Penyimpanan Publikasi di Academia

Sudah sejak beberapa tahun yang lalu, Academia.edu merupakan pilihan saya untuk menyimpan hasil karya / publikasi ilmiah saya dan rekan rekan lab. Pemilihan Academia karena platform ini cukup sederhana dan mudah diakses oleh rekan rekan yang tidak mempunyai latar belakang akademis. Academia sendiri bukan merupakan tempat penyimpanan ideal, bahkan menurut saya tidak ada tempat penyimpanan publikasi yang benar benar sesuai dengan keinginan saya.  Beberapa tempat lainnya dimana saya ikutan daftar adalah adalah Researchgate, Arxiv.org, dan Mendeley. Menurut saya ketiganya tidak sesederhana Academia sebagai  tempat “hanya” untuk penyimpanan. Kalau ada masukan yang lain mohon dikasih tahu ya.

Sudah sejak beberapa lama juga Academia menyediakan layanan berbayar.  Saya selalu berusaha untuk tidak berbayar, karena kebutuhan saya yang sederhana untuk penyimpanan saja. Namun berhubung jumlah publikasi sudah mencapai angka 50an lebih, maka mau tidak mau saya mulai melirik layanan berbayar Academia, terutama layanan web nya. Akhirnya saya pun berlangganan, sambil melihat lihat apakah layanan ini bisa membantu atau memberikan, Nanti kita lihat selama setahun kedepan. Anyway alamat web academia saya adalah:

https://andryalamsyah.academia.edu/

Tampilannya cukup simpel tapi cukup bagus ya ..

Screen Shot 2018 11 25 at 19 09 00 2Screen Shot 2018 11 25 at 19 09 12 2Screen Shot 2018 11 25 at 19 09 22 2

Publikasi Scopus Bulan Agustus 2018

Bulan Agustus 2018 merupakan bulan yang sibuk bagi lab kami (Lab. Social Computing and Big Data). Pada bulan ini ada 4 paper dipresentasikan dalam dua konferensi internasional terindeks scopus (IEEE indexed) yang berbeda. Kedua konferensi tersebut adalah 4Th International Conference on Science and Technology (ICST) yang disellengarakan oleh UGM pada tanggal 7-8 Agustus dan The 2018 Internasional Symposium on Advanced Intelligent Informatics (SAIN-IJAIN) yang disellenggarakan oleh Universitas Ahmad Dahlan pada tanggal 29-30 Agustus. Kedua konferensi tersebut berlangsung di Jogja.

4 Paper yang dipublikasikan adalah puncak hasil penelitian selama satu tahun terakhir dari 4 anggota lab, yang juga merupakan mahasiswa Manajemen Bisnis Telekomunikasi dan Informatika (MBTI), Telkom University. Paper paper tersebut adalah:

1. A Comparative Study of Employee Churn Prediction Model (Nisrina Salma)

2. Analyzing Employee Voice using Real-Time Feedback (Dessy Monica)

3. Artifical Neural Network for Predicting Indonesian Economic Growth using Macroeconomics Indicators (Fahmi Permana)

4. Supporting Invertment Decision using Socio-Economics Issues Exploration and Stock Price Prediction (Tahta Arasyi)

Semoga paper paper diatas memberikan kontribusi yang signifikan kepada khasanah ilmu pengetahuan dan keperluan implementatif

 

Untitled 1

40325563 2149344498638405 8282158506878959616 n

38646917 10156299166475202 8366263484182167552 o

Publikasi Konferensi Terindeks Scopus April 2018

Hasil International Conference on Data and Information Science (ICODIS) tanggal 5-6 desember 2017 akhirnya terpublikasi di IOP Journal of Physics: Conference Series (terindeks scopus). Terdapat 3 paper dari lab. Social Computing dan Big Data yang dipublikasikan. Berikut ini judul dan tautan untuk mengunduhnya.

1. Mapping online transportation service quality and multiclass classification problem solving priorities http://iopscience.iop.org/article/10.1088/1742-6596/971/1/012021

2. Measuring e-Commerce service quality from online customer review using sentiment analysis http://iopscience.iop.org/article/10.1088/1742-6596/971/1/012053

3. Predictive modelling for startup and investor relationship based on crowdfunding platform data  http://iopscience.iop.org/article/10.1088/1742-6596/971/1/012002

semoga bermanfaat

 

Scopus2018

http://iopscience.iop.org/article/10.1088/1742-6596/971/1/012053

Mendeley Tempat Penyimpanan Hasil Publikasi Peneliti

Bagi seorang peneliti, salah satu permasalahan terbesar adalah pada pengaturan paper, baik paper hasil publikasi sendiri ataupun paper orang lain yang digunakan sebagai referensi. Saya sendiri sering kewalahan dengan banyaknya paper hasil unduhan yang saya simpan. Sehingga sering kejadian beberapa paper diunduh ulang beberapa kali. Peneliti yang mempunyai jumlah paper banyak pun, sering kewalahan dalam melakukan inventarisasi papernya sendiri. Saya biasanya meletakkan hasil publikasi dan informasi pendukungnya pada Academia dan ResearchGate (tidak semua). Sejak beberapa saat saya mencari alat atau layanan untuk mempermudah mengatur publikasi riset, saya menginginkan alat atau layanan untuk pengaturan file publikasi pada komputer sekaligus publikasinya di web dalam bentuk web portofolio.

Mendeley ternyata mempunyai layanan seperti yang saya perlukan. Walaupun layanan mereka berbayar, tapi mereka menyediakan layanan gratis sampai dengan ruang penyimpanan 2GB, selebihnya kita harus membayar.  Tersedia aplikasi desktop / mobile dengan kemampuan drag and drop file pdf / doc. Pengaturan informasi  dokumen seperti author, abstract, keyword. Untuk beberapa paper yang terindeks scopus, abstract dan keterangan lainnya otomatis sudah terisikan.  Yang paling utama adalah fitur sinkronisasi dokumen pada desktop / mobile ke halaman web pribadi pada mendeley, sehingga memudahkan peneliti untuk update konten publikasi pada halaman web pribadinya.

Silahkan dicoba dan semoa bermanfaat

 

Screen Shot 2018 02 08 at 06 56 38

tampilan web pribadi

Screen Shot 2018 02 08 at 07 03 04  2

tampilan aplikasi desktop

Media untuk Para Peneliti (Academia, ResearchGate, ResearcherID)

PS : entry ini dari blog saya yang sudah ditutup beberapa saat yang lalu, kemudian saya pindahkan ke blog ini

Akhir akhir ini muncul fenomena baru lagi di dunia akademik, selain fenomena Open Course yang saya share beberapa saat yang lalu di blog ini juga. Fenomena tersebut adalah munculnya media online baru untuk “hangout” para peneliti, seperti Academia.edu, ReseacherID.com dan ResearchGate.com. Menurut saya komunitas vertikal dan spesifik seperti ini berguna untuk membuka akses yang luas dengan peneliti manapun yang obyek/metodenya sama dengan yang kita, selain itu peluang untuk saling berkolaborasi akan banyak membawa keuntungan, dan yang paling utama adalah eksposure bagi suatu institusi (misal ranking webometric)

Pada jaman sebelum internet, peneliti mempublish hasil kerja mereka melalui jurnal scientific. Untuk memperbesar eksposure terhadap karya mereka, maka dipilihlah journal yang bergengsi (index scopus) dengan pelanggan yang banyak (impact factor). Di era sekarang kebutuhan akan team work / kolaborasi semakin tinggi, bahkan media media seperti facebook dan twitter akan dianggap terlalu ramai karena isinya yang terlalu beragam. Inspirasi kesuksesan media vertikal seperti linkedin, flickr, dll mendorong terbentuknya ide media yang spesifik untuk para peneliti. Silahkan cek ketiga alamat diatas, selamat berkarya dan mensubmit karya.

academia