Mobil Cina Bernama Wuling Almaz

Berkomuter di kota besar seperti Bandung bukan merupakan hal yang nyaman dan efisien, apalagi jika kita tinggalnya di area Bandung coret. Kami sekeluarga berempat setiap hari mempunyai aktivitas di kota Bandung, sementara lokasi tinggal kami adalah sekitar 25-30 km di luar kota bandung, dimana jarak ini harus melewati jalan tol. Bisa dibayangkan bahwa kendaraan pribadi saat ini merupakan opsi terbaik dari semua pilihan yang ada, seperti naik bis, naik angkot, naik gojek, maupun naik grab. Apalagi lokasi sekolah anak anak, kantor saya, dan kantor istri berbeda semuanya. Kadang saya iri dengan rekan yang bisa bike to work ke kantor, jangankan naik sepeda, saya naik motor ke kantor (tidak melalui tol) itu membutuhkan waktu hampir 2 jam, jadi tidak efektif untuk mendukung pekerjaan. Kesimpulannya kebutuhan mobil bagi keluarga kami adalah keharusan.

Entry blog ini merupakan lanjutan dari entry blog otomotif saya di tahun 2014 tentang review Suzuki Splash 2014, dan tahun 2016 tentang review Kia Sportage 2013. Tahun ini Splash sudah berusia 5 tahun, dengan odometer mencapai 95rb km, sedangkan sedangkan Sportage sudah berumur 6 tahun, dengan odometer 82rb km. Kami merasa perlu melakukan penyegaran, karena dengan jarak tempuh yang tinggi, kaki kaki dan goncangan mobil berasa tidak senyaman dahulu. Yang utama perlu diremajakan adalah Splash, sedangkan Sportage masih cukup enak untuk mobil seusianya, mungkin 2-3 tahun lagi kami akan remajakan juga. 

Waktu itu pilihan pertama pengganti splash adalah Nissan Livina. Kami pilih Livina, karena terkenal empuk dan nyaman, walaupun tenaga pas pasan. Tapi kami tidak mau membeli mobil baru, karena rasanya sayang beli mobil baru, padahal Livina bekas lumayan banyak dengan harga yang relatif terjangkau. Saat hunting kami tidak tahu kalo Livina bakal keluar versi baru. Mencari Livina bekas yang bagus ternyata tidak mudah. Saya beberapa kali test drive, sering kali yang saya temukan bahwa pemilik Livina tidak merawat mobilnya di bengkel resmi dengan alasan beres mahal dan banyaknya bengkel alternatif di sekitar Bandung. Dari sini saya mulai ragu … tapi masih terus hunting Livina.

Suatu saat beberapa bulan kemudian (tepatnya akhir Januari 2019), masuk pesan WA dari sales Wuling (merk mobil cina), yang mengabarkan bakal ada SUV baru dari Wuling. Saya kenal sales ini karena saya pernah lihat pameran mobil MPV Wuling Cortez di suatu mall. Berbekal kepuasan saya akan mobil SUV semacam Sportage, maka saya bilang sales tersebut untuk mengabari jika sudah ada unit test drive Wuling SUV itu, yang ternyata bernama Almaz.

Saat tulisan ini dibuat pilihan SUV setara Sportage, dalam konteks value for money tidak ada yang cocok. Produk produk Honda (CRV dan HRV) saya coret, karena selain harganya mahal, dan berbekal pernah punya jazz dan freed, menurut saya Honda itu mahal dalam segala hal (servis, spare parts dll), dengan kata lain overprice. Produk Toyota (Fortuner dan Rush), sama sekali tidak meningkatkan gairah saya untuk beli mobil tersebut. Produk Chevrolet (Captiva dan Trax), saya agak suka, tapi ga rela untuk beli. Produk Mazda (CX5) saya suka banget, tapi harganya terlalu mahal, bahkan harga bekasnyapun masih luar biasa mahalnya.

Akhirnya hari yang ditunggu untuk testdrive Almaz pun datang. Saya sengaja ajak anak anak. Saya perhatikan ekspresi mereka. Tidak ada excitement saat test Livina atau beberapa mobil lainnya, tapi saat test Almaz langsung beda banget ekspresinya. Ya jelas beda karena Almaz pake head unit macam tablet ipad, terus ditambah panoramic roof, terus ditambah sound system infinity yang luar biasa jernih. Diluar itu space akomodasi Almaz  yang membuat saya langsung suka karena sangat lega, dan killer factornya adalah mesin Turbonya. Saya suka dengan tarikan mesin Turbo Almaz. Ini seperti kembaran Sportage saya tapi dengan mesin lebih kecil dan Turbo, jadi harusnya lebih irit, atau paling tidak menyamai Sportage, jadi saya tidak masalah dengan konsumsi BBM. Masih banyak sebenernya fitur fitur lain, tapi menurut saya yang lain lainnya itu nice to have lah. Killer factorsnya sudah saya sebutkan diatas.

Saya langsung pesen, padahal harga mobilnya belum ada …

Nunggu dua minggu setelah pemesanan baru harga resmi keluar, dan untungnya harganya masih terjangkau, jauh dibawah CRV, CX5, dan bahkan sama dengan mobil yang fiturnya dibawahnya (HRV, Trax). 

Sempet galau pemilihan warna, apakah pilih abu atau hitam, akhirnya saya pilih warna hitam, karena saya lihat warna item Almaz sangat keren, dan saya belum pernah punya mobil warna item. Akhirnya mobil dikirim awal Maret 2019.

Akang sales Wuling cerita kalau saya adalah pemakai Almaz nomer dua di Bandung. WOW, jadi inget dulu punya Yamaha NMax termasuk dalam pembeli pembeli awal juga.

Setelah seminggu dipake, kesan Almaz dibandingkan dengan Sportage ada 2, yaitu:  1). mesin biasa aja, 2). fitur luar biasa. Untuk nilai minusnya, mesin menurut saya biasa aja karena tenaganya ngepas untuk bermanuver di jalan tol dengan nyaman, serta adanya turbo lag namun dengan cerdik ditutupi oleh transmisi CVT yang halus. Kalau saya pake sportage dengan tenaga lebih besar  rasanya masih banyak tenaga tersimpan untuk bermanuver. FYI Sportage 166hp sedangkan Almaz hanya 140hp. Alangkah nikmatnya kalo misalkan tenaga Almaz ini dilebihkan sedikit, supaya juga sesuai dengan tampangnya yang macho. Selain itu transmisi manualnya tidak seresponsif di sportage. Untuk nilai plusnya menurut urutan prioritas saya adalah 1). panoramic roof, 2). head unit, 3). kelegaan kabin yang luar biasa, 4). sound sistem jempolan. 5). kamera 360.

Review pemakaian seminggu ini mungkin belum terlalu akurat, nanti saya akan update lagi kalo ada pengalaman pengalaman baru. Secara keseluruhan, menimbang nilai plus dan minusnya, menurut saya Almaz sangat sangat worth to have. Saat saya beli Almaz tidak ada mobil sekelasnya yang mempunyai value for money lebih baik dari Almaz. Ada sih merk DFSK, tapi kok ga minat ya .. Oh ya konsumsi BBM mungkin belum optimal, saat ini saya memperoleh nilai 1:10 – 1:13 … lumayan irit 🙂

 

IMG 20190312 194159

  

Workshop Claim Data Behaviour Analysis untuk Aktuaris

Tanggal 12 dan 13 Februari 2019, saya diundang oleh Persatuan Aktuaris Indonesia untuk memberikan materi dalam workshop dengan tema “Claim Data Behavior Analysis”. Materi yang saya berikan adalah seputar Data Analytics dengan menggunakan R. Informasi acaranya bisa dilihat di link ini. Acara ini sangat menarik bagi saya pribadi karena saya belum begitu paham dengan pekerjaan profesi aktuaris ini, walaupun secara garis besar saya paham bahwa pekerjaan utamanya adalah perhitungan resiko berdasarkan profile pelanggan. Dari perhitungan profile resiko tersebut baru deh ditentukan premi asuransi yang harus dibayarkan pelanggan. Baik asuransi jiwa maupun asuransi kerugian lainnya. Namun data dan model apa yang digunakan, bagaimana konstruksi model dan informasi lain lainnya masih merupakan tanda tanya besar bagi saya. 

Aktuaris mempunyai pengetahuan yang mumpuni dalam bidang matematika dan statistik, namun masih perlu belajar mengenai prinsip kerja data analytics dan machine learning. Dengan latar belakang cukup mumpuni, oleh karenanya materi yang saya berikan bisa dicerna dengan mudah oleh para peserta. 

Saya sendiri masih belajar bagaimana membuat model resiko dan rekan rekan aktuaris membutuhkan pembelajaran metode metode baru untuk melengkapi model model yang mereka punyai. Nah klop khan, semoga kolaborasi risetnya lekas terwujud, amin

berikut ini foto foto dokumentasi kegiatan tersebut. 

 

51675113 10156739161625202 5371719136160251904 n52464375 10156739161680202 8982137214330732544 o51699188 10156739161860202 3065142572302204928 o51795584 10156739161930202 324344449746337792 o51833953 10156739161795202 3808156461217873920 o51982105 10156739162010202 315653076616740864 o52020673 10156739162110202 1696963440033136640 o52053758 10156739161740202 8232804530874482688 o52328353 10156739162405202 5456512334728003584 n52513939 10156739162170202 9189932916136738816 o

 

Relaunch Asosiasi Ilmuwan Data Indonesia

Pada bulan November 2016, kami para founder bersama sama mendeklarasikan berdirinya Asosiasi Ilmuwan Data Indonesia (AIDI), cerita lengkapnya ada di entry blog ini. Seiring berjalannya waktu, dan bersamaan kesibukan antar founder, sehingga AIDI belum bisa membuka pendaftaran anggota baru. Untungnya kami diberikan kesempatan untuk relaunch AIDI dan membuka pendaftaran anggota baru pada tanggal 5 februari 2019 di Jogjakarta.

Mimpi AIDI adalah mengawal kedaulatan data Indonesia. Data sebagai komoditas strategis, maka AIDI mencakup keilmuan yang luas, contohnya seperti big data, machine learning, artificial intelligence, computational linguistic, statistik, bioinformatics, sampai juga ke keilmuan sosial seperti bisnis, politik, dan komunikasi

Sambutan saya pada relaunch AIDI ini adalah sebagai berikut :

Asosiasi Ilmuwan Data Indonesia atau disingkat AIDI atau dalam bahasa inggris adalah Indonesia Data Scientist Society adalah suatu perkumpulan stakeholder yang terdiri dari individu, komunitas, dan perusahaan yang berkepentingan dan peduli pada perkembangan keilmuan data, serta implementasi dari manfaat data tersebut.  AIDI secara resmi dideklarasikan pada bulan november 2016, mendapatkan ijin dari Kementrian Hukum dan HAM pada tahun 2017. Di awal tahun 2019 ini, baru terbentuk kepengurusan harian AIDI dalam acara re-launch yang diselenggarakan di Jogja, 5 Februari 2019.

AIDI dibangun dengan semangat kebersamaan antara para pemimpin dan pakar dari stakeholder yang bergerak di ekosistem yang berhubungan dengan Data Science dan Data Analytic untuk mencari sebuah wadah yang dapat menyatukan suara.  Misi dari AIDI adalah Membangun Ekosistem Data Science Indonesia yang Bermanfaat, Aman, Sejahtera, Berdaya-saing dan Berkesinambungan untuk mendukung kedaulatan data Indonesia. Seperti kita ketahui Data adalah komoditas strategis bangsa, yang mempunyai nilai  mencakup banyak kepentingan dan melewati batas berbagai ilmu pengetahuan.  

Salah satu aktivitas yang dicanangkan oleh AIDI adalah berpartisipasi dalam pembuatan regulasi atau peraturan perundangan terkait dengan Data sebagai komoditas strategis, karena regulasi atau peraturan perundangan akan membentuk dan mengatur arah IIndustri yang melibatkan Data Science dan Data Analytics di masa mendatang. Masih banyak regulasi yang akan dibutuhkan untuk mengatur Industri jasa Data Mining ataupun Analytics, di mana Industri harus berperan dan terlibat memberikan masukan, pandangan dan saran agar Data Science bisa bermanfaat bagi masyarakat Indonesia. Tercipta iklim industri dan ekosistem yang mendukung kemandirian dan berkelanjutan. 

Sampai saat ini tercatat ada 350 anggota AIDI, yang terdiri dari berbagai bidang keahlian seperti machine learning, artificial intelligence, big data, data mining / data analytics, computational language, statistika, bioinformatics bahkan bidang non teknis seperti bisnis, politik, dan komunikasi. Dengan keberagaman latar belakang keilmuan yang dimiliki anggotanya, diharapkan AIDI mempunyai kapabilitas tinggi dalam bersinergi dan berkarya untuk kepentingan pembangunan Indonesia.

Terdapat beberapa aktivitas yang berafiliasi dengan AIDI, diantaranya adalah Workshop, Seminar, Kompetisi, dan Eksibisi National Data Days, Konferensi Ilmiah ICODIS (International Conference on Data and Information Science) dan ICADEIS (Internasional Conference on Advacement in Data Science, E-Learning, and Information Systems), Sertifikasi Internasional Big Data Analitik, Konferensi Big Data Indonesia, idBigData Meetup, dan lain lain

Sedangkan beberapa komunitas yang terlibat dalam pembentukan AIDI serta mempunyai afiliasi aktivitas dengan AIDI adalah Data Science Indonesia, Tau-data Indonesia, Komunitas Big Data Indonesia, Lab. Social Computing dan Big Data, Machine Learning ID, dan R Indonesia. Beberapa Industri yang terlibat dalam inisiasi dan kepengurusan AIDI adalah Solusi247, NoLimit, Mediawave, Zamrud Technology, dan Bahasa Kita.

Beberapa ilmuwan yang terlibat di AIDI antara lain adalah dari Telkom University, Universitas Padjajaran, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, LIPI, BPPT, Politeknik Statistika, dan Universitas Widyatama.

Demikian dapat kami sampaikan sekilas mengenai AIDI. kami berharap AIDI bisa menjadi wadah bertemu dan kolaborasi bersama antar ilmuwan data dalam berbagai bidang untuk membuat solusi untuk kepentingan bangsa. untuk itu  kami mengajak rekan rekan semua untuk bergabung di AIDI. 

Untuk bergabung bisa mendaftar pada tautan di bawah ini. 

2019 02 14 22 36 11

51231751 10156722442250202 619563343279030272 n51510822 10156722442305202 5379348316632907776 n51342227 10156722442600202 763510641083285504 n51838878 10156722442465202 833664250349092864 n

Tahura Trail 2019

Tahura Trail Run adalah salah satu kegiatan lari yang terkenal di Indonesia, kegiatan ini dilaksanakan di area kawasan Taman Hutan Raya Dago Bandung. Gelaran tahunan ini berkelas internasional, dengan peserta datang dari berbagai manca negara. Lari trail adalah lari melalui jalan tanah (setapak, berbatu, yang penting bukan jalan aspal). Tahura Trail Run rute larinya melalui sepanjang kawasan hutan dan pegunungan di Bandung Utara. Tahura Trail Run 2019 ini merupakan kali kedua saya bertisipasi, setelah sebelumnya pada tahun 2018. Saat itu saya ajak keluarga lengkap untuk lari trail  di kelas family 7K.

Tahun 2019 ini, Tahura Trail Run dilaksanakan pada tanggal 20-21 Januari 2019. Kami (saya hanya berdua dengan Intan) ikut kelas trail 21K. Gelaran ini diselenggarakan selama dua hari. Hari pertama khusus untuk kelas Full Marathon  (42K) dan Half Marathon (21K). Hari kedua kelas 17K, 10K, dan kelas family (7K). Kondisi lari hari pertama jauh dari ideal, karena malam sebelumnya kawasan Bandung Utara diguyur hujan deras, alhasil medannya berubah menjadi becek dan basah. 

Start dimulai pukul 5 pagi, kami berlari dengan pace santai, namun di rute awal sudah disuguhi beberapa rute jalan menanjak yang cukup dahsyat, sehingga mau ga mau kami sudah kehabisan nafas lari saat jarak lari masih dibawah 5K. Setelah tanjakan rute berubah ke jalan tanah (persawahan) di lereng bukit dan area perkebunan sayuran penduduk. Jalur ini cukup nyaman, walaupun sempat terjadi antrian karena sempitnya jalur sehingga kami kesulitan menyalip pelari di depan kami yang berlari lambat.

Jalur berganti ke berlari di dalam hutan, beberapa area hutan cukup tebal sehingga matahari tidak bisa menembus masuk. Dalam suasana agak gelap karena kekurangan cahaya, kami beberapa kali jatuh terpeleset, untung tanahnya sangat empuk, sehingga kami terhindar dari cedera. Beberapa kali pula kami srodotan, sliding jatuh meluncur mengikuti alur tanah. Kalau biasanya saya lari 21K di jalan raya membutuhkan waktu selama 2,5 jam sampai 3 jam, maka lari trail 21K membutuhkan waktu hampir 6 jam. Kami mencapai finish tepat 5 menit sebelum COT (Cut Off Time). Alhamdulilah bisa dapet medali finisher 🙂

Berikut foto fotonya dari gelaran Tahura Trail Run 2019

50853162 10156679638720202 1206485901476102144 o50423328 10156679640475202 1613217152628686848 o50299937 10156686409740202 7416018050299723776 n50127086 10156679641400202 501557802561437696 o50681595 10156698607820202 4320129181514989568 o50269983 10156679642145202 5559287285758820352 o50307112 10156679639220202 60581681941184512 o

 

 

Bromo Marathon 2018

[latepost] blog entry yang sangat sangat telat, karena event larinya sendiri pada tanggal 23 september 2018, tapi baru sempat dituliskan sekarang. Kami (saya dan istri) mendaftar di ajang lari Bromo Marathon 2018. Sebenernya kami iseng juga mendaftar di event ini, alasannya karena kami ketinggalan pendaftaran beberapa event lari besar di bulan bulan selanjutnya seperti 2XU, jakarta marathon,  borobudur marathon, maupun bali marathon.

Kami berangkat sehari sebelumnya event, nyubuh naik pesawat dari Bandung kemudian mendarat di Juanda Surabaya. Begitu sampai kami langsung cari sarapan, nasi rawon adalah makanan pertama yang saya cari, sambil menunggu panitia yang menyediakan shuttle untuk menuju Desa Tosari, Kabupaten Pasuruan, di area lereng Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru. Shuttle berangkat tepat pukul 10 pagi, dan sampai di Tosari sekitar pukul 14. Setelah cek in di penginapan rumah rumah penduduk di sekitar desa Tosari, kami langsung menuju ke kawasan hotel Plataran untuk mengambil race pack (RPC). Oh ya lomba kali ini kami hanya mengikuti kelas 10km, saya sendiri merasa beruntung tidak mengambil rute lebih jauh, karena saat itu lutut sedang cedera. 

Selesai urusan RPC, kami sewa motor untuk melihat sunset disekitar Pananjakan. berikut ini adalah foto foto sore itu (RPC di Plataran dan perjalanan ke Pananjakan). 

42304114 10156409313405202 2641323218236866560 n42344881 10156409313615202 2333978579760578560 n42281435 10156409313835202 2814353672337620992 n

Pulang dari Panjakan matahari sudah terbenam, kami mencari makan malam di rumah rumah penduduk, lumayan dapatnya nasi sayur lodes, sambal, tempe dan ikan asin. Selanjutnya kami beristirahat lebih awal menyiapkan tenaga untuk lari besok subuh.

Saya persingkat ceritanya saja langsung ke kesan berlari di event bromo marathon ini: Event ini cukup keren, dan pesertanyapun dari manca negara, menunjukkan bahwa event ini adalah event bergengsi, ditambah udara super segar membuat lomba lari ini sangat menyenangkan. Kelas yang ambil (jarak 10km) cukup menantang, komposisinya 50% trail dan 50% jalan aspal.  Untuk trail rute yang diambil sangat indah, di lereng bukit perkebunan warga. Sayangnya rute tersebut tidak melalui lereng bromo secara langsung. Yang melalui lereng bromo hanya di kelas Full Marathon. 

Berikut foto foto kami berlari di  Bromo Marathon:

42422353 10156411300860202 4471492307291471872 n42410259 10156411567615202 7596705164073893888 n42356605 10156411564905202 2144117321352871936 n42322677 10156411704040202 5119154645175894016 n42823299 10156424446440202 5005446790468599808 n

 

 

 

Riset Smart Farming dengan LIPI

Salah satu kerja sama antara Research Center Digital Business Ecosystem (RC DBE) Telkom University dan UPT Balai Pengembangan Instrumentasi (BPI) LIPI adalah pengembangan riset Smart Farming dan Smart Aquaculture. Kedua teknologi ini diinisaisi dan dikembangkan oleh tim BPI LIPI. Smart Farming adalah metode pertanian dengan memanfaatkan teknologi untuk otomatisasi proses pertanian seperti penyiraman air, pengaturan suhu, kelembaban dan lain lain. Lokasi demo implementasi teknologi Smart Farming ada di desa Pamalayan, Kab Garut, di Kaki Gunung Cikuray. Di lokasi ini, teknologi tersebut diimplementasikan ke area kebun strawberry (greenhouse and non greenhouse). Di lokasi ini juga terintegrasi dengan peternakan ayam dan sapi. Beberapa teknologi yang diimplementasikan seperti energi surya, angin, pemanfaatan kotoran sapi untuk penghangat kandang ayam, selain implementasi teknologi sensor (IoT / Internet of Things) untuk penyiraman tanaman, penyesuaian suhu, kelembaban, pemberian nutrisi secara otomatis. Sedangkan Smart Aquaculture adalah teknologi nano bubble pada kolam untuk meningkatkan kadar oksigen pada air, teknologi ini bisa meningkatkan jumlah dan kualitas ikan / udang di tambak. Smart Aquaculture baru akan dikembangkan demo lokasinya pada tahun 2019.

Saya dan tim RC DBE diundang untuk melihat lokasi Smart Farming. Tujuan utama acara sebetulnya adalah penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara RC DBE dan BPI LIPI. Acara dilangsungkan di kantor desa Pamalayan, dan kemudian dilanjutkan makan siang dan peninjauan lokasi Smart Farming yang tidak jauh dari kantor desa tersebut. Dengan melihat demo pemanfaatan teknologi, tim RC DBE sudah bisa mempunyai ide ide baru untuk penelitan lebih lanjut, kemungkinan sampai kearah komersialisasinya dan juga implikasi sosial ekonomi dari teknologi ini. Oh ya sebagai bonus kami dipersilahkan memetik strawberry dan jeruk garut sesukanya, Berikut foto foto dari acara tersebut. 

48422192 10156624529530202 4971924824126390272 n

49080563 10156624530135202 2437147293393092608 n48421992 10156624529625202 3923695415102275584 n48420788 10156624529980202 5112148763242135552 n48390280 10156624530025202 2827470815992217600 n49344967 10156624529555202 5397898349103808512 n49323233 10156624529720202 5558226793908928512 n

48894141 10156624529775202 8951364838806781952 n48416521 10156624530105202 3387924757759393792 n49067549 10156624530205202 6410933533384114176 n

 

 

 

 

 

 

Dinamika Topologi Jejaring Perbankan (Studi Kasus PilPres 2014)

Entryblog ini menceritakan isi publikasi yang saya dan mahasiswa saya (Dian) yang berjudul The Dynamic of Banking Network Topology, case study : Indonesian Presidential Election Event. Tulisan ini dipublikasikan pada International Workshop on Big Data and Information Security (IWBIS 2018) yang diselenggarakan oleh Fasilkom Universitas Indonesia. Publikasi ini terindeks scopus dan bisa diunduh di link berikut ini (IEEE). Entryblog ini juga dibuat karena secara resmi sekarang papernya sudah dipublikasikan. Oh ya paper ini meraih penghargaan best presenter. Congrats kepada Dian yang berhasil mempresentasikan dengan baik.

Transaksi perbankan atau transaksi antar bank, membentuk jejaring transaksi yang bisa mengindikasikan kesehatan perekonomian suatu negara. Semakin banyak / aktif jejaring transaksi tersebut menunjukkan geliat perekonomian yang baik. Perilaku bank dapat dilihat dari alur transaksi yang dilakukannya, terutama menghadapi faktor faktor eksternal ekonomi yang sering berpengaruh besar, terutama faktor politik. Krisis ekonomi 2008 menunjukkan kegagalan Lehman Brothers dalam menahan laju penyebaran isu / impact dalam waktu cepat adalah penyebab kebangkrutan perusahaan tersebut. Hal tersebut menunjukkan juga bahwa pasar keuangan mempunyai sifat saling terhubung dalam jejaring yang besar. Hal ini menjadi alasan / dasar mengapa pendekatan secara jaringan lebih penting daripada pendekatan individual terhadap satu bank tertentu.

Peristiwa politik seperti pesta demokrasi pilpres mempengaruhi stabilitas ekonomi (termasuk sektor keuangan). Sentimen masyarakat bisa menjadi motor apakah mereka akan melakukan transaksi perbankan sebagai representasi aktivitas ekonomi atau mereka menunggu peristwa politik selesai berlangsung terlebih dahulu, sehingga menunda aktivitas ekonominya untuk beberapa saat. Saat ini hubungan antara peristiwa politik dan perubahan topologi jaringan perbankan belum pernah diteliti secara mendetail.

Penelitian ini memberikan gambaran (insight) dari suatu event driven dynamic network topology, atau perubahan topologi jejaring perbankan yang dipicu oleh suatu event, dalam hal ini adalah event pilpres Indonesia tahun 2014. Data yang kami gunakan adalah data transaksi perbankan Indonesia dalam durasi sebulan antara tanggal 25 juni – 25 juli 2014. Pilpres sendiri diadakan pada tanggal 8 juli 2014. Data ini digunakan untuk kepentingan riset dan tidak boleh dipublikasikan. Untuk menjaga kerahasiaan data, maka kami melakukan proses anonymasi data. Satu hal yang kami jaga dari data asli adalah bentuk distribusinya oleh karena itu aplikasi Frechet Distance digunakan agar supaya menjaga distribusi data asli dan data hasil anonimasi (masking) tetap pada jarak yang konsisten sama pada semua titik pengukuran.

Hasil properti jaringan berupa nodes (bank), edges (hubungan transaksi antar bank), averege degree (rata rata transaksi), dan density (kepadatan jaringan) bisa dilihat pada gambar dibawah ini.

Screen Shot 2018 11 22 at 19 43 57  2Screen Shot 2018 11 22 at 19 44 09  2Screen Shot 2018 11 22 at 19 44 18  2Screen Shot 2018 11 22 at 19 44 56  2

perilaku 3 bank utama (dalam bentuk rata rata transaksinya) diperlihatkan pada gambar 6, sedangkan fluktuasi tersebsar dari 3 bank selama 10 hari pengamatan menjelang pilpres 2014 diperlihartkan pada gambar 7.

Screen Shot 2018 11 22 at 19 45 15  2

Analisa dan Kesimpulan

Kepadatan jaringan transaksi bank yang rendah menunjukkan tingginya resiko perpecahan jaringan karena ketidakmampuan jejaring mentolerasi kegagalan suatu bank untuk melakukan transaksi. Akibat lain adalah reduksi alternatif jalur yang memungkinkan bank yang mempunyai kemampuan lemah mendapatkan bantuan dari bank yang lebih kuat. Saat saat akhir kampanye dimana kepadatan jaringan rendah adalah waktu dimana resiko perpecahan jaringan sangat besar. Saat akhir masa perhitungan (recapitulation) adalah saat dimana jejaring sedang dalam kondisi kuat. Secara umum kepadatan jejaring transaksi antar bank relatif stabil diatas nilai / garis median.

Berdasarkan hasil pengukuran topologi jaringan, kita asumsikan bahwa partai yang sedang berkampanye melakukan usaha promosi besar besaran beberapa hari menjelang akhir kampanye dengan melibatkan uang   dalam jumlah yang banyak. Hal ini bisa ditunjukkan dengan peningkatan nilai transaksi dan kepadatan jaringan. Pada hari terakhir kampanye, atmosfer kampanye sudah berkurang, (juga nilai transaksi dan kepadatan jaringan). Masyarakat mempunyai kekhawatiran psikologis mengenai kemungkinan kegagalan pilpres yang bisa berakibat resiko kegagalan aktivitas ekonomi, dan faktor keamanan lainnya, hal ini  digambarkan dengan penurunan nilai transaksi serta berkurangnya lalu lintas transaksi. Temuan ini bisa menjadi pengetahuan untuk mendukung otoritas dalam melakukan tindakan yang sesuai.

Temuan dari penelitian ini adalah:

1. bank lebih aktif bertransaksi sampai 3 hari menjelang akhir kampanye, dan kemudian sangat berkurang menjelang akhir kampanye.

2. bank aktif bertransaksi dalam jumlah besar sampai 3 hari menjelang akhir kampanye

3. aktivitas transaksi antar bank relatif stabil dan hanya berkurang pada saat akhir kampanye.

Pertama Kali ke Mabes POLRI

Kalau baca berita berita baik tentang politik maupun hiburan tentang artis, sering sekali menyinggung atau menyebutkan Mabes Polri. Bayangan saya selama ini Mabes Polri itu adalah tempat yang tidak mungkin saya datangi. Lah iya, saya belum bisa membayangkan ada urusan apa saya sampai harus ke kantor tersebut. Kecuali memang saya aktif di dunia jurnalistik, hukum, atau memang menjadi terdakwa (audzubilah) . Eh ndilalah, ternyata Pak Hendro (salah satu senior di ITB dan Telkom University) yang kenal dengan salah satu perwira di Mabes Polri. Beliau ngajak saya untuk presentasi (menjadi narasumber) tentang Big Data, terutama di Divisi Humas Polri. Hal ini menarik bagi saya, karena melihat perkembangan teknologi dan kejahatan cyber yang marak, termasuk hoax, maka personil Polri pun butuh upgrade pengetahuan tentang Big Data, Social Media Analytics, dan Security.  

Berangkat nyubuh naik kereta dari Bandung, kami berdua sampai agak telat di kantor Divisi Humas Polri Jl. Trunojoyo, acara sudah dibuka oleh Kadivhumas Irjen Pol Setyo Wasisto, saat kami datang beliau tengah memberikan sambutannya. Saya langsung duduk di depan bersebelahan dengan narasumber satu lagi selain saya yaitu Dr. Pratama Persadha. Saya menjadi pembicara kedua sesudah beliau. Selanjutnya acara berlangsung seru karena diskusi dan tanya jawab berlangsung ramai antara narasumber dan peserta. Peserta adalah para perwira dan PNS di lingkungan divhumas Polri. 

Dari acara ini saya jadi mengerti tingkat pemahaman aparatur polri mengenai teknologi, khususnya Big Data masih belum merata. Perlu pendampingan atau pelatihan sehingga mampu menggunakan alat dan metodologi untuk melakukan aktivitas Social Media Analytics. Dari sisi awareness Polri sangat sadar bahwa kemampuan memahami dan ekstrasi informasi di media sosial secara cepat dan akurat merupakan hal yang krusial dalam mendukung tugas mereka sehari hari. Semoga nanti saya nanti bisa terus berkontribusi memberikan pendampingan dalam proses pembelajaran tersebut.

44807320 10156478866885202 7485191711237341184 n44683146 10156478866735202 4138724181137162240 n44772662 10156478866800202 635368728439029760 n44625081 10156478867020202 2980176664509546496 n44557869 10156478866965202 3705593196240175104 n

 

Osaka in a Few Days

Pada setiap peringatan hari sumpah pemuda 28 Oktober, ForMind (Forum Peneliti Muda Indonesia) mengadakan kegiatan konferensi tahunan. Tahun lalu saya ikutan di Sorong – RajaAmpat. Sedangkan tahun ini acara diadakan di Osaka. Acaranya dinamakan JIISC (Japan – Indonesia International Scientific Conference), yang merupakan kerjasama ForMind dengan I4 (Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional), Universitas Indonesia, dan PPI Jepang. Acaranya cukup padat, Saya dan Intan berangkat tanggal 26 Oktober pagi dan kembali tanggal 29 Oktober malam.  Kami (bersama rekan ForMinder lainnya :  Rino dan Anna) menyewa rumah melalui layanan AirBnb, harga cukup terjangkau dan cantik rumahnya. Rumah yang kami sewa adalah model rumah tradisional lengkap dengan tempat tidur model Tatami, rumah tersebut dominan yang berbahan kayu seperti rumah tradisional jepang pada umumnya.

Walaupun Osaka kota besar dan ramah terhadap orang asing, secara umum saya cukup kesulitan juga nyasar sana sini melihat beberapa petunjuk jalan tanpa huruf latin. Ada pengalaman pada saat kami naik taksi menuju kampus Universitas Osaka, malah nyasar ke arah berlawanan, karena sopir tidak paham bahasa inggris dan juga tidak paham menggunakan google maps (udah sepuh). Alhasil meteran taksi mencapai 8000Yen, tapi untung sopirnya baik, karena merasa itu adalah kesalahan dia, jadi kami cukup membayar 4000Yen. Pengalaman lain karena “buta huruf” adalah saat kami tiba di Osaka menjelang tengah malam, tidak bisa membaca tulisan kanji, kamipun kesulitan mencari kartu telpon (data) lokal untuk sekedar cek lokasi via google maps, sehingga terpaksa roaming data sejenak. 

Tidak banyak tempat yang kami eksplorasi karena keterbatasan waktu, namun kami sempat ke kuil di kyoto yang fotogenik (Fushimi Inari Taisha), kuil di Osaka, Dotonbori (downtown osaka), tempat perbelanjaan shinsaibashi, dan yang terpenting kami juga sempatkan tradisi kalau pergi ke tempat baru yaitu lari. Kami sempat lari malam di Dotonbori. Beberapa eks mahasiswa Intan juga menawarkan mengantarkan kami keliling keliling sambil hunting ramen halal yang enaknya kebangeten.

Untuk acara konferensinya sendiri pada tanggal 28 oktober dibagi menjadi 3 chapter yaitu life science, engineering science, dan social science. Mayoritas peserta mempresentasikan posternya, hanya sedikit yang terpilih untuk mempresentasikan dalam bentuk presentasi oral. Saya termasuk yang terpilih untuk presentasi oral di chapter social science. Alhamdulilah saya dapat penghargaan best presenter. Overall di acara ini, selain belajar keilmuan, berkenalan, dan juga membuat perut kenyang banget, bayangkan saja sesudah acara dinner yang diadakan panitia dengan makanan yang super lezat, dilanjutkan dengan dinner lanjutan yang diadakan oleh KBRI. Jadi rasanya lega juga kami berhasil melaksanakan lari karena kalo ga pasti berat badan meningkat secara signifikan hehe. 

Demikian laporan ringkas perjalanan ke Osaka, suatu hari saya ingin kembali eksplorasi Jepang untuk waktu yang lebih panjang.

Foto fotonya : 

 

IMG 20181028 113028IMG 20181029 110648

IMG 20181028 144951

IMG 20181028 160601

IMG 20181027 101926IMG 20181027 095328

 

IMG 20181028 194103 003

 

 

Seminar Blockchain Cardano

Sejak saya diberikan kepercayaan di lembaga Research Center, saya berpikir bahwa selain bidang Big Data & Data Analytics yang saya dan tim (labscbd.com) kuasai, ada satu bidang keilmuan lain yang menurut saya punya prospek cerah dimasa depan. Bidang tersebut adalah bidang Blockchain. Secara desain Blockchain menjaga integritas data dengan cara menyebarkan catatan tentang data ke semua node di dalam jaringan (desentralisasi). Banyak aplikasi dunia nyata dimana redundansi data membuat kekacauan, contohnya adalah catatan kepemilikan tanah, dimana satu petak tanah bisa dipunyai oleh beberapa orang, hal ini disebabkan karena pada saat dokumen tanah dibuat, tidak ada referensi yang baik mengenai siapa yang sudah memiliki tanah itu sebenarnya. Banyak aplikasi lain blockchain diantaranya adalah untuk keperluan voting, cryptocurrency, smart contracts.

Read More »