Revival Komunitas NMax Bandung dan Pecahnya Bandung Max Community

Kabar menyedihkan datang dari komunitas Bandung Max Community (BMC), dimana saya pribadi ikut mendirikan pada bulan Maret 2015 (baca entry blog ini), kabar duka yaitu komunitas ini terpecah menjadi 2. Awalnya kita membuat wadah / komunitas bagi para pengguna motor Yamaha NMax di Bandung yang kami namakan Bandung NMax Community (BNC). Kami berjuang bersama sama sehingga komunitas ini besar mencapai 170an anggota hanya dalam waktu beberapa bulan. Karena keinginan kami untuk menjadi besar dan menjadi wadah bagi pengguna motor motor Max series selanjutnya sesudah NMax, maka kami merubah nama komunitas menjadi Bandung Max Community (BMC). Di BMC saya mempunyai nomer registrasi #006 dan bersama dengan rekan rekan bernomor registrasi kecil lainnya ikut berperan aktif dalam mendirikan dan mengembangkan komunitas ini.

Seiring berjalannya waktu, maka timbul konflik antar anggota dan mulai timbul kelompok kelompok kecil. Menurut saya konflik dan kelompok itu adalah hal yang wajar terjadi di komunitas manapun. Saya sendiri tidak terlibat konflik dengan siapapun, dan kebetulan dalam entry blog ini saya tidak akan membahas penyebab konflik biar nanti isi blognya tetap fokus. Dari konflik maka beberapa anggota senior (nomer registrasi kecil) yang berjuang bersama sama dengan saya dulu mulai keluar dari BMC dan mendirikan room sendiri yang bernama BNC. Pembentukan room baru tujjuannya adalah biar pembicaraan lebih santai karena room resmi BMC sudah sangat rigid dengan aturan dan tidak membuat nyaman kita untuk berekspresi. BMC adalah organisasi for fun, .. why so serious ?. Suasana kebersamaan pada awal pendirian BNC pun berasa hilang sehingga mendorong konflik terjadi. Sampai titik ini saya tidak keluar dari BMC dan mengharapkan konflik akan terselesaikan dengan sendirinya

Konflik itu wajar dan bahkan mungkin perlu dipelihara supaya anggota organisasi bisa bersaing dan tetap produktif, tapi ketua BMC harus bisa mengkontrol konflik dan menyelesaikannya. Karena konflik ini melibatkan pengurus, maka harapan terakhir adalah tindakan dari Ketua BMC yang saya anggap netral dan obyektif. Harapan saya ternyata salah. Saya kaget dengan ketidakmampuan ketua BMC untuk menyelesaikan konflik. Dalam satu pembicaraan telpon yang cukup lama dengan beliau, saya mengusulkan bahwa semua pihak yang berkonflik dilepas dari kepengurusan dan dibentuk pengurus sementara / adhoc sampai konflik mereda, dan beliau menolak. Saya tidak tahu ketidaktegasan beliau, apakah karena tidak enak dengan pengurus BMC sekarang yang beliau angkat ataukah ada agenda lain untuk menyingkirkan rekan rekan seperjuangannya dari BMC. Sampai disini saya masih berpikiran positif, walaupun saya kecewa dengan sikap Ketua BMC, dan harapan untuk penyatuan komunitas semakin tipis, tapi saya tetap stay di BMC, bagaimanapun saya adalah member teregistrasi resmi. Di kemudian hari ternyata saya baru tahu juga bahwa usulan yang mirip dengan saya juga dilontarkan oleh salah satu “tetua” komunitas kami, dan lagi lagi ditolak ketua BMC.

Meskipun konflik makin parah dan harapan rujuk kelompok terpecah sangat tipis, sampai tahap ini saya tetap di BMC, akan tetapi respek saya terhadap ketua BMC semakin turun karena dari pembicaraan telpon, beliau lebih banyak bercerita kronologis, teknis dan melakukan “pembelaan” diri bahwa beliau sudah berusaha maksimal, tetapi tidak ada pembicaraan visi atau strategis untuk menyelesaikan konflik. Malah beliau cenderung pasrah komunitasnya pecah … welll you could do lot better sir !!! …

Hari ini Jumat 7 Agustus, di forum BMC sekali lagi saya dikejutkan oleh pengumuman sepihak dari ketua BMC yang menyatakan bahwa yang menjadi anggota BMC tidak boleh menjadi anggota komunitas motor lain yang sejenis. Beberapa member langsung bertanya di forum terbuka, tapi lagi lagi pertanyaan tidak terjawab, bahkan salah satu pengurus menyatakan itu adalah hak prerogatif ketua BMC. Nah tidak pake lama lagi saya langsung remove rekan rekan yang pernah saya ajak masuk BMC dan kemudian saya left juga dari BMC. Saya remove teman teman tersebut karena saya tidak mau berafiliasi dengan organisasi yang otoriter dan feodal seperti BMC. Saya tidak mau masuk ke komunitas yang pemimpinnya lemah. Tidak ada gunanya buat saya dan saya tidak bodoh. Tindakan Ketua BMC seperti tindakan bunuh diri, artinya mereka memaksa saya memilih. If you dont keep me, its your lost.

Revival Bandung NMax Community 

Nah sekarang kita kembali ke rekan rekan di room BNC yang sudah keluar BMC duluan, ternyata mereka re-deklarasi Bandung NMax Community (BNC) pada Jumat, 7 Agustus 2015 sebagai komunitas sendiri. Tentu karena saya sudah kenal dengan mereka dan nyaman bergaul dengan mereka maka saya juga join di BNC. Aura positif dari komunitas ini sangat berasa, beberapa aturan yang merepotkan dan terlalu formal di BMC ditiadakan. Ketua juga bukan dianggap sebagai “dewa” yang omongannya adalah titah. Tidak ada biaya registrasi (free). Dan tidak ada lagi nomer anggota biar semua member mempunyai suara dan level yang sama, tidak ada lagi gaya gaya feodal seperti di BMC.

Saya sempet berpesan ke ketua BNC terpilih yaitu Kang Anto (yang tidak mau dipanggil pak ketua). Isi pesannya adalah jadilah pemimpin yang kuat, kadang kita harus lembut tapi kita harus bisa tegas dan kuat. Dan saya sangat yakin Kang Anto mampu mengemban amanah, karena saya pribadi vote beliau untuk menjadi pemimpin di komunitas yang saya pilih dengan sukarela. 

Akhirnya dengan berakhirnya afiliasi saya dengan BMC (walaupun secara resmi saya masih terdaftar), maka mulai sekarang saya akan resmi support kegiatan Bandung NMax Community atau Komunitas NMax Bandung. Jika ingin join komunitas BNC silahkan isi komentar dibawah ini, nanti akan saya invite di forumnya.

FullSizeRender

suasana redeklarasi / revival Bandung NMax Community (BNC) dihadiri oleh om Achobule dan om Arif dari Jakarta Max Owners, beberapa member sudah pulang duluan dan tidak sempat difoto 

   

   

sumber photo : om achobule

Berburu Yamaha Nmax dan Cerita Kymco

Saya adalah pengguna kasual motor jenis skuter matic (skutik) pecinta kenyamanan, dengan budget terbatas. Sejak pulang ke indonesia akhir 2006, saya punya pengalaman dengan 4 skutik, dimana 3 skutik sebelumnya adalah skutik taiwan (kymco) dan baru yang terakhir ini saya beli skutik jepang (yamaha). Boleh dikata saya dulu sangat anti dengan skutik jepang sampai akhirnya keluar honda pcx dan yang terakhir yamaha nmax. Entri blog ini akan menceritakan tentang perjuangan memilih skutik nyaman (dengan budget terbatas) sampai akhirnya memilih yamaha nmax.

FullSizeRender (3)

Yamaha Nmax yang baru saya peroleh pada maret 2015

Skutik pertama saya di awal 2007 adalah kymco free lx 110cc , saat itu komunitas kymco sangat dahsyat kehadirannya di internet melalui forum dan milist, sehingga saya teracuni membeli free lx dengan alasan kymco identik dengan faktor kenyamanan. Ternyata skutik ini adalah produk lokal yang ‘kenyamanan’nya sama aja dengan skutik jepang lainnya seperti mio atau vario saat itu, jadi dalam waktu 6 bulan saya jual lagi skutik ini.

1912106_10152186237995202_1052741191_n

Skutik pertama saya, skutik kymco free lx 110 cc pada tahun 2007

Kapok dengan skutik ‘nanggung’,  maka skutik kedua pilihan saya adalah skutik yang terbaik saat itu, yaitu kymco trend sr 125cc. Ini adalah skutik ternyaman yang pernah saya pakai. Saya menggunakannya cukup lama (5 tahun) dari tahun 2007-2012. Pada akhirnya saya terpaksa menjual karena di tahun 2012 sudah mulai sulit mencari spare part, lokasi bengkel yang jauh, selain itu pabrik kymco juga tutup di indonesia. Saya ga mau repot nantinya, makanya saya jual skutik ini. 

556021_10152186237585202_2081932951_n

The best skutik yang menemani saya pada kurun waktu 2007-2012, Kymco Trend SR 125cc

Setelah trend sr terjual saya bingung mencari gantinya. Saya sempat test drive suzuki skywave, honda vario, mio, vespa lx dan ga ada yang menyamai kenyamanan trend sr. Bahkan tidak ada skutik yang modelnya mirip dengan trend sr (ban kecil dan lebar), saya sangat suka model trend sr ini. Karena selera nyeleneh ini saya cukup kesulitan mencari skutik pengganti.

Tahun 2013-2014 saya indent skutik flagship untuk ‘ kenyamanan’ yaitu honda pcx. Yang menyebalkan dari skutik ini adalah waktu  tunggu indent yang sangat lama, saya menunggu selama 6 bulan dan ga datang juga, akhirnya datang kesempatan lain dari kymco. Saya lihat iklan kymco like 150cc di kaskus, tanpa pikir panjang dan tidak menawar saya langsung beli skutik model vespa ini. Karena pada tahun 2011 saya sempat kesengsem dengan like ini tapi ga ada budget hehe. Meskipun skutik ini sangat nyaman ternyata problem yang muncul adalah spare part nya lebih susah lagi di peroleh daripada motor trend sr saya sebelumnya, karena populasinya sangat sedikit di indonesia. Walhasil saya memakai skutik ini dalam waktu cuman 6 bulan, sebelum saya jual lagi.

Untitled-1

Kymco Like 150cc kondisi asli (foto atas), dan kondisi sudah dilapisi stiker (foto bawah)

Awal 2014 kabar baik muncul, kymco masuk ke indonesia lewat bali, dan ada model yang mirip dengan trend sr saya yaitu kymco racing. Akan tetapi proses pembelian yang merepotkan dan urusan surat surat motor yang tidak mudah akhirnya saya urung juga beli kymco. Setelah capek dengan ribetnya kymco, akhirnya ada kabar baik lainnya di akhir tahun 2014 yaitu yamaha akan meluncurkan skutic yamaha nmax 155cc. Skuter ini punya specs yang mengungguli honda pcx dan harga yang lebih murah 12 juta.

Yamaha Nmax di rilis pada 12 feb 2015, tapi sejak desember 2014 saya sudah mengikuti beritanya.  Jadi makin antusias melihat review dan pengalaman dari pembeli pembeli pertama. Tanggal 1 maret 2015 saya melakukan inden untuk warna gun metal (abu doff), ini adalah warna favorit dan paling susah dicari. sepanjang masa inden, saya berkeliling ke dealer dealer di bandung, rata rata antrian sudah mencapai diatas 30 orang. Bahkan saya menemukan beberapa praktek kotor para sales motor ini, beberapa sales / dealer memaksa untuk upping harga (supaya antrian indent dinaikkan), maksa pembelian kredit, kalopun motor udah ready saya diminta untuk nambah duit (250-500rb). Untungnya saya dapet sales yang baik dan jujur, akhirnya setelah inden seminggu, pada tanggal 7 maret motor nmax gun metal dikirim ke rumah saya. PS, kalo butuh kontak sales ini bisa PM saya. 

Demikian perjuangan mencari skutik nyaman, yang akhirnya jatuh ke Yamaha Nmax semoga awet seperti Kymco Trend SR saya sebelumnya.

Untitled-2

Saya berpose dengan Kymco Like 150cc dan Yamaha Nmax 155cc (foto nyomot dari Instagram saya sendiri)