The Martians – Belajar Sains Lewat Film

Saya pernah menulis entry blog ini dan ini  bahwa belajar sains lewat menonton film adalah suatu hal yang mengasyikkan. Dengan media film maka kita akan mendapatkan story telling yang menarik diramu dengan bumbu lainnya seperti efek spesial, romance, thriller dan lain lain yang membuat kita tidak bosan dan tidak sengaja malah mendekatkan kita ke sains. Tapi tentu saja memahami sains lewat film tidak akan mengetahui filosofi atau cerita sains itu sendiri secara mendalam. Nah makanya setelah nonton film, biasanya dilanjutkan dengan membuka buka ensiklopedia umum semacam wikipedia

The Martians adalah salah satu contoh film yang berdasarkan sains yang kuat. Disini diceritakan tentang prinsip astrodynamcis, botanist, jet engine, pembuatan pesawat luar angkasa, lingkungan planet mars, perhitungan kecepatan dan jarak pada planet Mars, beban roket dan lain lain. Saya sengaja mengajak Sandra dan Sarah nonton film ini, Saya yakin Sandra (kelas 8) pasti akan tertarik, yang agak mengkhawatirkan apakah Sarah (kelas 3) mampu memahami film ini dan tidak bosan menonton selama 2 jam ?. Ternyata Sarah juga cukup intens menonton film ini dan tidak terganggu, malah sepanjang film banyak bertanya mengenai hal hal yang tidak dia mengerti. Bravooo .. berarti saya sudah bisa mengajak belajar sains lewat film The Martians ini. 

Mengenai filmnya sendiri mungkin bukan selera semua orang. Pada intinya ceritaa bagaimana usaha survival tokoh utama terdampar di planet asing dengan kemungkinan tewas yang sangat besar. Againts all odds ternyata dia bisa bertahan hidup dengan menggunakan pengetahuannya tentang sains. Saya sih merekomendasikan buat yang suka film film fiksi sains, walaupun disini fiksinya tidak terlalu berkhayal banyak, lebih mendasar dan beralasan. 

 

Sq martian

Komputasi untuk Manajemen ?

Komputasi untuk Manajemen ? (Insight dari Konferensi Komputasi untuk Sains dan Teknologi)

13

Beberapa saat yang lalu saya berpartisipasi dalam konferensi yang nama lengkapnya adalah “The 3rd International Conference on Computational Science and Technology (3rd ICCST)”. Konferensi ini diadakan oleh Sekolah Farmasi ITB dan bertempat di Bali. Paper yang saya submit mengenai penyederhanaan kompleksitas komputasi untuk menghitung data jejaring sosial dalam skala data yang besar dengan contoh implementasi untuk brand awareness di bidang marketing / bisnis. Kalo melihat judul konferensi dengan materi paper saya memang nyambung, tapi kalo melihat paper paper yang dipresentasikan, isinya sangat jauh nyambungnya, yah jelas karena yang mengadakan dalah farmasi maka bidangnya adalah komputasi untuk farmasi, biomedical dan keilmuan lainnya yang sejenis.

Pada awal konferensi saya agak pesimis, apakah orang tertarik dengan paper saya ?, apakah orang paham paper saya ? atau apakah saya juga paham dengan paper mereka ?. Akan tetapi semuanya jadi sirna setelah saya lihat presentasi keynote speaker dan beberapa pembicara. Secara umum saya lihat permodelan dan komputasi di bidang farmasi sangat advanced jika dibandingkan yang saya pelajari, mereka terbiasa melakukan simulasi simulasi seperti monte carlo, dan permodelan permodelan kompleks lainnya untuk membantu mempercepat perhitungan data farmasi. Saya belajar banyak, secara umum saya sangat salut dengan mereka, berpikiran maju dengan membuat konferensi yang khusus topiknya tentang komputasi. Ini salah satu bukti bahwa ilmu ilmu itu semakin blend, dan bukan semakin tegak di masing masing pilarnya ..

Apa yang sebelumnya saya khawatirkan tidak terjadi, pada saat saya presentasi, moderator dan beberapa peserta lain bertanya dan kelihatan tertarik dengan riset yang saya kerjakan. Beberapa baru mengetahui kalau ada di bidang bisnis / manajemen yang menggunakan pendekatan komputasi. Terus terang saya sendiri juga belum banyak mengetahui peneliti di bidang ekonomi/bisnis/manajemen yang menggunakan komputasi. Apakah karena farmasi terbiasa bereksperimen dengan data ukuran besar, dimensi tinggi dan kompleks sehingga mereka juga berkonsentrasi di bidang komputasi ?, sedangkan di bidang ekonomi/bisnis/manajemen tidak banyak melakukan eksperimen/simulasi sehingga sedikit atau tidak ada komputasi di bidang manajemen .. ? .. ini yang jadi pertanyaan saya .. semoga segera ketemu jawabannya

Link konferensi tersebut ada disini : http://www.iccst2014.fa.itb.ac.id