Taksonomi SNA

Social Network Analysis (SNA) atau dalam lingkup keilmuan lebih besarnya disebut Network Science terdiri dari banyak keilmuan yang menggabungkan ilmu dasar seperti teori graf, statistik, simulasi, dan visualisasi data. Saat menyusun disertasi,  saya pernah menggambarkan taksonomi SNA, namun tidak tuntas waktu itu. Kali ini saya gambar Taksonomi SNA versi final (awal 2021). Semoga taksonomi ini bermanfaat buat rekan rekan yang ingin mengetahui betapa luasnya lingkup keilmuan SNA.

Keterangan: saya hanya mengeksplorasi atau pernah melakukan atau menggunakan area lingkaran yang berwarna abu. Lingkaran yang berwarna putih belum pernah saya eksplorasi. Jadi sebenarnya masih banyak area SNA yang belum saya pelajari.  

Taxonomy SNA

Menyimpan Publikasi di arXiv

arXiv adalah tempat penyimpanan publikasi riset yang bersifat terbuka. Biasanya sebelum versi publikasi final, peneliti meletakkan draft atau versi awal papernya ke arXiv. Motivasinya sih umumnya karena ingin mengklaim riset yang dilakukan, atau juga karena juga ingin memberikan kesempatan kepada publik untuk mempelajari paper tersebut. Seperti kita ketahui, kebanyakan setelah dipublikasi maka untuk memperoleh atau membaca paper paper itu maka kita harus membayar ke jurnal atau penerbit.

Hal ini membuat arXiv jadi tempat yang populer untuk mencari publikasi publikasi yang bersifat gratis. Kekurangannya arXiv adalah tidak semua peneliti rajin mengupdate papernya, sehingga bisa jadi paper yang di arXiv adalah versi yang belum sempurna. Namun ini bisa diakali dengan kita memperhatikan kebiasaan peneliti peneliti yang rajin dan selalu update versi publikasinya di arXiv. 

Pada saat awal karir menjadi peneliti dulu, saya tidak tahu strategi publikasi paper yang baik, sehingga beberapa diantara paper ini masuk ke konferensi atau jurnal yang tidak terindeks Scopus, makanya saat ini sulit dicari keberadaannya di online. Saya memutuskan mengupload paper paper tersebut ke arXiv. Supaya nanti bisa bermanfaat buat mahasiswa dan periset lainnya

Berikut link arXiv saya. Selamat melipir, nanti listnya akan saya update terus.

https://arxiv.org/a/0000-0001-5106-7561.html

 

Screen Shot 2021 02 17 at 16 45 22

Akhirnya Lolos SBMPTN 2020 ke FTI ITB

Pandemi covid 19 membuat sekolah si sulung terhenti sejak maret 2020 kemarin, seperti semua sekolah lainnya. Kalo dipikir kasian juga masa masa terakhir SMA nya cut short , tiba tiba aja sudah lulus SMA. Si sulung ini sekolah di SMA 2, salah satu sekolah negeri favorit di Bandung,  dimana persaingan untuk merebut ranking di kelas cukup berat. Akibatnya dia tidak mendapatkan jatah jalur raport (SNMPTN), kalau tidak salah dia ranking 20an di kelas, jadi sangat jauh untuk menembus seleksi raport. Meskipun agak sedih, ternyata ini justru membawa berkah tersendiri, Temen temennya yang lolos SNMPTN ternyata tidak bisa bebas memilih jurusan yang diinginkan. Sekolah memberikan acuan dan strategi supaya murid murid tersebut keterima di PTN, walaupun di jurusan yang tidak begitu populer.

Si sulung ini sangat bertekad masuk ke jurusan Teknik Industri (tidak mau jurusan lainnya), dengan incaran utamanya adalah FTI ITB. Saya dan istri jadi ngerasa ngeri ngeri sedap, karena FTI ITB termasuk target yang sangat tinggi untuk ditembus. Sebenarnya dia sudah saya daftarkan ke Telkom University, dan sudah di terima di jurusan Teknik Industri sejak akhir 2019. Saya sudah lega, paling tidak cadangan sudah ditangan, walaupun nantinya dia akan berusaha untuk masuk jalur SBMPTN ke ITB melalui ujian tulis (UTBK).  

Karena pandemi covid 19 tidak kunjung selesai, maka banyak terjadi perubahan jadwal, dan juga sampai perubahan jenis tes yang akan diujikan saat UTBK. Si sulung sendiri mendapatkan perubahan jadwal dan tempat, tadinya ujian di ITB, terus berpindah ke SMA 5. Dia memantapkan pilihan pertama adalah FTI ITB, dan pilihan kedua adalah TI Universitas Brawijaya. Kebetulan di Malang ada orang tua saya, jadi kalo dia keterima, bisa tinggal dengan kakek neneknya. Pandemi membawa berkah juga, karena berbulan bulan tidak kemana mana, maka si sulung sangat serius mempersiapkan diri menghadapi UTBK.

Setelah selesai UTBK (tanggal 11 juli), kami menunggu sebulan lebih, sampai diumumkan hasil UTBK pada tanggal 14 Agustus 2020, jam 15:00 sore. Saya dan istri sudah sangat deg degan menunggu hasil tersebut. Tapi semuanya sudah kami rencanakan dengan baik, termasuk backup plan jika tidak diterima di SBMPTN. Tepat pukul 15:00, si sulung tidak berani membuka situs pengumuman, jadinya saya dan istri yang buka barengan di laptop kami. 

Terpampang tulisan, selamat, anda diterima di FTI ITB 

Saya dan istri langsung berpelukan, sementara si sulung masih di kamarnya di lantai atas tanpa tahu hasilnya seperti apa. Kami berdua berlari ke kamarnya. Dan langsung memeluk dengan suka cita. We are the #proudparent.

Saya jadi ingat memory 30 tahun yang lalu, saat diterima di kampus gadjah, saya di Malang, dan hasil UMPTN waktu itu di print di koran, yang melihat hasil UMPTN saya adalah orang tua saya, karena saya ga berani lihat sendiri 😀

Screenshot dari halaman SBMPTN dan nilai yang diperoleh (rata rata 631)

Alhamdulilah 

117824291 10158339769850202 8231967697812149285 o

WhatsApp Image 2020 08 15 at 10 57 33 PM

Literasi Big Data untuk Anak dari Anak Bertanya

Anak Bertanya asuhan Prof Hendra Gunawan selalu konsisten memberikan pencerahan kepada anak anak untuk menjawab sifat keingintahuan mereka yang sangat besar.  Anak Bertanya menghadirkan para ahli di bidangnya masing masing untuk menjawab pertanyaan pertanyaan tersebut. Saya sudah beberapa kali ikut kegiatan, baik sebagai peserta, maupun sebagai pengisi acara (narasumber). Yang ingin saya share disini adalah sharing yang terakhir saya lakukan  mengenai topik “BIG DATA” untuk anak anak.

Berikut tautan videonya, semoga pencerahan yang saya sampaikan, bahasanya bisa mudah dimengerti ya. Mohon diberikan masukan.

HAKI Pertama

Intellectual Property atau dikenal dalam bahasa indonesia “Hak Atas Kekayaan Intelektual” adalah suatu hak yang muncul dari hasil olah pikir yang menghasilkan produk atau proses yang bermanfaat untuk umat manusia. Biasa para peneliti, inovator, dan orang orang di bidang R&D dari suatu organisasi yang mengajukan HAKI ke suatu badan di negara tersebut. Pengakuan HAKI sangat penting, jika nanti timbul suatu perselisihan atau klaim akibat dari nilai ekonomis yang dihasilkan dari produk yang di HAKI kan.

Dosen atau peneliti seperti saya seharusnya bisa membuat banyak HAKI atas hasil penelitan / penemuan yang dihasilkannya. Sayangnya selama ini saya tidak terlalu memahami HAKI dan aturannya, akibatnya setelah hampir 10 tahun ngedosen, saya belum pernah mengajukan HAKI. Padahal salah satu poin performansi dosen itu adalah menghasilkan HAKI.

Untungnya saya mendapatkan hibah dari RISTEKDIKTI selama 2 tahun (2019-2020), dimana salah satu luaran yang harus dihasilkan dari hibah tersebut adalah HAKI. Dengan dibantu oleh Klinik HAKI kampus Telkom University, akhirnya brojol juga HAKI saya pertama atas produk “Personality Measurement Platform”, yaitu suatu platform yang mendeteksi kepribadian manusia berdasarkan teks hasil postingan di media sosial. Teks tersebut harus berbahasa Indonesia. Platform ini mampu mendeteksi bahasa informal (slank dan gaul) dan kemudian memetakan ke kualitas karakter orang yang posting teks tersebut.

Oh ya hibah riset yang menghasilkan HAKI ini berjudul “Model Ontologi Pemetaan Kepribadian Manusia dari Jejak Digital Teks Bahasa Indonesia”

 

Screen Shot 2020 07 20 at 14 16 36

Narasumber Webinar Selama Pandemi

Kalo pada kondisi normal, saya biasa diundang menjadi narasumber seminar atau konferensi, tentu akan memikirkan / menjadwalkan agenda acara sedetail mungkin, sampai dengan perencanaan perjalanan, agar tidak menganggu jadwal ngantor dan juga jadwal persiapan pembuatan materi untuk disampaikan. Di era pandemi ini, saya jadi memproleh banyak sekali tawaran untuk mengisi webinar, mentang mentang gak perlu pake perjalanan jauh, maka dalam beberapa kesempatan webinar, bisa terlaksana seminggu sampai 3-4 kali. Work From Home malah tidak mengurangi aktivitas, malah semakin menjadi jadi kegiatan sharng dan webinar, tentu rekan rekan semua merasakan hal yang sama. 

Beberapa aktivitas dimana saya jadi narasumber dan kegiatan berkaitan dengan webinar adalah sebagai berikut

1. ini bicara paket lengkap fenomena dan teknologi kekinian society 5.0, big data, Ai, dan Blockchain. Kegiatan diselenggarakan oleh MM FEB UGMAndrybrew 1592887648

2. diskusi data science / data social media untuk memprediksi kepribadian manusia, kegiatan diselenggarakan oleh Fakultas Psikologi UI

Andrybrew 1591348971

3. short online course diselenggarakan oleh FEB Telkom University, dengan materi Pengenalan Blockchain

Andrybrew 1590664639

4. bareng dengan istri menjadi narasumber mengenai state-of-the-art penelitian dan potensi aplikasi blockchain

Andrybrew 1594122469

5. narasumber webinar dan workshop data science in economics, yang diselenggarakan oleh ASCEE

Andrybrew 1594092292

6. narasumber untuk satu data indonesia (Bappenas) berdiskusi mengenai blockchain technology dan data analytics

Andrybrew 1594191347 1

7. narasumber big data : research methodology for social science untuk IAPA

Andrybrew 1594017761 1

8. ngabuburit bincang blockchain

Andrybrew 1587457018

9. narasumber talenta digital di industri 4.0

Andrybrew 1588220798

10. wawancara di IG live tentang blockchain

Andrybrew 1592206703

11. moderator webinar big data dan data analytics, diselenggarakan oleh MM FEB Telkom University

Andrybrew 1592219235

12. narasumber Big Data capacity building, Bank Indonesia

0

13. host dan moderator acara meetup masyarakat AI Indonesia

Photo 2020 07 20 22 31 18

14. Big Data for Central Bank Policy, Bank Indonesia

94149281 10157968955955202 1987904258376204288 o

Satu Abad ITB

ITB baru saja berulang tahun ke 100 pada tanggal 3 juli 2020. Saya menghabiskan hampir 12 tahun hidup saya menimba ilmu di ITB. Antara tahun 1990-1996 menjadi mahasiswa S1 jurusan Matematika (FMIPA), sedangkan antara 2012 sampai dengan awal tahun 2018 saya adalah mahasiswa doktoral STEI (Sekolah Teknik Elektro dan Informatika). Banyak sekali pengalaman hidup, intelejensia, sosial, dan spiritual tertempa selama saya menjadi anggota civitas academica ITB.

Kini sesudah saya mengarungi dunia saya sendiri, saya ingin mengucapkan terima kasih atas pengalaman yang diberikan. Selamat ulang tahun seabad ITB, semoga sumbangsihmu semakin besar untuk negeri ini. 

Saya sempatkan mampir ke ITB weekend ini dan berpose diantara dua pilar fakultas / sekolah saya, yaitu FMIPA dan STEI

Photo 2020 07 06 09 06 19

Photo 2020 07 06 09 06 25

Photo 2020 07 06 09 06 28

Photo 2020 07 06 09 06 33

 

 

Menjadi Penguji Sidang Disertasi S3

Kalo dipikir pikir waktu kuliah S1 dulu, saya ga kepikir bakal nerusin kuliah sampai S3, tapi ternyata semesta mendukung saya untuk kuliah S3 di kampus paling keren di Indonesia, di bidang keilmuan yang sulit dan bergengsi. Setelah berhasil lulus S3 di tahun 2018, kejutan lain muncul, saya diminta kolega dosen di kampus telkom untuk menjadi penguji (luar) beliau untuk sidang terbuka / sidang promosi di prodi Doktoral (S3) Statistika, IPB Bogor. Jenjang S3 Statistika, bukanlah maen maen, ini bidang ilmu. yang membuat saya harus belajar belajar lagi.

Memang persyaratan saya dipilih jadi penguji adalah karena bidang saya saat ini komputasi Big Data, dan rekam jejak S1 di matematika ITB, sehingga dianggap layak untuk menguji bidang keilmuan statistika (dalam konteks aplikasi statistika tentunya). Sidang ini awalnya akan dilaksanakan pada tanggal 20 maret 2020, tapi berhubung ada pandemi corona, akhirnya sidang dimundurkan menjadi 28 april secara online via zoom. Pengalaman pertama nyidang disertasi plus pengalaman pertama nyidang online pula.

Pengalaman pertama deg degan tapi mengasyikkan, semoga terus diberikan tantangan tantangan selanjutnya sebagai akademisi. 

94999929 10157997963755202 4167632923106738176 n

94879114 10157997963385202 1520931151684829184 n95261886 10157997963415202 1983906584421466112 n

95333517 10157997963465202 9116361522220630016 n94573129 10157997963795202 7072930861489848320 n

3 Publikasi Ilmiah di Masa Lockdown Covid19

Masa pandemi covid19 ini adalah masa yang tepat untuk berkarya, kita dimanjakan dengan banyaknya waktu untuk meneliti, merenung, dan menulis. Pada kondisi normal kita mungkin disibukkan dengan aktivitas meeting offline atau menghabiskan waktu dijalan untuk menuju satu tempat dari tempat lain. Saat ini, kita mengalami penghematan waktu cukup signifikan dalam melakukan pekerjaan sehari hari. Meskipun tetap prihatin dengan perkembangan virus corona, tapi kita tetap bisa berkarya maksimal, apalagi jika ditinjau dengan efisiensi waktu bekerja.
 
Selama lockdown 2 bulan ini, alhamdulilah ada 3 paper saya terbit di jurnal internasional bereputasi scopus. Lumayan jadi produktif. Paper tersebut adalah:
 
“Deciphering Social Opinion Polarization Towards Political Event using Topic Modelling and Dynamic Network Analysis”
Diterbitkan pada International Journal of Innovation , Creativity, and Change 
 
Screen Shot 2020 05 05 at 18 33 13
 
“Event-Based Dynamic Banking Network Exploration for Economic Anomaly Detection”
Diterbitkan pada Journal of Theoretical and Applied Information Technology
 
Screen Shot 2020 05 05 at 18 33 18
 
“Personality Measurement Design for Ontology based Platform using Social Media Text”
Diterbitkan pada Advance in Science, Technology and Engineering Systems Journal
 
Screen Shot 2020 05 05 at 18 33 22
 
 
Jangan lupa check repositori publikasi saya di https://telkomuniversity.academia.edu/AndryAlamsyah atau andryalamsyah.academia.edu

2019 Indonesian Actuarial Conference

Seiring dengan perkembangan implementasi Data Science dalam berbagai bidang industri, maka banyak industri dan profesi yang berpacu untuk memperkaya kemampuan sumber daya manusianya akan kemampuan atas keilmuan ini, salah satunya di industri asuransi ada persatuan profesi Persatuan Aktuaris Indonesia (PAI).  Setelah tahun lalu mengundang saya sebagai narasumber di acara PAI Regional Seminar dan awal tahun 2019 ini di workshop Claim Data Behavior Analysis , kali ini mereka kembali mengundang saya sebagai narasumber dalam acara 2019 3rd Indonesian Actuarial Conference, pada tanggal 18 Oktober 2019. Dalam kesempatan ini saya membawakan topik yang berbeda dari sebelumnya yang lebih banyak bicara teknis, kali ini materi saya lebih bersifat global yaitu tema “Business, Technology, and Market Changes in Industry 4.0”.

Seperti yang saya tulis di post sebelumnya, Aktuaris adalah profesi yang unik, mereka adalah orang orang yang mempunyai kemampuan matematis, terutama simulasi dan permodelan resiko yang sangat kuat. Tentu saja jika dihadapkan dengan pekerjaan yang membutuhkan kemampuan analitik yang kuat, seperti Data Scientist, maka tidak akan menjadi masalah besar bagi mereka. Sayangnya, banyak aktuaris yang belum terbiasa / belum paham dengan data analytics, machine learningm bahkan konsep artificial intelligence. Karena saya membawakan materi yang bersifat global, saya lebih banyak memberikan gambaran umum / vision, dan future impact untuk industri asuransi secara umum. Oh ya tidak lupa dalam acara ini saya bertemu dengan rekan rekan alumni MA tentunya.

72899499 10157368493640202 8330319920789192704 o74356886 10157368493700202 2431510909026304000 o75231763 10157368494115202 3114329770431610880 o73524615 10157368493575202 4486420715964203008 o74595538 10157368493910202 8256100132840275968 o

73013117 10157368493820202 7775946982698254336 o