Friendship Network

5 years ago, I created my first friendship (ego) network from LinkedIn; since then, I haven’t had a chance to make a similar network from other platforms. Friendship networks allow me to see my existence in the virtual world, social life, reputation, circle, interest, and most importantly, behavior.

This time, I created my IG (ego) network. It consists of my reciprocal relations on IG ( i follow you, and you follow me). From reciprocal connections with 800 IG accounts, the network expands quickly to around 90000 accounts. A huge dataset and laborious task to filtered since we don’t have API access to IG. Thanks to my colleagues @apriandito, who provided me with the data, and @dianrdn, who gave the visualization idea.

242694570 10159281610535202 1496117956343141225 n

Different color means different group. Node with the same color means they belong to the same group. Some names show up on each group means they are my bridges to the respective group. If your name is not there, you are less influential as my bridge ( it doesn’t mean that you are less meaningful to me). If you believe you are in my network, you can guess where you are and our group name (what is the label of our group).

Honorary Members Asosiasi Blockchain Indonesia

Suatu hari saya dikontak oleh CEO dan Tim Asosiasi Blockchain Indonesia (A-B-I) atas rekomendasi pak Budi Rahardjo untuk menjadi Honorary Members. Sebelum saya bergabung, sudah ada 4 Honorary member mewakili institusi masing masing, yaitu BCA, Binus, id-cert, dan CCCP-UI. Saya sendiri akan mewakili Telkom University, menjadi anggota ke 5.  Salah satu tugas Honorary Member adalah melakukan edukasi dan literasi mengenai teknologi blockchain dan aplikasinya. Komposisi  A-B-I terdiri dari industri dan partner yang bergerak di bidang blockchain. Kalau saya perhatikan paling banyak memang dari industri keuangan.

Saya menjadi Honorary Member terhitung mulai 13 September 2021.

Semoga bisa membawa kemajuan adopsi teknologi blockchain, terutama untuk civitas academica Telkom University.

ABI SAFARI

Honorary Members A-B-I

Screen Shot 2021 09 19 at 18 50 37

Member A-B-I

Screen Shot 2021 09 19 at 18 50 42

Partner A-B-I

Pengalaman Ajaib dengan Bank BNI Berulang

Di awal tahun ini saya pernah posting blog tentang tertipu scammer BNI . Nah kali ini pengalaman ajaib dengan BNI berulang kembali. Ceritanya sehabis tertipu waktu itu, saya ga mau punya kartu ATM BNI lagi, selain merasa tidak memerlukan, juga untuk mengurangi resiko tidak praktis lainnya seperti: secara berkala harus ganti pin, keamanan kartu ATM kalau hilang, dan beberapa kerepotan lainnya. Saya merasa cukup menggunakan mobile apps untuk transfer transfer dan bayar tagihan. Sampai suatu hari muncul masalah baru, ketika hendak melakukan transaksi transfer antar bank melalui mobile apps BNI, tiba tiba muncul pesan berikut.

240861971 10159235086920202 6765058541731270515 n

Pesan bahwa saya tidak bisa melakukan transfer karena saya tidak mengaktifkan kartu ATM BNI. Suatu pesan yang aneh, justru karena ga punya kartu ATM, maka saya melakukan transaksi transfer antar bank pake mobile apps. 

Kemudian saya cari website BNI untuk menghubungi CS. Tertulis bahwa kontak resmi medsos di Twitter adalah @BNI dan @BNICustomerCare. Saya ga pilih BNI Call Center 1500 046, karena emang saya ga mau nelpon. Maunya komplain dalam bentuk tulisan dan attachment aja di medsos (dalam hal ini Twitter)

Screen Shot 2021 08 31 at 12 41 34

 

Beberapa detik setelah komplainan dipost, kejadian lalu berulang kembali, akun akun scammers langsung nyamber postingan saya tersebut, dalam kurun waktu kurang dari 1 menit, sudah ada 6 akun scammer dengan kontak WA berbeda beda berebut untuk minta saya kontak WA mereka. 

240712941 10159235086965202 181447364909739060 n

kesen karena banyak scammer di Twitter, lalu saya beralih ke IG. Melalui story yang mention akunIG BNI @BNI46 barulah dari DM saya dapat penjelasan, bahwa semua transaksi antar bank lewat mobile apps harus punya kartu ATM.

Screen Shot 2021 08 31 at 13 04 07

Dari penjelasan diatas, sepertinya hal ini merupakan peraturan perbankan umum. Saya merasa ada yang aneh dengan aturan ini, ga paham alasannya. ATM atau mobile apps khan hanya media transaksi, kalo kita pake salah satu saja toh sudah cukup, gak perlu harus punya dua duanya. Lagian menambah biaya administrasi.

Akhirnya karena tabungan BNI saya ga bisa untuk transfer antar bank, dan tidak mudah ditarik uangnya, maka sepertinya tabungan ini hanya akan digunakan untuk bayar tagihan tagihan saja. Saya ngerasa rugi punya rekening di BNI, tapi yang pasti BNI akan lebih rugi lagi, karena banyak nasabah yang “terpaksa” nyimpen di BNI tapi ga pernah menggunakan BNI sebagai layanan yang nyaman dan bersahabat. 

Demikian ngomel siang siang, makasih sudah membaca. 😀 

Certified Blockchain Technology Consultant & Certified Big Data Analyst

Sertifikasi merupakan pengenalan (recognize) akan kemampuan seseorang akan suatu keahlian. Setelah mendapatkan sertifikasi internasional Big Data Analyst dari TuVRheinland 2 tahun lalu, akhirnya saya juga memperoleh sertifikasi Blockchain Technology Consultant dari lembaga yang sama. Sebenernya sertifikasi ini sudah saya peroleh sejak 2020, namun karena sesuatu dan lain hal berkaitan pandemi, akhirnya baru saya terima sekarang.

Gimana dengan anda, apakah sudah mempunyai sertifikasi sesuai dengan keahlian anda ?

Screen Shot 2021 08 28 at 07 53 07

Screen Shot 2021 08 28 at 08 09 37

Kursus Blockchain Terbaik dan Info Sertifikasi

Dari banyaknya penawaran kursus teknologi blockchain yang ada di pasaran, hanya sedikit yang bener bener sesuai dengan kebutuhan saya. Tentu saja kebutuhan saya pastinya berbeda dengan rekan rekan lainnya. Saya lebih menyukai kursus yang mementingkan aspek filosofi, nilai, peluang, dan bisnis dari teknologi blockchain. Ada beberapa rekan saya yang lebih menyukai pendekatan aspek pengembangan teknologi (developer) blockchain, tentu saja pilihan saya tidak sesuai dengan kebutuhan tersebut. Jadi kalo boleh diringkas ada dua pendekatan untuk mempelajari teknologi blockchain ini. Pertama adalah pendekatan konsultasi (Blockchain Technology Consultant), yang menitikberatkan pada bagaimana mem-blockchain-kan suatu proses bisnis atau operasional lainnya. Kedua adalah pendeketan pengembangkan (Blockchain technology Developer), yang menitikberatkan pada bagaimana mengembangkan/membuat aplikasi berbasis blockchain.

Don Tapscott adalah penulis buku Blockchain Revolution yang sangat laris dan pernah saya rekomendasikan disini. Dia membuat kumpulan kursus online tentang blockhain di Coursera bernama Blockchain Revolution Specialization, yang merupakan gabungan dari 4 tema kursus yaitu Introduction to Blockchain Technology, Transacting on The Blockchain, Blockchain and Business: Applications and Implications, Blockchain Opportunity Analysis. Saya berhasil menyelesaikan kursus ini, dan menurut saya ini adalah kursus tentang teknologi blockchain yang terbaik. 

186547942 10159023028295202 4384248853783874725 n

Oh ya kalo berminat untuk mengikuti sertifikasi internasional tentang Blockchain Technology Consultant, bisa mengikuti sertifikasi internasional ini dari Telkom University bekerja sama dengan TuV Rheinland. Saya salah satu pengajar di sertifikasi ini. Infonya ada di Website ini.

Screen Shot 2021 05 17 at 14 56 54

Taksonomi SNA

Social Network Analysis (SNA) atau dalam lingkup keilmuan lebih besarnya disebut Network Science terdiri dari banyak keilmuan yang menggabungkan ilmu dasar seperti teori graf, statistik, simulasi, dan visualisasi data. Saat menyusun disertasi,  saya pernah menggambarkan taksonomi SNA, namun tidak tuntas waktu itu. Kali ini saya gambar Taksonomi SNA versi final (awal 2021). Semoga taksonomi ini bermanfaat buat rekan rekan yang ingin mengetahui betapa luasnya lingkup keilmuan SNA.

Keterangan: saya hanya mengeksplorasi atau pernah melakukan atau menggunakan area lingkaran yang berwarna abu. Lingkaran yang berwarna putih belum pernah saya eksplorasi. Jadi sebenarnya masih banyak area SNA yang belum saya pelajari.  

Taxonomy SNA

Buku Pengenalan Social Network Analysis (SNA)

Sudah sejak 3 tahun yang lalu saya berencana menulis buku tentang pengenalan Social Network Analysis (SNA). Saya lihat kebanyakan buku SNA ditulis dalam bahasa Inggris, belum nemu yang dalam bahasa Indonesia. Berdasarkan pengalaman riset di lab. Social Computing and Big Data (SCBD), dan juga riset disertasi saya tentang SNA, maka saya tekatkan untuk harus segera menulis buku SNA.Namun rencana ini tidak semulus yang saya perkirakan, ternyata membutuhkan usaha yang tidak mudah untuk menjaga konsistensi komitmen menulis. Nah, .. akhirnya toh buku ini selesai juga setelah mencicil selama 3 tahun. Buku selesai ditulis pada bulan oktober 2020, tapi bukunya sendiri baru diluncurkan / dijual ke pasar bulan januari 2021 ini.

SNA adalah salah satu bidang keahlian saya, makanya sudah seharusnya saya menulis tentang bidang ini. Pada era Industri 4.0 dan ledakan data yang masif dewasa ini, SNA sangat membantu untuk menstrukturkan, mengukur, dan memformulasikan jejak digital manusia sehingga bisa membantu para pengambil keputusan untuk memahami perilaku manusia. SNA merupakan metodologi fundamental, seperti statistik bisa diimplementasikan ke berbagai domain, seperti bidang bisnis, komunikasi, politik, perbankan, rekayasa, keamanan, dan lain lain.

Buku yang saya tulis ini judul lengkapnya adalah “Pengenalan Social Network Analysis : Konsep dan Praktis”. Dari judul terlihat yang saya sampaikan adalah konsep dasar SNA dari sisi teori graf sampai penjelasan permodelan sosial dan praktis dalam artian implementasi pada beberapa bidang, dan yang paling akhir buku ini dilengkapi kode python dan R yang bisa dicoba sebagai latihan untuk komputasi metrik SNA. Buku ini cocok buat mahasiswa atau khalayak umum yang ingin memahami SNA, terutama sih pada prakteknya untuk analisa data data media sosial.

Oh ya buku ini saya tulis bersama dengan co-author saya Dian. Beliau adalah alumni dari lab. SCBD, yang saat ini menjadi dosen di FEB Telkom University.

Buku ini dijual dengan harga 85000 untuk Hard Copy, dan 75000 untuk Soft Copy. Untuk pembelian, bisa melalui Link Tokopedia berikut :

https://www.tokopedia.com/scbd-shop/buku-pengenalan-social-network-analysis-konsep-dan-praktis

1  1

3

Upgrade eReader Ukuran Besar (Boox Onyx Note 2)

keseringan baca dokumen/buku di macbook (walopun sudah extend ke layar besar), membuat mata saya cepat lelah. walopun saya punya kindle paperwhite, namun tidak fleksibel digunakan untuk membaca dokumen pdf (paper saintifik).

beberapa saat, saya mencari kandidat untuk upgrade, ketemulah Boox Onyx Note 2, yang bisa buat baca pdf maupun epub. plus dapat kemudahan eReader ini berbasis android, jadi bisa install apps tambahan. kesimpulan saya puas atas upgrade ini.

berikut review singkatnya dalam bentuk video. kalo ada pertanyaan silahkan tulis dikomentar.

Platform Pengukur Kepribadian

Salah satu hasil keluaran hibah penelitian Ristekdikti dari tim riset saya adalah Platform Pengukur Kepribadian. Platform ini mengukur kepribadian seseorang melalui tulisan / postingannya pada data di media sosial menggunakan bahasa indonesia informal. Pemetaan kepribadian menggunakan teori Big Five Personality (psikologi). Jadi setiap postingan yang diinputkan ke platform akan di petakan ke dalam salah satu dimensi personality pada teori Big Five diatas.

Platform ini menggunakan model ontologi, dimana corpus yang memetakan kata kata (terms) ke kepribadian dijadikan sebagai engine referensi dari platorm. Untuk membuat platform agar selalu update akurasinya, maka kami sertakan metode crowdsourcing, dimana publik bisa mengusulkan pemetaan kata kata (term) yang kemudian bisa di vote. Semakin banyak vote yang diterima oleh suatu term, maka term tersebut dmasukkan ke dalam corpus dari platform. Selain itu akurasi platform selalu dipantau secara berkala oleh psikolog.

Platform yang kami buat ini menjadi alat bantu secara cepat melihat kepribadian manusia. Beberapa contoh aplikasinya adalah untuk seleksi talent /karyawan baru, seleksi calon brand ambassador, dan kebutuhan lainnya. Dalam konteks penelitian data analytics, platform ini menjadi salah satu data point untuk memahami secara lengkap (360 degree view) kepribadian dari satu individu tertentu. Kita tentu saja bisa membuat data point data point lainnya, seperti dari video, percakapan, dan data behavor lainnya. 

Berikut link dari platform

http://kepribadian.labscbd.id/

PlatformPengukurKepribadian

Rekap Aktivitas 2020, Menuju Rencana 2021

Halo semua, mohon maaf kalo blog ini sangat jarang diupdate, ini berkaitan dengan kesibukan aktivitas sepanjang 2020 kemarin. Padahal banyak sekali cerita dan pembelajaran yang ingin disharing. Pandemi Covid-19 merubah semua jenis interaksi, penelitian, dan proyek yang saya lakukan. Ini termasuk peran saya memimpin salah satu direktorat pusat penelitian di kampus. Kesibukan di struktural tersebut, membuat fokus saya meriset, mempublikasi, menulis, dan berkarya lainnya agak terbengkalai. Untuk tahun 2021, saya lebih semangat dan lebih optimis karena peran saya berubah, sehingga bisa fokus melakukan riset dan berkarya. Asyik….

Oh ya saya iseng cek CV saya di Publons (Web of Science), keliatan banget penurunan kuantitas dan kualitas riset saya di tahun 2020. Namun dilain pihak di tahun 2020 ini saya banyak sekali undangan mengisi acara untuk sharing. Bisa saya simpulkan 2020, saya lebih banyak sharing dan berperan aktif di implementasi keilmuan di masyarakat, namun kurang dalam hal membuat kontribusi keilmuan yang baru. 

Selama 2020 karena saya jarang nulis blog. Selama ini update aktivitas yang berubah sangat cepat, saya share di akun Linkedin saya (Andry Alamsyah). Berikut screenshot dokumen CV publons yang baru saya share di Linkedin. Sampai berjumpa di 2021, Welcome to 2021 ..

Screen Shot 2020 12 06 at 10 46 40