pun datang. Saya sengaja ajak anak anak. Saya perhatikan ekspresi mereka. Tidak ada excitement saat test Livina atau beberapa mobil lainnya, tapi saat test Almaz langsung beda banget ekspresinya. Ya jelas beda karena Almaz pake head unit macam tablet ipad, terus ditambah panoramic roof, terus ditambah sound system infinity yang luar biasa jernih. Diluar itu space akomodasi Almaz  yang membuat saya langsung suka karena sangat lega, dan killer factornya adalah mesin Turbonya. Saya suka dengan tarikan mesin Turbo Almaz. Ini seperti kembaran Sportage saya tapi dengan mesin lebih kecil dan Turbo, jadi harusnya lebih irit, atau paling tidak menyamai Sportage, jadi saya tidak masalah dengan konsumsi BBM. Masih banyak sebenernya fitur fitur lain, tapi menurut saya yang lain lainnya itu nice to have lah. Killer factorsnya sudah saya sebutkan diatas.

Saya langsung pesen, padahal harga mobilnya belum ada …

Nunggu dua minggu setelah pemesanan baru harga resmi keluar, dan untungnya harganya masih terjangkau, jauh dibawah CRV, CX5, dan bahkan sama dengan mobil yang fiturnya dibawahnya (HRV, Trax). 

Sempet galau pemilihan warna, apakah pilih abu atau hitam, akhirnya saya pilih warna hitam, karena saya lihat warna item Almaz sangat keren, dan saya belum pernah punya mobil warna item. Akhirnya mobil dikirim awal Maret 2019.

Akang sales Wuling cerita kalau saya adalah pemakai Almaz nomer dua di Bandung. WOW, jadi inget dulu punya Yamaha NMax termasuk dalam pembeli pembeli awal juga.

Setelah seminggu dipake, kesan Almaz dibandingkan dengan Sportage ada 2, yaitu:  1). mesin biasa aja, 2). fitur luar biasa. Untuk nilai minusnya, mesin menurut saya biasa aja karena tenaganya ngepas untuk bermanuver di jalan tol dengan nyaman, serta adanya turbo lag namun dengan cerdik ditutupi oleh transmisi CVT yang halus. Kalau saya pake sportage dengan tenaga lebih besar  rasanya masih banyak tenaga tersimpan untuk bermanuver. FYI Sportage 166hp sedangkan Almaz hanya 140hp. Alangkah nikmatnya kalo misalkan tenaga Almaz ini dilebihkan sedikit, supaya juga sesuai dengan tampangnya yang macho. Selain itu transmisi manualnya tidak seresponsif di sportage. Untuk nilai plusnya menurut urutan prioritas saya adalah 1). panoramic roof, 2). head unit, 3). kelegaan kabin yang luar biasa, 4). sound sistem jempolan. 5). kamera 360.

Review pemakaian seminggu ini mungkin belum terlalu akurat, nanti saya akan update lagi kalo ada pengalaman pengalaman baru. Secara keseluruhan, menimbang nilai plus dan minusnya, menurut saya Almaz sangat sangat worth to have. Saat saya beli Almaz tidak ada mobil sekelasnya yang mempunyai value for money lebih baik dari Almaz. Ada sih merk DFSK, tapi kok ga minat ya .. Oh ya konsumsi BBM mungkin belum optimal, saat ini saya memperoleh nilai 1:10 – 1:13 … lumayan irit 🙂

 

IMG 20190312 194159

  

Kejar Target Membaca dibantu Kindle

Jadi ceritanya kesibukan yang ga ada abisnya di kantor membuat kesempatan membaca menjadi hampir tidak ada. Sering sudah diniatkan untuk membaca (dan tentunya sudah dapet/beli format digital bukunya), ternyata malah ga kesampean bacanya. Beberapa topik/buku ingin saya baca setelah baca review review mengenai buku terbaik jadi terbengkalai. Diantara topik/buku favorit yaitu tentang Artificial Intelligence, Human + Machine, Industry 4.0, Life, Blockchain / Cryptocurrency, dan masih banyak lagi. Sebelumnya saya pernah punya target membaca 2-3 jam sebelum tidur malam, dengan harapan tidur pukul 12 malam, tapi ternyata jam 9 juga udah tewas :P. 

Ceritanya terpaksa, biar bisa baca dimana aja akhirnya nitip beli kindle ke istri pas lagi ada konferensi di Jepang. Amazon kindle yang dipilih adalah paperwhite 8th gen, 32GB. Dengan sedikit usaha maka saya konvert koleksi buku pdf dan epub, menjadi format mobi supaya bisa dibaca di Kindle. Sebenernya 4 tahun yang lalu saya juga udah pernah pake kindle, namun waktu itu, kindle belum begitu nyaman buat baca format pdf, jadi ga dipake lama. Nah, ternyata Kindle versi baru ini cukup enak untuk membaca buku pdf.

Sekarang setelah punya kindle, mulai lagi kejer target membaca 2-3 jam tiap hari, anytime and anywhere … berkat buku digital di kindle. Dengan membaca, banyak penyegaran tentang ilmu, ide, filosofi, kreatifitas, dan lain sebagainya. Apalagi dalam sebagai dosen dan juga tukang ngamen (pembicara keliling), membaca itu perlu untuk jadi selingan dan bahkan bahan pada saat ngajar di kelas.

Selamat membaca

WhatsApp Image 2019 03 12 at 17 31 29WhatsApp Image 2019 03 12 at 17 31 29 1

Tahura Trail 2019

Tahura Trail Run adalah salah satu kegiatan lari yang terkenal di Indonesia, kegiatan ini dilaksanakan di area kawasan Taman Hutan Raya Dago Bandung. Gelaran tahunan ini berkelas internasional, dengan peserta datang dari berbagai manca negara. Lari trail adalah lari melalui jalan tanah (setapak, berbatu, yang penting bukan jalan aspal). Tahura Trail Run rute larinya melalui sepanjang kawasan hutan dan pegunungan di Bandung Utara. Tahura Trail Run 2019 ini merupakan kali kedua saya bertisipasi, setelah sebelumnya pada tahun 2018. Saat itu saya ajak keluarga lengkap untuk lari trail  di kelas family 7K.

Tahun 2019 ini, Tahura Trail Run dilaksanakan pada tanggal 20-21 Januari 2019. Kami (saya hanya berdua dengan Intan) ikut kelas trail 21K. Gelaran ini diselenggarakan selama dua hari. Hari pertama khusus untuk kelas Full Marathon  (42K) dan Half Marathon (21K). Hari kedua kelas 17K, 10K, dan kelas family (7K). Kondisi lari hari pertama jauh dari ideal, karena malam sebelumnya kawasan Bandung Utara diguyur hujan deras, alhasil medannya berubah menjadi becek dan basah. 

Start dimulai pukul 5 pagi, kami berlari dengan pace santai, namun di rute awal sudah disuguhi beberapa rute jalan menanjak yang cukup dahsyat, sehingga mau ga mau kami sudah kehabisan nafas lari saat jarak lari masih dibawah 5K. Setelah tanjakan rute berubah ke jalan tanah (persawahan) di lereng bukit dan area perkebunan sayuran penduduk. Jalur ini cukup nyaman, walaupun sempat terjadi antrian karena sempitnya jalur sehingga kami kesulitan menyalip pelari di depan kami yang berlari lambat.

Jalur berganti ke berlari di dalam hutan, beberapa area hutan cukup tebal sehingga matahari tidak bisa menembus masuk. Dalam suasana agak gelap karena kekurangan cahaya, kami beberapa kali jatuh terpeleset, untung tanahnya sangat empuk, sehingga kami terhindar dari cedera. Beberapa kali pula kami srodotan, sliding jatuh meluncur mengikuti alur tanah. Kalau biasanya saya lari 21K di jalan raya membutuhkan waktu selama 2,5 jam sampai 3 jam, maka lari trail 21K membutuhkan waktu hampir 6 jam. Kami mencapai finish tepat 5 menit sebelum COT (Cut Off Time). Alhamdulilah bisa dapet medali finisher 🙂

Berikut foto fotonya dari gelaran Tahura Trail Run 2019

50853162 10156679638720202 1206485901476102144 o50423328 10156679640475202 1613217152628686848 o50299937 10156686409740202 7416018050299723776 n50127086 10156679641400202 501557802561437696 o50681595 10156698607820202 4320129181514989568 o50269983 10156679642145202 5559287285758820352 o50307112 10156679639220202 60581681941184512 o

 

 

Bromo Marathon 2018

[latepost] blog entry yang sangat sangat telat, karena event larinya sendiri pada tanggal 23 september 2018, tapi baru sempat dituliskan sekarang. Kami (saya dan istri) mendaftar di ajang lari Bromo Marathon 2018. Sebenernya kami iseng juga mendaftar di event ini, alasannya karena kami ketinggalan pendaftaran beberapa event lari besar di bulan bulan selanjutnya seperti 2XU, jakarta marathon,  borobudur marathon, maupun bali marathon.

Kami berangkat sehari sebelumnya event, nyubuh naik pesawat dari Bandung kemudian mendarat di Juanda Surabaya. Begitu sampai kami langsung cari sarapan, nasi rawon adalah makanan pertama yang saya cari, sambil menunggu panitia yang menyediakan shuttle untuk menuju Desa Tosari, Kabupaten Pasuruan, di area lereng Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru. Shuttle berangkat tepat pukul 10 pagi, dan sampai di Tosari sekitar pukul 14. Setelah cek in di penginapan rumah rumah penduduk di sekitar desa Tosari, kami langsung menuju ke kawasan hotel Plataran untuk mengambil race pack (RPC). Oh ya lomba kali ini kami hanya mengikuti kelas 10km, saya sendiri merasa beruntung tidak mengambil rute lebih jauh, karena saat itu lutut sedang cedera. 

Selesai urusan RPC, kami sewa motor untuk melihat sunset disekitar Pananjakan. berikut ini adalah foto foto sore itu (RPC di Plataran dan perjalanan ke Pananjakan). 

42304114 10156409313405202 2641323218236866560 n42344881 10156409313615202 2333978579760578560 n42281435 10156409313835202 2814353672337620992 n

Pulang dari Panjakan matahari sudah terbenam, kami mencari makan malam di rumah rumah penduduk, lumayan dapatnya nasi sayur lodes, sambal, tempe dan ikan asin. Selanjutnya kami beristirahat lebih awal menyiapkan tenaga untuk lari besok subuh.

Saya persingkat ceritanya saja langsung ke kesan berlari di event bromo marathon ini: Event ini cukup keren, dan pesertanyapun dari manca negara, menunjukkan bahwa event ini adalah event bergengsi, ditambah udara super segar membuat lomba lari ini sangat menyenangkan. Kelas yang ambil (jarak 10km) cukup menantang, komposisinya 50% trail dan 50% jalan aspal.  Untuk trail rute yang diambil sangat indah, di lereng bukit perkebunan warga. Sayangnya rute tersebut tidak melalui lereng bromo secara langsung. Yang melalui lereng bromo hanya di kelas Full Marathon. 

Berikut foto foto kami berlari di  Bromo Marathon:

42422353 10156411300860202 4471492307291471872 n42410259 10156411567615202 7596705164073893888 n42356605 10156411564905202 2144117321352871936 n42322677 10156411704040202 5119154645175894016 n42823299 10156424446440202 5005446790468599808 n

 

 

 

Bandos Kembali Tampil

Setelah hiatus hampir satu tahun lebih, Bandos (Band Dosen) FEB akhirnya tampil kembali. Kali ini di acara malam apresiasi rektor Telkom University tanggal 30 Agustus 2018. Setelah sekian lama absen, ternyata berasa kangen juga ngeband lagi. Saya, bu Irni, pak Brady, pak Yudi, dan pak Asep mulai berlatih untuk acara tersebut. Berhubungan kesibukan masing masing personil yang lumayan, maka mencari jadwal latihan yang cocok merupakan tantangan sendiri. Tapi akhirnya toh berhasil juga latihan beberapa kali dan akhirnya tambil. Menurut saya sih penampilan Bandos sangat bagus, malah rasanya lebih bagus dari pada saat latihan.

Karena tema acara adalah perpisahan, maka lagu yang kami bawakan adalah lagu lagu nostalgia yaitu Andaikan Kau Tahu (Koes Plus) dan Jogjakarta (Kla Project). Berikut video dan fotonya dengan menggunakan kamera hape :

https://www.instagram.com/p/BnKb9SfjE1d/

https://www.instagram.com/p/BnNdWERjD9o/

Virgin HM di Pocari Sweat Run 2018

HM adalah Half Marathon, atau jarak berlari sepanjang 21,1km. Sebagai salah seorang penggemar lari, setiap milestone jarak yang ditempuh merupakan hal yang akan selalu dikenang. Bagaimana perjuangan berlari mengalahkan hambatan jarak. Milestone pertama adalah jarak 5km atau disebut sebagai 5K. Pada umumnya lomba lari yang diadakan kategori 5K ini biasanya paling rame, dan diisi umumnya para pemula. Setelah 5K, maka milestone berikutnya adalah 10K, saya beberapa kali mengikuti lomba lari di kategori ini, sehingga saya merasa sudah seharusnya naik kelas menjadi HM. Sesudah HM adalah FM (Full Marathon) dengan jarak 42,195km. Jarak yang melebihi FM, biasanya dinamakan dengan Ultra Marathon.

Sebagai acara untuk memecahkan virgin HM, saya pilih Pocari Sweat Run 2018, tanggal 22 juli 2018. Alasan pemilihan acara ini adalah karena timingnya pas aja. Sebelum acara ini, saya sudah mengikuti lomba 10K di Persib Run dan Wanadri Trail Run. Sementara untuk latihan rutin mingguan, lari jarak 10K sudah sering saya lakukan, sehingga keingginan naik kelas pun muncul. 

Saya dan istri mendaftar HM. Banyak rekan rekan kami yang mendaftar event ini, karena ini event yang lumayan terkenal, bahkan konon tiketnya pun habis hanya dalam waktu 2 hari saja. Beberapa hari menjelang lomba karena kesibukan kantor dan lain sebagainya, saya bahkan belum sempat latihan. Sepanjang latihan lari yang pernah dilakukan, saya hanya pernah mencapai jarak HM selama dua kali, itupun sudah lama sekali. Tapi saya santai saja, memang saya berencana untuk lari dengan pace santai, ini lebih karena sadar kemampuan diri juga. 

Pada hari lomba, kami sampai di tempat start di depan gedung sate. Kami sampai pukul 5 kurang 10 pagi, tidak lama kemudian pukul 5 pas peserta FM sudah berangkat start. Giliran HM start pukul 5.10. Area start penuh banget, sampai bergerak pun susah. Katanya peserta HM ini sebanyak 2500 orang. wah pantas saja sampai berdesak desakan begini. 10km pertama jalur yang diambil adalah dari gedung sate menuju jembatan pasopati menuju jalan pasteur kemudian kembali lagi menuju mesjid pusdai. Jarak 10km selanjutnya lebih banyak melewati jalan jalan kecil dan rindang disekitar jalan riau, sebelum akhirnya finish lagi di depan gedung sate.

Selama lomba saya merasa kuat saja, mungkin karena pace yang saya ambil tidak terlalu cepat. Banyaknya tersedia pos minum pocari / mineral water memberikan energi tambahan pada saat kita sudah kehabisan tenaga. Saya berlari konstan sampai km 15. Setelahnya kecepatan mulai menurun, rasanya kaki berat sekali, namun bukan karena sakit. Pace saya yang awalnya sekitar 7, kemudian turun menjadi 8 atau 9. Sementara istri sudah tertinggal jauh dibelakang sejak km 8.

Akhirnya pas km 19 kaki udah ga bisa kompromi, jadi saya berhenti saja, sambil menunggu istri, karena pengen juga finish bareng (dan dapet fotonya). Saya menunggu cukup lama, sekitar 15-20 menit baru ketemu dengan istri saya dan kemudian berlari bersama menuju finish. Istri saya yang tidak berhenti sejak awal sudah mulai kelelahan, sedangkan saya sudah merasa segar, sehingga yang terjadi adalah saya sedikit menyeret istri menuju finish, biar difotonya bagus …hihihihi..

Akhirnya kami finish bersama. HM dalam waktu 2 jam 45 menit. lumayan lah untuk pemula. dan saya bahagia berhasil melewati satu milestone yaitu kategori lomba HM. 

Sampai jumpa di next HM atau bahkan FM

berikut ini foto fotonya

IMG 9240

IMG 9241

IMG 9252

IMG 3575

IMG 5036

IMG 9180

IMG 9181

Membiasakan Review Tempat Makan

Saya dan keluarga punya hobi cukup boros yaitu makan di luar, ini lebih karena saya dan istri sama sama sibuk dengan aktivitas sehari hari, sehingga tidak selalu punya waktu untuk masak. Solusi praktisnya adalah cari tempat makan diluar (makan di restoran). Di kota Bandung sendiri banyak sekali bertebaran tempat makan dalam berbagai ukuran, mulai cafe kecil sampe restoran besar, menu dan temanya pun bermacam macam, ada yang menjual kualitas masakan, dan ada juga yang hanya menjual suasana.

Kalo dilihat lihat sepertinya banyak juga profil keluarga seperti saya, yaitu suka makan di luar, namun hal yang menganggu adalah sulit mencari informasi tempat makan yang diinginkan. Beberapa ingin mencari tempat makan khas negara / daerah tertentu, beberapa ingin restoran khusus menu tertentu, beberapa hanya ingin tempat nongkrong (hanya mencari suasana, dan tidak perduli rasa), beberapa mencari tempat makan dengan harga terjangkau. Mencari informasi / review tempat makan bukan hal yang mudah, selama ini mencari ide tempat makan  tujuan biasanya diperoleh dari instagram, berupa promosi tempat dengan foto foto bagus, namun kurang berisi review tempat makan tersebut.

Saya hanya baru menemukan satu aplikasi untuk review tempat makan, yang rasanya perlu saya bagi, sehingga rekan rekan semua bisa menuliskan pengalaman / review mengenai suatu tempat makan. Aplikasinya bernama QRAVED. Aplikasi ini tersedia pada versi mobile untuk IOS dan Android. Saya rasa dengan banyaknya review yang dituliskan, maka kita bisa saling bertukar pengalaman mengenai rasa makanan, pelayanan, suasana, dan harga tempat makan tertentu. Saya membiasakan diri melakukan review tempat makan. By the way, saya tidak berafiliasi dengan aplikasi tersebut. Silahkan dicoba, kalau ada aplikasi / website review tempat makan lainnya, mohon diinfokan.

edit tanggal 9 juni 2018, saya baru tahu kalo kita juga bisa memberikan review lokasi di google, termasuk lokasi tempat makan. jadi bisa menambah pengetahuan baru 

 

 

IMG 5495

Lari Pagi Hari Saat Puasa, Siapa Takut?

Pada saat bulan puasa, kita cenderung menghemat tenaga agar supaya bisa bertahan puasa seharian, dengan indikasi badan masih kuat pada saat menjelang berbuka puasa. Banyak yang cenderung melakukan olah raga (termasuk lari) pada saat menjelang berbuka atau malam hari. Saya berhitung tentang hal ini, saya tahu batas kekuatan badan saya. Jadi harusnya kita akan kuat berlari kalau asupan karbohidrat berlimpah, kemudian berlari dengan kecepatan rendah, agar supaya heart rate rendah. Heart rate rendah mencegah keluar tenaga berlebih (tak terkontrol). Menurut saya ini hanya masalah optimasi dan kontrol penggunaan tenaga aja, agar supaya tenaga cukup untuk beraktivitas seharian.

Pagi ini dengan kondisi badan ga enak karena kebanyakan makan pada saat berbuka puasa kemarin, ditambah ngemil malam hari, terus makan sahur super nikmat, jadinya porsi over. Semua faktor tersebut berkontribusi terhadap kenaikan berat badan sebesar 1kg dari berat normal. Penambahan berat bikin badan lemes dan otot kaku, jadinya saya putusin lari pagi tapi dengan kecepatan sedikit dipelankan. Kecepatan (pace) normal saya antara 6-7 menit/km, saya targetkan turun menjadi 8-9 menit/km.

Akhirnya pukul 7 pagi saya mulai berlari sepanjang 10km, dengan pace 7,44 menit/km. Ternyata perhitungan saya cukup akurat, saya tidak merasa capek dan keringat tidak keluar berlebih, namun otot tetap berlatih. Di akhir lari, saya tidak merasa kelelahan, malah badan berasa jauh lebih segar. Dapet bonus pula berat badan turun 2kg hehehe.

Sore ini rencananya saya ngabuburit nonton bioskop, sepertinya dengan kesibukan tersebut, rasanya ga akan kepikir rasa haus dan lapar yang mungkin muncul akibat aktivitas lari pagi ini. Ayo guys, mari lari, jangan males gerak ya !!

berikut foto foto pagi ini ..

Tips Lari

Saat ini kita lihat banyak sekali penduduk perkotaan yang punya hobi lari. Banyak juga rekan rekan saya yang pengen bisa ikutan lari namun terkendala oleh beberapa hal. Wajar bagi seorang pemula mempunyai hambatan untuk memulai lari. Sering diutarakan para ahli bahwa dalam berlari yang paling berat adalah langkah pertama, apakah itu langkah pertama kali memulai usaha berlari ataupun bagi yang sudah berpengalaman, beberapa kilometer awal biasanya merupakan bagian terberat dari proses berlari secara keseluruhan, karena tubuh perlu penyesuaian. Setelah lewat 1-2 km awal, biasanya lari menjadi jauh lebih ringan dan lebih cepat.

Saya hobi berlari sejak 6 bulan yang lalu. Lari bagi saya adalah suatu bentuk terapi untuk membuat badan dan pikiran menjadi segar dalam menghadapi aktivitas sehari hari. Lari adalah olah raga paling murah, dibandingkan olah raga saya sebelumnya yaitu bersepeda dan berenang. Kalau saya flashback 6 bulan yang lalu, saya inget betul untuk berlari 100 meter aja saya ngos ngosan, bahkan kalah larinya dibanding anak saya. Saat ini saya mempunyai target yang menurut saya cukup moderat, yaitu berlari sekitar 20-30km per minggu, tidak perduli itu dalam 1,2,3, atau bahkan dalam 4 kali lari. Tapi level saya sebenernya jauh dari pelari canggih, jarak terjauh yang pernah saya tempuh dalam sekali lari non stop hanya 16km, dan waktu terlama berlari adalah 2 jam. Belum pernah lebih dari itu. 

Banyak temen teman dekat saya menanyakan bagaimana sampai bisa berlari cepat (dan jauh) seperti standard saya tersebut. Nah saya coba share tipsnya, walaupun pelari amatiran saya tetap share pengalaman saya, mungkin bisa bermanfaat dan mungkin tidak cocok juga buat yang lain. 

1. Bertahap

Mulai dari jarak pendek dan kecepatan pelan, jangan memaksakan diri untuk lari cepat. Yang terpenting heart rate (HR) tidak melebihi target maksimum usia, patokan maksimum HR itu adalah 220-usia, sebagai contoh untuk yang berusia 40 tahun maka maksimum HRnya adalah 180. Dengan HR yang tidak terlalu tinggi maka badan tidak cepat lelah. Saya malah menargetkan HR max sekitar 20 persen dibawah HR max umur saya.

2. Jangan Berhenti

Tips paling penting menurut saya adalah pada saat berlari, kemudian merasa diri tidak kuat (nafas tersengal yang artinya HR tinggi), usahakan untuk tidak berhenti lari tapi perlambat kecepatan lari sampai HR turun kembali. Cara ini menurut saya sangat efektif untuk meningkatkan ketahanan lari. Dan menjadi semacam pencapaian sendiri buat pelari, bahwa hari ini bisa berlari sejauh jarak tertentu tanpa berhenti.

3. Baju, Celana, dan Sepatu Lari yang memadai.

Saya sering melihat pelari pemula memakai perlengkapan lari ala kadarnya, meskipun terlihat sepele, ternyata hal ini menurut saya berpengaruh besar. Memakai kaos yang menyerap keringat dan ringan, kemudian celana pendek khusus lari yang pendek dan longgar, serta sepatu khusus lari ternyata membuat usaha lari kita menjadi jauh lebih ringan. Saya inget dulu punya banyak kaos bola untuk gaya gayaan yang hampir tidak pernah saya pakai, karena kurang nyaman dipakai harian, eh ternyata kaos bola itu malah enak dipakai buat lari.

Untuk sepatu saya sudah mencoba beberapa merk mulai dari adidas, skechers, dan yang terakhir hoka one one, merk terakhir ini saya cocok sekali sampai beli 2 pasang. Walaupun harganya mahal (karena import) dan bentuknya jelek (sol tebal) ternyata sepatu ini bisa meredam hentakan kaki ke tanah secara baik, membuat saya tidak mudah pegal, dan melindungi dari cidera selama berlari. Kalo ada diskon gede sepatu merk ini, saya dengan senang hati akan borong :P..

4. Jam Tangan / Gelang Lari

Penting digunakan untuk memonitor HR kita selama berlari.  Dua alat ini menyediakan informasi HR selama kita berlari. Untuk pemula biasanya ritme HR belum stabil jadi perlu sering sering ngecek atau pasang alarm untuk mengingatkan kita jika HR melebihi batas. Semakin sering lari, biasanya HR semakin stabil dan tidak perlu sering dicek.

Manfaat lain dari dua alat ini adalah sebagai tracker lari (jarak, waktu, dan pace / speed), ada yang sudah include GPS dan ada yang tidak. Untuk yang tidak include GPS, umumnya pairing dengan handphone sebagai pemandu GPS, gelang Mi Band adalah salah satu contoh dari alat ini, harga gelang ini cukup murah sekitar 350 ribu. Kekurangan dari alat ini adalah handphone harus dibawa bawa pada saat lari, dan setting trackernya biasanya tidak instant (perlu beberapa waktu sebelum kita lari, dan ini kadang kadang menjengkelkan). 

Yang sudah include GPS contohnya adalah Jam Garmin, dengan fitur GPS maka kita tidak memerlukan hape selama berlari. Saya pake Garmin dan terbukti handal. Harga yang sudah include GPS biasanya jauh lebih mahal dibandingkan dengan non-GPS. Keunggulan adalah setting tracker untuk siap berlari sangat cepat, begitu status GPS ready  (biasanya cukup butuh waktu 1-2 detik) kita bisa langsung lari. 

5. Musik (earphone).

Ini adalah perlengkapan opsional menurut saya. Dulu saat pertama kali lari, saya belum menemukan nikmatnya berlari, sehingga memerlukan musik sebagai pengalih perhatian. Distraksi ini terbukti berhasil karena saya bisa berlari jauh tanpa memikirkan jarak. Namun semakin lama berlari ternyata saya merasa tidak membutuhkan distraksi musik ini, sekarang malah lebih nyaman dengerin suara nafas sendiri yang sedang ngos ngosan, atau dengerin suara semilir angin. Lagian berlari sambil pake earphone di jalan raya sangat berbahaya dan rawan kecelakaan. Jadi saya sarankan kalau tidak benar benar butuh sebaiknya tidak usah pake earphone.

6. Sering Sering Ikut Event Lari

Ikut lomba tidak harus untuk kompetitif tapi untuk refreshing, karena saat ikut lomba kita sudah ga repot lagi mikirin rute, ada makanan / minuman tersedia, dapat medali, ketemu temen temen, selfie dan ngobrol dengan temen temen. Malah kadang kadang lari di lomba lebih ke acara sosialisasi, karena toh lari seriusnya sudah sering kita lakukan diluar lomba.  Di event lari kita juga bisa mengukur kemampuan diri kita. Tapi kalo mau ikut lomba untuk kompetitif yah silahkan saja 🙂

Demikian tips dari saya, sebenernya ada beberapa tips lain soal postur berlari, tapi saya rasa informasi ini bisa digoogle, karena postur lari saya juga belum tentu bener. Btw, semoga tips diatas bisa membantu rekan rekan

salam dari pelari amatiran, salam lari dan tetap semangat

 

Cara Supaya Kuat Lari Jarak Jauh

foto :http://kuncihidupsehat.blogspot.co.id/2014/01/cara-supaya-kuat-lari-jarak-jauh-ini.html

Film Ready Player One dan Masa Depan Dunia adalah Maya

Weekend kemarin saat lagi jalan jalan, ada chat dari teman masuk, isinya kurang lebih ngasih tahu kalau ada film “kayaknya” keren garapan Steven Spielberg. Temen saya ini belum nonton juga, jadi yah kita menduga duga kalau filmnya bagus, biasanya Steven Spielberg sih kalo bikin film ceritanya “beda”. Karena kebetulan lagi di mall maka saya langsung intip ke bioskop Cinemax. Eh langsung ketemu filmya lagi diputer, dan ternyata jam tayangnya setengah jam lagi. Jadi langsung deh kita beli tiket. Judul filmnya Ready Player One. Sebetulnya emang asyik sih masuk ke bioskop tanpa ekspektasi apa apa tentang filmnya, dan tidak baca review sama sekali. Beberapa minggu sebelumnya saya juga masuk ke bioskop “ngasal” pas nonton film RedSparrow. Lumayan bagus filmnya 

Sedikit spoiler, film ini ceritanya dimasa depan tidak jauh dari sekarang, dimana game Virtual Reality tidak hanya sekedar game, tapi menjadi bagian penting dari kehidupan manusia. Kondisi dunia nyata yang jauh dari ideal karena polusi, kemiskinan, korupsi, depresi dan lain lain, membuat manusia lebih betah bersosialisasi di pada dunia maya. Dunia maya yang disebut Oasis merupakan tempat dimana manusia mengumpulkan reputasi, bekerja sama, berkompetisi, dan bekerja layaknya seperti di dunia nyata.

Saya tidak akan membahas tentang cerita filmnya, tapi saya lebih tertarik dengan teknologi yang sebentar lagi terjadi. Fenomena seperti reputation economy, disruptive technology, kemajuan pada game virtual reality yang mendekati kenyataan, UI / UX, dan faktor pendukung lainnya. Dari konvergensi faktor faktor diatas rasanya memang kondisi pada film tersebut tidak lama lagi akan tercapai. Selama ini kita impian kita adalah dunia nyata yang lebih baik, namun bisa jadi yang terbentuk adalah dunia maya yang merupakan idealisasi dunia nyata seharusnya, karena kondisi ekonomi, pemerintahan, politik global pada dunia nyata yang tidak kunjung membaik.

Di saat manusia merasa nyaman dan relevan dengan dunia maya, dengan berbagai macam alasannya, apakah ini yang disebut sebagai dunia parallel (dunia maya dan dunia nyata). Disaat manusia memimpikan dunia (nyata) yang lebih baik, dimana kemungkinan tidak tercapai, maka dunia maya adalah jawabannya.  Malah mungkin dunia masa depan kita dibentuk oleh industri game hari ini, dimana aktivitas ekonomi dan produktivitas yang ideal terletak pada dunia maya. Jadi bagaimana kita menyikapinya, rasanya cukup exciting melihat dunia masa depan anak cucu kita nanti. 

 

RPO 620x349 IT