Quora: Aplikasi Tanya Jawab Bahasa Indonesia

Penyedia layanan tanya jawab secara crowdsourcing sudah sejak lama ada. Quora adalah salah satunya. Aplikasi Tanya Jawab Crowdsourcing, tidak berbeda jauh dengan aplikasi penulisan katalog pengetahuan melalui crowdsourcing seperti Wikipedia. Crowdsourcing adalah mekanisme dimana netizen dengan cara demokratis bekerja sama secara peer untuk menghasilkan konten yang bagus. Mekanisme bisa berupa voting, dimana konten atau jawaban dengan voting terbanyak merupakan konten atau jawaban yang paling baik. Dengan mekanisme tersebut, maka konten atau jawaban melalui proses crowdsourcing akan konvergen menuju jawaban terbaik. 

Di Quora terdapat banyak sekali pertanyaan pertanyaan yang akhirnya juga bisa memperluas pengetahuan. Kita selain berpartisipasi memberikan jawaban, juga bisa bertanya mengenai segala hal, mulai hal hal yang ringan, sampai hal hal yang bersifat akademis atau filosofis yang lebih serius. Fitur yang menarik dari Quora terakhir ini adalah tersedianya layanan dalam bahasa Indonesia, sehingga hal ini sangat bagus untuk membantu mencerdaskan netizen Indonesia. Silahkan ditengok

Oh ya sebelum bisa mengakses Quora bahasa Indonesia, kita harus mendaftar dulu, mungkin ini masih sementara, selanjutnya rasanya kita akan otomatis bisa akses langsung fitur bahsa Indonesianya. Berikut contoh Quora bahasa Indonesia di Iphone. Selamat mencoba

 

IMG 5525

Diwawancara Radio PRFM tentang Big Data dan Politik

Salah satu rekan di Labtek Indie menanyakan ke saya: apakah saya bersedia mengisi acara talk show di Radio PRFM News mengenai pilkada. Kebetulan beberapa riset Big Data yang terakhir saya lakukan di lab. SCBD adalah mengenai kondisi politik di Indonesia menjelang tahun pemilu 2019. Tanpa pikir panjang saya langsung iyakan saja. Menurut saya ini adalah peluang untuk memperkenalkan metode Social Computing (kuantifikasi perilaku sosial) atau Computational Social Science sebagai alternatif atau pelengkap metode survei dan perhitungan cepat (quick count) sebagai metode legacy yang umum dilakukan pada pelaksanaan pemilihan umum (daerah) di Indonesia. Sebagai informasi Radio PRFM News adalah salah satu radio di Bandung yang konsisten memunculkan isu isu sosial masyarakat sebagai bahan kajian acara. Labtek Indie sendiri mempunyai program peningkatan awareness dan edukasi ke masyarakat luas, jadi kesediaan diwawancara mengisi talk show adalah untuk diseminasi pengetahuan dan membantu awareness masyarakat akan program riset Labtek Indie.  

Di beberapa negara maju eksploitasi data media sosial sudah wajar dilakukan dengan tujuan untuk menjalankan proses microtargeting, yaitu profiling demografi pemilih sampai sedetail mungkin, contohnya hobi, afiliasi partai politik, pekerjaan, lingkaran teman dekat dan lain sebagainya. Seperti pada umumnya aktivitas bisnis, terutama aktivitas marketing, microtargeting mengelompokkan pasar agar organisasi bisnis bisa menawarkan produk / program iklan dengan lebih akurat ke sasaran pasar. Ingat kasus Cambridge Analytica dan Facebook, sebagai salah satu contoh usaha microtargeting untuk kepentingan politik.

Diskusi dengan kang Basith sebagai pembawa acara berjalan seru, beliau menanyakan mengenai beberapa hal, antara lain: 1. Bagaimana memanfaatkan data media sosial untuk kepentingan politik dan bisnis, 2. Perbandingan metode survei (termasuk perhitungan cepat) dengan metode Big Data, 3. Pembahasan perubahan pola interaksi manusia karena kemajuan teknologi, 4. Apakah kemajuan teknologi berpengaruh besar terhadap proses politik di Indonesia, 5. Opini mengenai random sampling yang dilakukan lembaga riset Charta Politika yang menggunakan sampel “hanya” sebesar 2000 orang, 6. Cara pengumpulan data dan penjelasan singkat mengenai metode Big Data yang saya usulkan.

Pendengar siaran radio juga diajak untuk berdiskusi melalui telepon, twitter, dan sms. Pertanyaan paling menarik menurut saya adalah mengenai akurasi metoda quick count (perhitungan cepat) dengan menggunakan jumlah sampel terbatas dibandingkan dengan metoda usulan saya. Pertanyaan ini bukan pertanyaan yang bisa dijawab secara sederhana mana yang lebih unggul, karena banyak faktor yang berpengaruh pada metode Big Data, diantaranya yang paling penting adalah kualitas data. Namun hasil metode Big Data ini bisa menjadi pelengkap / verifikasi dari metode legacy dan juga tentunya metode Big Data lebih cepat dan lebih murah, seiring kemajuan teknologi.  Tantangan dalam berdiskusi dengan khalayak umum seperti di radio, adalah saya harus bisa menjelaskan dengan bahasa awam agar supaya mudah dipahami. Semoga kemarin pada pendengar radio tidak kesulitan memahami ide yang saya sampaikan.

Berikut foto fotonya:

 

33156243 10156113101665202 8816779869628137472 n

33135315 10156113102140202 5984036100811784192 n33098191 10156113102000202 9154226117110923264 n33089695 10156113101815202 6617659208512831488 n33076828 10156113102205202 5004784768504561664 n

Konferensi Big Data Indonesia dan IWBIS 2018

Konferensi Big Data Indonesia (KBI) adalah salah satu kegiatan besar komunitas idBigData yang dilaksanakan rutin setahun sekali. KBI 2018 tahun ini dilaksanakan pada tanggal 12 dan 13 Mei 2018 di Balai Kartini Jakarta. Dalam kegiatan ini komunitas idBigData bekerja sama dengan Fasilkom Universitas Indonesia, sehingga pelaksanaannya dijadikan satu dengan gelaran akademis International Workshop on Big Data and Information Security (IWBIS 2018). Acara ini didukung oleh Bekraf, sehingga untuk pertama kalinya acara keren ini berlangsung gratis, sebagai akibatnya pendaftaran peserta jadi membludak dan banyak juga yang ga kebagian tiket untuk mengikuti acara. Wajarlah acara bagus dan digratiskan maka pada berlomba lomba untuk datang ke acara :).

Saya mengikuti acara KBI 2018 mewakili FEB Telkom University dan Asosiasi Ilmuwan Data Indonesia (AIDI). Banyak topik menarik yang dibawakan pada gelaran kali ini, dalam bentuk seminar dan pelatihan kilat (crash course) dari akademisi, industri, maupun pemerintahan. Daftar topik dan pembicara ada disini. Pada kesempatan yang sama, satu paper saya bersama mahasiswa (Dian) juga diterima untuk dipublikasikan pada gelaran IWBIS 2018. Paper tersebut berjudul “The Dynamic of Banking Network Topology – Case Study : Indonesia Presidential Election Event”. Alhamdulilah Dian yang mempresentasikan paper tersebut menyabet penghargaan Best Presenter

Rencananya KBI 2019 akan diadakan di ITS Surabaya, jadi sampai bertemu di Surabaya tahun depan ya .

IMG 4090

mewakili AIDI (Asosiasi Ilmuwan Data Indonesia)

IMG 4008

IMG 4017IMG 4100

IMG 4099

IMG 4043

Presentasi Dian di IWBIS

3B00C3AA 9E72 4914 82B1 10A2DF04250B

31632025 10156097913275202 4184739807911477248 n

Labtek Indie

Sekitar 2-3 bulan yang lalu saya berkenalan dengan Labtek Indie, suatu organisasi bisnis (startup) yang unik dan menarik, karena dalam menyediakan solusi ke klien, mereka menggunakan prinsip riset akademis berdasarkan teknologi terkini, bahkan state-of-the-art pada berbagai bidang contohnya Artificial Intelligence, Internet of Things, Human Centered Design, dll. Data Analytics dan Big Data merupakan satu area yang juga menggoda untuk dikuasai sebagai pelengkap riset riset yang ada. Ketika ditawarkan untuk berkolaborasi memperkuat riset yang ada, maka saya dengan senang hati membantu berkolaborasi dalam bidang Data Science dan Machine Learning. Peran saya adalah meningkatkan awareness akan utilitas data, mengarahkan riset dan solusi berbasis data, mengkaji pilihan model, melatih storytelling berdasarkan data, serta melihat peluang implementasi bisnis atau produk dari solusi berdasarkan data analytics.

Labtek Indie mempunyai budaya organisasi dengan memegang kuat tiga kata kunci : Human Centered Design (HCD), Agile Methodology, Lean StartUp. Dimana masing masingnya dijelaskan secara garis besar sebagai berikut:

HCD adalah pendekatan solusi yang berorientasi kepada kebutuhan klien (human) atau perspektif manusia (pengguna), berbeda dengan pendekatan solusi IT klasik yang memberikan solusi berdasarkan aspek kemampuan teknis / sistem. HCD mempertanyakan kebutuhan dan kenyamanan user atas produk / solusi yang akan dibuat. Pada prosesnya HCD membutuhkan tahap observasi masalah melalui pencarian konteks, brainstorming, konseptualisasi, pengembangan solusi, dan implementasinya

Agile Methodology adalah pendekatan pembuatan solusi dimana kebutuhan dan solusi yang ditawarkan bisa berubah secara dinamis selama proses pembuatan solusi tersebut berlangsung. Perubahan ini bisa terjadi karena ada interaksi kolaboratif pengorganisasian tim, tim yang berisi orang dengan keahlian yang heterogen, dan perubahan nilai / sikap dari klien. Metode ini mendukung pembelajaran adaptif, pengembangan kontinu, pengiriman solusi cepat, dan respon yang fleksibel terhadap perubahan.

Lean Startup menurut saska (CEO Labtek Indie) adalah prinsip yang dianut organisasi dalam menghadapi ketidakpastian (kompetisi) yaitu Build, Measure, Learn. Build artinya membuat prototype dengan prioritas kecepatan daripada detail produk. Measure artinya mengukur performansi protoype dan melihat arah pengembangan selanjutnya. Learn artinya proses pembelajaran dari proses measure untuk perbaikan selanjutnya. Ketiga prinsip diatas bersifat cycle (berulang). 

Untuk tahu lebih lanjut mengenai labtek indie, bisa kontak via facebook, IG, twitter : labtekindie 

 

Screen Shot 2018 05 25 at 10 49 32  2

Tulisan Big Data di Koran Pikiran Rakyat

Sudah sekian lama tidak menulis di media massa, akhirnya pada tanggal 23 April 2018 tulisan saya bersama dengan bu Lia Yuldinawati muncul di koran Pikiran Rakyat. Judul tulisan ini adalah “Di Era Big Data Internet Menjadi Kebutuhan Mendasar”. Tulisan ini menggambarkan bagaimana Big Data dapat diimplementasikan dalam segala lini kehidupan masyarakat untuk mendapatkan gambaran akurat mengenai gejolak sosial yang ada. Selama ini saya punya hardcopy artikelnya jadi belum sempet saya tuliskan di blog, tapi berkat bantuan rekan rekan dari Labtek Indie akhirnya saya mendapatkan softcopy tulisan tersebut. Monggo silahkan di klik gambar di bawah ini (ukuran 6 MB) untuk membaca artikelnya.

Image uploaded from iOS31144055 10156048637080202 7372322053127628631 n31143894 10156048637110202 6074305054173965283 n

PRO vs KONTRA TOPIK POLITIK #2019GantiPresiden #DiaSibukKerja

Hashtag #2019GantiPresiden sangat ramai beberapa saat yang lalu di Twitter. Hal ini merefreksikan kampanye yang dilakukan sekelompok masyarakat dalam aktivitas online maupun offline. Untuk aktivitas offline, Inget kasus di Car Free Day jakarta pada tanggal 29 April 2018, dimana terjadi kampanye dua kelompok yang bertentangan #2019GantiPresiden untuk yang kontra JKW dan #DiaSibukKerja untuk yang pro JKW. Gerakan ini cukup jadi trending topic di Twitter, menunjukkan studi kasus dinamika polarisasi opini masyarakat Indonesia. Sebetulnya saya bukan peneliti politik, tapi karena ingin melihat dinamika polarisasi tersebut, maka studi kasus yang paling ramai (mewakili) adalah di bidang politik, apalagi menjelang pemilu 2019. 

Periode pengumpulan data adalah 27 April – 5 Mei 2018. Topik pro dan kontra JKW untuk maju lagi di pilpres 2019 dengan hashtag sebagai berikut : 

Kontra : #2019gantipresiden #2019presidenbaru #gantipresidenyuk #gantipresiden #gantipresiden2019 #asalbukanjkw #2019gantirezim #2019wajibgantipresiden #2019asalbukanjokowi

Pro : #jokowi2periode #JKW2P #jokowipresiden2019 #2019tetapjokowi #jokowisekalilagi #rakyatmaujokowi2019 #jokowiduaperiode #salam2jari #ogah2019gantipresiden #diasibukkerja

Diperoleh: Data Kontra sebanyak 373885 Tweets dan Data Pro sebanyak 63267 Tweets. Dari jumlah data udah keliatan gerakan ganti presiden lebih ramai daripada yang pengen presidennya tetap. Dari analisa lebih dalam juga diperoleh bahwa kepadatan kelompok kontra jauh diatas kelompok pro, yang artinya percakapan lebih banyak terjadi antar sebarang aktor yang menjadi anggota masing masing opini. 

Dari pengelompokan percakapan masing masing opini, diperoleh kelompok terbesar berwarna ungu, sedangkan kedua terbesar berwarna hijau. Setelah menghilangkan banyak aktor tidak penting, akhirnya diperoleh aktor aktor inti (masing masing 100 aktor di tiap kelompok) yang jadi penggerak masing masing kelompok. Lihat gambar untuk kumpulan aktor inti ini. 

Apakah hasil ini bisa dipercaya?, paling tidak ini menjadi indikasi. Saya sih percaya mayoritas masih diam (belum menuliskan opininya).

Analisa teks dan pencarian topik tidak jadi dilakukan, komputernya keburu sibuk dipake riset yang lain 😛 ..

Contrascreenshot

Semesta percakapan kontra JKW

Proscreenshot

Semesta percakapan pro JKW

Contra1stcom

Komunitas kontra JKW terbesar

Contra2com

Komunitas kontra JKW terbesar ke 2

Pro1stcommunity

Komunitas pro JKW terbesar

Pro2community

Komunitas pro JKW terbesar ke 2

Publikasi 5 Paper di ICOICT 2018

ICOICT singkatan dari International Conference on Information and Communication Technology.  Di tahun 2018, konferensi ini dilaksanakan di kampus Universitas Telkom pada tanggal 3-5 Mei 2018. Kali ini tim lab kami mengirimkan 7 paper, namun yang diterima 5 paper. Menurut saya wajar juga ada yang ditolak, ga lucu nanti konferensinya kalau ada nama dominan (kebanyakan paper).  5 paper sudah merupakan rekor jumlah paper saya terbanyak yang diterima dalam satu konferensi yang terindeks scopus. Tema konferensi tahun ini sangat menarik yaitu “Connecting Sensors, Machines, and Societies” .. ini mencakup banyak bidang keilmuan ICT seperti Big Data, IoT, Security, dan lain lain. 

Paper yang kami presentasikan tahun ini cukup beragam topiknya. Hal ini menunjukkan keragaman studi lab kami (Lab. Social Computing and Big Data). Saya pribadi sangat senang dengan keberagaman topik paper paper yang kami tampilkan, terus terang saya menyukai semua topik yang dibawakan, masing masing punya keunikan, kesulitan, dan kontribusi yang cukup signifikan. 5 Paper yang dipresentasikan berdasarkan urutan presentasi adalah:

1. Artificial Neural Network for Predicting Indonesia Stock Exchange Composite using Macroeconomic Variables (CoAuthor bersama Asri Nurfathi)

2. Finding Pattern in Dynamic Network Analysis (CoAuthor bersama Made Kevin Bratawisnu dan Puput Hari Sanjani)

3. Dynamic Large Scale Data on Twitter using Sentiment Analysis and Topic Modeling, Case Study Uber (CoAuthor bersama Wirawan Rizkika, Ditya Dwi Nugroho, Farhan Renaldi, dan Siti Saadah)

4. Social Network Performance Analysis and Content Engagement of Indonesia E-Commerce, Case Study Tokopedia and Bukalapak (CoAuthor bersama Afrillia Utami)

5. Ontology Modelling Approach for Personality Measurement based on Social Media Activity (CoAuthor bersama M. Rizqy dan Darin Dindi)

Sebagai bonus, paper kami yang berjudul Finding Pattern in Dynamic Network Analysis yang dipresentasikan oleh Made Kevin mendapatkan penghargaan sebagai paper terbaik. suatu pencapaian yang membanggakan. Congrat untuk kerja keras dari semua anggota lab yang terlibat dalam ICOICT 2018. Paper paper kami nantinya bisa diakses kalau sudah terindeks di IEEE, namun apabila ada kebutuhan mendesak bisa kontak saya, nanti saya kirim via japri ..

Sampai bertemu di ICOICT 2019.

Berikut foto foto dari acara tersebut.

 

IMG 3653

foto full team di ICOICT 2018 kecuali Darin, Puput, dan Bu Tisa

IMG 3654

IMG 3655

IMG 3656

IMG 3657

IMG 3658

31890704 10156073853675202 9101392878294269952 n

Ga Percaya Indonesia Cantik ? Datang Aja ke Raja Ampat

Pada suatu kesempatan saya mengikuti konferensi ilmiah di kota Sorong, Papua Barat. Bersama rombongan dosen dosen muda yang mayoritas adalah dosen ITB. Konferensi di Papua merupakan hal yang spesial karena secara geografis lokasinya jauh, akan tetapi masyarakat lokal membutuhkan kegiatan akademis seperti workshop atau konferensi ilmiah seperti ini. Konferensi ini diadakan oleh Forum Peneliti Muda Indonesia (ForMIND). Setelah seharian wokshop dan seminar, besoknya dilanjutkan dengan perjalanan berkunjung ke Raja Ampat yang terkenal sebagai surga tersembunyinya Indonesia.

Raja Ampat merupakan kepulauan yang terletak di sebelah barat utara kota Sorong. Daerah ini memang sedang jadi primadona pariwisata Indonesia. Dari kota Sorong, Raja Ampat bisa dicapai menggunakan kapal boat selama 2 jam menuju Pulau Pianemo. Di Pianemo kita bisa melihat pemandangan Raja Ampat dan sekitar dari ketinggian bukit yang ada. Oh ya sepanjang perjalanan pulang dan pergi ke Pulau Pianemo, kami beberapa kali berhenti mencari spot bagus untuk snorkeling. Sebelum kembali ke Sorong, kami juga mampir ke Pulau Waigeo, Pulau terbesar di kawasan Raja Ampat, ngobrol dan mancing bersama penduduk setempat.

Satu catatan yang menarik dari snorkling di Raja Ampat, adalah orang lokal lumayan cerewet memperingatkan kita untuk tidak menginjak karang. Selama pengalaman saya snorkling di Karimun Jawa, Gili Trawangan, Pulau Belitung, dan Pahawang Lampung, tidak pernah rasanya dicerewetin guide atau penduduk lokal tentang karang. Oh ya menurut penelitian karena pemanasan global dunia, membuat laut menjadi lebih asam dari sebelumnya, yang berakibat saat ini terumbu karang menjadi lebih rapuh dan gampang rusak. Walaupun kunjungan singkat, tapi saya sangat terkesan dengan Raja Ampat, suatu saat nanti saya bisa kembali untuk sengaja berlibur dengan keluarga.

Berikut ini adalah foto fotonya

22789189 10155573378435202 4473515980535523794 n

22789044 10155573375860202 4320368276975292896 n

22788935 10155573375870202 8516333978566355723 n

22788835 10155573426495202 2399534056098268904 n

22853340 10155573378570202 1400067681445633542 n

22859679 10155571441255202 5491912419816257917 o

Konferensi 5th ICOICT 2017 di Malaka

Entry blog ini adalah late post tentang konferensi ICOICT (International Conference on Information and Communication Technology) 2017 yang diadakan di Malaka, Malaysia,pada tanggal 17-19 Mei 2017. Penyelenggara konferensi ini adalah Universitas Telkom berkerja sama dengan Multimedia University Malaysia. Konferensi ICOICT 2017 ini adalah konferensi ke 5 dan tahun ini merupakan partisipasi saya yang ke 4 kalinya sejak 2nd ICOICT, saya belum pernah absen. Karena kesibukan satu dan lain hal, entry blog tentang konferensi ini terlupakan (ditulis bulan mei 2018, seminggu sebelum 6th ICOICT dilaksanakan). Publikasi konferensi ICOICT diindeks oleh IEEE yang pada akhirnya nanti akan diindeks Scopus. Pada saat entry blog ini saya buat, artikel kami sudah muncul di halaman Scopus.

Lab kami (Lab Social Computing dan Big Data) mengirimkan 4 artikel / publikasi, dimana 3 publikasi murni hasil pekerjaan lab kami, dan satu publikasi merupakan kerjasama dalam rangka Hibah penelitian. Paper tersebut adalah antara lain:

1. Indonesia infrastructure and consumer stock portfolio prediction using artificial neural network backpropagation

2. Training data optimization strategy for multiclass text classification

3. Hybrid sentiment and network analysis of social opinion polarization

4. Social network data analytics for market segmentation in Indonesian telecommunications industry

Beberapa foto dari konferensi tersebut adalah sebagai berikut:

18582150 10155080981315202 796584091749882997 n

18595227 10155091996630202 1275412321366735052 o

bersama anggota tim lab SCBD

18589117 10155091993795202 3886174239300928009 o

selamat datang di Malaka

Publikasi Konferensi Terindeks Scopus April 2018

Hasil International Conference on Data and Information Science (ICODIS) tanggal 5-6 desember 2017 akhirnya terpublikasi di IOP Journal of Physics: Conference Series (terindeks scopus). Terdapat 3 paper dari lab. Social Computing dan Big Data yang dipublikasikan. Berikut ini judul dan tautan untuk mengunduhnya.

1. Mapping online transportation service quality and multiclass classification problem solving priorities http://iopscience.iop.org/article/10.1088/1742-6596/971/1/012021

2. Measuring e-Commerce service quality from online customer review using sentiment analysis http://iopscience.iop.org/article/10.1088/1742-6596/971/1/012053

3. Predictive modelling for startup and investor relationship based on crowdfunding platform data  http://iopscience.iop.org/article/10.1088/1742-6596/971/1/012002

semoga bermanfaat

 

Scopus2018

http://iopscience.iop.org/article/10.1088/1742-6596/971/1/012053