Cerita ITB Ultra Marathon 2019

Senin 14 oktober 2019, kaki masih pegel pegel, badan masih lemes, ngantuknya masih di ubun ubun, rasanya pengen segera pulang kantor hari ini. Kemeriahan ITB Ultra Marathon 2019 11-13 oktober baru saja berakhir kemarin. Sepanjang 2 hari itu pula saya kecapean, kurang tidur, kebanyakan lari, tapi bahagia dan excited berlebihan gara gara bertemu dan berlari bersama temen temen seangkatan, temen alumni jurusan, dan juga temen sekantor.  Acara ITB UM ini adalah acara tahunan yang paling ditunggu tunggu alumni dan civitas academica ITB. Pada saat saya kuliah di tahun 90an, yang paling ditunggu tunggu saat itu adalah Pasar Seni ITB yang diadakan oleh rekan rekan FSRD. Acara ini berlangsung berlangsung 5 tahun sekali, jadi wajar kalo pada kangen. Nah ini ITB UM yang dilakukan setiap tahun malah gak kalah ngangeninnya. ITB UM merupakan ajang untuk bersilaturahmi, bekerja sama, berkompetisi, berkontribusi (lewat sumbangan), jadi sangat sayang untuk dilewatkan. Sebagai info ITB UM 2019 ini menempuh jarak 200km, meningkat dari tahun sebelumnya sejauh 160km.

Di ITB UM 2018 saya bergabung dengan 2 tim (angkatan dan alumni jurusan). Tahun ini saya lebih gila lagi, bergabung dengan 3 tim Relay 18 (R18), yaitu tim angkatan  (#90leRun), tim alumni jurusan (#GaneshaNumb3rs), dan tim kantor (#TeluRunners). Kenapa diborong begini, ini lebih karena saya orangnya ga bisa nolak diajak tim sana dan tim sini, alhasil saya harus buat strategi pemilihan etape sebaik mungkin sehingga bisa lari di tim 3 R18 tanpa merasa capek, atau cemas karena sudah waktunya lari di tim yang lain, padahal lari di tim yang ini belum selesai. Akhirnya setelah nego dengan Capt. masing masing tim, saya berhasil mendapatkan rute yang sangat optimal (thanks para Capt.). ITB UM 2019 saya berlari di etapa 1 / start bersama tim #90leRun, etape 9 bersama tim #GaneshaNumb3rs, dan terakhir etape 18 / finish bersama tim #TeluRunners.

Jumat tanggal 11 oktober setelah jumatan kami (Saya, Intan, dan Sopir) berangkat dari Bandung. Kami tidak mau pengalaman tahun 2018 terulang, yaitu dimana kami terjebak macet, ditambah mobil salah plat nomer genap,  sehingga mepet sampai ke tempat start di BNI Sudirman. Sebagai info Intan juga lari di leg 1 ini, sebagai runner1 dari #GaneshaNumb3rs bersama dengan Ones, temen satu tim saya juga di #90leRun. Kami sampai di tempat start jam 17:30 sore, padahal start baru akan dilakukan pada pukul 22:00. Gak apa apa, daripada datang mepet, lebih baik nyante dulu ngobrol haha hihi sana sini dengan pelari pelari lain, sambil foto foto dan makan makan. Sebagai pelari pertama di tim 90Brave #90leRun saya diharuskan mengambil gelang RFID untuk dibawa lari dan diteruskan ke pelari relay sesudah saya di WS1. Berikut beberapa foto sebelum start.

72790543 10157345474725202 3848734290028265472 n72625107 10157347058815202 6902618378658119680 n72146638 10157347058430202 2909835691590418432 n

Pukul 22:00 tepat start dimulai, saya langsung meluncur bareng dua pelari #GaneshaNumb3rs Intan dan Ones, perlahan kita mulai start dari belakang barisan dengan speed pelan. Emang kita janjian untuk berlari pace santai, eh tiba tiba entah mengapa kok kedua pelari numb3rs ini makin cepat aja, jadi saya mengimbangi speed mereka berdua, sambil nyusulin pelari pelari lain didepan. Kita menyusuri jalan Sudirman terus mengarah ke Thamrin. 1km pertama pace 8:03 menit/km, kemudian semakin cepat, sehingga mencapai pace 6:45 menit/km di km3, dan seterusnya berkisar di pace 6an. Saya lihat pelari numb3rs ini dikawal dua pemotor yang selalu mengikuti mereka, sedangkan pengawal #90leRun tidak kelihatan atau sedang mengawal pelari #90rjes (#90leRun ladies). Memang strategi numb3rs adalah dua pelari selalu bersama, tidak perduli pacenya. Jadi yang cepat ngikutin yang lambat, atau yang lambat harus mempercepat. Sedangkan tim #90leRun pelari dipersilahkan lari sesuai pace senyamannya, asal finish tidak melebihi COT (cut off time). Karena sudah ada pengawalan di pelari numb3rs, maka saya berlari lebih kencang lagi meninggalkan mereka berdua menuju finish di WS1. Berikut foto lari sepanjang etape 1 dan foto serah terima gelang RFID ke pelari 90Brave selanjutnya, Iskandar.

IMG 0552 edit kecil1570827667396IMG 0452 edited1570864586759OG1A5145 kecilIMG 0589 edited kecil

Beres fiinish di WS1 dan menyerahkan gelang ke pelari selanjutnya, Saya dan Intan langsung meninggalkan lokasi menuju ke Puncak. Malam itu kami berencana menginap di Palace Hotel Cipanas, tempat yang sama kami menginap di UM 2018 lalu. Hotel ini lokasinya 10km dari tempat saya start di leg 9 (Melrimba Garden) keesokan harinya. Jadi ceritanya saya salah perhitungan, saya mengira akan start di hotel Sanggabuana seperti tahun lalu, ternyata saya salah baca leg, jadinya hotel Sanggabuana tersebut adalah tempat saya finish, sedangkan startnya di Melrimba Garden. Perjalanan dini hari menuju puncak ternyata lebih macet dari tahun lalu, dan kami tiba di hotel pukul 03:00 dini hari.

Tanggal 12 oktober pukul 08:00 pagi kami sudah meluncur meninggalkan hotel menuju start leg 9 di WS 8 di Melrimba Garden. Kami sarapan di lokasi, sambil nyante nungguin pelari numb3rs leg 8 sampai. Saat itu, pelari numb3rs yang sedang berlari adalah pelari leg 5 yang berarti masih berlari di sekitaran kota Bogor. Dari Bogor menuju Melrimba Garden, elevasinya luar biasa, minimal 1000 meter, sehingga pelari akan memakan waktu lama untuk sampai ke WS8. Lokasi WS8 ini suasana sangat nyaman, seperti saat start, kami bertemu dengan banyak pelari lainnya, chit chat dan foto foto, termasuk bertemu dengan dua tim saya lainnya. Satu persatu pelaripun sudah mulai berlari, termasuk temen temen #90leRun dari total 7 pelari, tinggal 1 pelari yang belum berangkat, demikian juga pelari #TelURunners sudah berangkat bahkan lebih dulu dibanding tim #90leRun. Saya dan Adi, partner lari saya di numb3rs, harap harap cemas, kapan nih pelari numb3rs bakal sampai di WS8. Setelah berjam jam menunggu akhirnya kami berdua bisa start juga pada pukul 14:45. Berikut foto foto di WS8 Melrimba Garden, dan serah terima gelang RFID.

73513753 10157348084060202 6947670326440361984 n72684693 10157348083315202 5364764415876923392 n72743080 10157348083440202 3863874917330059264 n73022053 10157348083520202 952797726788026368 n

Berlari dari WS8 menuju WS9, pikiran saya tertuju kepada tim #TelURunners yang sudah start sejak jam 11:00 siang, saya sudah tertinggal 4 jam, saya khawatir kalo nanti giliran nanti lari di leg 18 tim ini, sayanya masih belum siap (atau masih capek). Oleh karena itu saya abaikan saran tim numb3rs untuk selalu lari berdua, pasangan saya Adi, pacenya sekitar 9 atau 10, jadi terlalu jauh bedanya dengan pace saya. Kebetulan saya tinggalkan HP ke Intan dengan tujuan nanti bisa motoin saya berlari. Namun Intan (dan mobil) ternyata ga bisa keluar dari lokasi Melrimba karena jalur  Puncak ditutup 1 arah. Saya berlari sendiri meninggalkan Adi, tanpa HP, sehingga lokasi live saya tidak terdeteksi. Pikiran saya hanya tertuju gimana finish ke WS9 secepat mungkin. Dan ini ternyata cukup membuat tim numb3rs kebingungan nyariin posisi saya. Saya akhirnya sampai di WS9 dalam jangka waktu 1 jam. phiuhh … akhirnya finish juga. Biasanya mobil menunggu pelari finish, ini saya malah kebalikan, saya finish lebih dulu dari mobil (Intan). Setelah beres di WS9, kamipun meluncur langsung menuju ke Kota Baru Parahyangan, karena disini Intan akan berlari di leg16, sementara saya bersiap untuk leg18. Oh ya ditengah perjalanan menuju Bandung, hujan cukup deras turun di Cianjur, saya langsung ngebayangin rekan rekan saya yang berlari dibawah guyuran hujan deras.

72309323 10157348083725202 9221042124470878208 n73053372 10157348083905202 6560948898423111680 n

Sampai Kota Baru Parahyangan, kami sempatkan pulang dulu ke rumah. Pak sopir sudah kami ijinkan pulang untuk istirahat. jam 22:00 pelari leg 16 dan 17 #TelURunners, Osa, Citra dan bu Ola udah siap di Mesjid Al Irsyad. Saya nyamper mereka bentar foto foto. Sekitar jam 01:00 dinihari bebarengan dengan pelari 17 menuju WS18, maka sayapun berangkat menuju WS18 di Cimahi. Saya start berlari dari WS17 ini jam 02:00 dini hari menuju tempat finish di Kampus ITB Ganesha. Di leg terakhir ini saya ditemani Capt. tim #TelURunners, pak Kemas. Untung saya ditemani, karena kalau tidak, saya benar benar berlari sendirian dini hari. Kami akhirnya finish pukul 03:05 dinihari tanggal 13 Oktober 2019. Pada saat saya lari di leg ini, Intan juga sedang lari di leg 16, jadi saya ga bisa nemanin dia dan dia juga ga bisa nemanin saya. Setelah finish saya dijemput Sandra, anak sulung saya, karena ga ada sopir lagi yang bisa jemput. Kami kembali lagi sampai di rumah pas adzan subuh. Berikut foto fotonya dan video saat saya masuk garis finish:

72205624 10157351480100202 924011872422723584 n
72383919 10157351480165202 287821984891404288 n

72386455 10157351481080202 1899830765651230720 n72422037 10157351480320202 6380920263264960512 n

di rumah saya ketiduran, padahal sudah ada janjian jam 06:30 pagi untuk melakukan Victory Run bersama tim tim saya di kampus ITB. Dengan sedikit memaksakan maka jam 07:00 pagi kami (Saya dan Intan) kembali ke kampus ITB. Saya lihat catatan finish tim tim saya #TelURunners finish pukul 03:05, #90Brave finish pukul 03:50, sedangkan tim numb3rs baru berangkat menuju finish pukul 06:00 pagi. Di kampus ITB kami merayakan pesta kebersamaan selama 3 hari terakhir, berfoto, berreuni, bersenda gurau, dan tidak lupa berharap kemeriahan tahun ini akan berulang lagi tahun depan. Semoga semakin banyak rekan rekan alumni yang terlibat dalam pesta ini.Secara khusus UM 2019 sangat seru, tidak kalah serunya dibanding UM tahun sebelumnya. Semoga kita masih bisa berkumpul bersama di ITB UM tahun depan. Berikut beberapa foto penutup saat kumpul bersama masing masing tim saya di Kampus ITB hari minggu pagi :

72646683 10157351610860202 5590101932350898176 n72209013 10157351610930202 6273182842595835904 n72187805 10157351481350202 9193230480357457920 n72642792 10157351611855202 1110971287716495360 n72442377 10157351610975202 8954637655425941504 n72162529 10157351611145202 6954659664160096256 n72759239 10157351611210202 3986114578541969408 n

71913274 10157351611370202 8062189647985377280 n

Big Bad Wolf

Big Bad Wolf adalah pameran (dan jualan) buku buku yang diambil dari sisa stok distributor internasional. Untuk pertama kalinya tanggal 6-16 september 2019 Big Bad Wolf diadakan di Bandung, tepatnya di Mason Pine, Kota Baru Parahyangan yang kebetulan lokasinya dekat rumah. Acara ini termasuk sukses dilaksanakan. Antusiasme pengunjung untuk menghadiri acara ini sangat membludak, padahal pameran sudah dibuka selama 24 jam pada periode tanggal tersebut. Saya datang sampai 3 kali, pertama belanja 12 buku, kedua belanja 8 buku, dan ketiga belanja 10 buku. Sepertinya acara seperti ini harus sering dilaksanakan, terlihat minat baca anak anak cukup besar, atau mungkin karena sulit mencari buku buku berkualitas di toko buku mainstream?. Oh ya harga buku buku yang dijual termasuk terjangkau. Berikut ini adalah buku buku yang saya (dan keluarga) beli. 

WhatsApp Image 2019 09 15 at 6 09 48 PM

Lab. SCBD goes to ICOICT 2019 Kualalumpur

Tahun 2019, tim Lab. SCBD kembali berpartisipasi di konferensi internasional ICOICT. Konferensi ICOICT ke 7 ini, kamu mempresentasikan 7 paper hasil penelitian. The 7th ICOICT dilaksanakan di hotel Federal di area Bukit Bintang, Kualalumpur pada tanggal 24-26 juli 2019. Momen istimewa karena baru pertama kali saya membawa rombongan tim sedemikian besar (9 orang) ke luar negeri. Berikut foto foto kami, fotonya tambah keren karena kami bawa kaos seragam tertulis SCBD :). See you on the next conference.

67315621 10157142953745202 31066817006927872 n67455588 10157138645505202 5770099506305564672 n67354480 10157138645570202 6551990258068619264 n67246502 10157138645680202 365182218567417856 n

Workshop Data Engineering untuk Auditor Kementrian Keuangan

Departemen Keuangan akhir akhir ini meningkatkan fokus dalam membekali sumber daya manusianya dengan pengetahuan mengenai Data Science. Beberapa pekerjaan harian dari kemenkeu seperti Auditor pajak bekerja dengan data dengan skala besar dan struktur data yang kompleks. Auditor dari berbagai inspektorat jendral dalam lingkungan kemenkeu, sering mengalami kesulitan dalam ekstrasi informasi dari data untuk mendukung pekerjaan mereka, dikarenakan belum mempunyai bekal pengetahuan yang cukup untuk melakukan proses analitik.  Saya dan tim RC DBE diminta untuk memberikan workshop yang terdiri dari 3 rangkaian kegiatan, yaitu data engineering (persiapan dan transformasi data), machine learning berbasis data terstruktur, dan capstone project.  Workshop ini diadakan dalam waktu 5 hari (22-26 April 2019). Dalam capstone project, para peserta diminta menyelesaikan masalah keseharian mereka menggunakan data yang ada dan berdasarkan storytelling yang sesuai dengan permintaan kemenkeu. Berikut ini adalah foto foto kegiatan tersebut

 

58917015 10156908069325202 8568533805051150336 o

58461017 10156908069370202 1867644237785333760 o58543927 10156908069630202 2895275533413646336 o58719879 10156908069805202 5674843153224433664 o58380912 10156908069740202 8737763969009188864 o

Penutupan R Academy Ramadhan Edition dan BukBer RC DBE

Ditengah kesibukan aktivitas riset dan kegiatan pelatihan,  Kami dari Research Center Digital Business Ecosystem (RC DBE) menyempatkan diri untuk mengadakan acara bukber dengan segenap partner, peneliti (senior dan junior), serta tidak lupa mengundang wakil rektor Telkom University bidang penelitian, Ibu Dr. Rina Pudji Astuti. Acara dilaksanakan di Hotel Luxton pada tanggal 24 mei 2019, bertepatan dengan ditutupnya acara R Academy Ramadhan Edition yang sudah dilaksanakan sejak tanggal 21-24 Mei 2019.

Pada kesempatan tersebut, saya memberikan sambutan dengan melaporkan kegiatan / program yang kami lakukan dan juga rencana program program RC DBE ke depannya, Ibu wakil rektor memberikan sambutan sekaligus memberikan semangat kepada tim RC DBE untuk lebih bersemangat lagi kedepannya.Semoga silaturahmi ini membawa semangat baru untuk RC kami. 

Berikut foto foto acara penutupan R Academy dan acara bukber RC DBE

61012273 10156977223965202 183989058861531136 o

60991318 10156977223860202 5128414826594304000 o60801489 10156977224035202 4902948598540402688 o61126873 10156977224180202 1570938997805416448 o61090818 10156976644100202 7090597449252732928 n61340386 10156976644025202 6725902851207331840 n60985208 10156977224710202 8172285284872880128 o

 

 

Workshop Open Source Intelligence untuk Para Diplomat

Dalam mendukung fungsi menjadi wakil urusan pemerintah RI di luar negeri, Kemenlu perlu membekali para diplomatnya dengan ilmu pencarian informasi terkini. Mulai dari ekstraksi informasi, peringkasan, sampai dengan mencari hubungan antar data atau pola dari Big Data, Oleh karena itu Kemenlu mengadakan pelatihan untuk keahlian tersebut. Saya (dan tim RC DBE bekerja sama dengan TPCC) mengisi pelatihan tersebut pada tanggal 29-30 April 2019 di Pusdiklat Kemenlu di Jakarta. Materi pelatihannya adalah mengenai OSINT (Open Source Intelligence).

Definisi  OSINT menurut wikipedia

Open-source intelligence (OSINT) is data collected from publicly available sources to be used in an intelligence context. In the intelligence community, the term “open” refers to overt, publicly available sources (as opposed to covert or clandestine sources). It is not related to open-source software or collective intelligence.

OSINT under one name or another has been around for hundreds of years. With the advent of instant communications and rapid information transfer, a great deal of actionable and predictive intelligence can now be obtained from public, unclassified sources.

Melihat definisi diatas, maka materi yang kami berikan adalah pengolahan data tidak terstruktur menggunakan pendekatan analisa topologi / jaringan dan analisa konten. Untuk analisa jaringan kami gunakan metodologi SNA, sedangkan untuk analisa konten, kami gunakan metodology analisa sentimen, jaringan kata, dan pencarian topik. Materi ini disambut cukup baik oleh para peserta, walaupun bagi sebagian besar dari mereka materi ini baru pertama kali mereka dengar. Untuk itu mereka membutuhkan waktu lebih untuk berlatih sebelum terbiasa menggunakan metode metode tersebut.

Para peserta adalah para diplomat yang sedang berada di Indonesia, hasil chit chat dengan peserta saya baru tahu kalau penempatan mereka diputar tiap 3 tahun sekali. Ilustrasinya 3 tahun di negara A, kemudian 3 tahun di Indonesia, baru dilanjutkan lagi 3 tahun di negara B, dan seterusnya.
Berikut ini adalah foto foto event tersebut.

 

58701354 10156916913510202 2654951613323542528 n58961755 10156917831080202 3835078170927693824 n59286209 10156916913345202 6220184651265212416 n57420717 10156916914030202 8657118905690488832 n58543647 10156916913555202 9011473327021096960 n58599071 10156916913280202 7948282094478688256 n58673996 10156916913660202 4369038293396881408 n59295328 10156916913420202 8270174740669267968 n

Pilpres dan Fanatisme (Film Sexy Killers)

Pilpres tinggal beberapa hari lagi. Generasi saya (X, Y dan generasi lebih tua) sibuk sekali berantem membela jagoannya masing masing. Sementara saya ditunjukan satu video / film dokumenter yang dibuat oleh WatchDog, berjudul Sexy Killers. Saya peroleh video ini dari anak saya yang dia juga peroleh dari lingkungan pertemanannya di generasi milenial. Saya malu sekali dengan generasi anak saya, generasi saya sangat naif melihat masing masing paslon sebagai “orang suci” yang tidak tahunya mereka termasuk aktor aktor utama dalam bisnis penambangan batubara untuk keperluan PLTU. Batubara yang murah sudah banyak merusak lingkungan ekosistem di Indonesia. Inikah yang kita wariskan ke anak kita ? 

Simak film lengkapnya disini (1,5 jam)

Education 4.0

Banyak artikel dan riset yang menunjukkan teknologi menganggu / merubah secara revolusioner suatu proses, termasuk proses bisnis dan proses hubungan sosial. Industry 4.0 atau revolusi industri 4.0 menunjukkan bagaimana teknologi merubah secara drastis praktek bisnis dari industri. Di bidang lain juga kita kenal ada Health 4.0, dan juga Education 4.0 yang jadi bahasan di entry blog ini. 

Saya diundang menjadi narasumber pada acara seminar Education 4.0 yang dihadiri oleh kepala sekolah SD, SMP, SMA / SMK. Para kepala sekolah ini merupakan garis depan pendidikan dasar dan menengah generasi masa depan bangsa. Sebagai dosen, saya sering menghadapi mahasiswa yang tidak berkarakter, dalam konteks tidak tahu tujuan / maunya apa, tidak tahu passionnya, tidak terlibat dalam diskusi di kelas, tidak kritis, bahkan beberapa tidak jujur (fair). Nah, kalau kita runut ulang, perilaku perilaku tersebut muncul karena karakter tersebut kurang dipentingkan di pendidikan sekolah dasar dan menengah.

Education 4.0 adalah konsep yang menunjukkan bahwa dengan kemajuan teknologi, siswa sebagai pusat pembelajaran mempunyai kemampuan untuk mengakses materi pembelajaran, dan menerapkannya ke industri dalam bentuk magang, atau melakukan riset berkolaborasi dengan peneliti lain. Untuk itu diperlukan karakter yang kuat agar siswa mampu memanfaatkan teknologi yang ada.

Pada kepala sekolah tersebut, saya tekankan perlunya pendidikan holistik, yaitu pendidikan yang menitik beratkan kepada nilai siswa sebagai manusia. Siswa paham peran diri dalam ekosistemnya, memahami efek positif dan negatif dari setiap tindakan terhadap lingkungan, baik hubungan antar manusia maupun hubungan dengan lingkungan (menjaga kebersihan lingkungan, tidak membuang sampah  sembarangan, dll).

Walaupun bukan seorang ahli pendidikan, saya bercerita berdasarkan pengalaman mendidik anak yang pernah bersekolah dasar di sekolah holistik kemudian sekarang masuk ke SMA negeri dan pengalaman mengajar mahasiswa. Pengalaman praktis ini banyak bermanfaat untuk para kepala sekolah. Saya ceritakan anak saya sekarang di SMA Negeri mempunyai karakter yang lebih kuat dibanding teman temannya, karena mereka selama ini berkutat ke pendidikan akademis saja, sehingga nilainya bagus dan bisa masuk ke SMA Negeri favorit. Pendidikan karakter banyak diabaikan. Menurut saya ini adalah masalah terbesar bangsa kita. Hal ini sudah terpotret dari karakter mahasiswa dan juga nantinya karakter lulusan (generasi muda pada umumnya)

Saya juga bercerita pentingnya siswa mempunyai karakter yang kuat (kritis, jujur, logis, dan obyektif), karena di masa depan mereka akan bersaing dengan otomatisasi (tenaga robot), sehingga jika memiliki keunikan maka mereka akan dengan mudah akan tergantikan oleh robot (otomatisasi)

 

57097016 10156870491085202 1739220528041820160 o

berikut ini adalah materi presentasi saya

Mobil Cina Bernama Wuling Almaz

Berkomuter di kota besar seperti Bandung bukan merupakan hal yang nyaman dan efisien, apalagi jika kita tinggalnya di area Bandung coret. Kami sekeluarga berempat setiap hari mempunyai aktivitas di kota Bandung, sementara lokasi tinggal kami adalah sekitar 25-30 km di luar kota bandung, dimana jarak ini harus melewati jalan tol. Bisa dibayangkan bahwa kendaraan pribadi saat ini merupakan opsi terbaik dari semua pilihan yang ada, seperti naik bis, naik angkot, naik gojek, maupun naik grab. Apalagi lokasi sekolah anak anak, kantor saya, dan kantor istri berbeda semuanya. Kadang saya iri dengan rekan yang bisa bike to work ke kantor, jangankan naik sepeda, saya naik motor ke kantor (tidak melalui tol) itu membutuhkan waktu hampir 2 jam, jadi tidak efektif untuk mendukung pekerjaan. Kesimpulannya kebutuhan mobil bagi keluarga kami adalah keharusan.

Entry blog ini merupakan lanjutan dari entry blog otomotif saya di tahun 2014 tentang review Suzuki Splash 2014, dan tahun 2016 tentang review Kia Sportage 2013. Tahun ini Splash sudah berusia 5 tahun, dengan odometer mencapai 95rb km, sedangkan sedangkan Sportage sudah berumur 6 tahun, dengan odometer 82rb km. Kami merasa perlu melakukan penyegaran, karena dengan jarak tempuh yang tinggi, kaki kaki dan goncangan mobil berasa tidak senyaman dahulu. Yang utama perlu diremajakan adalah Splash, sedangkan Sportage masih cukup enak untuk mobil seusianya, mungkin 2-3 tahun lagi kami akan remajakan juga. 

Waktu itu pilihan pertama pengganti splash adalah Nissan Livina. Kami pilih Livina, karena terkenal empuk dan nyaman, walaupun tenaga pas pasan. Tapi kami tidak mau membeli mobil baru, karena rasanya sayang beli mobil baru, padahal Livina bekas lumayan banyak dengan harga yang relatif terjangkau. Saat hunting kami tidak tahu kalo Livina bakal keluar versi baru. Mencari Livina bekas yang bagus ternyata tidak mudah. Saya beberapa kali test drive, sering kali yang saya temukan bahwa pemilik Livina tidak merawat mobilnya di bengkel resmi dengan alasan beres mahal dan banyaknya bengkel alternatif di sekitar Bandung. Dari sini saya mulai ragu … tapi masih terus hunting Livina.

Suatu saat beberapa bulan kemudian (tepatnya akhir Januari 2019), masuk pesan WA dari sales Wuling (merk mobil cina), yang mengabarkan bakal ada SUV baru dari Wuling. Saya kenal sales ini karena saya pernah lihat pameran mobil MPV Wuling Cortez di suatu mall. Berbekal kepuasan saya akan mobil SUV semacam Sportage, maka saya bilang sales tersebut untuk mengabari jika sudah ada unit test drive Wuling SUV itu, yang ternyata bernama Almaz.

Saat tulisan ini dibuat pilihan SUV setara Sportage, dalam konteks value for money tidak ada yang cocok. Produk produk Honda (CRV dan HRV) saya coret, karena selain harganya mahal, dan berbekal pernah punya jazz dan freed, menurut saya Honda itu mahal dalam segala hal (servis, spare parts dll), dengan kata lain overprice. Produk Toyota (Fortuner dan Rush), sama sekali tidak meningkatkan gairah saya untuk beli mobil tersebut. Produk Chevrolet (Captiva dan Trax), saya agak suka, tapi ga rela untuk beli. Produk Mazda (CX5) saya suka banget, tapi harganya terlalu mahal, bahkan harga bekasnyapun masih luar biasa mahalnya.

Akhirnya hari yang ditunggu untuk testdrive Almaz pun datang. Saya sengaja ajak anak anak. Saya perhatikan ekspresi mereka. Tidak ada excitement saat test Livina atau beberapa mobil lainnya, tapi saat test Almaz langsung beda banget ekspresinya. Ya jelas beda karena Almaz pake head unit macam tablet ipad, terus ditambah panoramic roof, terus ditambah sound system infinity yang luar biasa jernih. Diluar itu space akomodasi Almaz  yang membuat saya langsung suka karena sangat lega, dan killer factornya adalah mesin Turbonya. Saya suka dengan tarikan mesin Turbo Almaz. Ini seperti kembaran Sportage saya tapi dengan mesin lebih kecil dan Turbo, jadi harusnya lebih irit, atau paling tidak menyamai Sportage, jadi saya tidak masalah dengan konsumsi BBM. Masih banyak sebenernya fitur fitur lain, tapi menurut saya yang lain lainnya itu nice to have lah. Killer factorsnya sudah saya sebutkan diatas.

Saya langsung pesen, padahal harga mobilnya belum ada …

Nunggu dua minggu setelah pemesanan baru harga resmi keluar, dan untungnya harganya masih terjangkau, jauh dibawah CRV, CX5, dan bahkan sama dengan mobil yang fiturnya dibawahnya (HRV, Trax). 

Sempet galau pemilihan warna, apakah pilih abu atau hitam, akhirnya saya pilih warna hitam, karena saya lihat warna item Almaz sangat keren, dan saya belum pernah punya mobil warna item. Akhirnya mobil dikirim awal Maret 2019.

Akang sales Wuling cerita kalau saya adalah pemakai Almaz nomer dua di Bandung. WOW, jadi inget dulu punya Yamaha NMax termasuk dalam pembeli pembeli awal juga.

Setelah seminggu dipake, kesan Almaz dibandingkan dengan Sportage ada 2, yaitu:  1). mesin biasa aja, 2). fitur luar biasa. Untuk nilai minusnya, mesin menurut saya biasa aja karena tenaganya ngepas untuk bermanuver di jalan tol dengan nyaman, serta adanya turbo lag namun dengan cerdik ditutupi oleh transmisi CVT yang halus. Kalau saya pake sportage dengan tenaga lebih besar  rasanya masih banyak tenaga tersimpan untuk bermanuver. FYI Sportage 166hp sedangkan Almaz hanya 140hp. Alangkah nikmatnya kalo misalkan tenaga Almaz ini dilebihkan sedikit, supaya juga sesuai dengan tampangnya yang macho. Selain itu transmisi manualnya tidak seresponsif di sportage. Untuk nilai plusnya menurut urutan prioritas saya adalah 1). panoramic roof, 2). head unit, 3). kelegaan kabin yang luar biasa, 4). sound sistem jempolan. 5). kamera 360.

Review pemakaian seminggu ini mungkin belum terlalu akurat, nanti saya akan update lagi kalo ada pengalaman pengalaman baru. Secara keseluruhan, menimbang nilai plus dan minusnya, menurut saya Almaz sangat sangat worth to have. Saat saya beli Almaz tidak ada mobil sekelasnya yang mempunyai value for money lebih baik dari Almaz. Ada sih merk DFSK, tapi kok ga minat ya .. Oh ya konsumsi BBM mungkin belum optimal, saat ini saya memperoleh nilai 1:10 – 1:13 … lumayan irit 🙂

 

IMG 20190312 194159

  

Workshop Claim Data Behaviour Analysis untuk Aktuaris

Tanggal 12 dan 13 Februari 2019, saya diundang oleh Persatuan Aktuaris Indonesia untuk memberikan materi dalam workshop dengan tema “Claim Data Behavior Analysis”. Materi yang saya berikan adalah seputar Data Analytics dengan menggunakan R. Informasi acaranya bisa dilihat di link ini. Acara ini sangat menarik bagi saya pribadi karena saya belum begitu paham dengan pekerjaan profesi aktuaris ini, walaupun secara garis besar saya paham bahwa pekerjaan utamanya adalah perhitungan resiko berdasarkan profile pelanggan. Dari perhitungan profile resiko tersebut baru deh ditentukan premi asuransi yang harus dibayarkan pelanggan. Baik asuransi jiwa maupun asuransi kerugian lainnya. Namun data dan model apa yang digunakan, bagaimana konstruksi model dan informasi lain lainnya masih merupakan tanda tanya besar bagi saya. 

Aktuaris mempunyai pengetahuan yang mumpuni dalam bidang matematika dan statistik, namun masih perlu belajar mengenai prinsip kerja data analytics dan machine learning. Dengan latar belakang cukup mumpuni, oleh karenanya materi yang saya berikan bisa dicerna dengan mudah oleh para peserta. 

Saya sendiri masih belajar bagaimana membuat model resiko dan rekan rekan aktuaris membutuhkan pembelajaran metode metode baru untuk melengkapi model model yang mereka punyai. Nah klop khan, semoga kolaborasi risetnya lekas terwujud, amin

berikut ini foto foto dokumentasi kegiatan tersebut. 

 

51675113 10156739161625202 5371719136160251904 n52464375 10156739161680202 8982137214330732544 o51699188 10156739161860202 3065142572302204928 o51795584 10156739161930202 324344449746337792 o51833953 10156739161795202 3808156461217873920 o51982105 10156739162010202 315653076616740864 o52020673 10156739162110202 1696963440033136640 o52053758 10156739161740202 8232804530874482688 o52328353 10156739162405202 5456512334728003584 n52513939 10156739162170202 9189932916136738816 o