S.M.A.R.T Economy

Istilah S.M.A.R.T atau SMART Economy pertama kali saya tahu dari roadmap pengembangan teknologi Singapore 2012 yang dikeluarkan  oleh Inforcomm Development Authority (IDA), sebuah lembaga pemerintahan yang bertanggung jawab terhadap perkembangan ICT.  SMART adalah singkatan dari 5 kata kunci, yaitu  Social, Mobile, Apps, Realtime, Trusted. 5 kata kunci ini yang didefinisikan sebagai pendorong pengembangan ekonomi digital saat ini . Saya sependapat dengan perumusan tersebut berdasarkan fenomena yang kita lihat sehari hari, bagaimana bisnis online mendominasi segala aspek kehidupan mulai dari toko fashion online, penjualan tiket fasilitas umum online (KAI), sampai dengan penyedia informasi layanan online (gojek, grabtaxi, uber). Pada gambar dibawah ini ditunjukkan 9 pilar pengembangan evolusi teknologi di Singapore dari tahun 2012-2017, dimana yang paling menarik adalah point paling bawah yaitu New Digital Economy yang didukung oleh pengembangan SMART Economy.

Screen Shot 2016 03 22 at 10 08 39 AM  2

Dalam tatanan ekonomi baru (New Digital Economy) proses elektronisasi (eGov, eCommerce, eComm, dll) sudah dilewati pada tahun 2011-2012, kemudian dilanjutkan dengan era mobile (m-commerce, m-banking, dll) pada tahun 2013 seiring dengan semakin matangnya teknologi mobile yang bisa meningkatkan kenyamanan (user experience) dari pengguna, maka kita mengarah kepada SMART yang diuraikan sebagai berikut :

Social : dengan menggunakan kekuatan jejaring sosial di sekitar kita maka bisnis akan lebih cepat berkembang, contohnya jejaring sosial di sekeliling pelanggan yang bisa membawa keuntungan yang besar dengan merekomendasikan produk/ brand ke khalayak yang lebih luas.

Mobile : dengan media mobile maka representasi bisnis dalam bentuk konten akan bisa diakses secara mudah dimana saja dan kapan saja.

Apps : dengan representasi bisnis dalam bentuk apps yang baik dalam bentuk kemudahan (usability) dan kenyamanan (user experience) maka akan meingkatkan engagement dan loyalitas pelanggan ke bisnis kita.

Real Time : dengan menyediakan fasilitas interaksi real time pada saat pelanggan membutuhkan bantuan, jawaban,  pembelian, maka akan meningkatkan nilai bisnis kita di mata pelanggan

Trusted : dengan menjamin bahwa transaksi yang dilakukan itu aman dan privacy pelanggan terjaga maka akan meningkatkan nilai bisnis kita di mata pelanggan.

Dari penjelasan singkat diatas, bisa dilihat bahwa SMART Economy bisa menjelaskan fenomena dan praktek operasi bisnis saat ini. Setiap komponen pada SMART masing masing mempunyai alat ukur untuk kuantifikasi nilai bisnis kita di mata pelanggan. 

Download Link Buku “Mobile Content Development”

Saya dan Pak Yahya Peranginangin baru saja menerbitkan buku yang berjudul “Mobile Content Development”, dan ini adalah buku pertama yang saya tulis.  Buku ini kami susun sejak tahun 2012, memang lama sekali proses penulisan sampai penerbitannya, berhubung kesibukan kami selama kurun waktu 2012-2015. Buku ini kami harapkan bisa mengisi kekosongan mengenai buku bisnis konten (dalam bahasa indonesia), seiring dengan naik daunnya bisnis konten dewasa ini dan terutama tantangan buat industri telekomunikasi yang tidak bisa hanya menjadi perusahaan penyedia pipa akses saja, tapi harus bisa menambahkan nilai tambah layanan dengan salah satu cara mengembangkan bisnis konten.

Buku ini terinspirasi dari mata kuliah dengan nama yang sama, yang kami ampu di FEB, Universitas Telkom. Buku ini kami gratiskan, dengan harapan bisa menjadi pengantar untuk praktisi, mahasiswa dan peneliti untuk mengenal aspek aspek yang perlu diperhatikan dalam mengembangkan konten mobile. Supaya format buku bisa dibaca dengan mudah di laptop ataupun di tablet, maka kami sediakan buku dalam format ePub, dengan besar file 11,7 mb. Untuk membaca ePub bisa menggunakan aplikasi multiplatform calibre (free).

Link download akan diperoleh setelah anda mengisi formulir berikut ini : http://bit.ly/1JYeWru

Ekstrak Buku :

“Smartphone telah memicu ledakan bisnis konten. Musik dan mobile app berhasil menjadi komoditas yang dominan pada era ini yang secara tidak langsung mendorong perubahan model bisnis dengan rantai distribusi semakin pendek. Produsen memiliki kedekatan kepada konsumen yang tidak pernah terjadi pada era sebelumnya. Pengelolaan sumber daya dalam sebuah institusi bisnis semakin dinamis, mengikuti ritme teknologi komputasi. Lalu era wearable device menyusul, interaksi tidak lagi mengandalkan layar seperti halnya terjadi di era PC dan smartphone. Sensor , seperti accelerometer, gyroscope, microphone hingga infra merah menjadi alternatif pengganti keyboard untuk memberi perintah atau memasukkan data kepada perangkat lunak. Dengan demikian, apakah industri konten perlu menyesuaikan diri agar dapat terus relevan dalam kompetisi global ?. Mobile Content Development, membahas mengenai bagaimana ekosistem dalam industri konten mobile terbentuk hingga komponen komponen terlibat dalam proses inovasi dalam industri ini. Mobile Content Development disusun untuk memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai bisnis mobile content dari sisi bisnis, teknologi dan manajemen sumber daya.”

Kata Pengantar Buku :

“Industri telekomunikasi merupakan industri dengan tingkat persaingan yang cukup ketat, hal ini diindikasikan dengan semakin banyak terjadinya perang harga antar penyedia layanan telekomunikasi untuk menarik perhatian pelanggan baru ataupun menarik pelanggan layanan lainnya. Konten dalam industri telekomunikasi adalah nilai tambah yang harus bisa dimanfaatkan dengan baik untuk meningkatkan pendapatan dan jumlah pelanggan. Saat ini dengan meningkatnya pengguna perala- tan mobile maka kebutuhan akan konten berkualitas akan terus meningkat. Buku ini ditujukan sebagai pengantar pengetahuan mengenai aspek bisnis konten mobile, ekosistem konten mobile serta pengembangannya. Buku ini ditulis berdasarkan bahan ajar mata kuliah “Pengembangan Konten Mobile” pada program studi S-1 Manajemen Bisnis Konten di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Telkom. Diharapkan buku ini bisa dijadikan bahan pembekalan dan pegangan mahasiswa untuk memahami bisnis konten mobile, melihat peluang yang bisa digali dan meningkatkan semangat kewirausahaan di bidang konten “

Screen Shot 2015 07 12 at 11 00 06 PM

IMG 8429 copy