Lari Pagi Hari Saat Puasa, Siapa Takut?

Pada saat bulan puasa, kita cenderung menghemat tenaga agar supaya bisa bertahan puasa seharian, dengan indikasi badan masih kuat pada saat menjelang berbuka puasa. Banyak yang cenderung melakukan olah raga (termasuk lari) pada saat menjelang berbuka atau malam hari. Saya berhitung tentang hal ini, saya tahu batas kekuatan badan saya. Jadi harusnya kita akan kuat berlari kalau asupan karbohidrat berlimpah, kemudian berlari dengan kecepatan rendah, agar supaya heart rate rendah. Heart rate rendah mencegah keluar tenaga berlebih (tak terkontrol). Menurut saya ini hanya masalah optimasi dan kontrol penggunaan tenaga aja, agar supaya tenaga cukup untuk beraktivitas seharian.

Pagi ini dengan kondisi badan ga enak karena kebanyakan makan pada saat berbuka puasa kemarin, ditambah ngemil malam hari, terus makan sahur super nikmat, jadinya porsi over. Semua faktor tersebut berkontribusi terhadap kenaikan berat badan sebesar 1kg dari berat normal. Penambahan berat bikin badan lemes dan otot kaku, jadinya saya putusin lari pagi tapi dengan kecepatan sedikit dipelankan. Kecepatan (pace) normal saya antara 6-7 menit/km, saya targetkan turun menjadi 8-9 menit/km.

Akhirnya pukul 7 pagi saya mulai berlari sepanjang 10km, dengan pace 7,44 menit/km. Ternyata perhitungan saya cukup akurat, saya tidak merasa capek dan keringat tidak keluar berlebih, namun otot tetap berlatih. Di akhir lari, saya tidak merasa kelelahan, malah badan berasa jauh lebih segar. Dapet bonus pula berat badan turun 2kg hehehe.

Sore ini rencananya saya ngabuburit nonton bioskop, sepertinya dengan kesibukan tersebut, rasanya ga akan kepikir rasa haus dan lapar yang mungkin muncul akibat aktivitas lari pagi ini. Ayo guys, mari lari, jangan males gerak ya !!

berikut foto foto pagi ini ..

Labtek Indie

Sekitar 2-3 bulan yang lalu saya berkenalan dengan Labtek Indie, suatu organisasi bisnis (startup) yang unik dan menarik, karena dalam menyediakan solusi ke klien, mereka menggunakan prinsip riset akademis berdasarkan teknologi terkini, bahkan state-of-the-art pada berbagai bidang contohnya Artificial Intelligence, Internet of Things, Human Centered Design, dll. Data Analytics dan Big Data merupakan satu area yang juga menggoda untuk dikuasai sebagai pelengkap riset riset yang ada. Ketika ditawarkan untuk berkolaborasi memperkuat riset yang ada, maka saya dengan senang hati membantu berkolaborasi dalam bidang Data Science dan Machine Learning. Peran saya adalah meningkatkan awareness akan utilitas data, mengarahkan riset dan solusi berbasis data, mengkaji pilihan model, melatih storytelling berdasarkan data, serta melihat peluang implementasi bisnis atau produk dari solusi berdasarkan data analytics.

Labtek Indie mempunyai budaya organisasi dengan memegang kuat tiga kata kunci : Human Centered Design (HCD), Agile Methodology, Lean StartUp. Dimana masing masingnya dijelaskan secara garis besar sebagai berikut:

HCD adalah pendekatan solusi yang berorientasi kepada kebutuhan klien (human) atau perspektif manusia (pengguna), berbeda dengan pendekatan solusi IT klasik yang memberikan solusi berdasarkan aspek kemampuan teknis / sistem. HCD mempertanyakan kebutuhan dan kenyamanan user atas produk / solusi yang akan dibuat. Pada prosesnya HCD membutuhkan tahap observasi masalah melalui pencarian konteks, brainstorming, konseptualisasi, pengembangan solusi, dan implementasinya

Agile Methodology adalah pendekatan pembuatan solusi dimana kebutuhan dan solusi yang ditawarkan bisa berubah secara dinamis selama proses pembuatan solusi tersebut berlangsung. Perubahan ini bisa terjadi karena ada interaksi kolaboratif pengorganisasian tim, tim yang berisi orang dengan keahlian yang heterogen, dan perubahan nilai / sikap dari klien. Metode ini mendukung pembelajaran adaptif, pengembangan kontinu, pengiriman solusi cepat, dan respon yang fleksibel terhadap perubahan.

Lean Startup menurut saska (CEO Labtek Indie) adalah prinsip yang dianut organisasi dalam menghadapi ketidakpastian (kompetisi) yaitu Build, Measure, Learn. Build artinya membuat prototype dengan prioritas kecepatan daripada detail produk. Measure artinya mengukur performansi protoype dan melihat arah pengembangan selanjutnya. Learn artinya proses pembelajaran dari proses measure untuk perbaikan selanjutnya. Ketiga prinsip diatas bersifat cycle (berulang). 

Untuk tahu lebih lanjut mengenai labtek indie, bisa kontak via facebook, IG, twitter : labtekindie 

 

Screen Shot 2018 05 25 at 10 49 32  2

Tulisan Big Data di Koran Pikiran Rakyat

Sudah sekian lama tidak menulis di media massa, akhirnya pada tanggal 23 April 2018 tulisan saya bersama dengan bu Lia Yuldinawati muncul di koran Pikiran Rakyat. Judul tulisan ini adalah “Di Era Big Data Internet Menjadi Kebutuhan Mendasar”. Tulisan ini menggambarkan bagaimana Big Data dapat diimplementasikan dalam segala lini kehidupan masyarakat untuk mendapatkan gambaran akurat mengenai gejolak sosial yang ada. Selama ini saya punya hardcopy artikelnya jadi belum sempet saya tuliskan di blog, tapi berkat bantuan rekan rekan dari Labtek Indie akhirnya saya mendapatkan softcopy tulisan tersebut. Monggo silahkan di klik gambar di bawah ini (ukuran 6 MB) untuk membaca artikelnya.

Image uploaded from iOS31144055 10156048637080202 7372322053127628631 n31143894 10156048637110202 6074305054173965283 n

PRO vs KONTRA TOPIK POLITIK #2019GantiPresiden #DiaSibukKerja

Hashtag #2019GantiPresiden sangat ramai beberapa saat yang lalu di Twitter. Hal ini merefreksikan kampanye yang dilakukan sekelompok masyarakat dalam aktivitas online maupun offline. Untuk aktivitas offline, Inget kasus di Car Free Day jakarta pada tanggal 29 April 2018, dimana terjadi kampanye dua kelompok yang bertentangan #2019GantiPresiden untuk yang kontra JKW dan #DiaSibukKerja untuk yang pro JKW. Gerakan ini cukup jadi trending topic di Twitter, menunjukkan studi kasus dinamika polarisasi opini masyarakat Indonesia. Sebetulnya saya bukan peneliti politik, tapi karena ingin melihat dinamika polarisasi tersebut, maka studi kasus yang paling ramai (mewakili) adalah di bidang politik, apalagi menjelang pemilu 2019. 

Periode pengumpulan data adalah 27 April – 5 Mei 2018. Topik pro dan kontra JKW untuk maju lagi di pilpres 2019 dengan hashtag sebagai berikut : 

Kontra : #2019gantipresiden #2019presidenbaru #gantipresidenyuk #gantipresiden #gantipresiden2019 #asalbukanjkw #2019gantirezim #2019wajibgantipresiden #2019asalbukanjokowi

Pro : #jokowi2periode #JKW2P #jokowipresiden2019 #2019tetapjokowi #jokowisekalilagi #rakyatmaujokowi2019 #jokowiduaperiode #salam2jari #ogah2019gantipresiden #diasibukkerja

Diperoleh: Data Kontra sebanyak 373885 Tweets dan Data Pro sebanyak 63267 Tweets. Dari jumlah data udah keliatan gerakan ganti presiden lebih ramai daripada yang pengen presidennya tetap. Dari analisa lebih dalam juga diperoleh bahwa kepadatan kelompok kontra jauh diatas kelompok pro, yang artinya percakapan lebih banyak terjadi antar sebarang aktor yang menjadi anggota masing masing opini. 

Dari pengelompokan percakapan masing masing opini, diperoleh kelompok terbesar berwarna ungu, sedangkan kedua terbesar berwarna hijau. Setelah menghilangkan banyak aktor tidak penting, akhirnya diperoleh aktor aktor inti (masing masing 100 aktor di tiap kelompok) yang jadi penggerak masing masing kelompok. Lihat gambar untuk kumpulan aktor inti ini. 

Apakah hasil ini bisa dipercaya?, paling tidak ini menjadi indikasi. Saya sih percaya mayoritas masih diam (belum menuliskan opininya).

Analisa teks dan pencarian topik tidak jadi dilakukan, komputernya keburu sibuk dipake riset yang lain 😛 ..

Contrascreenshot

Semesta percakapan kontra JKW

Proscreenshot

Semesta percakapan pro JKW

Contra1stcom

Komunitas kontra JKW terbesar

Contra2com

Komunitas kontra JKW terbesar ke 2

Pro1stcommunity

Komunitas pro JKW terbesar

Pro2community

Komunitas pro JKW terbesar ke 2

Publikasi 5 Paper di ICOICT 2018

ICOICT singkatan dari International Conference on Information and Communication Technology.  Di tahun 2018, konferensi ini dilaksanakan di kampus Universitas Telkom pada tanggal 3-5 Mei 2018. Kali ini tim lab kami mengirimkan 7 paper, namun yang diterima 5 paper. Menurut saya wajar juga ada yang ditolak, ga lucu nanti konferensinya kalau ada nama dominan (kebanyakan paper).  5 paper sudah merupakan rekor jumlah paper saya terbanyak yang diterima dalam satu konferensi yang terindeks scopus. Tema konferensi tahun ini sangat menarik yaitu “Connecting Sensors, Machines, and Societies” .. ini mencakup banyak bidang keilmuan ICT seperti Big Data, IoT, Security, dan lain lain. 

Paper yang kami presentasikan tahun ini cukup beragam topiknya. Hal ini menunjukkan keragaman studi lab kami (Lab. Social Computing and Big Data). Saya pribadi sangat senang dengan keberagaman topik paper paper yang kami tampilkan, terus terang saya menyukai semua topik yang dibawakan, masing masing punya keunikan, kesulitan, dan kontribusi yang cukup signifikan. 5 Paper yang dipresentasikan berdasarkan urutan presentasi adalah:

1. Artificial Neural Network for Predicting Indonesia Stock Exchange Composite using Macroeconomic Variables (CoAuthor bersama Asri Nurfathi)

2. Finding Pattern in Dynamic Network Analysis (CoAuthor bersama Made Kevin Bratawisnu dan Puput Hari Sanjani)

3. Dynamic Large Scale Data on Twitter using Sentiment Analysis and Topic Modeling, Case Study Uber (CoAuthor bersama Wirawan Rizkika, Ditya Dwi Nugroho, Farhan Renaldi, dan Siti Saadah)

4. Social Network Performance Analysis and Content Engagement of Indonesia E-Commerce, Case Study Tokopedia and Bukalapak (CoAuthor bersama Afrillia Utami)

5. Ontology Modelling Approach for Personality Measurement based on Social Media Activity (CoAuthor bersama M. Rizqy dan Darin Dindi)

Sebagai bonus, paper kami yang berjudul Finding Pattern in Dynamic Network Analysis yang dipresentasikan oleh Made Kevin mendapatkan penghargaan sebagai paper terbaik. suatu pencapaian yang membanggakan. Congrat untuk kerja keras dari semua anggota lab yang terlibat dalam ICOICT 2018. Paper paper kami nantinya bisa diakses kalau sudah terindeks di IEEE, namun apabila ada kebutuhan mendesak bisa kontak saya, nanti saya kirim via japri ..

Sampai bertemu di ICOICT 2019.

Berikut foto foto dari acara tersebut.

 

IMG 3653

foto full team di ICOICT 2018 kecuali Darin, Puput, dan Bu Tisa

IMG 3654

IMG 3655

IMG 3656

IMG 3657

IMG 3658

31890704 10156073853675202 9101392878294269952 n

Ga Percaya Indonesia Cantik ? Datang Aja ke Raja Ampat

Pada suatu kesempatan saya mengikuti konferensi ilmiah di kota Sorong, Papua Barat. Bersama rombongan dosen dosen muda yang mayoritas adalah dosen ITB. Konferensi di Papua merupakan hal yang spesial karena secara geografis lokasinya jauh, akan tetapi masyarakat lokal membutuhkan kegiatan akademis seperti workshop atau konferensi ilmiah seperti ini. Konferensi ini diadakan oleh Forum Peneliti Muda Indonesia (ForMIND). Setelah seharian wokshop dan seminar, besoknya dilanjutkan dengan perjalanan berkunjung ke Raja Ampat yang terkenal sebagai surga tersembunyinya Indonesia.

Raja Ampat merupakan kepulauan yang terletak di sebelah barat utara kota Sorong. Daerah ini memang sedang jadi primadona pariwisata Indonesia. Dari kota Sorong, Raja Ampat bisa dicapai menggunakan kapal boat selama 2 jam menuju Pulau Pianemo. Di Pianemo kita bisa melihat pemandangan Raja Ampat dan sekitar dari ketinggian bukit yang ada. Oh ya sepanjang perjalanan pulang dan pergi ke Pulau Pianemo, kami beberapa kali berhenti mencari spot bagus untuk snorkeling. Sebelum kembali ke Sorong, kami juga mampir ke Pulau Waigeo, Pulau terbesar di kawasan Raja Ampat, ngobrol dan mancing bersama penduduk setempat.

Satu catatan yang menarik dari snorkling di Raja Ampat, adalah orang lokal lumayan cerewet memperingatkan kita untuk tidak menginjak karang. Selama pengalaman saya snorkling di Karimun Jawa, Gili Trawangan, Pulau Belitung, dan Pahawang Lampung, tidak pernah rasanya dicerewetin guide atau penduduk lokal tentang karang. Oh ya menurut penelitian karena pemanasan global dunia, membuat laut menjadi lebih asam dari sebelumnya, yang berakibat saat ini terumbu karang menjadi lebih rapuh dan gampang rusak. Walaupun kunjungan singkat, tapi saya sangat terkesan dengan Raja Ampat, suatu saat nanti saya bisa kembali untuk sengaja berlibur dengan keluarga.

Berikut ini adalah foto fotonya

22789189 10155573378435202 4473515980535523794 n

22789044 10155573375860202 4320368276975292896 n

22788935 10155573375870202 8516333978566355723 n

22788835 10155573426495202 2399534056098268904 n

22853340 10155573378570202 1400067681445633542 n

22859679 10155571441255202 5491912419816257917 o

Konferensi 5th ICOICT 2017 di Malaka

Entry blog ini adalah late post tentang konferensi ICOICT (International Conference on Information and Communication Technology) 2017 yang diadakan di Malaka, Malaysia,pada tanggal 17-19 Mei 2017. Penyelenggara konferensi ini adalah Universitas Telkom berkerja sama dengan Multimedia University Malaysia. Konferensi ICOICT 2017 ini adalah konferensi ke 5 dan tahun ini merupakan partisipasi saya yang ke 4 kalinya sejak 2nd ICOICT, saya belum pernah absen. Karena kesibukan satu dan lain hal, entry blog tentang konferensi ini terlupakan (ditulis bulan mei 2018, seminggu sebelum 6th ICOICT dilaksanakan). Publikasi konferensi ICOICT diindeks oleh IEEE yang pada akhirnya nanti akan diindeks Scopus. Pada saat entry blog ini saya buat, artikel kami sudah muncul di halaman Scopus.

Lab kami (Lab Social Computing dan Big Data) mengirimkan 4 artikel / publikasi, dimana 3 publikasi murni hasil pekerjaan lab kami, dan satu publikasi merupakan kerjasama dalam rangka Hibah penelitian. Paper tersebut adalah antara lain:

1. Indonesia infrastructure and consumer stock portfolio prediction using artificial neural network backpropagation

2. Training data optimization strategy for multiclass text classification

3. Hybrid sentiment and network analysis of social opinion polarization

4. Social network data analytics for market segmentation in Indonesian telecommunications industry

Beberapa foto dari konferensi tersebut adalah sebagai berikut:

18582150 10155080981315202 796584091749882997 n

18595227 10155091996630202 1275412321366735052 o

bersama anggota tim lab SCBD

18589117 10155091993795202 3886174239300928009 o

selamat datang di Malaka

Publikasi Konferensi Terindeks Scopus April 2018

Hasil International Conference on Data and Information Science (ICODIS) tanggal 5-6 desember 2017 akhirnya terpublikasi di IOP Journal of Physics: Conference Series (terindeks scopus). Terdapat 3 paper dari lab. Social Computing dan Big Data yang dipublikasikan. Berikut ini judul dan tautan untuk mengunduhnya.

1. Mapping online transportation service quality and multiclass classification problem solving priorities http://iopscience.iop.org/article/10.1088/1742-6596/971/1/012021

2. Measuring e-Commerce service quality from online customer review using sentiment analysis http://iopscience.iop.org/article/10.1088/1742-6596/971/1/012053

3. Predictive modelling for startup and investor relationship based on crowdfunding platform data  http://iopscience.iop.org/article/10.1088/1742-6596/971/1/012002

semoga bermanfaat

 

Scopus2018

http://iopscience.iop.org/article/10.1088/1742-6596/971/1/012053

Tips Lari

Saat ini kita lihat banyak sekali penduduk perkotaan yang punya hobi lari. Banyak juga rekan rekan saya yang pengen bisa ikutan lari namun terkendala oleh beberapa hal. Wajar bagi seorang pemula mempunyai hambatan untuk memulai lari. Sering diutarakan para ahli bahwa dalam berlari yang paling berat adalah langkah pertama, apakah itu langkah pertama kali memulai usaha berlari ataupun bagi yang sudah berpengalaman, beberapa kilometer awal biasanya merupakan bagian terberat dari proses berlari secara keseluruhan, karena tubuh perlu penyesuaian. Setelah lewat 1-2 km awal, biasanya lari menjadi jauh lebih ringan dan lebih cepat.

Saya hobi berlari sejak 6 bulan yang lalu. Lari bagi saya adalah suatu bentuk terapi untuk membuat badan dan pikiran menjadi segar dalam menghadapi aktivitas sehari hari. Lari adalah olah raga paling murah, dibandingkan olah raga saya sebelumnya yaitu bersepeda dan berenang. Kalau saya flashback 6 bulan yang lalu, saya inget betul untuk berlari 100 meter aja saya ngos ngosan, bahkan kalah larinya dibanding anak saya. Saat ini saya mempunyai target yang menurut saya cukup moderat, yaitu berlari sekitar 20-30km per minggu, tidak perduli itu dalam 1,2,3, atau bahkan dalam 4 kali lari. Tapi level saya sebenernya jauh dari pelari canggih, jarak terjauh yang pernah saya tempuh dalam sekali lari non stop hanya 16km, dan waktu terlama berlari adalah 2 jam. Belum pernah lebih dari itu. 

Banyak temen teman dekat saya menanyakan bagaimana sampai bisa berlari cepat (dan jauh) seperti standard saya tersebut. Nah saya coba share tipsnya, walaupun pelari amatiran saya tetap share pengalaman saya, mungkin bisa bermanfaat dan mungkin tidak cocok juga buat yang lain. 

1. Bertahap

Mulai dari jarak pendek dan kecepatan pelan, jangan memaksakan diri untuk lari cepat. Yang terpenting heart rate (HR) tidak melebihi target maksimum usia, patokan maksimum HR itu adalah 220-usia, sebagai contoh untuk yang berusia 40 tahun maka maksimum HRnya adalah 180. Dengan HR yang tidak terlalu tinggi maka badan tidak cepat lelah. Saya malah menargetkan HR max sekitar 20 persen dibawah HR max umur saya.

2. Jangan Berhenti

Tips paling penting menurut saya adalah pada saat berlari, kemudian merasa diri tidak kuat (nafas tersengal yang artinya HR tinggi), usahakan untuk tidak berhenti lari tapi perlambat kecepatan lari sampai HR turun kembali. Cara ini menurut saya sangat efektif untuk meningkatkan ketahanan lari. Dan menjadi semacam pencapaian sendiri buat pelari, bahwa hari ini bisa berlari sejauh jarak tertentu tanpa berhenti.

3. Baju, Celana, dan Sepatu Lari yang memadai.

Saya sering melihat pelari pemula memakai perlengkapan lari ala kadarnya, meskipun terlihat sepele, ternyata hal ini menurut saya berpengaruh besar. Memakai kaos yang menyerap keringat dan ringan, kemudian celana pendek khusus lari yang pendek dan longgar, serta sepatu khusus lari ternyata membuat usaha lari kita menjadi jauh lebih ringan. Saya inget dulu punya banyak kaos bola untuk gaya gayaan yang hampir tidak pernah saya pakai, karena kurang nyaman dipakai harian, eh ternyata kaos bola itu malah enak dipakai buat lari.

Untuk sepatu saya sudah mencoba beberapa merk mulai dari adidas, skechers, dan yang terakhir hoka one one, merk terakhir ini saya cocok sekali sampai beli 2 pasang. Walaupun harganya mahal (karena import) dan bentuknya jelek (sol tebal) ternyata sepatu ini bisa meredam hentakan kaki ke tanah secara baik, membuat saya tidak mudah pegal, dan melindungi dari cidera selama berlari. Kalo ada diskon gede sepatu merk ini, saya dengan senang hati akan borong :P..

4. Jam Tangan / Gelang Lari

Penting digunakan untuk memonitor HR kita selama berlari.  Dua alat ini menyediakan informasi HR selama kita berlari. Untuk pemula biasanya ritme HR belum stabil jadi perlu sering sering ngecek atau pasang alarm untuk mengingatkan kita jika HR melebihi batas. Semakin sering lari, biasanya HR semakin stabil dan tidak perlu sering dicek.

Manfaat lain dari dua alat ini adalah sebagai tracker lari (jarak, waktu, dan pace / speed), ada yang sudah include GPS dan ada yang tidak. Untuk yang tidak include GPS, umumnya pairing dengan handphone sebagai pemandu GPS, gelang Mi Band adalah salah satu contoh dari alat ini, harga gelang ini cukup murah sekitar 350 ribu. Kekurangan dari alat ini adalah handphone harus dibawa bawa pada saat lari, dan setting trackernya biasanya tidak instant (perlu beberapa waktu sebelum kita lari, dan ini kadang kadang menjengkelkan). 

Yang sudah include GPS contohnya adalah Jam Garmin, dengan fitur GPS maka kita tidak memerlukan hape selama berlari. Saya pake Garmin dan terbukti handal. Harga yang sudah include GPS biasanya jauh lebih mahal dibandingkan dengan non-GPS. Keunggulan adalah setting tracker untuk siap berlari sangat cepat, begitu status GPS ready  (biasanya cukup butuh waktu 1-2 detik) kita bisa langsung lari. 

5. Musik (earphone).

Ini adalah perlengkapan opsional menurut saya. Dulu saat pertama kali lari, saya belum menemukan nikmatnya berlari, sehingga memerlukan musik sebagai pengalih perhatian. Distraksi ini terbukti berhasil karena saya bisa berlari jauh tanpa memikirkan jarak. Namun semakin lama berlari ternyata saya merasa tidak membutuhkan distraksi musik ini, sekarang malah lebih nyaman dengerin suara nafas sendiri yang sedang ngos ngosan, atau dengerin suara semilir angin. Lagian berlari sambil pake earphone di jalan raya sangat berbahaya dan rawan kecelakaan. Jadi saya sarankan kalau tidak benar benar butuh sebaiknya tidak usah pake earphone.

6. Sering Sering Ikut Event Lari

Ikut lomba tidak harus untuk kompetitif tapi untuk refreshing, karena saat ikut lomba kita sudah ga repot lagi mikirin rute, ada makanan / minuman tersedia, dapat medali, ketemu temen temen, selfie dan ngobrol dengan temen temen. Malah kadang kadang lari di lomba lebih ke acara sosialisasi, karena toh lari seriusnya sudah sering kita lakukan diluar lomba.  Di event lari kita juga bisa mengukur kemampuan diri kita. Tapi kalo mau ikut lomba untuk kompetitif yah silahkan saja 🙂

Demikian tips dari saya, sebenernya ada beberapa tips lain soal postur berlari, tapi saya rasa informasi ini bisa digoogle, karena postur lari saya juga belum tentu bener. Btw, semoga tips diatas bisa membantu rekan rekan

salam dari pelari amatiran, salam lari dan tetap semangat

 

Cara Supaya Kuat Lari Jarak Jauh

foto :http://kuncihidupsehat.blogspot.co.id/2014/01/cara-supaya-kuat-lari-jarak-jauh-ini.html

Film Ready Player One dan Masa Depan Dunia adalah Maya

Weekend kemarin saat lagi jalan jalan, ada chat dari teman masuk, isinya kurang lebih ngasih tahu kalau ada film “kayaknya” keren garapan Steven Spielberg. Temen saya ini belum nonton juga, jadi yah kita menduga duga kalau filmnya bagus, biasanya Steven Spielberg sih kalo bikin film ceritanya “beda”. Karena kebetulan lagi di mall maka saya langsung intip ke bioskop Cinemax. Eh langsung ketemu filmya lagi diputer, dan ternyata jam tayangnya setengah jam lagi. Jadi langsung deh kita beli tiket. Judul filmnya Ready Player One. Sebetulnya emang asyik sih masuk ke bioskop tanpa ekspektasi apa apa tentang filmnya, dan tidak baca review sama sekali. Beberapa minggu sebelumnya saya juga masuk ke bioskop “ngasal” pas nonton film RedSparrow. Lumayan bagus filmnya 

Sedikit spoiler, film ini ceritanya dimasa depan tidak jauh dari sekarang, dimana game Virtual Reality tidak hanya sekedar game, tapi menjadi bagian penting dari kehidupan manusia. Kondisi dunia nyata yang jauh dari ideal karena polusi, kemiskinan, korupsi, depresi dan lain lain, membuat manusia lebih betah bersosialisasi di pada dunia maya. Dunia maya yang disebut Oasis merupakan tempat dimana manusia mengumpulkan reputasi, bekerja sama, berkompetisi, dan bekerja layaknya seperti di dunia nyata.

Saya tidak akan membahas tentang cerita filmnya, tapi saya lebih tertarik dengan teknologi yang sebentar lagi terjadi. Fenomena seperti reputation economy, disruptive technology, kemajuan pada game virtual reality yang mendekati kenyataan, UI / UX, dan faktor pendukung lainnya. Dari konvergensi faktor faktor diatas rasanya memang kondisi pada film tersebut tidak lama lagi akan tercapai. Selama ini kita impian kita adalah dunia nyata yang lebih baik, namun bisa jadi yang terbentuk adalah dunia maya yang merupakan idealisasi dunia nyata seharusnya, karena kondisi ekonomi, pemerintahan, politik global pada dunia nyata yang tidak kunjung membaik.

Di saat manusia merasa nyaman dan relevan dengan dunia maya, dengan berbagai macam alasannya, apakah ini yang disebut sebagai dunia parallel (dunia maya dan dunia nyata). Disaat manusia memimpikan dunia (nyata) yang lebih baik, dimana kemungkinan tidak tercapai, maka dunia maya adalah jawabannya.  Malah mungkin dunia masa depan kita dibentuk oleh industri game hari ini, dimana aktivitas ekonomi dan produktivitas yang ideal terletak pada dunia maya. Jadi bagaimana kita menyikapinya, rasanya cukup exciting melihat dunia masa depan anak cucu kita nanti. 

 

RPO 620x349 IT