Taksonomi SNA

Social Network Analysis (SNA) atau dalam lingkup keilmuan lebih besarnya disebut Network Science terdiri dari banyak keilmuan yang menggabungkan ilmu dasar seperti teori graf, statistik, simulasi, dan visualisasi data. Saat menyusun disertasi,  saya pernah menggambarkan taksonomi SNA, namun tidak tuntas waktu itu. Kali ini saya gambar Taksonomi SNA versi final (awal 2021). Semoga taksonomi ini bermanfaat buat rekan rekan yang ingin mengetahui betapa luasnya lingkup keilmuan SNA.

Keterangan: saya hanya mengeksplorasi atau pernah melakukan atau menggunakan area lingkaran yang berwarna abu. Lingkaran yang berwarna putih belum pernah saya eksplorasi. Jadi sebenarnya masih banyak area SNA yang belum saya pelajari.  

Taxonomy SNA

Buku Pengenalan Social Network Analysis (SNA)

Sudah sejak 3 tahun yang lalu saya berencana menulis buku tentang pengenalan Social Network Analysis (SNA). Saya lihat kebanyakan buku SNA ditulis dalam bahasa Inggris, belum nemu yang dalam bahasa Indonesia. Berdasarkan pengalaman riset di lab. Social Computing and Big Data (SCBD), dan juga riset disertasi saya tentang SNA, maka saya tekatkan untuk harus segera menulis buku SNA.Namun rencana ini tidak semulus yang saya perkirakan, ternyata membutuhkan usaha yang tidak mudah untuk menjaga konsistensi komitmen menulis. Nah, .. akhirnya toh buku ini selesai juga setelah mencicil selama 3 tahun. Buku selesai ditulis pada bulan oktober 2020, tapi bukunya sendiri baru diluncurkan / dijual ke pasar bulan januari 2021 ini.

SNA adalah salah satu bidang keahlian saya, makanya sudah seharusnya saya menulis tentang bidang ini. Pada era Industri 4.0 dan ledakan data yang masif dewasa ini, SNA sangat membantu untuk menstrukturkan, mengukur, dan memformulasikan jejak digital manusia sehingga bisa membantu para pengambil keputusan untuk memahami perilaku manusia. SNA merupakan metodologi fundamental, seperti statistik bisa diimplementasikan ke berbagai domain, seperti bidang bisnis, komunikasi, politik, perbankan, rekayasa, keamanan, dan lain lain.

Buku yang saya tulis ini judul lengkapnya adalah “Pengenalan Social Network Analysis : Konsep dan Praktis”. Dari judul terlihat yang saya sampaikan adalah konsep dasar SNA dari sisi teori graf sampai penjelasan permodelan sosial dan praktis dalam artian implementasi pada beberapa bidang, dan yang paling akhir buku ini dilengkapi kode python dan R yang bisa dicoba sebagai latihan untuk komputasi metrik SNA. Buku ini cocok buat mahasiswa atau khalayak umum yang ingin memahami SNA, terutama sih pada prakteknya untuk analisa data data media sosial.

Oh ya buku ini saya tulis bersama dengan co-author saya Dian. Beliau adalah alumni dari lab. SCBD, yang saat ini menjadi dosen di FEB Telkom University.

Buku ini dijual dengan harga 85000 untuk Hard Copy, dan 75000 untuk Soft Copy. Untuk pembelian, bisa melalui Link Tokopedia berikut :

https://www.tokopedia.com/scbd-shop/buku-pengenalan-social-network-analysis-konsep-dan-praktis

1  1

3

Platform Pengukur Kepribadian

Salah satu hasil keluaran hibah penelitian Ristekdikti dari tim riset saya adalah Platform Pengukur Kepribadian. Platform ini mengukur kepribadian seseorang melalui tulisan / postingannya pada data di media sosial menggunakan bahasa indonesia informal. Pemetaan kepribadian menggunakan teori Big Five Personality (psikologi). Jadi setiap postingan yang diinputkan ke platform akan di petakan ke dalam salah satu dimensi personality pada teori Big Five diatas.

Platform ini menggunakan model ontologi, dimana corpus yang memetakan kata kata (terms) ke kepribadian dijadikan sebagai engine referensi dari platorm. Untuk membuat platform agar selalu update akurasinya, maka kami sertakan metode crowdsourcing, dimana publik bisa mengusulkan pemetaan kata kata (term) yang kemudian bisa di vote. Semakin banyak vote yang diterima oleh suatu term, maka term tersebut dmasukkan ke dalam corpus dari platform. Selain itu akurasi platform selalu dipantau secara berkala oleh psikolog.

Platform yang kami buat ini menjadi alat bantu secara cepat melihat kepribadian manusia. Beberapa contoh aplikasinya adalah untuk seleksi talent /karyawan baru, seleksi calon brand ambassador, dan kebutuhan lainnya. Dalam konteks penelitian data analytics, platform ini menjadi salah satu data point untuk memahami secara lengkap (360 degree view) kepribadian dari satu individu tertentu. Kita tentu saja bisa membuat data point data point lainnya, seperti dari video, percakapan, dan data behavor lainnya. 

Berikut link dari platform

http://kepribadian.labscbd.id/

PlatformPengukurKepribadian

Rekap Aktivitas 2020, Menuju Rencana 2021

Halo semua, mohon maaf kalo blog ini sangat jarang diupdate, ini berkaitan dengan kesibukan aktivitas sepanjang 2020 kemarin. Padahal banyak sekali cerita dan pembelajaran yang ingin disharing. Pandemi Covid-19 merubah semua jenis interaksi, penelitian, dan proyek yang saya lakukan. Ini termasuk peran saya memimpin salah satu direktorat pusat penelitian di kampus. Kesibukan di struktural tersebut, membuat fokus saya meriset, mempublikasi, menulis, dan berkarya lainnya agak terbengkalai. Untuk tahun 2021, saya lebih semangat dan lebih optimis karena peran saya berubah, sehingga bisa fokus melakukan riset dan berkarya. Asyik….

Oh ya saya iseng cek CV saya di Publons (Web of Science), keliatan banget penurunan kuantitas dan kualitas riset saya di tahun 2020. Namun dilain pihak di tahun 2020 ini saya banyak sekali undangan mengisi acara untuk sharing. Bisa saya simpulkan 2020, saya lebih banyak sharing dan berperan aktif di implementasi keilmuan di masyarakat, namun kurang dalam hal membuat kontribusi keilmuan yang baru. 

Selama 2020 karena saya jarang nulis blog. Selama ini update aktivitas yang berubah sangat cepat, saya share di akun Linkedin saya (Andry Alamsyah). Berikut screenshot dokumen CV publons yang baru saya share di Linkedin. Sampai berjumpa di 2021, Welcome to 2021 ..

Screen Shot 2020 12 06 at 10 46 40

Akhirnya Lolos SBMPTN 2020 ke FTI ITB

Pandemi covid 19 membuat sekolah si sulung terhenti sejak maret 2020 kemarin, seperti semua sekolah lainnya. Kalo dipikir kasian juga masa masa terakhir SMA nya cut short , tiba tiba aja sudah lulus SMA. Si sulung ini sekolah di SMA 2, salah satu sekolah negeri favorit di Bandung,  dimana persaingan untuk merebut ranking di kelas cukup berat. Akibatnya dia tidak mendapatkan jatah jalur raport (SNMPTN), kalau tidak salah dia ranking 20an di kelas, jadi sangat jauh untuk menembus seleksi raport. Meskipun agak sedih, ternyata ini justru membawa berkah tersendiri, Temen temennya yang lolos SNMPTN ternyata tidak bisa bebas memilih jurusan yang diinginkan. Sekolah memberikan acuan dan strategi supaya murid murid tersebut keterima di PTN, walaupun di jurusan yang tidak begitu populer.

Si sulung ini sangat bertekad masuk ke jurusan Teknik Industri (tidak mau jurusan lainnya), dengan incaran utamanya adalah FTI ITB. Saya dan istri jadi ngerasa ngeri ngeri sedap, karena FTI ITB termasuk target yang sangat tinggi untuk ditembus. Sebenarnya dia sudah saya daftarkan ke Telkom University, dan sudah di terima di jurusan Teknik Industri sejak akhir 2019. Saya sudah lega, paling tidak cadangan sudah ditangan, walaupun nantinya dia akan berusaha untuk masuk jalur SBMPTN ke ITB melalui ujian tulis (UTBK).  

Karena pandemi covid 19 tidak kunjung selesai, maka banyak terjadi perubahan jadwal, dan juga sampai perubahan jenis tes yang akan diujikan saat UTBK. Si sulung sendiri mendapatkan perubahan jadwal dan tempat, tadinya ujian di ITB, terus berpindah ke SMA 5. Dia memantapkan pilihan pertama adalah FTI ITB, dan pilihan kedua adalah TI Universitas Brawijaya. Kebetulan di Malang ada orang tua saya, jadi kalo dia keterima, bisa tinggal dengan kakek neneknya. Pandemi membawa berkah juga, karena berbulan bulan tidak kemana mana, maka si sulung sangat serius mempersiapkan diri menghadapi UTBK.

Setelah selesai UTBK (tanggal 11 juli), kami menunggu sebulan lebih, sampai diumumkan hasil UTBK pada tanggal 14 Agustus 2020, jam 15:00 sore. Saya dan istri sudah sangat deg degan menunggu hasil tersebut. Tapi semuanya sudah kami rencanakan dengan baik, termasuk backup plan jika tidak diterima di SBMPTN. Tepat pukul 15:00, si sulung tidak berani membuka situs pengumuman, jadinya saya dan istri yang buka barengan di laptop kami. 

Terpampang tulisan, selamat, anda diterima di FTI ITB 

Saya dan istri langsung berpelukan, sementara si sulung masih di kamarnya di lantai atas tanpa tahu hasilnya seperti apa. Kami berdua berlari ke kamarnya. Dan langsung memeluk dengan suka cita. We are the #proudparent.

Saya jadi ingat memory 30 tahun yang lalu, saat diterima di kampus gadjah, saya di Malang, dan hasil UMPTN waktu itu di print di koran, yang melihat hasil UMPTN saya adalah orang tua saya, karena saya ga berani lihat sendiri 😀

Screenshot dari halaman SBMPTN dan nilai yang diperoleh (rata rata 631)

Alhamdulilah 

117824291 10158339769850202 8231967697812149285 o

WhatsApp Image 2020 08 15 at 10 57 33 PM

Literasi Big Data untuk Anak dari Anak Bertanya

Anak Bertanya asuhan Prof Hendra Gunawan selalu konsisten memberikan pencerahan kepada anak anak untuk menjawab sifat keingintahuan mereka yang sangat besar.  Anak Bertanya menghadirkan para ahli di bidangnya masing masing untuk menjawab pertanyaan pertanyaan tersebut. Saya sudah beberapa kali ikut kegiatan, baik sebagai peserta, maupun sebagai pengisi acara (narasumber). Yang ingin saya share disini adalah sharing yang terakhir saya lakukan  mengenai topik “BIG DATA” untuk anak anak.

Berikut tautan videonya, semoga pencerahan yang saya sampaikan, bahasanya bisa mudah dimengerti ya. Mohon diberikan masukan.

Isu Rasialisme pada Kerusuhan di US

Kerusuhan yang terjadi di Amerika (Riot in USA) beberapa hari terakhir ini diduga karena isu rasial. Setelah ngubek ngubek percakapan di Twitter memang terbukti isu rasial merupakan isu dominan yang melatari demo di kota kota besar di US. Gerakan Black Lives Matter yang muncul sejak beberapa tahun belakangan menjadi semakin intense karena kejadian terbunuhnya George Floyd oleh polisi kulit putih di Mineapolis.  

50 tahun yang lalu US masih implementasi hukum segregasi, ini sudah menjadi budaya yang mengakar di masyarakatnya, tidak akan mudah dihilangkan begitu saja. Seperti di Indonesia, jaman diponegoro masyarakat kita sudah terkenal murah senyum, sampai sekarangpun (sudah ratusan tahun), kita tetap murah senyum. Ini menunjukkan bahwa 50 tahun itu masih terhitung sebentar untuk merubah budaya.

Anyway hasil discourse network analysis, diperoleh kata kata dominan berikut. Terdapat juga tweet dari Trump, namun tidak terlalu dominan, walaupun tweet Trump malah tidak “wise”, alias tidak membuat demo menjadi semakin reda. Bersyukur di Indonesia, kita tidak begitu. Warna ungu dan warna hijau merupakan kumpulan kata kata dominan. yang kata kata tidak dominan tidak saya tunjukkan. 

Screen Shot 2020 05 30 at 13 37 18

Mampir ke Gudangnya Data (Badan Pusat Statistik)

Sebagai orang data, maka salah satu cita cita utama adalah maen dan berdiskusi dengan lembaga pusat data, nah kalo di indonesia, lembaga resmi pemerintah itu namanya Badan Pusat Statistik (BPS). Seminggu sebelum pandemic covid19, yaitu tanggal 10 Maret 2020, saya diundang mas Tio (Setia Pramana, PhD) untuk sharing “Social Media Analytics” ke BPS.

Seharian saya berbagi mengenai fenomena, teori, dan praktek mencari pola pada data data yang berasal dari media sosial. BPS sangat memperhatikan implementasi Big Data dalam metodologi mereka, makanya mas Tio diangkat untuk meleverage keilmuan tersebut, dengan salah satu caranya mengundang beberapa narasumber untuk sharing, salah satunya saya. Pengalaman dan diskusi yang menyenangkan, thanks mas Tio.

89139982 10157811393410202 6172514156411879424 o

89656799 10157811393655202 5449853344417841152 o

89358227 10157811393840202 206713657810223104 o

89354542 10157811393550202 8832448202381721600 o

89273276 10157811394105202 1901241842796593152 o

89731603 10157811394265202 4041091942342197248 o

Expanding The View – Monitor LG29WK600

Salah satu efek pandemi covid19 adalah semakin lama durasi kita melakukan aktivitas dari rumah. Work From Home (WFH) membuat kita makin sering mantengin komputer (dan layar monitor) di rumah. Tercatat sehari hari mulai aktivitas meeting, riset, mengajar, administrasi, dan hiburan (nonton netflix, nonton youtube, dll) menggunakan komputer. Hal ini berakibat monitor yang ada di rumah jadi berasa sempit untuk memenuhi semua tuntutan aktivitas tersebut, yang tentu membutuhkan ruang kerja yang lebih luas, sehingga muncul kebutuhan buat saya untuk “expand” kemampuan monitor.

Saya pengguna macbook pro 2017, sehari hari menggunakan layar monitor lawas Dell S2340L (23inch) dan Samsung UA22H5000 (22inch). Meskipun dua monitor tersebut mumpuni, saya ngerasa viewnya makin lama makin kurang lebar, apalagi mata udah mulai sedikit sedikit nambah plusnya, oleh karenanya saya mulai hunting monitor lebar (atau super lebar). Pilihannya tidak terlalu banyak di Indonesia, tinggal milih super lebar flat atau super lebar curve. Layar curve harganya sudah tidak masuk ke budget sayangnya.

Setelah browsing sana dan sini akhirnya dapet monitor lebar dengan harga masuk akal, yaitu LG 29WK600 (29 inch) dengan harga 3.5 juta. Layar ini punya ukuran yang ajaib, dengan screen ratio 21:9, jadi kalo nonton film full screen maka garis hitam di bagian bawah dan atas layar akan hilang (nice). Kemudian untuk baca dokumen, montior ini bisa membuka 3 dokumen pdf  dijajarkan sekaligus dengan dengan zoom ratio 100%. Resolusi monitor ini adalah 2560×1080. Monitor ini juga menyertakan aplikasi bernama “OnScreen Control” agar kita bisa mengatur pembagian ruang di monitor secara efektif. Anyway saya seneng dengan monitor baru ini, jadi tambah semangat untuk WFH.

begini penampakannya. 

Photo 2020 04 07 20 00 43

Photo 2020 04 07 20 00 49

Photo 2020 04 07 20 00 52

Photo 2020 04 07 20 00 55

Screen Shot 2020 04 07 at 20 10 43  2

 

 

 

Work From Home karena Pandemic Corona

Sebenarnya banyak entry blog yang mengantri untuk dituliskan, akan tetapi kejadian luar biasa seminggu terakhir ini lebih pantas untuk dituliskan duluan. Berkenaan dengan Pandemik Corona Virus sejak akhir tahun 2019 di Cina, maka sejak tanggal 16 Maret 2020 ada himbauan dari pemerintah untuk bekerja dari rumah dalam upaya mensukseskan gerakan Social Distance, yang dipercaya efektif mencegah penularan virus Corona yang lebih luas. Tanda tanda gerakan ini sudah mulai saya rasakan sejak beberapa minggu sebelumnya, diantaranya adalah penundaan / cancel beberapa kegiatan yang melibatkan kumpulan massa. Beberapa acara dimana saya akan menjadi pengisi materi sudah memberitahukan untuk tidak meneruskan acara. Beberapa event lari besarpun sudah mulai melakukan hal yang sama. Akan tetapi saya dan Intan masih agak nyantai, karena event lari Binloop Ultra pada tanggal 14-15 Maret masih belum ditunda, dan kami masih sempat ikut race disana. Rencananya setelah race ini saya akan mengisi acara di Bogor tanggal 16-17 Maret, tiba tiba saya diinfokan kalau acara tersebut juga di tunda / cancel, walhasil saya kembali ke Bandung lagi. Begitu tiba di Bandung, dapat kabar kalau sekolah anak anak juga diliburkan, padahal si Sulung lagi ujian sekolah SMA. Berarti ini adalah suatu kejadian yang luar biasa. 

Secara beruntun beberapa info tentang penundaan acara saya terima, termasuk acara menguji sidang disertasi di IPB. Sekarang hampir semua lembaga, dan sekolah melakukan aktivitas dari rumah, bahkan kelas kelas pun diubah menjadi kelas online. Saya dan Intan melakukan kuliah online. Si bungsu yang masih SMP pun melakukan kegiatan belajar dengan teman teman dan gurunya secara online. Si sulung yang harusnya cepet lega karena ujian beres, malah sekarang jadi tertunda ujiannya. yah kita ambil hikmahnya aja. 

Salah satu hikmah yang diambil setelah hampir seminggu work from home (WFH) saya jadi makin banyak waktu untuk berolahraga (makin rajin olahraga). Si sulung jadi makin banyak waktu luang untuk menyalurkan hobinya memasak (mungkin punya minat jadi chef), sedangkan si bungsu tetep sibuk sekolah online dan les tari jarak jauh. WFH keliatannya mudah dan nyaman, tapi ternyata malah merepotkan, karena kita harus merubah ritme kerja kita.jadi batasnya terlalu tipis, kapan kerja dan kapan beristirahat, belum lagi godaan cemilan. Semoga pandemik corona ini cepat berlalu, amin. 

 

Photo 2020 03 20 18 35 42