Kejar Target Membaca dibantu Kindle

Jadi ceritanya kesibukan yang ga ada abisnya di kantor membuat kesempatan membaca menjadi hampir tidak ada. Sering sudah diniatkan untuk membaca (dan tentunya sudah dapet/beli format digital bukunya), ternyata malah ga kesampean bacanya. Beberapa topik/buku ingin saya baca setelah baca review review mengenai buku terbaik jadi terbengkalai. Diantara topik/buku favorit yaitu tentang Artificial Intelligence, Human + Machine, Industry 4.0, Life, Blockchain / Cryptocurrency, dan masih banyak lagi. Sebelumnya saya pernah punya target membaca 2-3 jam sebelum tidur malam, dengan harapan tidur pukul 12 malam, tapi ternyata jam 9 juga udah tewas :P. 

Ceritanya terpaksa, biar bisa baca dimana aja akhirnya nitip beli kindle ke istri pas lagi ada konferensi di Jepang. Amazon kindle yang dipilih adalah paperwhite 8th gen, 32GB. Dengan sedikit usaha maka saya konvert koleksi buku pdf dan epub, menjadi format mobi supaya bisa dibaca di Kindle. Sebenernya 4 tahun yang lalu saya juga udah pernah pake kindle, namun waktu itu, kindle belum begitu nyaman buat baca format pdf, jadi ga dipake lama. Nah, ternyata Kindle versi baru ini cukup enak untuk membaca buku pdf.

Sekarang setelah punya kindle, mulai lagi kejer target membaca 2-3 jam tiap hari, anytime and anywhere … berkat buku digital di kindle. Dengan membaca, banyak penyegaran tentang ilmu, ide, filosofi, kreatifitas, dan lain sebagainya. Apalagi dalam sebagai dosen dan juga tukang ngamen (pembicara keliling), membaca itu perlu untuk jadi selingan dan bahkan bahan pada saat ngajar di kelas.

Selamat membaca

WhatsApp Image 2019 03 12 at 17 31 29WhatsApp Image 2019 03 12 at 17 31 29 1

Relaunch Asosiasi Ilmuwan Data Indonesia

Pada bulan November 2016, kami para founder bersama sama mendeklarasikan berdirinya Asosiasi Ilmuwan Data Indonesia (AIDI), cerita lengkapnya ada di entry blog ini. Seiring berjalannya waktu, dan bersamaan kesibukan antar founder, sehingga AIDI belum bisa membuka pendaftaran anggota baru. Untungnya kami diberikan kesempatan untuk relaunch AIDI dan membuka pendaftaran anggota baru pada tanggal 5 februari 2019 di Jogjakarta.

Mimpi AIDI adalah mengawal kedaulatan data Indonesia. Data sebagai komoditas strategis, maka AIDI mencakup keilmuan yang luas, contohnya seperti big data, machine learning, artificial intelligence, computational linguistic, statistik, bioinformatics, sampai juga ke keilmuan sosial seperti bisnis, politik, dan komunikasi

Sambutan saya pada relaunch AIDI ini adalah sebagai berikut :

Asosiasi Ilmuwan Data Indonesia atau disingkat AIDI atau dalam bahasa inggris adalah Indonesia Data Scientist Society adalah suatu perkumpulan stakeholder yang terdiri dari individu, komunitas, dan perusahaan yang berkepentingan dan peduli pada perkembangan keilmuan data, serta implementasi dari manfaat data tersebut.  AIDI secara resmi dideklarasikan pada bulan november 2016, mendapatkan ijin dari Kementrian Hukum dan HAM pada tahun 2017. Di awal tahun 2019 ini, baru terbentuk kepengurusan harian AIDI dalam acara re-launch yang diselenggarakan di Jogja, 5 Februari 2019.

AIDI dibangun dengan semangat kebersamaan antara para pemimpin dan pakar dari stakeholder yang bergerak di ekosistem yang berhubungan dengan Data Science dan Data Analytic untuk mencari sebuah wadah yang dapat menyatukan suara.  Misi dari AIDI adalah Membangun Ekosistem Data Science Indonesia yang Bermanfaat, Aman, Sejahtera, Berdaya-saing dan Berkesinambungan untuk mendukung kedaulatan data Indonesia. Seperti kita ketahui Data adalah komoditas strategis bangsa, yang mempunyai nilai  mencakup banyak kepentingan dan melewati batas berbagai ilmu pengetahuan.  

Salah satu aktivitas yang dicanangkan oleh AIDI adalah berpartisipasi dalam pembuatan regulasi atau peraturan perundangan terkait dengan Data sebagai komoditas strategis, karena regulasi atau peraturan perundangan akan membentuk dan mengatur arah IIndustri yang melibatkan Data Science dan Data Analytics di masa mendatang. Masih banyak regulasi yang akan dibutuhkan untuk mengatur Industri jasa Data Mining ataupun Analytics, di mana Industri harus berperan dan terlibat memberikan masukan, pandangan dan saran agar Data Science bisa bermanfaat bagi masyarakat Indonesia. Tercipta iklim industri dan ekosistem yang mendukung kemandirian dan berkelanjutan. 

Sampai saat ini tercatat ada 350 anggota AIDI, yang terdiri dari berbagai bidang keahlian seperti machine learning, artificial intelligence, big data, data mining / data analytics, computational language, statistika, bioinformatics bahkan bidang non teknis seperti bisnis, politik, dan komunikasi. Dengan keberagaman latar belakang keilmuan yang dimiliki anggotanya, diharapkan AIDI mempunyai kapabilitas tinggi dalam bersinergi dan berkarya untuk kepentingan pembangunan Indonesia.

Terdapat beberapa aktivitas yang berafiliasi dengan AIDI, diantaranya adalah Workshop, Seminar, Kompetisi, dan Eksibisi National Data Days, Konferensi Ilmiah ICODIS (International Conference on Data and Information Science) dan ICADEIS (Internasional Conference on Advacement in Data Science, E-Learning, and Information Systems), Sertifikasi Internasional Big Data Analitik, Konferensi Big Data Indonesia, idBigData Meetup, dan lain lain

Sedangkan beberapa komunitas yang terlibat dalam pembentukan AIDI serta mempunyai afiliasi aktivitas dengan AIDI adalah Data Science Indonesia, Tau-data Indonesia, Komunitas Big Data Indonesia, Lab. Social Computing dan Big Data, Machine Learning ID, dan R Indonesia. Beberapa Industri yang terlibat dalam inisiasi dan kepengurusan AIDI adalah Solusi247, NoLimit, Mediawave, Zamrud Technology, dan Bahasa Kita.

Beberapa ilmuwan yang terlibat di AIDI antara lain adalah dari Telkom University, Universitas Padjajaran, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, LIPI, BPPT, Politeknik Statistika, dan Universitas Widyatama.

Demikian dapat kami sampaikan sekilas mengenai AIDI. kami berharap AIDI bisa menjadi wadah bertemu dan kolaborasi bersama antar ilmuwan data dalam berbagai bidang untuk membuat solusi untuk kepentingan bangsa. untuk itu  kami mengajak rekan rekan semua untuk bergabung di AIDI. 

Untuk bergabung bisa mendaftar pada tautan di bawah ini. 

2019 02 14 22 36 11

51231751 10156722442250202 619563343279030272 n51510822 10156722442305202 5379348316632907776 n51342227 10156722442600202 763510641083285504 n51838878 10156722442465202 833664250349092864 n

Math & Big Data

Suatu hari saya dikontak oleh himpunan mahasiswa matematika (Himatika) dari salah satu perguruan tinggi swasta (PTS) di Bandung Utara, yaitu Universitas Islam Bandung (Unisba). Mereka berencana mengadakan seminar yang idenya adalah bertanya belajar matematika itu untuk apa, atau dipermudah dengan bahasan peran matematika dalam dunia kerja. Karena saya lulusan matematika dan kebetulan menggeluti bidang yang lagi hype yaitu Big Data, maka saya diminta tolong untuk mengisi acara seminar tersebut.

Biasanya permintaan mengisi acara seminar tidak serta merta saya terima, tetapi kali ini karena temanya Math & Big Data maka saya tertarik untuk mengisinya dan share beberapa pengalaman saya. Bahasan materi lebih kearah menyadarkan para mahasiswa bahwa kuantifikasi fenomena, pembuatan model, machine learning, ketersediaan data dalam skala besar, ternyata membutuhkan peran ilmu matematika, baik dalam hal logika, formulasi, abstraksi, dan verifikasi. Profesi Data Scientist merupakan jembatan untuk mewujudkan hal tersebut.

Acara diadakan pada hari sabtu tanggal 16 februari 2019. Beberapa dosen Unisba juga ikut serta hadir, serta mengajukan pertanyaan, diantaranya adalah bagaimana membuat lulusan matematika ini mempunyai ketrampilan atau skill yang bisa langsung diaplikasikan ke dunia kerja. Bagaimana susunan kurikulum yang baik untuk adopsi kebutuhan tersebut. Saya menjawab sebaiknya diberikan porsi SKS yang cukup besar (sekitar 12-15 SKS) bagi mahasiswa untuk mengambil matakuliah peminatan dari jurusan luar, sehingga mahasiswa matematika mendapatkan sebagian skill dunia kerja sesuai dengan peminatan profesi yang nanti mereka inginkan. 

Karakteristik orang matermatika adalah sibuk dengan dunianya sendiri, tanpa mengetahui ilmu yang mereka miliki itu sebenarnya dibutuhkan banyak oleh masyarakat luas. Kemampuan abstraksi, menurunkan formula, berpikir logis (deduktif dan induktif), merupakan kemampuan yang sangat dibutuhkan di dunia kerja. Dunia kerja tidak hanya melulu mengenai ketrampilan atau skill tapi juga pemahaman mendalam tentang suatu domain. 

Beberapa foto dari acara tersebut

52460344 10156747525190202 6297495724745555968 n51960792 10156747525210202 492616256176783360 n51747281 10156747525305202 5919647295434915840 n52586331 10156747525260202 3617584875348951040 o52846898 10156747525335202 6589775026696749056 n

Riset Smart Farming dengan LIPI

Salah satu kerja sama antara Research Center Digital Business Ecosystem (RC DBE) Telkom University dan UPT Balai Pengembangan Instrumentasi (BPI) LIPI adalah pengembangan riset Smart Farming dan Smart Aquaculture. Kedua teknologi ini diinisaisi dan dikembangkan oleh tim BPI LIPI. Smart Farming adalah metode pertanian dengan memanfaatkan teknologi untuk otomatisasi proses pertanian seperti penyiraman air, pengaturan suhu, kelembaban dan lain lain. Lokasi demo implementasi teknologi Smart Farming ada di desa Pamalayan, Kab Garut, di Kaki Gunung Cikuray. Di lokasi ini, teknologi tersebut diimplementasikan ke area kebun strawberry (greenhouse and non greenhouse). Di lokasi ini juga terintegrasi dengan peternakan ayam dan sapi. Beberapa teknologi yang diimplementasikan seperti energi surya, angin, pemanfaatan kotoran sapi untuk penghangat kandang ayam, selain implementasi teknologi sensor (IoT / Internet of Things) untuk penyiraman tanaman, penyesuaian suhu, kelembaban, pemberian nutrisi secara otomatis. Sedangkan Smart Aquaculture adalah teknologi nano bubble pada kolam untuk meningkatkan kadar oksigen pada air, teknologi ini bisa meningkatkan jumlah dan kualitas ikan / udang di tambak. Smart Aquaculture baru akan dikembangkan demo lokasinya pada tahun 2019.

Saya dan tim RC DBE diundang untuk melihat lokasi Smart Farming. Tujuan utama acara sebetulnya adalah penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara RC DBE dan BPI LIPI. Acara dilangsungkan di kantor desa Pamalayan, dan kemudian dilanjutkan makan siang dan peninjauan lokasi Smart Farming yang tidak jauh dari kantor desa tersebut. Dengan melihat demo pemanfaatan teknologi, tim RC DBE sudah bisa mempunyai ide ide baru untuk penelitan lebih lanjut, kemungkinan sampai kearah komersialisasinya dan juga implikasi sosial ekonomi dari teknologi ini. Oh ya sebagai bonus kami dipersilahkan memetik strawberry dan jeruk garut sesukanya, Berikut foto foto dari acara tersebut. 

48422192 10156624529530202 4971924824126390272 n

49080563 10156624530135202 2437147293393092608 n48421992 10156624529625202 3923695415102275584 n48420788 10156624529980202 5112148763242135552 n48390280 10156624530025202 2827470815992217600 n49344967 10156624529555202 5397898349103808512 n49323233 10156624529720202 5558226793908928512 n

48894141 10156624529775202 8951364838806781952 n48416521 10156624530105202 3387924757759393792 n49067549 10156624530205202 6410933533384114176 n

 

 

 

 

 

 

Penyimpanan Publikasi di Academia

Sudah sejak beberapa tahun yang lalu, Academia.edu merupakan pilihan saya untuk menyimpan hasil karya / publikasi ilmiah saya dan rekan rekan lab. Pemilihan Academia karena platform ini cukup sederhana dan mudah diakses oleh rekan rekan yang tidak mempunyai latar belakang akademis. Academia sendiri bukan merupakan tempat penyimpanan ideal, bahkan menurut saya tidak ada tempat penyimpanan publikasi yang benar benar sesuai dengank einginan saya.  Beberapa tempat lainnya dimana saya ikutan daftar adalah adalah Researchgate, Arxiv.org, dan Mendeley. Menurut saya ketiganya tidak sesederhana Academia sebagai  tempat “hanya” untuk penyimpanan. Kalau ada masukan yang lain mohon dikasih tahu ya.

Sudah sejak beberapa lama juga Academia menyediakan layanan berbayar.  Saya selalu berusaha untuk tidak berbayar, karena kebutuhan saya yang sederhana untuk penyimpanan saja. Namun berhubung jumlah publikasi sudah mencapai angka 50an lebih, maka mau tidak mau saya mulai melirik layanan berbayar Academia, terutama layanan web nya. Akhirnya saya pun berlangganan, sambil melihat lihat apakah layanan ini bisa membantu atau memberikan, Nanti kita lihat selama setahun kedepan. Anyway alamat web academia saya adalah:

https://andryalamsyah.academia.edu/

Tampilannya cukup simpel tapi cukup bagus ya .. 

Screen Shot 2018 11 25 at 19 09 00  2Screen Shot 2018 11 25 at 19 09 12  2Screen Shot 2018 11 25 at 19 09 22  2

Dinamika Topologi Jejaring Perbankan (Studi Kasus PilPres 2014)

Entryblog ini menceritakan isi publikasi yang saya dan mahasiswa saya (Dian) yang berjudul The Dynamic of Banking Network Topology, case study : Indonesian Presidential Election Event. Tulisan ini dipublikasikan pada International Workshop on Big Data and Information Security (IWBIS 2018) yang diselenggarakan oleh Fasilkom Universitas Indonesia. Publikasi ini terindeks scopus dan bisa diunduh di link berikut ini (IEEE). Entryblog ini juga dibuat karena secara resmi sekarang papernya sudah dipublikasikan. Oh ya paper ini meraih penghargaan best presenter. Congrats kepada Dian yang berhasil mempresentasikan dengan baik.

Transaksi perbankan atau transaksi antar bank, membentuk jejaring transaksi yang bisa mengindikasikan kesehatan perekonomian suatu negara. Semakin banyak / aktif jejaring transaksi tersebut menunjukkan geliat perekonomian yang baik. Perilaku bank dapat dilihat dari alur transaksi yang dilakukannya, terutama menghadapi faktor faktor eksternal ekonomi yang sering berpengaruh besar, terutama faktor politik. Krisis ekonomi 2008 menunjukkan kegagalan Lehman Brothers dalam menahan laju penyebaran isu / impact dalam waktu cepat adalah penyebab kebangkrutan perusahaan tersebut. Hal tersebut menunjukkan juga bahwa pasar keuangan mempunyai sifat saling terhubung dalam jejaring yang besar. Hal ini menjadi alasan / dasar mengapa pendekatan secara jaringan lebih penting daripada pendekatan individual terhadap satu bank tertentu.

Peristiwa politik seperti pesta demokrasi pilpres mempengaruhi stabilitas ekonomi (termasuk sektor keuangan). Sentimen masyarakat bisa menjadi motor apakah mereka akan melakukan transaksi perbankan sebagai representasi aktivitas ekonomi atau mereka menunggu peristwa politik selesai berlangsung terlebih dahulu, sehingga menunda aktivitas ekonominya untuk beberapa saat. Saat ini hubungan antara peristiwa politik dan perubahan topologi jaringan perbankan belum pernah diteliti secara mendetail.

Penelitian ini memberikan gambaran (insight) dari suatu event driven dynamic network topology, atau perubahan topologi jejaring perbankan yang dipicu oleh suatu event, dalam hal ini adalah event pilpres Indonesia tahun 2014. Data yang kami gunakan adalah data transaksi perbankan Indonesia dalam durasi sebulan antara tanggal 25 juni – 25 juli 2014. Pilpres sendiri diadakan pada tanggal 8 juli 2014. Data ini digunakan untuk kepentingan riset dan tidak boleh dipublikasikan. Untuk menjaga kerahasiaan data, maka kami melakukan proses anonymasi data. Satu hal yang kami jaga dari data asli adalah bentuk distribusinya oleh karena itu aplikasi Frechet Distance digunakan agar supaya menjaga distribusi data asli dan data hasil anonimasi (masking) tetap pada jarak yang konsisten sama pada semua titik pengukuran.

Hasil properti jaringan berupa nodes (bank), edges (hubungan transaksi antar bank), averege degree (rata rata transaksi), dan density (kepadatan jaringan) bisa dilihat pada gambar dibawah ini.

Screen Shot 2018 11 22 at 19 43 57  2Screen Shot 2018 11 22 at 19 44 09  2Screen Shot 2018 11 22 at 19 44 18  2Screen Shot 2018 11 22 at 19 44 56  2

perilaku 3 bank utama (dalam bentuk rata rata transaksinya) diperlihatkan pada gambar 6, sedangkan fluktuasi tersebsar dari 3 bank selama 10 hari pengamatan menjelang pilpres 2014 diperlihartkan pada gambar 7.

Screen Shot 2018 11 22 at 19 45 15  2

Analisa dan Kesimpulan

Kepadatan jaringan transaksi bank yang rendah menunjukkan tingginya resiko perpecahan jaringan karena ketidakmampuan jejaring mentolerasi kegagalan suatu bank untuk melakukan transaksi. Akibat lain adalah reduksi alternatif jalur yang memungkinkan bank yang mempunyai kemampuan lemah mendapatkan bantuan dari bank yang lebih kuat. Saat saat akhir kampanye dimana kepadatan jaringan rendah adalah waktu dimana resiko perpecahan jaringan sangat besar. Saat akhir masa perhitungan (recapitulation) adalah saat dimana jejaring sedang dalam kondisi kuat. Secara umum kepadatan jejaring transaksi antar bank relatif stabil diatas nilai / garis median.

Berdasarkan hasil pengukuran topologi jaringan, kita asumsikan bahwa partai yang sedang berkampanye melakukan usaha promosi besar besaran beberapa hari menjelang akhir kampanye dengan melibatkan uang   dalam jumlah yang banyak. Hal ini bisa ditunjukkan dengan peningkatan nilai transaksi dan kepadatan jaringan. Pada hari terakhir kampanye, atmosfer kampanye sudah berkurang, (juga nilai transaksi dan kepadatan jaringan). Masyarakat mempunyai kekhawatiran psikologis mengenai kemungkinan kegagalan pilpres yang bisa berakibat resiko kegagalan aktivitas ekonomi, dan faktor keamanan lainnya, hal ini  digambarkan dengan penurunan nilai transaksi serta berkurangnya lalu lintas transaksi. Temuan ini bisa menjadi pengetahuan untuk mendukung otoritas dalam melakukan tindakan yang sesuai.

Temuan dari penelitian ini adalah:

1. bank lebih aktif bertransaksi sampai 3 hari menjelang akhir kampanye, dan kemudian sangat berkurang menjelang akhir kampanye.

2. bank aktif bertransaksi dalam jumlah besar sampai 3 hari menjelang akhir kampanye

3. aktivitas transaksi antar bank relatif stabil dan hanya berkurang pada saat akhir kampanye.

National Data Days 2018

Tanggal 19 November 2018 dilaksanakan acara National Data Days 2018 di Telkom University. Acara ini merupakan rangkaian beberapa acara meliputi seminar, workshop, kompetisi, dan eksibisi. Namun pada tahun 2018 ini acara eksibisi ditiadakan. NDD 2018 merupakan acara NDD ketiga yang dilakukan sejak pertama kali tahun 2016 bernama Data Science Days (DSD). Info tentang acara 2016 disini, sedang NDD 2017 ada disini . Acara tahun ini diadakan oleh HMBTI, FEB, RC DBE dan yang paling penting adalah Lab. SCBD yang setiap tahun secara rutin menyumbangkan konten untuk workshop. Tahun ini Lab. SCBD mengirimkan 4 peneliti untuk menyampaikan materi workshop.  

Acara dibuka oleh ibu wakil rektor bidang riset dan kemahasiswaan, dilanjutkan oleh acara seminar yang diisi oleh dua pembicara dari LIPI, yaitu Dr. Didi (Big Data Security) dan Dr. Hilman (Machine Learning). Pada saat yang bersamaan secara parallel berlangsung penjurian final kompetisi dengan peserta antara lain IPB, ITS, UI, UGM, UNISSULA, Poltek Statistika, dan TelU sendiri. Setelah makan siang acara dilanjutkan oleh workshop oleh Samuel Chan (algorit.ma) yang kemudian diteruskan oleh workshop oleh peneliti peneliti lab scbd. Acara ditutup dengan pengumuman pemenang kompetisi.

berikut foto fotonya

46488405 10156540978545202 7438683722297114624 n

IMG 20181119 102448 498

IMG 20181119 123122 815

IMG 20181119 134932

IMG 20181119 145723

IMG 20181119 145812

IMG 20181119 145917

IMG 20181119 145955

IMG 20181119 150027

IMG 20181119 181532 558

IMG 20181112 193918 457

 

 

Pertama Kali ke Mabes POLRI

Kalau baca berita berita baik tentang politik maupun hiburan tentang artis, sering sekali menyinggung atau menyebutkan Mabes Polri. Bayangan saya selama ini Mabes Polri itu adalah tempat yang tidak mungkin saya datangi. Lah iya, saya belum bisa membayangkan ada urusan apa saya sampai harus ke kantor tersebut. Kecuali memang saya aktif di dunia jurnalistik, hukum, atau memang menjadi terdakwa (audzubilah) . Eh ndilalah, ternyata Pak Hendro (salah satu senior di ITB dan Telkom University) yang kenal dengan salah satu perwira di Mabes Polri. Beliau ngajak saya untuk presentasi (menjadi narasumber) tentang Big Data, terutama di Divisi Humas Polri. Hal ini menarik bagi saya, karena melihat perkembangan teknologi dan kejahatan cyber yang marak, termasuk hoax, maka personil Polri pun butuh upgrade pengetahuan tentang Big Data, Social Media Analytics, dan Security.  

Berangkat nyubuh naik kereta dari Bandung, kami berdua sampai agak telat di kantor Divisi Humas Polri Jl. Trunojoyo, acara sudah dibuka oleh Kadivhumas Irjen Pol Setyo Wasisto, saat kami datang beliau tengah memberikan sambutannya. Saya langsung duduk di depan bersebelahan dengan narasumber satu lagi selain saya yaitu Dr. Pratama Persadha. Saya menjadi pembicara kedua sesudah beliau. Selanjutnya acara berlangsung seru karena diskusi dan tanya jawab berlangsung ramai antara narasumber dan peserta. Peserta adalah para perwira dan PNS di lingkungan divhumas Polri. 

Dari acara ini saya jadi mengerti tingkat pemahaman aparatur polri mengenai teknologi, khususnya Big Data masih belum merata. Perlu pendampingan atau pelatihan sehingga mampu menggunakan alat dan metodologi untuk melakukan aktivitas Social Media Analytics. Dari sisi awareness Polri sangat sadar bahwa kemampuan memahami dan ekstrasi informasi di media sosial secara cepat dan akurat merupakan hal yang krusial dalam mendukung tugas mereka sehari hari. Semoga nanti saya nanti bisa terus berkontribusi memberikan pendampingan dalam proses pembelajaran tersebut.

44807320 10156478866885202 7485191711237341184 n44683146 10156478866735202 4138724181137162240 n44772662 10156478866800202 635368728439029760 n44625081 10156478867020202 2980176664509546496 n44557869 10156478866965202 3705593196240175104 n

 

Cerita ITB Ultra Marathon 2018

Sehari menjelang #ITBUltraMarathon, saya dan ribuan alumni ITB deg degan sudah ga sabar menunggu dimulainya acara terheboh untuk kalangan alumni ITB ini. Pelari terlatih maupun amatir yang baru pertama kali lari tiba tiba demam latihan lari. Grup WA dipenuhi postingan setoran latihan lari, menunjukkan antusias alumni menyambut pesta “rakyat” ITB ini. Suporter atau Tim Support tidak kalah hebohnya menyiapkan kelengkapan esensial untuk pelari, berbagi tugas mendampingi pelari, koordinasi antar WS (Water Station), penginapan, dan lain lainnya.  Seperti yang saya ceritakan di blog H-7 #ITBUltraMarathon. Lomba ini akan menempuh jarak 170km, 24 jam berlari, start tanggal 12 oktober 2018 pukul 22:00, dan cut off time finish di kampus ITB tanggal 14 Oktober 2018 jam 10:00.

Hari jumat tanggal 12 Oktober 2018, perasaan sudah mulai gelisah di kantor pengen cepet pulang, rencananya jam 15:00, saya berangkat ke jakarta (naik mobil). Kami bertiga (saya, Intan, dan sopir) berangkat dengan tujuan lokasi start #ITBUltraMarathon di Graha BNI di Sudirman. Saya pelari leg 1 dari tim #GaneshaNumb3rs jadi emang harus start dari Graha BNI tersebut (nantinya finish di area Pasar Minggu(WS1)), start akan dimulai pukul 22:00. Sedangkan Intan ikut ke lokasi start untuk ketemu teman teman setimnya dari 93, foto banyak, sekaligus ikut acara pembukaan. Nantinya Intan akan berlari sebagai pelari leg 2 di tim 93 dengan jalur mulai dari Pasar Minggu (WS1) menuju Lenteng Agung (WS2). Jadi setelah saya start, Intan dan sopir akan bergerak ke WS1.

Drama awal muncul, berangkat jam 15:00 dari Bandung ternyata sampai jam 21:00 masih belum masuk tol dalam kota Jakarta. Memang benar benar luar biasa kemacetan arah ke Jakarta. Tiba tiba saya tersadar kalo plat nomer mobil ganjil, sedangkan hari itu adalah tanggal genap. Wah, jadi yang pasti mobil tidak akan bisa ke lokasi start di Sudirman. Akhirnya diambil keputusan cepat, saya diturunkan di perempatan Kuningan-Mampang. Mobil langsung meluncur menuju ke WS1, sedangkan saya cari ojek menuju lokasi start. Jadi drama pertama Intan ga jadi mengikuti kemeriahan acara start, sedangkan saya harus mengejar waktu untuk bisa datang sebelum start dimulai pukul 22:00. Untungnya, saya bisa nyampe 15 menit sebelum start mulai gara gara tukang ojeg yang brillian ..

#GaneshaNumb3rs adalah tim lari alumni matematika ITB, di leg 1 ini saya berlari bareng Bachtiar (2004), beda umur 14 tahun dengan saya. Bachtiar adalah pemain bola ITB, fisik prima, dan tentu saja kuat larinya. Akan tetapi demi kita berlari dalam satu kelompok, dia rela mengurangi pacenya supaya bisa lari bareng. Leg 1 tidak sulit, jarak sekitar 12 km, dan tidak ada tanjakan berarti. Dengan dikawal senior di MA Pak Jarwo (1978) menggunakan sepeda lipat, kami berlari sambil PB (Photo Banyak), dikit dikit ambil foto. Berikut ini foto foto kami di sekitaran underpass mampang. By the way kaos #GaneshaNumb3rs keren ya warnanya nyala.

IMG 20181012 224240 2IMG 20181012 224450

dari foto candid oleh fotografer panitia dibawah ini diperlihatkan posisi, saya dan Bachtiar lari di depan, Pak Jarwo ngikutin dibelakang sambil dikit dikit nanya perlu minum gak. Kadang beliau kasih semangat “ayo pacenya bagus terusin pace segitu, tar lagi finish kok”, padahal dalam hati udah mulai ngos ngosan ngimbangin pace Bachtiar.

CROW0702  1

IMG 20181013 WA0001

penyerahan buff estafet dari pelari leg1 ke pelari leg 2 tim #GaneshaNumb3rs

Menurut website ini jarak dari start ke WS1 kami tempuh selama 1 jam 31 menit. Sesampai di WS1, maka buff (sebagai alat estafet) saya berikan ke pelari tim #GaneshaNumb3rs selanjutnya yaitu pelari leg 2 Ganda (1992) dan Jaya (2009). Sepanjang leg 1 ini, selain ngobrol dengan pelari pelari lain, saya juga ngobrol dan motoin (dan videoin) rekan rekan dari tim #90leRun, yaitu tim angkatan 90 ITB lintas jurusan. Ada Wine di Relay8 (menempuh 20an km), Votti, Santi, dan Bambang di Relays16. Nah di leg 2 ini juga Intan mulai berlari, jadi setelah selesai lari, saya dokumentasiin perjalanan lari Intan menuju ke WS2.

Di WS2 sambil menunggu Intan finish, saya ngobrol lagi dengan temen temen support dari #90leRun dan temen temen lainnya. Makanya acara ini sangat meriah, karena seperti ajang reuni yang berlangsung  2 hari terus menerus. Ketemuan teman seangkatan, beda angkatan, lintas jurusan. Tim support dan pelari yang belum atau sudah mendapatkan giliran berlari memberikan support ke yang berlari, masing masing menyemangati supaya tidak kalah dari tim lain. Padahal ini acara lari festival, tidak ada hadiahnya. Tapi ya dasar anak ITB, meskipun ga dilombakan, tetap aja sifat kompetitifnya sangat tinggi. Setelah Intan finish di WS2, maka acara ngobrol dengan teman teman harus diakhiri, karena malam itu kami harus segera menuju puncak, dimana besok saya akan lari di leg 10 tim #90leRun, saat itu waktu sudah menunjukkan jam 2 pagi. Beberapa foto di WS2 dibawah ini.

IMG 20181013 005657

dengan tim #GaneshaNumb3rs

IMG 20181013 WA0027

dengan tim #90leRun

IMG 20181013 011354

Intan dan tim 93

Malam itu (atau tepatnya pagi itu) kami menginap di Palace Hotel Cipanas. Hotel ini terletak 1 km sebelum lokasi WS9 di Hotel Sanggabuana. Kami sampai di hotel pukul 3:30 pagi, mandi, tidur bentar, tapi jam 7 pagi saya mulai kelaperan, butuh sarapan segera. Walopun lupa pesen hotelnya tanpa sarapan, saya tetap maksain sarapan di hotel, demi supaya kuat melahap rute leg 10 sejauh 16km  (antara WS9 dan WS10 di Cianjur). Sarapan satu porsi 110 ribu, lumayan juga, kalau ga karena lari, mendingan saya cari bubur pinggir jalan sekitar situ. Abis makan, istirahat bentar, sekitar pukul 11 siang saya udah standby di WS9. Beberapa pelari tim cepat seperti GEA dan PATRA udah start, tapi pelari sebelum saya di #90leRun yaitu Teguh (MS) belum keliatan juga. Menjelang pukul 13:00 saya ketemu dengan Akbar (KI), yang nantinya akan berlari di rute yang sama dengan saya. Namun di tim #90leRun ini pelari tidak harus berlari bersama seperti tim #GaneshaNumb3rs, jadi pada saat saya start pukul 13:09, tidak bareng dengan pelari yang serute dengan saya lainnya yaitu Zaki start 13:28, dan Akbar start pukul 14:20. Foto di WS9.

IMG 20181013 123814

Ketemu runner #GaneshaNumb3rs leg 10, Rangga dan Dadang

IMG 20181013 125344

bersama Akbar, sama sama nungguin pelari leg 9 yang ga nyampe nyampe. Kaos lari tim #90leRun keren khan

IMG 20181013 131047

akhirnya Teguh datang juga, berpindah deh estafet buff ke saya untuk saya bawa ke WS 10 di Cianjur

Leg 10 (antara WS9-WS10) adalah leg terpanjang untuk relay 16 di #ITBUltraMarathon ini, selain dikasih panjang, rute leg ini sangat menantang karena turunan tajam. Perlu diketahui lari di turunan tajam di kondisi jalan raya bukan hal yang mudah. Pilihannya adalah lari tidak di rem, atau lari ditahan yang akhirnya memperberat kerja kaki sehingga rentan cidera. Akhirnya saya pilih opsi pertama, lari di turunan tanpa di tahan, diikutin aja gravitasinya. Di rute ini saya berlari kurang lebih dua jam, dibawah panas matahari yang lagi galak galaknya. Lumayan sekali rute ini menguras energi (dan juga cairan tubuh). Kebetulan tim support #90leRun beberapa kena macet, sehingga sepanjang rute ini saya berlari sendiri tanpa tim support mengiringi. Pada suatu titik, saya merasa suhu badan mulai panas (dehidrasi) .. gawat nih pikir saya karena bisa sewaktu waktu badan  jadi ngadat. Kalo ga salah waktu itu di km 13. Akhirnya saya mampir ke Indomaret, lumayan bisa ngadem di ruangan AC bentar dan beli sebotol air mineral untuk mengguyur kepala. Sekitar 10 menit saya berhenti di  Indomaret sebelum melanjutkan lari.

Sampai di WS10 saya disambut Anton, pelari yang akan melanjutkan rute saya, Sinta pelari yang akan melanjutkan rute Akbar, dan Praherdian tim support #90leRun yang sudah siap dengan segala perlangkapan dan juga refreshment di mobilnya semacam pocari, mizuno, hydrococo, dan ga lupa nasi bungkus ayam bakar cianjur. Sekitar sejam di WS10 Akbar belum sampai juga, sementara Sinta sudah gelisah karena tidak segera start lari, padahal hari sudah menjelang sore banget. Kalo ga salah perlengkapan lari malam Sinta tidak lengkap saat itu. Kemudian kami dapat kabar kalau Akbar mengalami kram di jalan, wah saya jadi nyesel meninggalkan dia lari sendirian, soalnya saya selalu bawa semprotan anti kram kemana mana di tas hydrobag saya. Kalau saja waktu itu larinya bareng, mungkin Akbar tidak akan terhambat finish ke WS10. Di rute ini saya juga sempat nyalip Raja, pelari super cepat R8 dari tim 93, ternyata Raja cedera, makanya saya agak heran bisa nyalip Raja. :D. Di WS10, Intan masih nunggu sebentar Raja masuk finish, setelah finish, kita langsung meluncur dari Cianjur menuju rumah di KBP (dan juga lokasi WS14), supaya nantinya Intan siap berlari untuk #GaneshaNumb3rs mulai dari WS15 di Cimahi menuju kampus ITB.

IMG 20181019 WA0098

serah terima estafet buff di WS10 ke Anton yang akan dia bawa ke WS11 dengan gaya #90leRun

IMG 20181013 152518

dengan Praherdian dan Sinta di WS10

 

Perjalanan balik ke Bandung macet banget, terutama menjelang WS11 di daerah Ciranjang bahkan kecepatan pelari melebihi kecepatan mobil berjalan. Kita mulai panik jangan jangan ga keburu nanti start di WS15. Tadinya ingin mampir  dan ingin kasih salam ke rekan rekan di WS11, namun akibat dari macet kami jadi kurang semangat mampir. Selepas WS11 jalanan lumayan kosong sampai WS!2 di masjid Rajamandala, disini kami juga tidak mampir (walaupun pengen), tetap dengan alasan mengejar waktu, takut kalo masih ada macet di Citatah. WS13 di Citatah pas area tanjakan jadi kagok mau mampir, akhirnya kami juga bablas jalan terus. Sampai di rumah kami istirahat sekitar 2 jam, karena kurang istirahat dari malam sebelumnya. Pukul 21:00, kami menuju WS14 yang tepat didepan perumahan kami di KBP. menyapa beberapa rekan dari tim #GaneshaNumb3rs, #90leRun, dan juga tim 93.

IMG 20181013 231323

tim support #GaneshaNumb3rs setelah Marbun dan Roga masuk WS14 untuk digantikan Hamzah dan Zulfikli

Setelah Hamzah dan Zulfikli start dari WS14 sekitar pukul 11 malam, maka saya nganterin Intan pake motor ke WS15. Strategi #GaneshaNumb3rs adalah malam itu adalah finish sekaligus. Sedangkan strategi tim #90leRun adalah pelari malam itu berakhir di WS15, baru besok pagi jam 6 pagi dilanjutkan pelari terakhir ke garis finish di kampus ITB. Kebetulan di tim #90leRun pelari terakhir adalah Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (Emil), jadi akan ada semacam penyambutan dan publikasi tambahan untuk tim #90leRun. Malam itu saya nemenin / ngikutin Intan dan Suhe sebagai pelari terakhir menuju garis finish. Sesampai di Jl. Pasteur, ada Jaya yang juga ikutan berlari. Menjelang finish puluhan anggota tim #GaneshaNumb3rs sudah menunggu di Jl.Ganesha, kami masuk finish sambil bernyanyi, jadi inget masa ospek dulu … #GaneshaNumb3rs memasuki finish dalam waktu 27 jam 42 menit, pada pukul 1:42 dini hari.

IMG 20181014 002838

penyerahan estafet buff di WS15 anatara Hamzah dan Zulkifli ke Intan dan Suhe

WhatsApp Image 2018 10 19 at 06 04 33

di WS15 bareng Rolly pelari #90leRun yang baru finish dan Ayi dari tim support

IMG 20181014 012018

Jaya bergabung dengan Intan dan Suhe

IMG 20181014 013146IMG 20181014 020331

Usai pesta bergembira dan berfoto di garis finish, kamipun akhirnya bubar. Besok pagi adalah acara puncak #ITBUltraMarathon dengan acara fun run dan victory run. Sepanjang perjalanan pulang ke KBP, saya masih ketemu banyak pelari sekitar jam 2-3 malam masih berlari menuju garis finish atau ke WS15. Benar benar terdoktrinasi karena apa yah, sampai mau berkorban lari dini hari seperti itu. Saya dan Intan nyampe rumah jam 3 pagi, langsung ketiduran. Keesokan harinya tim #90leRun seharusnya ngumpul jam 6 pagi di WS15 untuk berlari bersama Ridwan Kamil menuju ITB. Namun saya tetap ketiduran dan ketinggalan kehebohan acara tersebut. Eksposure dari media sangat kencang, dan saya tidak ada foto satupun 😦 … hehehe ya sudah lah gak apa apa, namanya juga udah kecapean dan ketiduran. Anyway see you again #ITBUltraMarathon 2019.

Ada teman saya bilang UM ini adalah acara lari paling berat karena untuk lari peserta harus pernah kuliah di ITB dan harus lulus … dipikir pikir bener juga, makanya acara ini sangat penting buat keluarga ITB sendiri.

IMG 20181019 WA0055

foto monumental #90leRun, dimana saya ga ikutan gara gara ketiduran ..

Seminar Blockchain Cardano

Sejak saya diberikan kepercayaan di lembaga Research Center, saya berpikir bahwa selain bidang Big Data & Data Analytics yang saya dan tim (labscbd.com) kuasai, ada satu bidang keilmuan lain yang menurut saya punya prospek cerah dimasa depan. Bidang tersebut adalah bidang Blockchain. Secara desain Blockchain menjaga integritas data dengan cara menyebarkan catatan tentang data ke semua node di dalam jaringan (desentralisasi). Banyak aplikasi dunia nyata dimana redundansi data membuat kekacauan, contohnya adalah catatan kepemilikan tanah, dimana satu petak tanah bisa dipunyai oleh beberapa orang, hal ini disebabkan karena pada saat dokumen tanah dibuat, tidak ada referensi yang baik mengenai siapa yang sudah memiliki tanah itu sebenarnya. Banyak aplikasi lain blockchain diantaranya adalah untuk keperluan voting, cryptocurrency, smart contracts.

Read More »