Membiasakan Review Tempat Makan

Saya dan keluarga punya hobi cukup boros yaitu makan di luar, ini lebih karena saya dan istri sama sama sibuk dengan aktivitas sehari hari, sehingga tidak selalu punya waktu untuk masak. Solusi praktisnya adalah cari tempat makan diluar (makan di restoran). Di kota Bandung sendiri banyak sekali bertebaran tempat makan dalam berbagai ukuran, mulai cafe kecil sampe restoran besar, menu dan temanya pun bermacam macam, ada yang menjual kualitas masakan, dan ada juga yang hanya menjual suasana.

Kalo dilihat lihat sepertinya banyak juga profil keluarga seperti saya, yaitu suka makan di luar, namun hal yang menganggu adalah sulit mencari informasi tempat makan yang diinginkan. Beberapa ingin mencari tempat makan khas negara / daerah tertentu, beberapa ingin restoran khusus menu tertentu, beberapa hanya ingin tempat nongkrong (hanya mencari suasana, dan tidak perduli rasa), beberapa mencari tempat makan dengan harga terjangkau. Mencari informasi / review tempat makan bukan hal yang mudah, selama ini mencari ide tempat makan  tujuan biasanya diperoleh dari instagram, berupa promosi tempat dengan foto foto bagus, namun kurang berisi review tempat makan tersebut.

Saya hanya baru menemukan satu aplikasi untuk review tempat makan, yang rasanya perlu saya bagi, sehingga rekan rekan semua bisa menuliskan pengalaman / review mengenai suatu tempat makan. Aplikasinya bernama QRAVED. Aplikasi ini tersedia pada versi mobile untuk IOS dan Android. Saya rasa dengan banyaknya review yang dituliskan, maka kita bisa saling bertukar pengalaman mengenai rasa makanan, pelayanan, suasana, dan harga tempat makan tertentu. Saya membiasakan diri melakukan review tempat makan. By the way, saya tidak berafiliasi dengan aplikasi tersebut. Silahkan dicoba, kalau ada aplikasi / website review tempat makan lainnya, mohon diinfokan.

edit tanggal 9 juni 2018, saya baru tahu kalo kita juga bisa memberikan review lokasi di google, termasuk lokasi tempat makan. jadi bisa menambah pengetahuan baru 

 

 

IMG 5495

Lari Pagi Hari Saat Puasa, Siapa Takut?

Pada saat bulan puasa, kita cenderung menghemat tenaga agar supaya bisa bertahan puasa seharian, dengan indikasi badan masih kuat pada saat menjelang berbuka puasa. Banyak yang cenderung melakukan olah raga (termasuk lari) pada saat menjelang berbuka atau malam hari. Saya berhitung tentang hal ini, saya tahu batas kekuatan badan saya. Jadi harusnya kita akan kuat berlari kalau asupan karbohidrat berlimpah, kemudian berlari dengan kecepatan rendah, agar supaya heart rate rendah. Heart rate rendah mencegah keluar tenaga berlebih (tak terkontrol). Menurut saya ini hanya masalah optimasi dan kontrol penggunaan tenaga aja, agar supaya tenaga cukup untuk beraktivitas seharian.

Pagi ini dengan kondisi badan ga enak karena kebanyakan makan pada saat berbuka puasa kemarin, ditambah ngemil malam hari, terus makan sahur super nikmat, jadinya porsi over. Semua faktor tersebut berkontribusi terhadap kenaikan berat badan sebesar 1kg dari berat normal. Penambahan berat bikin badan lemes dan otot kaku, jadinya saya putusin lari pagi tapi dengan kecepatan sedikit dipelankan. Kecepatan (pace) normal saya antara 6-7 menit/km, saya targetkan turun menjadi 8-9 menit/km.

Akhirnya pukul 7 pagi saya mulai berlari sepanjang 10km, dengan pace 7,44 menit/km. Ternyata perhitungan saya cukup akurat, saya tidak merasa capek dan keringat tidak keluar berlebih, namun otot tetap berlatih. Di akhir lari, saya tidak merasa kelelahan, malah badan berasa jauh lebih segar. Dapet bonus pula berat badan turun 2kg hehehe.

Sore ini rencananya saya ngabuburit nonton bioskop, sepertinya dengan kesibukan tersebut, rasanya ga akan kepikir rasa haus dan lapar yang mungkin muncul akibat aktivitas lari pagi ini. Ayo guys, mari lari, jangan males gerak ya !!

berikut foto foto pagi ini ..

Tips Lari

Saat ini kita lihat banyak sekali penduduk perkotaan yang punya hobi lari. Banyak juga rekan rekan saya yang pengen bisa ikutan lari namun terkendala oleh beberapa hal. Wajar bagi seorang pemula mempunyai hambatan untuk memulai lari. Sering diutarakan para ahli bahwa dalam berlari yang paling berat adalah langkah pertama, apakah itu langkah pertama kali memulai usaha berlari ataupun bagi yang sudah berpengalaman, beberapa kilometer awal biasanya merupakan bagian terberat dari proses berlari secara keseluruhan, karena tubuh perlu penyesuaian. Setelah lewat 1-2 km awal, biasanya lari menjadi jauh lebih ringan dan lebih cepat.

Saya hobi berlari sejak 6 bulan yang lalu. Lari bagi saya adalah suatu bentuk terapi untuk membuat badan dan pikiran menjadi segar dalam menghadapi aktivitas sehari hari. Lari adalah olah raga paling murah, dibandingkan olah raga saya sebelumnya yaitu bersepeda dan berenang. Kalau saya flashback 6 bulan yang lalu, saya inget betul untuk berlari 100 meter aja saya ngos ngosan, bahkan kalah larinya dibanding anak saya. Saat ini saya mempunyai target yang menurut saya cukup moderat, yaitu berlari sekitar 20-30km per minggu, tidak perduli itu dalam 1,2,3, atau bahkan dalam 4 kali lari. Tapi level saya sebenernya jauh dari pelari canggih, jarak terjauh yang pernah saya tempuh dalam sekali lari non stop hanya 16km, dan waktu terlama berlari adalah 2 jam. Belum pernah lebih dari itu. 

Banyak temen teman dekat saya menanyakan bagaimana sampai bisa berlari cepat (dan jauh) seperti standard saya tersebut. Nah saya coba share tipsnya, walaupun pelari amatiran saya tetap share pengalaman saya, mungkin bisa bermanfaat dan mungkin tidak cocok juga buat yang lain. 

1. Bertahap

Mulai dari jarak pendek dan kecepatan pelan, jangan memaksakan diri untuk lari cepat. Yang terpenting heart rate (HR) tidak melebihi target maksimum usia, patokan maksimum HR itu adalah 220-usia, sebagai contoh untuk yang berusia 40 tahun maka maksimum HRnya adalah 180. Dengan HR yang tidak terlalu tinggi maka badan tidak cepat lelah. Saya malah menargetkan HR max sekitar 20 persen dibawah HR max umur saya.

2. Jangan Berhenti

Tips paling penting menurut saya adalah pada saat berlari, kemudian merasa diri tidak kuat (nafas tersengal yang artinya HR tinggi), usahakan untuk tidak berhenti lari tapi perlambat kecepatan lari sampai HR turun kembali. Cara ini menurut saya sangat efektif untuk meningkatkan ketahanan lari. Dan menjadi semacam pencapaian sendiri buat pelari, bahwa hari ini bisa berlari sejauh jarak tertentu tanpa berhenti.

3. Baju, Celana, dan Sepatu Lari yang memadai.

Saya sering melihat pelari pemula memakai perlengkapan lari ala kadarnya, meskipun terlihat sepele, ternyata hal ini menurut saya berpengaruh besar. Memakai kaos yang menyerap keringat dan ringan, kemudian celana pendek khusus lari yang pendek dan longgar, serta sepatu khusus lari ternyata membuat usaha lari kita menjadi jauh lebih ringan. Saya inget dulu punya banyak kaos bola untuk gaya gayaan yang hampir tidak pernah saya pakai, karena kurang nyaman dipakai harian, eh ternyata kaos bola itu malah enak dipakai buat lari.

Untuk sepatu saya sudah mencoba beberapa merk mulai dari adidas, skechers, dan yang terakhir hoka one one, merk terakhir ini saya cocok sekali sampai beli 2 pasang. Walaupun harganya mahal (karena import) dan bentuknya jelek (sol tebal) ternyata sepatu ini bisa meredam hentakan kaki ke tanah secara baik, membuat saya tidak mudah pegal, dan melindungi dari cidera selama berlari. Kalo ada diskon gede sepatu merk ini, saya dengan senang hati akan borong :P..

4. Jam Tangan / Gelang Lari

Penting digunakan untuk memonitor HR kita selama berlari.  Dua alat ini menyediakan informasi HR selama kita berlari. Untuk pemula biasanya ritme HR belum stabil jadi perlu sering sering ngecek atau pasang alarm untuk mengingatkan kita jika HR melebihi batas. Semakin sering lari, biasanya HR semakin stabil dan tidak perlu sering dicek.

Manfaat lain dari dua alat ini adalah sebagai tracker lari (jarak, waktu, dan pace / speed), ada yang sudah include GPS dan ada yang tidak. Untuk yang tidak include GPS, umumnya pairing dengan handphone sebagai pemandu GPS, gelang Mi Band adalah salah satu contoh dari alat ini, harga gelang ini cukup murah sekitar 350 ribu. Kekurangan dari alat ini adalah handphone harus dibawa bawa pada saat lari, dan setting trackernya biasanya tidak instant (perlu beberapa waktu sebelum kita lari, dan ini kadang kadang menjengkelkan). 

Yang sudah include GPS contohnya adalah Jam Garmin, dengan fitur GPS maka kita tidak memerlukan hape selama berlari. Saya pake Garmin dan terbukti handal. Harga yang sudah include GPS biasanya jauh lebih mahal dibandingkan dengan non-GPS. Keunggulan adalah setting tracker untuk siap berlari sangat cepat, begitu status GPS ready  (biasanya cukup butuh waktu 1-2 detik) kita bisa langsung lari. 

5. Musik (earphone).

Ini adalah perlengkapan opsional menurut saya. Dulu saat pertama kali lari, saya belum menemukan nikmatnya berlari, sehingga memerlukan musik sebagai pengalih perhatian. Distraksi ini terbukti berhasil karena saya bisa berlari jauh tanpa memikirkan jarak. Namun semakin lama berlari ternyata saya merasa tidak membutuhkan distraksi musik ini, sekarang malah lebih nyaman dengerin suara nafas sendiri yang sedang ngos ngosan, atau dengerin suara semilir angin. Lagian berlari sambil pake earphone di jalan raya sangat berbahaya dan rawan kecelakaan. Jadi saya sarankan kalau tidak benar benar butuh sebaiknya tidak usah pake earphone.

6. Sering Sering Ikut Event Lari

Ikut lomba tidak harus untuk kompetitif tapi untuk refreshing, karena saat ikut lomba kita sudah ga repot lagi mikirin rute, ada makanan / minuman tersedia, dapat medali, ketemu temen temen, selfie dan ngobrol dengan temen temen. Malah kadang kadang lari di lomba lebih ke acara sosialisasi, karena toh lari seriusnya sudah sering kita lakukan diluar lomba.  Di event lari kita juga bisa mengukur kemampuan diri kita. Tapi kalo mau ikut lomba untuk kompetitif yah silahkan saja 🙂

Demikian tips dari saya, sebenernya ada beberapa tips lain soal postur berlari, tapi saya rasa informasi ini bisa digoogle, karena postur lari saya juga belum tentu bener. Btw, semoga tips diatas bisa membantu rekan rekan

salam dari pelari amatiran, salam lari dan tetap semangat

 

Cara Supaya Kuat Lari Jarak Jauh

foto :http://kuncihidupsehat.blogspot.co.id/2014/01/cara-supaya-kuat-lari-jarak-jauh-ini.html

Film Ready Player One dan Masa Depan Dunia adalah Maya

Weekend kemarin saat lagi jalan jalan, ada chat dari teman masuk, isinya kurang lebih ngasih tahu kalau ada film “kayaknya” keren garapan Steven Spielberg. Temen saya ini belum nonton juga, jadi yah kita menduga duga kalau filmnya bagus, biasanya Steven Spielberg sih kalo bikin film ceritanya “beda”. Karena kebetulan lagi di mall maka saya langsung intip ke bioskop Cinemax. Eh langsung ketemu filmya lagi diputer, dan ternyata jam tayangnya setengah jam lagi. Jadi langsung deh kita beli tiket. Judul filmnya Ready Player One. Sebetulnya emang asyik sih masuk ke bioskop tanpa ekspektasi apa apa tentang filmnya, dan tidak baca review sama sekali. Beberapa minggu sebelumnya saya juga masuk ke bioskop “ngasal” pas nonton film RedSparrow. Lumayan bagus filmnya 

Sedikit spoiler, film ini ceritanya dimasa depan tidak jauh dari sekarang, dimana game Virtual Reality tidak hanya sekedar game, tapi menjadi bagian penting dari kehidupan manusia. Kondisi dunia nyata yang jauh dari ideal karena polusi, kemiskinan, korupsi, depresi dan lain lain, membuat manusia lebih betah bersosialisasi di pada dunia maya. Dunia maya yang disebut Oasis merupakan tempat dimana manusia mengumpulkan reputasi, bekerja sama, berkompetisi, dan bekerja layaknya seperti di dunia nyata.

Saya tidak akan membahas tentang cerita filmnya, tapi saya lebih tertarik dengan teknologi yang sebentar lagi terjadi. Fenomena seperti reputation economy, disruptive technology, kemajuan pada game virtual reality yang mendekati kenyataan, UI / UX, dan faktor pendukung lainnya. Dari konvergensi faktor faktor diatas rasanya memang kondisi pada film tersebut tidak lama lagi akan tercapai. Selama ini kita impian kita adalah dunia nyata yang lebih baik, namun bisa jadi yang terbentuk adalah dunia maya yang merupakan idealisasi dunia nyata seharusnya, karena kondisi ekonomi, pemerintahan, politik global pada dunia nyata yang tidak kunjung membaik.

Di saat manusia merasa nyaman dan relevan dengan dunia maya, dengan berbagai macam alasannya, apakah ini yang disebut sebagai dunia parallel (dunia maya dan dunia nyata). Disaat manusia memimpikan dunia (nyata) yang lebih baik, dimana kemungkinan tidak tercapai, maka dunia maya adalah jawabannya.  Malah mungkin dunia masa depan kita dibentuk oleh industri game hari ini, dimana aktivitas ekonomi dan produktivitas yang ideal terletak pada dunia maya. Jadi bagaimana kita menyikapinya, rasanya cukup exciting melihat dunia masa depan anak cucu kita nanti. 

 

RPO 620x349 IT

Ketagihan Lomba Lari

Hari minggu kemarin, saya mengikuti lomba lari #PersibRun lengkap bersama keluarga. Ini adalah lomba lari ke 5 bersama keluarga (full team berempat) yang kami ikuti. Sebelumnya adalah BNI ITB Ultra Marathon 5K, FITBXrun 5K, Tel-U Run 5K, Tahura Trail Family 6K. #PersibRun ini istimewa karena baru pertama kali saya naik kelas lomba 10K bersama istri, sedangkan anak anak tetap berlomba di 5K. Tentunya jarak 10K udah sering kami lalui pada latihan harian, paling tidak saya lari 10K sebanyak 1-2 kali seminggu.

Acaranya ramai sekali, banyak pelari pelari for fun, setengah atlet atau atlet betulan sebelum subuh sudah pada ngumpul di stadion siliwangi Jl Aceh. Saya lihat sekarang lomba lari menjadi ajang “gaul” … ga apa apa lah, walaupun dibilang sok gaul ya, yang penting banyak temen olahraga, semakin nikmat, lari ga berasa jauh atau capek. Rutenya sendiri berkeliling sekitar jalan riau, supratman, dan ahmad yani. Start dan finish tetap di stadion siliwangi. Gak berasa 10K terlewati, walaupun di jam garmin saya cuman tercatat 9.8K .. mungkin perbedaan akurasi pengukuran sehingga meleset hampir 200 meter.

Dari hasil finish, kami sekeluarga cukup lumayan, saya bisa finish 193/431 (nomer 193 dari 431 peserta, istri 261/431, anak sulung 206/429, dan si bungsu bahkan lebih cepat dari kakaknya 193/429. Target awal awal lari, yaitu sebelumnya yang penting finish, lama lama bergeser ke waktu lebih cepat atau peringkat lebih baik. Kami rasakan kemampuan lari kami pun makin berkembang, artinya lari jadi tidak berasa berat, malah semakin ringan, dan jarak yang ditempuhpun semakin jauh dan semakin konsisten performansinya. Sepertinya lari jadi ajang hangout di keluarga kami, semoga makin semangat larinya ya …

Berikut ini foto foto wajib finisher, di #PersibRun dan lari lari sebelumnya 

 

IMG 9527

Persib Run

26815028 10155794042855202 7037482238479824231 n

Tahura Trail Run

24068031 10155664077990202 1258632438009284874 n

 TelU Fun Run

23622417 10155627561820202 2702812243551728732 n

FITB XRun

22449729 10155538006610202 7873439450716720950 n

BNI Ultra Marathon

IMG 9573

Catatan Waktu Persib Run

Narasumber Big Data

Semenjak lulus sidang terbuka (ujian promosi doktor) bulan januari 2018 kemarin, saya merasa jauh lebih bebas memikirkan riset, memikirkan keilmuan, dan memikirkan hal hal lain termasuk topik Big Data. Dulu boro boro mau mikirin banyak hal, kalo urusan disertasi belum beres rasanya ga mau mikirin yang lain. Ini lebih karena takut yang dikerjakan di disertasi jadi lupa ..hehe. Karena lagi masa “tenang”, eh Ndilalah (ini basa jawa artinya tiba tiba) kok banyak datang tawaran jadi narasumber topik Big Data. Berhubung kebebasan mencari ide dan bercerita soal Big Data lagi banyak, maka saya iyain tawaran tersebut, lagian tawarannya deket, cuman di bandung dan jakarta, sebenernya ada satu tawaran lagi di jogja, terpaksa saya tolak, karena bentrok dengan acara yang di bandung. 

Narasumber pertama adalah di SBM-ITB dalam rangka pembukaan (Kick-Off) Seminar Lab. Big Data Analysis dan Social Simulation. Kebetulan nama lab nya mirip dengan lab saya (Social Computing dan Big Data). Ternyata memang ruang lingkupnya pun mirip, jadi asyiknya sekarang saya punya rujukan untuk kolaborasi riset tentang studi manusia / sosial menggunakan Big Data. Kebetulan ketua lab tersebut adalah teman waktu sama sama kuliah S1 di Matematika ITB. Jadi memang networking itu benar adanya. Saya yakin dengan kemampuan rekan saya (yang sealmamater ini) dalam membawa lab ini menjadi sukses. Sekali lagi selamat SBM ITB. 

Topik seminar SBM adalah “Big Data Development in Education and Business Practice”, dari topik besar tersebut saya jadi memikirkan kembali kenapa edukasi Big Data di Indonesia belum kedengaran gaungnya, padahal industri / bisnis lagi banyak mencari info dan talenta. Dari pemikiran tersebut maka muncul pemetaan kelimuan dan profesi Data Scientist yang saya tulis di blog ini. Dipikir pikir semakin sering jadi narasumber dan disodorin topik topik tertentu berkaitan dengan keahlian kita, maka semakin kita menguasai topik yang kita “rasa” kuasai dari berbagai sudut pandangan. 

Narasumber kedua adalah menjadi pembicara di acara BMKG (Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika). BMKG sedang menyambut hari jadi ke 68 hari meteorologi dunia. Untuk menyambut hari tersebut, mereka mengadakan seminar ilmiah dengan tema “Implementasi Big Data dan Artificial Intelligence untuk Peningkatan Layanan Kecepatan dan Akurasi Layanan Informasi BMKG”. Pembicara yang diundang adalah dari LIPI, UI, ITS, Grab, Solusi247, Telkom Indonesia, Schumberger, dan saya sendiri mewakili Telkom University. Materi yang saya bawakan berkaitan dengan peran Big Data dalam memahami perilaku manusia. Sepertinya topik saya tidak bersinggungan langsung dengan BMKG, akan tetapi ternyata misi dari BMKG sendiri adalah melihat kemajuan terkini terkait penelitian Big Data dalam segala bidang. 

Menjadi narasumber dalam suatu acara merupakan kesempatan bagus untuk menjalin jaringan dengan orang orang yang satu rumpun keilmuan dengan kita, atau bisa juga yang keilmuan tidak sama tapi mempunyai minat yang sama. Oh ya ngomong ngomong kenapa saya yang dipilih jadi narasumber di BMKG, rupanya alasannya sama dengan yang SBM, lagi lagi di BMKG ada rekan sesama almamater di S1 Matematika dulu.  ternyata oh ternyata .. eh tapi bukan hanya karena pertemanan lho saya diundang, tapi pertemanan bisa membantu menemukan siapa teman kita yang punya kemampuan seperti yang kita inginkan

Next Narasumber ? .. ada deh bulan bulan depan, nanti diupdate lagi beritanya.

Foto fotonya …

 

IMG 9170IMG 9284IMG 91636f520024 7198 43f1 80a6 ac297618d74e

 

 

Review Honda PCX vs Yamaha NMax (2018)

Hari minggu pagi ini, saya kedatangan temen riding saya kang Firman yang baru saja memperoleh motor Honda All New PCX 2018 (PCX 2018) warna merah. PCX 2018 ini adalah motor CKD dari Honda yang diluncurkan bulan desember 2017 kemarin. Karena dirakit di Indonesia, maka Honda PCX ini harganya menjadi sangat murah (yaitu 30.8 juta untuk Bandung), padahal Honda PCX tahun tahun sebelumnya diimport dari Thailand mempunyai bandrol harga mencapai 42 juta. Dengan harga tersebut maka Honda PCX berkompetisi langsung dengan Yamaha NMax di kelas matic premium. Yamaha NMax saat ini pas berusia 3 tahun di Indonesia, kebetulan Yamaha NMax saya adalah keluaran pertama pada bulan februari/maret 2015.  Saya akan coba review singkat bagaimana performansi Honda PCX dibandingkan dengan Yamaha NMax saya.  

 

IMG 8569

 

Dibandingkan dengan PCX tahun sebelumnya (PCX CBU), maka PCX 2018 ini bodynya jauh lebih besar. Tepatnya lebih besar dari NMax saya, padahal PCX CBU bodynya lebih kecil dari NMax. Dengan pemekaran body secara signifikan maka kesan skutik gambot pada PCX 2018 sangat berasa. Setelah diamati body PCX 2018 ini sangat rapih, hampir tidak ditemui adanya baut yang kelihatan dari luar. Kerapihan ini membuat sedikit kerepotan pada saat ingin membongkar bodynya. Kang Firman cerita bahwa beliau ingin mencoba mencopot windshield, akan tetapi sulit sekali dilakukan, berbeda dengan NMax atau bahkan PCX CBU sebelumnya yang cukup mudah untuk membuka body. Ground clearance PCX 2018 juga lebih tinggi dari NMax (bisa dilihat dari gambar atas). Walaupun body PCX lebih besar, tapi ternyata motor ini lebih ringan dari NMax terutama terasa pada mekanisme pasang standard ganda, dimana terasa PCX 2018 berasa sangat ringan.

Nah bagaimana dengan posisi duduknya, menurut saya posisi standard PCX 2018 kurang nyaman, karena jok terlalu tinggi, sedangkan stang motornya terlalu rendah. Memang akan perlu sedikit penyesuaian antara jok dipapras atau stang ditinggiin. Penyesuaian ini cukup mudah, menurut saya begitu posisi duduk sudah sempurna maka kenyamanan akan meningkat signifikan. Suara mesin sangat halus, suspensi empuk, jadi ngebayangin untuk touring jarak jauh PCX ini tidak akan berasa capek. Overall kenyamanan berkendaraan menurut saya PCX 2018 lebih unggul dari NMax

IMG 8525

 

Untuk akselerasi NMax jauh lebih unggul, jadi kalo suka speed sebaiknya pake NMax, sedangkan kalau nyantai PCX 2018 jauh lebih unggul. Motor NMax saya sebagai contoh sepertinya ga mau (ga enak) kalau buat riding santai, tetapi jika dipake kecepatan tinggi malah berasa enak motornya. Menurut mas Awal (temen riding saya juga) yang review PCX bareng saya ini, bilang bahwa PCX malah lebih enak buat cornering dibanding NMax, cuman nunggu settingan yang pas aja. Saya sendiri tidak nyobain cornering tadi.

Untuk bagasi, NMax lebih luas dari PCX. Dek bawah bagasi NMax rata sehingga memberikan ruang lebih, sementara untuk PCX ada tonjolan di tengah dan di bagian belakang, sehingga space bagasi berkurang secara signifikan. Akan tetapi daya tampung 1 helm full face sepertinya  juga masih bisa dimasukkan ke bagasi PCX. Untuk fitur PCX lebih lengkap, motor ini sudah dilengkapi dengan keyless starter, juga immobilizer. Bentuk dashboardnya pun jauh lebih futuristik dan keren dari NMax. Mungkin bentar lagi NMax juga akan ada perombakan fitur, melihat fitur PCX yang begitu lengkap. 

Overall jika anda saat ini sedang mencari skutik premium maka PCX merupakan pilihan yang yang paling bagus, kecuali anda mencari yang bagasinya lebih besar,  akselerasi yang lebih cepat, atau aksesoris yang sudah banyak di pasaran, maka NMax merupakan pilihan terbaik. Sebagai pemilik NMax yang sudah berusia 3 tahun maka saya tergoda untuk membeli PCX, ini lebih karena saya sudah bosan lihat NMax, walaupun motornya sendiri masih sangat enak. Tentu saya akan membeli PCX, dengan syarat NMax saya sudah laku terjual ..

Semoga bermanfaat. 

 

IMG 8570

IMG 8518

IMG 8519

Kebawa Demam Lari tapi Susah Naik Kelas

sudah sekitar sebulan terakhir saya lagi keranjingan lari. hobi yang sangat telat, kenapa ga dari dulu dulu, padahal yang ngajakin banyak banget. terus terang dulu saya baru lari 100 meter nafas udah abis, bahkan sering diketawain istri yang larinya lebih lambat tapi tahan jarak jauh, sedangkan saya sering “gaspol” di awal lari tapi cepet abis bensin duluan

lihat temen temen bisa lari 1km tanpa henti, saya terkagum kagum. bahkan ada yang dulunya persis kaya saya, tapi sekarang bisa lari 5km (5K) tanpa henti. akhirnya saya coba dengan kecepatan yang lebih lambat, dan ternyata bisa juga 1km, 2km, dan sampai 5km tanpa henti. prosesnya tentu ga langsung, perlu beberapa kali lari sampai akhirnya bisa 5K tanpa henti.

kebetulan saya beli gelang murah (mi band) untuk monitor langkah perhari dan heartrate. jadi kalo ada hari dimana saya ga memenuhi target 8000 langkah, rasanya kok jadi ga enak, sehingga mau ga mau dipaksakan lari buat memenuhi target. sekarang target saya tiap 2 hari sekali harus lari 5K. so far, target ini bisa terpenuhi.

jarak terjauh yang bisa saya capai nonstop adalah 7K. pace selalu di sekitar 8 menit an per km, ada satu dua kali bisa mencapai pace 7 koma sekian menit pada kondisi luar biasa. saya perhatiin kecepatan dan kenyamanan lari berbanding lurus dengan kesiapan tubuh. saat badan kurang siap, maka lari jadi berat. kurang siap biasanya terjadi kalo lari sore hari pulang kantor, dimana badan belum sempat istirahat atau minum yang cukup. kalo larinya pagi sebelum berangkat kantor biasanya lari berasa nyaman, dan seringnya saya bisa merasakan meditasi dari lari yang nyaman.

sekarang targetnya mau naik kelas, yaitu meningkatkan pace atau menambah jarak menjadi 10K, doakan semoga bisa tercapai dengan nyaman (bukan tercapai dengan maksa)

kalau sudah naik kelas nanti saya tulis entry blog lagi ..

Valerian: Film Adaptasi Komik Favorit

Semasa SD sampai SMA saya adalah penggemar berat komik. Dari sekian banyak komik yang beredar di Indonesia, komik Valerian – Agen Antar Ruang dan Waktu adalah salah satu komik favorit saya. Memang seri komik ini tidak banyak beredar di Indonesia, kalau tidak salah tidak lebih dari 10 judul terbitan INDIRA. Favorit saya waktu itu adalah New York 1986 dan Mahkluk Aneh di Paris. Walaupun yang masuk ke Indonesia jumlahnya sedikit, ternyata komik ini banyak sekali serinya, diproduksi dari tahun 1967 sampai 2010. Nama asli komik ini adalah Valerian and Laureline  yang dibuat oleh komikus Prancis Christin dan Mezieres.

Waktu saya lihat cerita petualangan Valerian diangkat ke layar lebar, maka saya ga sabar nunggu film ini diputar. Film ini judulnya adalah Valerian and The City of A Thousand Planets dibintangin oleh Dana Dehaan, Cara Delevingne, Clive Owen, Rihanna dll. Akhirnya hari ini saya bisa menyempatkan menonton film ini di bioskop 21 Ciwalk. Yang saya herankan walaupaun trailernya luar biasa keren, tapi kok diputar di bioskop cuman sedikit. Di bandung hari ini (17 Agustus 2017) hanya diputar di Ciwalk, itupun hanya dua jam tayang saja yaitu jam 7 malam dan jam 9 malam. Penontonya pun sepi tidak seperti film film blockbuster hollywood, padahal cerita dan trailernya keren, apa kurang promosi yah di Indonesia ?

Valerianposter

Nah bagaimana kesan tentang film ini, menurut saya film ini sangat luar biasa. Baik dari segi visualisasi ataupun ceritanya. Detail cerita digarap rapih sehingga tidak sekedar asal lewat seperi film film blockbuster lainnya. Inget film Avatar yang digarap sangat detail dari visualisasi sampai cerita, nah Valerian mirip dengan pengarapan film tersebut, termasuk dengan suku native yang canggih dan bersahabat. Saya juga bandingkan dengan film antar galaxynya hollywood yang terakhir seperti Guardians of The Galaxy yang ceritanya dangkal dan tidak meninggalkan kesan lebih pada saat selesai nonton, malahan banyak adegannya yang udah lupa.

Luc Besson salah seorang sutradara Prancis yang sukes, ternyata memproduksi film Valerian ini secara independent, tanpa backup studio besar, bahkan menggunakan metode crowdfunding. Makanya tidak heran kenapa film ini gembar gembornya tidak secanggih film film hollywood lainnya. Konon dia punya obsesi juga dengan Valerian karena sudah membaca komiknya sejak masa kecilnya.

By the way, daripada kelamaan spoiler, jadi silahkan tonton deh film ini, ga nyesel deh apalagi buat penggemar film science fiction atau film antar galaxy, walaupun tidak kenal / tidak pernah baca komik Valerian, film Valerian ini tetap keren untuk ditonton … sangat jauh dibandingkan film film Hollywood akhir akhir ini yang memprihatinkan, bahkan tidak meninggalkan impresi yang mendalam. Oh ya berikut ini trailer film valerian (dari Youtube) :

 

393230 bffb72b2 4a16 11e5 acc9 910887772fba Komik Valerian Makhluk Aneh di Paris komik eropa terbitan

Terpaksa Ngoding, Tapi Seneng …

Beberapa saat yang lalu saya diajak riset bersama oleh peneliti dari Inggris. Topik riset sendiri meneliti bisnis otomotif dengan mengambil data dari media sosial. Karena kesibukan saya yang “super” saat itu, maka saya serahkan proses data collection dan pre-processing ke asisten (mahasiswa). ekspektasi saya proses ini akan berjalan dalam waktu seminggu. Seminggu, dua minggu saya tunggu ternyata belum beres juga. Saya selidiki ternyata ada permasalahan dalam langkah pre-process data yang  saya baru tahu masih menggunakan beberapa langkah manual  … :(. Makanya asisten saya seperti kewalahan mengurusi data ratusan ribu tweet, kalau dibiarkan bisa bisa dia stress, plus saya sendiri udah tidak sabar nungguin hasil crawl dan analisa

Jadinya saya otak atik python supaya proses transformasi data mentah dari twitter ke format social network menjadi lebih cepat dan otomatis. Setelah setengah hari ngoding akhirnya problem pre-process yang berlangsung lama bisa diselesaikan dengan koding saya tersebut. Senengnya dari data twitter sebesar 500mb (200 ribu tweets) bisa saya konvert dalam kurun waktu kurang dari 10 menit. Wah tahu gini proses yang seminggu kemarin bisa diselesaikan dalam 10 menit. Memang kalo ga kepentok problem, sepertinya saya juga ga akan turun tangan ngoding sendiri …:D

Seneng juga kalo koding yang kita bikin bener bener menyelesaikan masalah .. nah akhirnya karena lagi seneng, maka saya teruskan menggambar visualisasi jejaring sosial 3 merk mobil dari data 200 ribu tweet yang saya sebutkan diatas … 

Merk A

merk A

Merk B

merk B

Merk C

merk C