Video Blog Sunday Morning Ride BNC 20.09.2015

Hari Minggu 20 september 2015, Bandung Nmax Community (BNC) melakukan kegiatan sunday morning ride ke Purwakarta dalam rangka memenuhi undangan rekan rekan Nmax Purwakarta di acara pembentukan BNC chapter Purwakarta. Kegiatan ini menciptakan rekor sendiri bagi saya, yaitu kegiatan morning ride terbanyak yang pernah saya ikuti dengan 53 motor Nmax. 

Untuk penyegaran entry blog, kali ini saya tampilkan dalam format video blog dengan total 8 video yang saya ambil sepanjang perjalanan kami. Semoga videonya bisa dinikmati seolah olah ikut serta dalam perjalanan kami. 

Sunday Morning Ride to Jatigede

Salah satu moment saya dalam menikmati hidup “joie de vivre” adalah naik motor bersama rekan rekan ke satu tujuan tertentu. Jadwal yang biasa kita pilih adalah minggu pagi, dengan alasan minggu pagi adalah moment dimana jalanan paling sepi dibandingkan dengan hari hari yang lain. Bersama sama dengan komunitas #BNC (Komunitas Nmax Bandung), kami sudah beberapa kali melakukan sunday morning ride, contohnya salah satunya adalah jalan jalan, jepret jepret dan jajan jajan ke Sate Maranggi Cibungur Purwakarta. Minggu, 13 September 2015, kami dari #BNC melakukan morning ride dengan peserta 11 motor dan dengan tujuan waduk Jatigede, Sumedang melalui Malangbong-Wado. 

Para peserta morning ride kali didominasi oleh wajah wajah baru #BNC, hanya saya dan kang hardi yang merupakan member lama dan beberapa kali sudah riding bersama. Karena banyaknya member baru, bahkan diantaranya berboncengan suami istri, maka kami putuskan untuk menjalankan motor dengan santai, sehingga kami jalan hanya dengan kecepatan di sekitar 50-60km perjam, itupun beberapa kali ada beberapa peserta yang tertinggal di belakang. Dari keseluruhan peserta, tidak ada satupun dari kami yang pernah mengunjungi waduk Jatigede, jadi wajar sepanjang perjalanan kami harus sering sering bertanya ke penduduk mengenai lokasi waduk tersebut. Oh ya, dalam perjalanan pergi, kami sempat beristirahat di sebuah warung di Wado, yang lokasinya berada di persimpangan sungai .. lokasi yang keren ..

Pada jarak 4 km sebelum mencapai waduk, kami dihadapkan dengan jalan berbatu (setengah offroad), pengendalian nmax pun berasa makin sulit karena karakter nmax harusnya bukan untuk jalan berbatu. Setelah berhasil berjuang susah payah menembus jalan berbatu, kami dihadapkan lagi dengan perjalanan menembus hutan dengan jalan setepak yang diselimuti oleh pasir tebal. Kondisi ini tidak kalah merepotkannya dibandingkan jalan berbatu, karena beberapa kali motor kami mengalami selip di jalanan berpasir tersebut. 

Lokasi tujuan kami ternyata berada diatas ketinggian bukit, sehingga sulit untuk mencapai air danau yang kelihatan jauh dibawah, dan terpaksa kamipun hanya bisa memandangi waduk Jatigede dari kejauhan. Lokasi tujuan yang sangat panas, gersang dan tidak adanya pepohonan memaksa kami untuk tidak lama lama berada disana. Kamipun segera kembali menuju ke kota Sumedang untuk selanjutnya kembali ke Bandung melalui Cadas Pangeran dan Jatinangor.

Total jarak yang saya tempuh dari Padalarang-Jatigede-Padalarang adalah 210 km. Kita start dari Batununggal jam 7 pagi dan saya sampai kembali ke rumah jam 4 sore. Perjalanan berlangsung lebih lama dari seharusnya karena kami benar benar santai dan sempet beristirahat di Cileunyi untuk mencuci motor akibat debu hutan pasir di Jatigede.  Kesan saya, walaupun tempat yang kami kunjungi tidak begitu bagus, tapi pengalaman yang kami dapatkan sangat bagus, mulai jalan almost offroad sehingga melatih shockbreaker motor bisa menjadi lebih empuk, dan ternyata filter udara ferrox gak bermasalah dipakai di jalanan yang berdebu tebal. 

Berikut ini foto foto dan videonya.

 

Jatigede

rute dari padalarang – jatigede – padalarang sepanjang 210 km

YDXJ0864

wefie di jembatan di Wado

YDXJ0868foto di persimpangan sungai dekat  dengan warung tempat istirahat pertama di wado 

YDXJ0870

foto di persimpangan sungai dekat  dengan warung tempat istirahat pertama di wado 

YDXJ0882

Jalan berbatu sepanjang 4km sebelum waduk Jatigede

YDXJ0878

Jalan berbatu sepanjang 4km sebelum waduk Jatigede

YDXJ0884

berfoto ditengah hutan pasir sesudah melewati jalan berbatu

YDXJ0888

pasir tebal

YDXJ0892

sampai lokasi waduk Jatigede, tapi danau kelihatan jauh di bawah

YDXJ0896

berfoto sebelum menuju sumedang

YDXJ0877

selfie  😉

Video video

Revival Komunitas NMax Bandung dan Pecahnya Bandung Max Community

Kabar menyedihkan datang dari komunitas Bandung Max Community (BMC), dimana saya pribadi ikut mendirikan pada bulan Maret 2015 (baca entry blog ini), kabar duka yaitu komunitas ini terpecah menjadi 2. Awalnya kita membuat wadah / komunitas bagi para pengguna motor Yamaha NMax di Bandung yang kami namakan Bandung NMax Community (BNC). Kami berjuang bersama sama sehingga komunitas ini besar mencapai 170an anggota hanya dalam waktu beberapa bulan. Karena keinginan kami untuk menjadi besar dan menjadi wadah bagi pengguna motor motor Max series selanjutnya sesudah NMax, maka kami merubah nama komunitas menjadi Bandung Max Community (BMC). Di BMC saya mempunyai nomer registrasi #006 dan bersama dengan rekan rekan bernomor registrasi kecil lainnya ikut berperan aktif dalam mendirikan dan mengembangkan komunitas ini.

Seiring berjalannya waktu, maka timbul konflik antar anggota dan mulai timbul kelompok kelompok kecil. Menurut saya konflik dan kelompok itu adalah hal yang wajar terjadi di komunitas manapun. Saya sendiri tidak terlibat konflik dengan siapapun, dan kebetulan dalam entry blog ini saya tidak akan membahas penyebab konflik biar nanti isi blognya tetap fokus. Dari konflik maka beberapa anggota senior (nomer registrasi kecil) yang berjuang bersama sama dengan saya dulu mulai keluar dari BMC dan mendirikan room sendiri yang bernama BNC. Pembentukan room baru tujjuannya adalah biar pembicaraan lebih santai karena room resmi BMC sudah sangat rigid dengan aturan dan tidak membuat nyaman kita untuk berekspresi. BMC adalah organisasi for fun, .. why so serious ?. Suasana kebersamaan pada awal pendirian BNC pun berasa hilang sehingga mendorong konflik terjadi. Sampai titik ini saya tidak keluar dari BMC dan mengharapkan konflik akan terselesaikan dengan sendirinya

Konflik itu wajar dan bahkan mungkin perlu dipelihara supaya anggota organisasi bisa bersaing dan tetap produktif, tapi ketua BMC harus bisa mengkontrol konflik dan menyelesaikannya. Karena konflik ini melibatkan pengurus, maka harapan terakhir adalah tindakan dari Ketua BMC yang saya anggap netral dan obyektif. Harapan saya ternyata salah. Saya kaget dengan ketidakmampuan ketua BMC untuk menyelesaikan konflik. Dalam satu pembicaraan telpon yang cukup lama dengan beliau, saya mengusulkan bahwa semua pihak yang berkonflik dilepas dari kepengurusan dan dibentuk pengurus sementara / adhoc sampai konflik mereda, dan beliau menolak. Saya tidak tahu ketidaktegasan beliau, apakah karena tidak enak dengan pengurus BMC sekarang yang beliau angkat ataukah ada agenda lain untuk menyingkirkan rekan rekan seperjuangannya dari BMC. Sampai disini saya masih berpikiran positif, walaupun saya kecewa dengan sikap Ketua BMC, dan harapan untuk penyatuan komunitas semakin tipis, tapi saya tetap stay di BMC, bagaimanapun saya adalah member teregistrasi resmi. Di kemudian hari ternyata saya baru tahu juga bahwa usulan yang mirip dengan saya juga dilontarkan oleh salah satu “tetua” komunitas kami, dan lagi lagi ditolak ketua BMC.

Meskipun konflik makin parah dan harapan rujuk kelompok terpecah sangat tipis, sampai tahap ini saya tetap di BMC, akan tetapi respek saya terhadap ketua BMC semakin turun karena dari pembicaraan telpon, beliau lebih banyak bercerita kronologis, teknis dan melakukan “pembelaan” diri bahwa beliau sudah berusaha maksimal, tetapi tidak ada pembicaraan visi atau strategis untuk menyelesaikan konflik. Malah beliau cenderung pasrah komunitasnya pecah … welll you could do lot better sir !!! …

Hari ini Jumat 7 Agustus, di forum BMC sekali lagi saya dikejutkan oleh pengumuman sepihak dari ketua BMC yang menyatakan bahwa yang menjadi anggota BMC tidak boleh menjadi anggota komunitas motor lain yang sejenis. Beberapa member langsung bertanya di forum terbuka, tapi lagi lagi pertanyaan tidak terjawab, bahkan salah satu pengurus menyatakan itu adalah hak prerogatif ketua BMC. Nah tidak pake lama lagi saya langsung remove rekan rekan yang pernah saya ajak masuk BMC dan kemudian saya left juga dari BMC. Saya remove teman teman tersebut karena saya tidak mau berafiliasi dengan organisasi yang otoriter dan feodal seperti BMC. Saya tidak mau masuk ke komunitas yang pemimpinnya lemah. Tidak ada gunanya buat saya dan saya tidak bodoh. Tindakan Ketua BMC seperti tindakan bunuh diri, artinya mereka memaksa saya memilih. If you dont keep me, its your lost.

Revival Bandung NMax Community 

Nah sekarang kita kembali ke rekan rekan di room BNC yang sudah keluar BMC duluan, ternyata mereka re-deklarasi Bandung NMax Community (BNC) pada Jumat, 7 Agustus 2015 sebagai komunitas sendiri. Tentu karena saya sudah kenal dengan mereka dan nyaman bergaul dengan mereka maka saya juga join di BNC. Aura positif dari komunitas ini sangat berasa, beberapa aturan yang merepotkan dan terlalu formal di BMC ditiadakan. Ketua juga bukan dianggap sebagai “dewa” yang omongannya adalah titah. Tidak ada biaya registrasi (free). Dan tidak ada lagi nomer anggota biar semua member mempunyai suara dan level yang sama, tidak ada lagi gaya gaya feodal seperti di BMC.

Saya sempet berpesan ke ketua BNC terpilih yaitu Kang Anto (yang tidak mau dipanggil pak ketua). Isi pesannya adalah jadilah pemimpin yang kuat, kadang kita harus lembut tapi kita harus bisa tegas dan kuat. Dan saya sangat yakin Kang Anto mampu mengemban amanah, karena saya pribadi vote beliau untuk menjadi pemimpin di komunitas yang saya pilih dengan sukarela. 

Akhirnya dengan berakhirnya afiliasi saya dengan BMC (walaupun secara resmi saya masih terdaftar), maka mulai sekarang saya akan resmi support kegiatan Bandung NMax Community atau Komunitas NMax Bandung. Jika ingin join komunitas BNC silahkan isi komentar dibawah ini, nanti akan saya invite di forumnya.

FullSizeRender

suasana redeklarasi / revival Bandung NMax Community (BNC) dihadiri oleh om Achobule dan om Arif dari Jakarta Max Owners, beberapa member sudah pulang duluan dan tidak sempat difoto 

   

   

sumber photo : om achobule