manajemen, modelling dan coding

Ilmu manajemen secara tradisional dikategorikan sebagai ilmu sosial, dimana dalam pelaksanaannya akan berusaha memperlakukan aspek sosial secara kualitatif dan mengklasifikasikan ke dalam blok blok langkah, jenis permasalahan atau yang lainnya. Sebagai contoh proses brand awarenes dalam manajemen pemasaran membagi langkah awareness product menjadi unaware of the brand, brand recognition, brand recall dan top of mind. Klasifikasi seperti diatas bisa kita  lihat sebagai suatu hal yang terlalu sederhana untuk memahami kompleksitas dunia nyata. Menurut pengamatan saya manajemen berusaha menyederhanakan masalah kompleks dalam klasifikasi sederhana, tetapi tidak pernah memasukkan unsur kompleksitas tersebut ke dalam klasifikasi atau model yang dibuat.

Seiring berkembangnya keilmuan komputasi perilaku sosial seperti social computing, socio informatics, dan lain lain, maka permodelan perilaku dinamis dan kompleks sudah umum dilakukan. Teori antrian, game theory, simulasi monte carlo (markov chain) adalah contoh contoh permodelan masalah ketidakpastian. Maka saat ini manajemen juga sangat perlu belajar pemahaman masalah seperti yang terjadi di dunia nyata dalam hal model kompleksitas dan ketidak pastian. Belajar manajemen sebaiknya juga diperkenalkan dengan Matlab untuk simulasi bisnis atau R untuk coding pembuatan model dari data. Oh ya baca juga entry blog saya terdahulu tentang perlunya code literacy dan ketika orang manajemen belajar ngoding

Untitled-1

Skill Programming untuk Anak Anak

Salah satu kelemahan pendidikan dasar di indonesia adalah pengolahan logika dan cara berpikir terstruktur dibandingkan dengan sekolah sekolah di luar negeri. Sandra, anak saya yang besar saat ini kelas 7, pelajaran di sekolahnya sangat bagus berdasarkan proyek tematik tertentu dan selalu berganti secara periodik. Saya tidak mengkhawatirkan kemampuan dia dalam menyelesaikan proyek kelompok maupun individu, serta juga tidak kuatir dengan kreatifitas dan kemampuan artistiknya. Akan tetapi saya melihat satu hal yang bisa ditingkatkan dari kemampuan berpikir logis, yaitu dengan belajar programming atau koding.

Programming atau koding akan melatih anak untuk berpikir logis dan terstruktur, serta belajar mengimplementasikan ide menjadi program yang bisa dieksekusi oleh komputer. Disini juga mengajarkan anak untuk tidak selalu konsumtif dengan konten di komputer, tapi juga mendorong untuk produktif mengeksekusi ide ide kreatif mereka menjadi program komputer.

Untuk belajar programming setingkat anak anak, maka kita tidak perlu memaksakan mereka untuk menulis tiap baris koding, saat ini sudah tersedia banyak alat untuk membuat progtam secara visual yang disebut visual programming. Alat tersebut akan membantu mulai membuat skenario sampai menulis program. Visual programming yang cocok buat anak anak adalah pembuatan game komputer.

Teman saya, Marisa (@procodecg) dengan proyek procodecg mengadakan kelas programming untuk anak anak, jadi saya ikutkan Sandra disana, untuk melengkapi satu skill dia yang sangat penting buat masa depannya, yaitu skill koding. Saya lihat di masa depan semua orang akan dituntut untuk mampu membuat apps sendiri untuk menyampaikan ide, dan saya merasa itu adalah “survival skills” di era kompetisi makin gila ..

image

foto minjem dari marisa (@procodecg)