Tidak Sempat Membaca Buku

Sebagai seorang yang hobi membaca, maka melihat buku buku keren yang tidak sengaja kita lihat di internet, melalui timeline facebook atau lewat posting twitter yang muncul di timeline, tentu membuat kita tergoda untuk membaca buku tersebut. Apalagi kalo kita dengan sengaja browsing Amazon Books, banyak sekali buku yang menarik terutama di bidang keilmuan saya di social network, complex network, Big Data. Di luar buku buku itupun banyak sekali buku menarik tentang teknologi, bisnis, organisasi, komunikasi, politik, sejarah dan lain lain. Sekarang ini penulis banyak yang bikin judul judul yang menarik dan (sering) kontroversial sehingga makin membuat kita tergoda untuk membaca buku tersebut.

Tahun  lalu saya sempat getol mengumpulkan buku buku, lewat jalur gratisan, maklum takut salah beli dan ternyata bukunya ga bagus, tapi kalo buku yang saya download bagus maka biasanya akan saya cari buku cetaknya, asal budget masih ada  .. :D. Setelah buku terkumpul banyak, kemudian saya sisipkan waktu untuk membaca, agendanya setiap pukul 09:00-12:00 malam saya gunakan untuk membaca. Lumayan program “membaca buku” sempat berjalan sekitar 2 bulanan. Lalu, godaan mulai datang, dengan semakin banyaknya pekerjaan yang harus diselesaikan, urusan sekolah (disertasi), urusan proyek dan lain sebagainya akhirnya membuat kebiasaan membaca tersebut semakin sulit dilakukan.

Era information overload sudah cukup membuat kita repot dengan pembagian waktu yang kita miliki. Berita / Informasi yang datang terus menerus  tanpa sengaja terpapar ke kita, sering menggangu konsentrasi dan cepat mengalihkan perhatian. Di lain pihak pekerjaan yang overlap sering membuat kita terpaksa berpikir / bekerja secara parallel, padahal sebenarnya otak kita cuma mampu mengunyah informasi dan melaksanakan pekerjaan secara serial.

Dosen / peneliti pekerjaannya adalah memeras otak untuk keilmuan, karena memeras otak itu susah diukur, maka pekerjaan datang silih berganti karena tidak terlihat bahwa kita sedang bekerja, kelihatannya merenung (dalam rangka memeras otak) itu kelihatannya seperti bengong tidak bekerja mungkin yah … akibatnya yah pekerjaan menjadi overlap seperti diatas.

Nah, sekarang saya harus berpikir mencari strategi yang tepat supaya saya kembali mempunyai waktu membaca, akan tetapi pekerjaan tidak terbengkalai, merenung dan hobi bisa terus berjalan, menulis (blog dan jurnal) juga masih bisa terus aktif. Sambil memikirkan strategi, saya melihat tumpukan file file buku yang pengen saya baca (gambar dibawah) dan tidak sempat …. hiks !!! ….

 

Screen Shot 2016 05 11 at 11 39 40 PM  2

Information Overload Era

Pada tahun 2009 muncul video ‘information overload’ (video di bawah) yang berisi animasi mengenai perkembangan teknologi dalam bentuk angka angka (statistik). Disebutkan perkembangan informasi meningkat secara eksponensial seiring bertambahnya jumlah penduduk, kemajuan teknologi, dan murahnya harga teknologi (hukum moore). Secara rata rata jumlah informasi yang kita baca dalam satu koran dalam satu hari diperkirakan sama dengan jumlah informasi yang diterima kebanyakan orang pada abad ke 19 selama seumur hidupnya.

Pada tahun 2009 saja angka angka yang ditampilkan sudah cukup fantastis, apalagi pada tahun 2015 sekarang ini. Cara manusia memperoleh informasi juga berubah drastis seiring tersedianya jalur (channel) tak terbatas untuk memperoleh informasi. Perilaku dan kebiasaan yang terbentuk, merubah cara belajar dan mencari informasi, mengakibatkan pertumbuhan ilmu pengetahuan yang sangat pesat, dimana diseminasi pengetahuan terjadi dengan sangat mudah. Muncul ilmu ilmu baru hasil kawin silang interdisciplinary science, seperti network science, econophysics, nanotech, bioinformatics, etc, sehingga beberapa ilmu pengetahuan yang kita pelajari di bangku kuliah akan obsolete pada saat kita lulus kuliah.  

Efek lain dari fenomena ini bisa terlihat dari kondisi mahasiswa jaman sekarang dan mahasiswa jaman saya kuliah dulu. Karena saya setiap hari bertemu mahasiswa, jadi saya tahu persis bahwa pada umumnya mahasiswa sekarang sulit mencari informasi karena gangguan terlalu banyak informasi, ya betul…, terlalu banyak informasi bisa menjadi biang kegagalan. Skenarionya begini, kalo dulu waktu saya jadi mahasiswa, saya belajar dari buku pegangan, ngerti dan gak ngerti buku itu akan saya pelajari mati matian, sedangkan jaman sekarang, baca satu buku dan merasa sedikit susah, maka mahasiswa akan cari buku lain dan pada akhirnya menghabiskan waktu memilah informasi yang akan digunakan dari buku buku itu. Memang tidak semuanya akan sesuai dengan skenario tersebut, tapi paling tidak menyaring informasi itu butuh strategi khusus, kalo kita bisa, maka kita akan lebih cepat menyerap ilmu bahkan sebelum perkuliahan selesai dilakukan.

information-overload

Oh ya  godaan channel media sosial juga cukup signifikan ternyata, hasil survey singkat saya menyimpulkan  bahwa media sosial sangat menggangu konsentrasi baca mahasiswa. Tidak sampai 5 persen mahasiswa yang saya tanya menyediakan waktu khusus untuk membaca. Sering saya kasih tips kepada mahasiswa untuk mencoba meluangkan waktu 30 menit – 1 jam per hari untuk membaca buku buku ilmu pengetahuan dan juga mencari / mengembangkan strategi untuk menyaring informasi (smart finding, smart reading) .. silahkan dicoba ..